
Galang melotot tajam saat melihat Tata dan Dave muncul di hadapan nya.
"Kau.... ! " geram nya dengan suara tertahan.
"Kenapa?? Kaget ya melihat kami di sini?? Kami memang sengaja ingin melihat anda Tuan Galang yang terhormat di giring polisi masuk bui! " jawab Tata dengan senyum mengejek.
"Dasar anak sialan.. ! Kau anak kemaren sore sudah berlagak sombong! Aku akan secepatnya keluar dan menghabisi mu langsung dengan tangan ku sendiri! " ucap nya dengan wajah merah padam memaki-maki dan mengancam Tata.
"Oww takut.... ! " sahut Tata dengan muka di buat seperti orang ketakutan.
Tata memberi isyarat pada salah satu polisi untuk membiarkan mereka berbicara dulu dengan Galang. Ia berjalan mendekati Galang, kali ini dengan wajah yang datar berbeda sekali dengan raut muka nya yang tadi tersenyum mengejek.
"Berusahalah semampu mu untuk mengeluarkan diri dari rumah terakhir mu Tuan! Akan aku pastikan ini saat terakhir kau menghirup udara segar karena aku akan membuatmu mendekam selama nya sampai kau mati di dalam bui! Kau camkan lah itu! Anak kemaren sore ini akan membuat mu selamanya di kurung dalam hotel prodeo! Ingat, selamanya.. Selamanya! " ucap Tata dengan nada dingin berbicara di depan wajah Galang.
Galang menelan ludahnya melihat wajah Tata yang berubah dalam sekejap menjadi sesosok iblis wanita dan tanpa ia sadari jika kaki nya gemetaran. Rasa angkuh dan sombong nya tiba-tiba menghilang dan seperti tersangkut di lehernya sehingga membuat leher nya seperti di cekik oleh tangan tak kasat mata.
Dave berjalan mendekati Galang dengan wajah tanpa ekspresi.
"Karena kau orang tua, aku masih bermurah hati untuk tidak menghajar mu seperti orang suruhan mu itu! Bagaimana kiriman kadonya? Menarik bukan? Aku akan membuat anak perempuan kesayangan mu itu bernasib sama dengan apa yang kau rencana kan pada istriku, jika kau berani bertindak macam-macam di dalam bui! Dan akan aku pastikan anak mu itu mendapat balasan yang menyedihkan seumur hidupnya! " ucap Dave dengan suara bariton nya yang berat dan tegas.
Setelah mengatakan itu, ia pun menyusul Tata yang kembali masuk ke mobil mereka yang memang terparkir di lokasi yang agak tersembunyi agar tadi tidak ketahuan.
Galang di giring masuk ke mobil patroli dengan tubuh lemas dan pandangan yang kosong. Perkataan Tata dan ancaman Dave menari-nari di otaknya dan suara mereka terngiang-ngiang di telinga nya seperti siaran radio yang berputar berulang-ulang.
"Mau kemana kita sayang?? " tanya Dave begitu ia sudah masuk ke dalam mobil.
"Entahlah Mas, aku gak tahu! Aku kepengen jalan-jalan tapi gak tau mau kemana! Setidaknya hatiku sedikit lega karena telah menangkap bapak tua itu dan menaruhnya di tempat yang seharusnya! " jawab Tata yang mendusel dusel kepala nya mencari kenyamanan di ketiak nya Dave.
"Sekarang lagi mode manja nya ini! Harus kudu hati-hati biar juteknya gak keluar! Bahaya emang kalau bikin perempuan PMS emosi! " batin Dave sambil membelai rambut istrinya.
"Ya udah... Kalau gitu gimana kalau kita muter-muter aja dulu keliling Jakarta sambil mencari tempat yang cocok untuk bersantai! Siapa tahu nanti kita bisa berwisata kuliner nanti nya! " ucap Dave memberikan usulan.
"Boleh Mas... Ayo... ! " jawab Tata dengan tersenyum bahagia.
Mereka berdua pergi dengan meninggalkan Tiger yang langsung bermuka masam saat menyadari pasangan suami isteri itu meninggalkannya tanpa bicara dulu.
πΏπΏπΏ
Sementara itu di rumah keluarga Ryder, Mami Sita yang sudah agak tenang kelimpungan mencari keberadaan Tata karena menghilang dari kamarnya.
__ADS_1
"Ya Allah Pi... ?? Bagaimana ini?? Dimana Tata sekarang?? Mami takut ada orang lain lagi yang kembali mengincar Tata, duh.. Mami gak bisa bayangin gimana muka jeng besan kalau anak nya kenapa-napa?? " ucap Mami Sita dengan wajah panik.
"Tenang honey... Tenang.. ! Kita cari dulu di dalam rumah ini, siapa tahu Tata lagi di taman atau di belakang! Gak mungkinkan dia keluar gak ada satupun yang lihat? Kecuali kalau menantu kita itu jelmaan Jinny oh jinny yang bisa menghilang setelah kedip kan mata! " sahut Papi Dayton setengah melawak.
"Ish... Gak lucu tauk.. ! Orang beneran panik malah di ajak bercanda! " omel Mami Sita kesel.
"Benar yang di katakan suami mu, Nduk.. ! Gak mungkin Tata keluar gak ada yang lihat! Sudah... Tenangkan dirimu dan tarik nafas dalam-dalam, berpikirlah yang positif biar hasilnya juga positif ! " tambah Eyang Kakung ikut menenangkan putrinya.
Mami Sita melakukan apa yang di katakan Bapak nya itu dengan menarik nafas dalam-dalam dan berpikir bahwa Tata baik-baik saja.
"Pak... Sekarang apa yang akan kita lakukan?? Rasanya Ibuk gak percaya jika Galang bisa melakukan hal sekeji itu pada keluarga kita terutama pada Tata. Apa salah Tata padanya hingga ia dengan tega membayar orang untuk menghancurkan Tata! " ucap Eyang Putri dengan wajah sedih kepada suaminya.
"Entahlah Buk..! Bapak gak bisa berpikir jernih sekarang ini! Hanya saja mungkin keluarga besar Kusuma yang lain mungkin sedang berembuk untuk membicarakan masalah ini! Tidak mungkin mereka berpangku tangan dengan masalah sebesar ini! Kalau menurut keinginan hati Bapak, Bapak ingin Galang di hukum seberat-beratnya sesuai kejahatan nya apalagi karena niat jahat nya pada Tata berimbas pada cucu kita Abeth! " jawab Eyang Kakung dengan wajah geram dan sedih.
GrandFa dan Grandma hanya diam saja karena mereka tidak bisa mau berkata apa-apa karena ini menyangkut masalah keluarga besan mereka. Terlebih lagi setelah melihat siaran itu, mertua Abeth langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Abeth yang mereka takuti melihat tayangan tersebut hingga membuatnya kembali trauma meskipun tidak ada riwayat trauma.
"Aku gak akan diam saja Buk, Pak.. ! Sampai kapan pun aku akan berusaha membuat bajingan itu mendekam di dalam penjara! Aku gak ikhlas jika ia mendapatkan hukuman ringan, kalau perlu hukuman mati! Gak ada ampun untuk laki-laki jahat seperti dia ! " ucap Mami Sita penuh dendam pada Galang.
"Nduk... Bukannya Bapak mau melarang mu membenci nya, tapi Bapak gak mau kamu memelihara dendam! Tuhan tidak tidur, biarkan tangan Tuhan yang bekerja dan biarkan hukum dunia yang menentukannya! Kita cukup mengawasinya saja! Kalau mau mengikuti rayuan syaitan, mungkin Bapak juga akan membayar orang buat menghabisi Galang! Hanya saja Bapak kembali tersadar jika kita masih punya Tuhan dan Tuhan lah yang akan menghukumnya! " nasihat Eyang Kakung pada Mami Sita.
Tiba-tiba saja terdengar suara panggilan dari luar yang memanggil mereka.
"Ternyata kalian semua di sini?? Yu.. Jadi benar ya video yang tayang tadi pagi itu?? Itu beneran si Galang?? " ucap Bude Ditha begitu datang dan mengambil tempat di sebelah Mami Sita.
"Iya Yu... Beneran ya semua itu! Si Sekar juga gak nyangka banget bisa melakukan hal serendah itu! " sahut Bude Wati dengan sangat tidak percaya.
"Aku saja masih gak percaya jika Galang dalang semua kejadian yang menimpa Tata dan Abeth! " ucap Bude Rini ikut berkomentar.
"Kalian ini... Bukannya ucapin salam malah mencerca adik kalian dengan pertanyaan yang sedang sensitif ini! Sudah, karena sudah lihat semua nya jadi tidak usah di bicarakan lagi! Bikin hati bertambah kesal saja jika kembali mengingat semua itu! Sekarang biarkan hukum yang melakukan tugasnya! " tegur Eyang Kakung pada anak-anak nya.
"Iya Pak.. Maaf... ! " jawab mereka bertiga menundukkan kepala.
"Tapi Pak... Hukum negara kita sekarang ini kan bisa di beli?? Tuh contoh nya kasus polisi yang di sirami air keras di mukanya hingga matanya cacat, sampai sekarang pun gak ketangkap juga dalang nya! Apalagi kasus si Galang ini yang mungkin ada oknum tertentu yang bermain di belakang nya! Bisa jadi selama ini ia lah yang membuat tindakan kriminal Galang tidak tercium sama sekali oleh pihak kepolisian! " sahut Pakde Toto dengan pendapatnya.
"Iya Pak... ! Betul kata Mas Toto itu! Vian jadi pesimis Galang akan mendekam lama di penjara! " tambah Pakde Vian suami Bude Ditha ikut menanggapi.
"Kalau untuk itu Bapak gak bisa bicara banyak karena di luar pengetahuan Bapak! Yang jelas, selama Bapak hidup, Bapak akan selalu berdoa agar semua anak keturunan Bapak terhindar dari orang-orang yang seperti itu! Toh, jika mereka tidak mendapatkan balasan di dunia, maka nanti di akhirat mereka pasti mendapatkan ganjaran atas apa yang mereka lakukan di dunia ini! Kalian bicara saja lah, Bapak mau istirahat dulu, kepala Bapak sedikit sakit dengan masalah yang terjadi saat ini! Ayo Buk temani Bapak ke kamar! " ucap Eyang Kakung agak memijit pelan kepala nya.
Eyang Putri pun berdiri dan ikut beranjak bersama suaminya ke kamar mereka untuk istirahat sejenak. Apa yang mereka lihat pagi ini benar-benar membuat wajah tua mereka tampak agak mendung dan sedikit shock.
__ADS_1
GrandFa dan Grandma Dave juga ikut pergi ke kamar mereka sendiri hingga tinggal lah kakak beradik yang masih berkumpul di ruang keluarga masih membicarakan langkah apa yang akan mereka ambil dalam masalah ini.
πΏπΏπΏ
Apa yang terjadi pada Tata akhirnya sampai juga ke telinga Ibuk di Medan. Ia langsung menghubungi Tata yang sedang menikmati semangkok mie ayam ceker di kaki lima bersama suaminya.
Semua orang yang ada di rumahnya juga sudah mengetahui kejadian itu dari mulut Sandra. Saat ini mereka sedang berada di rumah sakit Bhayangkara karena Dika dinyatakan koma di rumah sakit.
"Anika gak nyangka jika Kak Tata bakalan mengalami kejadian yang mengerikan seperti itu! Padahal tinggal beberapa minggu lagi pesta resepsi kakak juga akan di gelar! Mudah-mudahan gak ada lagi musibah seperti ini sampai hari yang di tunggu tiba! " ucap Anika dengan wajah prihatin.
"Ya mau gimana lagi kalau sudah Takdir! Tidak ada yang tahu kalau Tata bakalan mengalami hal yang seperti ini! Syukur lah ia baik-baik saja! " sahut Sandra menambahkan.
"Abang juga sedih dengernya! Mudah-mudahan Tata selalu bahagia dan masalah seperti itu tidak datang lagi! " ucap Kadir ikut berkomentar.
"Aamiin.... ! " jawab mereka kompak mengamini doa Kadir.
Lain halnya dengan Ibuk Tata, karena masalah ini ia mempercepat kepulangannya ke Jakarta. Padahal ia sebenarnya masih semingguan lagi di Medan untuk menyiapkan segala nya.
Ia sudah memesan tiket pesawat begitu menelpon Tata dan akan pulang lusa. Ia tidak tenang dengan jauh dari Tata apalagi pesta resepsi Tata hanya tinggal dua minggu lagi.
Untung saja persiapan di Jakarta sudah di serahkan pada Wedding Organizer ternama dan persiapan hanya tinggal 20 persen saja karena hanya tinggal menyebarkan undangan saja.
Tata dan Dave pulang ke rumah setelah capek muter-muter Jakarta sambil mampir makan mie ayam ceker dan beberapa jajanan yang di jual di pinggir jalan.
"Bagus ya kalian berdua...! Disaat genting kayak gini malah keluyuran kemana-mana! " omel Mami Sita dengan tegak pinggang di depan pintu begitu melihat Tata dan Dave turun dari mobil.
"Mas Dave Mi... ! Ngajakin Tata keluar rumah muter-muter Jakarta! Padahal Tata udah nolak, dianya yang keukeh maksain kehendak! " jawab Tata cepat dengan menunjuk ke arah suaminya.
Dave auto melongo melihat istrinya malah menuduhnya, menyalahkannya serta menjadikan nya kambing hitam atas kaburnya mereka berdua.
"Daveeeeee..... !!!!! " teriak Mami Sita dengan geram saat Dave baru mau membuka mulutnya membela diri.
Bersambung...
Usul banget nih Tata, lakik nya di jadiin tumbal kemarahan emak mertuaπππ...
Selamat membaca dan selamat berakhir pekan bersama keluarga readers ku...
Semoga hari kalian menyenangkan ππ...
__ADS_1
Lope-lope sekebon jagung π½π½π½ untuk kalian semuaπππ..