
"Ibuk... ! " panggil seseorang yang berada di belakang nya.
Ibuk yang hampir melewati kamar Tata langsung menghentikan langkah nya saat mendengar ada yang memanggil nya. Ia menoleh ke belakang dan tersadar jika pintu ruangan Tata terlewati beberapa langkah.
"Astaghfirullah hal adzim Susan.. ! Untung saja kamu panggil Ibuk tadi, kalau gak Ibuk entah kemana sampai melewati ruangan nya Tata! " ucap Ibuk tersadar dari lamunannya.
Ternyata yang memanggil nya adalah Susan. Kalau saja Susan tidak memanggil nya tadi, ia entah sampai di mana.
"Ibuk lagi gak enak badan?? Kok bisa ruangan nya Butet Ibuk lewati?? " tanya Susan dengan menaikan alisnya karena heran.
"Ibuk baik-baik aja Nak! Hanya saja tadi Ibuk banyak pikiran dan sempat melamun! Tadi di lift Ibuk ketemu perempuan dan anak di kursi roda, kami sempat berbincang kecil dan entah kenapa Ibuk merasa sudah kenal dekat sama mereka. Padahal ini pertama kali nya Ibuk melihat mereka berdua, tapi rasanya kayak udah kenal lama. Ibu bingung dan karena itu membuat pikiran Ibuk keganggu! " jawab Ibuk dengan jujur.
"Ya Allah Buk.. ! Susan kira tadi Ibuk sakit! Jangan terlalu di pikirkan Buk, mungkin aja karena mereka ramah dan nyambung ngobrol nya lah yang bikin Ibuk merasa udah kenal lama. Padahal kan kalian baru pertama kali ketemu.. " ucap Susan mencoba menenangkan Ibuk.
"Mungkin aja kali ya.. ! " gumam Ibuk Tata dengan lirih tapi masih terdengar oleh Susan.
"Udah Buk, gak usah di pikirin amat! Mendingan kita masuk aja yuk ke kamar rawat Tata! " ajak Susan dengan mengambil kantong plastik yang di tangan kanan Ibuk.
Susan membuka pintu dengan tangan kanan nya sembari mengucapkan salam pada penghuni ruangan.
Ternyata Dave sudah ada di dalam kamar rawat tersebut. Ia sedang menyuapi Tata makan di atas bed nya.
"Ibuk kok lama banget beli buah nya?? Ibuk langsung ke pasar buah ya?? " cerca Tata dengan mulut masih mengunyah.
"Gak kok! Orang yang jual mangkal depan rumah sakit ini aja! Tadi Ibuk ngobrol bentar sama Susan depan kamar rawat kamu! " jawab Ibuk sambil meletakkan buah di atas meja.
"Ibuk sarapan aja dulu, ajak Mak Ijah yang tadi katanya nungguin Ibuk datang! Kamu sarapan juga Susan! " ucap Dave sambil menyuapi Tata.
"Iya Bon, kamu sarapan dulu sana sama Ibuk dan Mak Ijah! " sahut Tata juga pada Susan.
"Iya iya.. ! Padahal tadi aku udah sarapan waktu mau ke sini! " jawab Susan dengan wajah merenggut.
Susan tetap makan bersama dengan Ibuk dan Mak Ijah karena jika menolak Tata pasti punya berbagai macam alasan untuk memaksa nya makan.
__ADS_1
"Nambah lagi yank?? " tawar Dave saat bubur ayam yang ia belikan sudah habis.
"Udah Mas, aku udah kenyang! Masa makan tiga mangkok belum juga kenyang! " jawab Tata dengan mengelap mulutnya dengan tisu.
"Apa??? " pekik Susan kaget saat mendengar Tata sarapan tiga mangkok bubur ayam.
"Ya elah Bon-bon! Sampai segitu nya kamu kaget! " ucap Tata masa bodo.
"Eh Markonah! Kamu itu lapar apa kesurupan! Sarapan ampe tiga mangkok gitu! Gimana aku gak kaget gitu loh! " sahut Susan setengah kesal.
"Dih, bodo amat Bon! Orang aku makan untuk anak-anak aku kok! Kayak gini lah kalau ibu menyusui yang harus banyak makan agar Asi nya juga banyak dan melimpah! " jawab Tata santai.
"Alah, pakai alasan ibu menyusui segala kau Tet! Bilang aja emang kau itu tukang makan! " ejek Susan dengan raut muka tidak takut.
"Emang aku pikirin! " sahut Tata mendengus kesal.
"Hehehehe.... " Susan terkekeh melihat wajah kesal Tata.
Dave tidak ambil pusing dengan percekcokan mulut sang istri dengan sahabat nya. Ia lanjut memakan sarapan nya yang tertunda karena menyuapi sang istri makan.
"Loh, Suster Sari! Ada apa? Apa si kembar baik-baik saja?? " tanya Tata dengan beruntun pada Suster Sari.
"Bukan Nya! Si kembar baik-baik saja! Saya hanya datang meminta Asip untuk si kembar karena sudah waktunya mereka minum Asi! " jawab Suster Sari cepat karena tidak ingin majikan nya berpikir terlalu jauh.
"Ya Ampun Sus! Saya kira tadi anak-anak saya kenapa-napa! Asip nya di dalam kulkas Sus! Suster ambil sendiri saja di sana! " ucap Tata sembari menunjuk kulkas yang ada di sudut ruangan.
Suster Sari pun berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil 6 botol Asip yang ternyata sudah di pompa Tata sebelum Ibuk kembali ke ruangan nya.
Suster Sari yang hendak keluar menghentikan langkah nya sejenak dan berkata sesuatu yang membuat Tata ketiban durian runtuh.
"Tuan, Nyonya! Kata Dokter anak, pemberian ASI berikutnya Nyonya diminta ke ruangan khusus si kembar dan belajar menyusui mereka secara langsung satu persatu! " ucap Suster Sari memberitahu Dave dan Tata.
"Beneran Sus.. ??? Ya Allah Mas, akhirnya aku akan menyusui anak-anak kita untuk yang pertama kalinya! Alhamdulillah ya Allah... ! " pekik Tata dengan tersenyum lebar dan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Iya sayang, alhamdulillah! " sahut Dave dengan memeluk Tata.
"Alhamdulillah... " ucap Ibuk, Susan dan Mak Ijah juga dengan tersenyum bahagia.
"Kalau gitu saya permisi dulu ya Tuan, Nyonya, dan semuanya! " ucap Suster Sari pamit keluar dengan membawa Asip si kembar.
🌿🌿🌿
Berbeda dengan Tata yang berbahagia karena akan menyusui anak-anak nya pertama kali, Nada malah melamun dan tidak fokus semenjak berpisah dengan Ibu-ibu yang tadi di dalam lift. Ia merasa pernah melihat dan mengenal perempuan paruh baya itu, tapi ia lupa dimana melihat nya.
"Dua tahun aku di Jakarta, dan ini pertama kali nya aku langsung akrab dengan orang yang baru aku temui! Kenapa rasanya pernah kenal dan wajahnya seperti tidak asing aku lihat?? Tapi dimana?? " gumam nya dengan lirih.
Mata nya memandang ke depan tapi pikiran nya entah kemana-mana. Bahkan saat mereka pulang ke apartemen pun Nada masih tidak fokus dan melamun hingga membuat Aqila menjadi heran dan bingung pada Mamah nya.
"Mah, Mamah.. !! " panggil Aqila pada Nada.
"Mamah.. !! Puk... ! " panggil Aqila dengan menepuk pelan paha Mamah nya agak keras.
"Astaghfirullah hal azim sayang??? Kamu bikin Mamah kaget aja! Ada apa?? " teriak Nada dengan sangat terkejut saking kagetnya.
"Mamah di panggil sopir taksi nya gak nyaut-nyaut! Kita udah sampai Mah di depan rumah kita! Mamah melamunkan apa sih sampai Pak sopir taksi dan Aqila manggil gak di respon sama sekali??? " ucap Aqila dengan sangat heran.
"Ya Allah.. ! Maafkan saya Pak! Gak sadar kalau udah nyampe aja! Ayo sayang kita keluar! " ujar Nada dengan wajah tidak enakan dan mengajak Aqila keluar dari taksi tersebut.
"Eh iya Mbak, gak papa! " jawab sopir taksi tersebut agak kaget dengar suara Nada.
Aqila masih merenggut karena Nada tidak menjawab pertanyaan nya tadi. Ia turun dengan di gendong Nada dan di duduk kan di atas kursi roda nya.
"Ini Pak ongkosnya! Terimakasih banyak.. ! " ucap Nada dengan ramah.
"Iya Bu, Sama-sama! " jawab sopir taksi itu dengan melajukan kembali taksinya.
"Ayo sayang kita masuk ke lobi! " ajak Nada dengan mendorong kursi roda Aqila.
__ADS_1
Bersambung...