Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Menangis Kejer...


__ADS_3

"Kira-kira apa yang akan di buat sama Ibuk ya Yu??? " tanya Bude Ditha sambil berpikir.


"Entahlah Mbak.... Aku yo ora ngerti! " jawab Mami Sita mengangkat bahunya tanda tidak tahu.


"Yo wes lah... Ayo Rin, kita bali dulu... Assalamualaikum! " ucap Bude Ditha dengan mengajak Bude Rini pulang.


Sepeninggalan kakak-kakak nya, Mami Sita pun pergi ke dapur memberikan instruksi pada Mbok Nah untuk memasak makan malam untuk mereka semua karena hari sudah mau maghrib.


Setelah berbicara panjang lebar dengan Mbok Nah, Mami Sita pergi ke kamar nya untuk membersihkan diri karena sebentar lagi maghrib akan datang.


Tata terbangun dari tidurnya saat azan magrib bergema untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.


"Astaghfirullah hal adzim... Aku ketiduran sampai azan magrib begini! " ucap Tata dengan langsung terduduk di atas kasur.


"Oh iya... Aku kan cuma bawa baju ini aja, dan beberapa dalaman! Atau aku pakai pakaian Mas Dave aja kali ya,... Duh, aturannya tadi aku pesan dulu pakaian sebelum tidur. Jadi barabe gini kan jadi nya... " keluh Tata bicara sendiri.


Ia pun bangkit dari tempat tidur, berjalan mengambil tas ranselnya yang ia bawa dari Bandung dan sebuah koper yang berisi pakaian dalam, laptop dan beberapa peralatan mandi dan skincare nya.


Tata berjalan menyusuri kamar suaminya dan masuk ke walk in closet milik suaminya untuk melihat-lihat pakaian suaminya.


"Wah.... Banyak banget pakaian nya Mas Dave! Semuanya tersusun rapi... Jas sama Jas, kemeja sama kemeja, celana panjang sama celana panjang, Dalaman juga sama dalaman... " ucap Tata kagum dengan membuka pintu lemarinya satu per satu.


"Ini lemari apa ya?? Kok warna nya girly begini? Masa iya Mas Dave suka warna beginian? " ucap Tata dengan berpikir di depan sebuah lemari yang berwarna pastel ini.


"Buka enggak... Buka enggak... Buka enggak... Ah buka aja lah, siapa tahu ada baju yang bisa aku pakai! " ucapnya lagi dengan ragu-ragu.


"Bismillahirrahmanirrahim.... Maaf ya Mas, lemarinya yang ini aku buka... He... he... he.... " katanya dengan cekikikan sendiri.


Tata menarik gagang lemari dan lemari tersebut terbuka yang membuat Tata melongo melihat isi lemarinya.


"Astaghfirullah hal adzim.... Baju perempuan??? Kenapa ada baju perempuan di walk in closet Mas Dave? Gak mungkin baju Abeth ada di sini? Gak masuk di akal! Atau jangan-jangan Mas Dave kalau malam jadi Davia?? Ah... Gak mungkin Mas Dave kalau malam jadi Davis, secara diakan macho. Hi... Hi... Hi.... Tapi, lucu juga kalau Mas Dave jadi Davia... Ha... Ha... Ha... " ucap Tata berspekulasi sendiri sambil memilih-milih baju yang ada di dalam lemari tersebut.


"Tapi, kok masih ada label dan harganya??? Oh mak jang????? Mehong nya??? Gaun kayak gini harganya 700rbu? Gaun apaan yang harganya segini? Biasa aja modelnya, walaupun bahannya memang halus sih! Ini juga kaos oblong, harganya sampai 500ribuan...Orang kaya emang beda! Ckckckck.... " ucapnya lagi dengan mencocokkan kaos tersebut di tubuhnya depan kaca.


"Aku juga banyak uang, tapi kenapa aku gak pernah beli baju yang di atas 200rbu ya?? " gumamnya berpikir sendiri.


"Hai Tata rakyat jelata... Kau sekarang memang banyak uang, tapi apa kau lupa kalau dirimu berasal dari rakyat jelata yang tidak punya apa-apa?Hohoho.... " ucap Tata berbicara dengan suara berat seolah-olah itu orang lain yang bicara.


"Hi.... Hi.... Hi..... Pantas aja aku gak pernah beli baju mehong-mehong, orang aku gak terbiasa! Itu aja punya gaun satu harga satu jeti belinya dulu setengah mampus... Dah lah, Lama-lama bicara sendiri nanti di kira orang gila lagi! Lebih baik aku mandi aja dulu, nanti keburu habis magrib nya! " ucap Tata lagi dengan tertawa cekikikan sebelum masuk ke kamar mandi.


Ia masuk ke kamar mandi sambil membawa kaos oblong yang di ambilnya dalam lemari berwarna pastel tadi. Karena handuk ada di lemari dalam kamar mandi, jadi Tata masuk hanya membawa baju dan pakaian dalam.


"Ah.... Segarnya.... " ucapnya saat keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap dan handuk masih membalut kepala nya.


Ia lalu menunaikan kewajiban nya sebagai seorang anak manusia tunduk kepada sang pemilik kehidupan. Selesai Sholat Tata keluar dari kamar suaminya dengan menggunakan kaos oblong yang agak kebesaran sesuai dengan kesukaan nya dan celana legging yang dua duanya di ambil dari lemari pastel tersebut.


Ketika ia turun, ia langsung menuju ke dapur karena kebetulan ia sangat haus. Ia tidak mungkin menekan tombol interkom seperti di rumahnya untuk memanggil pelayan seperti yang ia lakukan selama ini.

__ADS_1


"Wah.... Wangi banget!! Perut Tata langsung keroncongan...." ucap Tata begitu masuk ke dapur langsung di suguhkan aroma wangi ayam bakar.


"Eh Den Ayu.... Kenapa ke dapur? Nanti badan Den Ayu bau asap dan bau dapur? Kenapa gak tunggu di ruang keluarga saja? " sahut Mbok Nah dengan wajah tidak enakan.


"Lah, emang kenapa Mbok kalau Tata masuk ke dapur? Tata haus, mau ambil minum dulu! " jawab Tata cuek sambil berjalan menuju kulkas dan mengambil air putih dingin dari dalam kulkas.


Ia lalu membawa botol air dingin dan duduk di atas kursi yang ada di dekat kitchen set. Dengan santai Tata menuangkan air dalam botol itu ke dalam gelas yang ia ambil sendiri dan meminumnya dengan santai.


Tidak lama Eyang Putri dan Mami Sita masuk ke dapur dan mereka kaget melihat Tata sudah ada di dapur dengan duduk santai memperhatikan Mbok Nah, Lastri, Sri dan Imah yang sedang memasak sambil meminum air putih.


"Sayang, kamu di sini? Mami kira kamu masih di atas! Kenapa gak nunggu di ruang keluarga saja sama yang lainnya? " tanya Mami Sita dengan heran.


"Iya Nduk, kamu perlu sesuatu? Kalau perlu sesuatu panggil Imah atau Sri saja? Gak perlu repot-repot datang ke dapur? " tambah Eyang Putri ikut bicara.


"Aduh Mami, Eyang... Tata masih kuat dan sehat! Masa mau minum pakai panggil Mbok Sri dan Imah segala... Tata di rumah selalu panggil Bu Vira pakai interkom kalau baru pulang kerja aja karena capek. Tapi kalau cuma di rumah aja, Tata lakukan semuanya sendiri kok, seperti sekarang ini! " jawab Tata santai.


Mami Sita dan Eyang Putri tersenyum mendengar jawaban Tata, begitu juga para pelayan yang ada di dapur. Mereka tersenyum melihat Tata yang tidak malu duduk di dapur yang penuh asap atau bau masakan lainnya.


"Oh ya Mi, Tata minta maaf ya lancang memakai pakaian perempuan yang berwarna pastel di dalam walk in closet nya Mas Dave! Habisnya tadi Tata lupa menghubungi orang di rumah Tata untuk membawa pakaian Tata kesini! Tata cuma bawa dalam doang ke sini! " ucap Tata agak sedikit sungkan.


"Lemari yang mana?? " tanya Mami Sita tampak berpikir.


"Itu loh Mi, Yang warna pastel, terus ada ukiran bunga-bunga nya di sebelah kiri kanan pintunya! " jawab Tata menjelaskan secara detail.


"Oh.... Yang itu! Kenapa mesti izin sama Mami, sayang! Itukan memang pakaian untuk kamu! Dave dua minggu yang lalu sengaja membeli sebuah lemari lagi yang akan di letakkan di walk in closet miliknya! Katanya biar nanti kalau kamu main kesini gak perlu bingung kalau mau ganti baju! Mami sama Abeth yang beli semua baju-baju itu sesuai pesanan Dave! ********** juga ada loh lengkap semuanya di rak paling bawah! " jawab Mami Sita santai yang membuat Tata seperti terkena serangan jantung mendadak.


"Kenapa kamu tampak kaget begitu, Nduk? Apa ada yang gak kamu suka? " tanya Eyang Putri dengan lembut.


"Tata gak papa Eyang! Mami, Eyang.... Tata boleh nangis gak?? " tanya Tata dengan wajah hendak menangis.


"Lah, kenapa menangis?? " ucap Mami Sita bingung.


"Hua..... Hua.... Hua.... Baju-baju nya mahal banget Mami! Selama ini Tata punya banyak uang, Tata gak pernah berat mengeluarkan uang untuk bantu orang susah, Tata gak peduli keluarin uang puluhan juta! Tapi seumur hidup Tata, Tata gak pernah beli baju di atas 200rbu! Makanya Tata mau nangis aja saat Mami bilang semua baju yang di lemari itu untuk Tata! " ucap Tata berteriak kejer kayak anak kecil di ambil permen nya tapi tidak ada air matanya.


Semua yang ada di dapur tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan absurd Tata alasannya kenapa ingin menangis. Mereka bukannya prihatin dengan ucapan Tata justru tertawa geli dengan kesederhanaan Tata.


"Astaga... Astaga...Tata...Rasanya Mami yang ingin menangis karena kebanyakan ketawa! Ya Allah, Nak! Nak! Mami kira kamu nangis itu karena hal yang menyakiti hati mu, ternyata bukan toh... " ucap Mami Sita masih tertawa dan mencubit gemes pipi Tata.


"Tapi baju-baju itu emang mahal Mami.... " rengek Tata lagi dengan suara manjanya.


"Ya Allah Nduk.... Semua itu tidak seberapa untuk seorang Dave! Cucu Eyang pasti ingin yang terbaik untuk istrinya! Kamu gak perlu merisaukan semua itu! Lagi pula mulai sekarang kamu jangan kaget lagi jika Dave atau Mami kamu membelikan mu barang yang mahal-mahal! Dah, yuk kita ke ruang keluarga saja! " jawab Eyang Putri dengan tersenyum geli dan menarik tangan Tata agak mengikuti nya ke ruang keluarga.


"Ya Allah... Ya Allah... Kebaikan apa yang aku lakukan di masa lalu hingga punya menantu yang sifat nya seperti itu! Semoga nanti cucu-cucu dan keturunan ku mempunyai sifat sederhana seperti itu! " ucap Mami Sita begitu Tata dan ibunya sudah keluar dari dapur.


"Den Ayu lucu ya Ndoro! Nangis kejer saat tahu baju mahal satu lemari untuknya! Coba kalau perempuan lain, pasti kegirangan dan bahkan minta yang lebih mahal lagi! " komen Sri dengan wajah geli melihat tingkah asli Tata.


"Iya Sri, kamu benar! Saya senang dan bahagia Raden dapat istri yang sederhana seperti itu! Kamu dengar sendiri kan waktu Den Ayu bilang ia tidak peduli keluar uang puluhan juta jika untuk bantu orang tapi kalau untuk beli untuk diri sendiri ia mikir lagi seribu kali lipat. Itu artinya Den Ayu itu merasa uangnya lebih baik kalau untuk bantu orang dari pada untuk dirinya sendiri! " sahut Mbok Nah ikut berkomentar.

__ADS_1


"Iya ya Mbok.... Senang nya kalau punya banyak uang di gunakan untuk membantu orang lain, bukan untuk berfoya-foya gak jelas kayak anak-anak muda zaman sekarang ini! Foya-foya aja masih menggunakan uang orang tua, itu pun sombongnya selangit kayak dia yang punya uang! " tambah Imah ikut menimpali.


"Begitulah jika manusia hidup yang hanya mementingkan urusan dunia saja! Mereka cenderung sulit jika mengeluarkan uang untuk membantu orang lain ataupun untuk beramal! Mudah-mudahan Tata dan Dave jodoh mereka sampai tua dan sampai ajal menjemput keduanya! " ucap Mami Sita ikut bicara.


"Aamiin..... " jawab mereka semua mengaminkan doa Mami Sita.


"Oh ya, kalau semuanya sudah siap, langsung bawa ke ruang makan aja ya Mbok! Saya mau menyiapkan minum dulu untuk Bapak! " ucap Mami Sita memerintahkan Mbok Nah.


"Baik Ndoro! " jawab Mbok Nah dengan mengangguk paham.


🌿🌿🌿


Villa Bandung...


Semua pelayan Tata sedang bersiap-siap berkemas untuk kembali lagi ke Jakarta esok pagi. Malam ini mereka membantu Ibuk dan Mak Ijah berkemas juga karena mereka akan bertolak ke Medan lusa.


Sandra dan Susan juga bersiap-siap bersama Anika dan Nana yang sedang mengemasi pakaian ayah Jamal. Kania berkemas bersama Bi Sum dengan mengepak pakaian anak-anak.


"Ma... Kita nanti ke sini lagi gak ke rumah nenek! "tanya Kayla pada Sandra.


"Iya sayang, kita ke sini lagi saat Ila liburan sekolah! " jawab Sandra sambil melipat pakaian nya.


"Emangnya harus pas liburan ya Ma? Gak boleh ya sesuka hati kita? " tanya nya lagi dengan wajah di tekuk.


"Gak boleh dong sayang? Kan Ila harus sekolah dulu supaya pinter, waktu Ila libur kita pergi lagi deh ke rumah nenek! " jawab Sandra lagi dengan sabar.


"Yaahhh... Harus nunggu lama dong kalau gitu! " ucap Kayla dengan wajah tidak bersemangat.


"Emangnya kenapa Ila sampai ngomong kayak gitu? Memangnya Ila suka tinggal di sini? di rumah nenek? " tanya Sandra dengan lembut.


"Senang Ma, Ila punya teman baru! Ada Sinho dan Alam yang punya kelinci yang lucu! Kata Alam, kelinci nya akan lahiran sebulan lagi! Karena Ila mau pulang besok, jadi Ila gak bisa dong lihat kelinci nya Alam lahiran! " jawab Kayla dengan wajah sendunya.


"Ha.... Ha.... Ha... " Sandra dan Susan langsung tertawa ngakak mendengar alasan sesungguhnya Kayla yang minta ke sini sesuka hati.


"Astaga.... Astaga... Anak kau Tot! Ada-ada aja omongannya! Emangnya bisa kita lihatin kelinci lahiran! Ya Allah... ada-ada aja! " ucap Susan dengan geleng-geleng kepala.


"Emang salah ya Ma? " tanya Kayla dengan wajah polosnya.


"Nggak sayang! Gak salah! Aunty Susan tuh yang salah! " ucap Sandra cepat agar Ila tidak salah paham.


"Pauk lah kau Bon! Masa cakap kayak gitu depan anak kecil, ya mana ngerti lah dia! " bisik Sandra dengan mencubit lengan Susan.


"Kan ada kau Tot, emaknya yang bisa menjelaskan semuanya! Ha... Ha... Ha... " jawab Susan dengan tidak merasa bersalah dan cepat-cepat pergi meninggalkan mereka di kamar.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜..


__ADS_2