Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
94. Kekesalan Kadir.


__ADS_3

"Berhenti!!! "


Tata dan teman-temannya menghentikan langkah mereka dan menoleh ke belakang.


"Kenapa anda menghentikan jalan saya! " tanya Tata dengan tatapan intimidasi yang sangat kuat.


Sandra dan Susan memeluk lengan sendiri, mereka merinding dengan aura yang di keluarkan Tata yang mana langsung membuat bulu kuduk mereka berdiri. Sedangkan Dave santai saja dengan berjalan mengikuti Tata yang berjalan ke arah laki-laki paruh baya yang memanggil tadi, yang mereka perkirakan berusia 45 tahun ke atas.


"Saya minta Nona untuk mengatakan keberadaan anak kandung saya Anika! " jawab nya membalas pertanyaan Tata dengan angkuhnya.


"Anika?? Siapa anda? Kenapa saya harus mengatakan nya kepada Anda? Dan saya juga tidak mengenal anda sehingga mengharuskan saya mengatakan apa yang saya tahu! " ucap Tata menolak dengan tegas.


"Nona, jangan main-main dengan saya! Cepat katakan di mana anak saya Anika! " bentak laki-laki tersebut dengan kencang sehingga membuat para pengunjung melihat ke arah mereka.


"Jangan pernah anda membentak dan menaikkan nada suara anda terhadap adik saya! " hardik Kadir yang tiba-tiba datang dari arah belakang.


"Abang! " ucap Tata dan Sandra barengan.


"Tadinya Abang mau mampir menyapa kamu! Eh gak sengaja lihat dan dengar ada yang mencoba membuat keributan! " ucap Kadir menghampiri Sandra.


"Dasar bucin, dalam keadaan kayak gini masih sempat-sempatnya merayu ayang beb! " cibir Susan sewot.


"Panas pulak rupanya sista kita yang satu ini, yang gak di samperin ayang beb! " jawab Sandra mendelik ke arah Susan.


Setelah menyapa Sandra, Kadir berjalan ke arah Tata yang bersitegang dengan seorang laki-laki yang mengaku sebagai ayah kandung Anika.


"Siapa anda? Apa gak anda menginginkan keberadaan adik saya Anika! " tanya Kadir dengan lantang.


"Wah, saya senang bertemu langsung dengan kamu! Saya Harisman! Ayah kandung adik kamu Anika! " jawabnya dengan tersenyum senang dan mengulurkan tangannya ke arah Kadir.


"Apa anda tidak salah bicara? Ayah kandung adik saya Anika? Jangan mimpi anda! Setahun saya adik saya Anika hanya punya satu ayah yaitu Ayah Jamal yang menikahi Ibu saya Retno kalau anda tidak tahu! " ucap Kadir dengan tegas.


"Jamal itu bukan ayahnya! Saya lah ayahnya! Ibu kamu itu menikah dengan si Jamal ketika sedang mengandung Anika! Saya ayahnya Anika bukan Jamal! " teriak laki-laki tersebut tidak terima dengan ucapan Kadir.


"Oh ya, kalau begitu apakah anda ada memberikan nafkah materi untuk adik saya Anika dari lahir hingga saat ini? " ejek Kadir menjawab teriakan laki-laki tersebut.


Laki-laki yang bernama Harisman itu terdiam dan tampak raut wajahnya memerah menahan gejolak di dadanya, ia tampak termenung dengan pertanyaan yang di lontarkan Kadir barusan.


Ia tiba-tiba terduduk dengan menangis di hadapan mereka yang ada di Resto tersebut.


"Saya memang tidak memberikan nafkah untuk anak saya Anika, tapi saya sangat ingin bertemu dengan anak saya Anika! Saya ingin memeluk nya dan saya ingin melihat wajahnya dari dekat! Saya sangat merindukannya! " ucapnya dengan menangis bersimpuh di hadapan Kadir.


"Kalau anda memang peduli pada Anika, kenapa anda baru menampakkan diri sekarang? Kemana saja anda selama ini? Saya tidak akan pernah mengizinkan Anika bertemu dengan anda, dan bagi kami ayah Jamal selamanya adalah ayah Anika meski mereka tidak ada hubungan darah seperti juga saya dengan ayah Jamal! " jawab Kadir dengan tegas dan tidak perduli dengan tangisan laki-laki tersebut.


"Tolong saya! Izinkan saya untuk bertemu dengan anak kandung saya Anika! Ibu mu lah yang selama ini melarang saya mendekati kalian dan melarang saya menemui Anika ketika ia baru lahir! " Laki-laki itu memohon sambil mencoba meraih tangan Kadir.


"Saya tidak perduli! Itu urusan anda dengan Ibu saya! Bukan dengan saya! Ayo kita pergi dari sini! " jawab Kadir menepis tangannya yang hendak di raih laki-laki itu dan mengajak Tata pergi dari hadapan laki-laki itu.

__ADS_1


Melihat perlakuan dan sikap Kadir yang menolak permohonan nya, membuat laki-laki itu bangkit berdiri dan berteriak dengan penuh emosi.


"Saya tidak akan tinggal diam! Saya akan terus mencari anak saya Anika sampai ketemu! Dan kalian semua akan terima akibatnya karena sudah menolak permohonan saya! Ingat itu! " teriak nya dengan wajah merah padam dan tangan terkepal.


Tata menghentikan langkahnya dan berbalik menghampiri laki-laki tersebut.


"Silahkan! Dan saya juga tidak akan tinggal diam jika anda berbuat macam-macam dengan orang-orang terdekat saja seujung kuku pun itu! Cam kan itu! " ancam Tata dengan menatap tajam kepada laki-laki itu.


Laki-laki itu sontak memundurkan langkahnya ketika mendengar ancaman dan tatapan tajam Tata yang seketika membuatnya menciut dengan aura intimidasi yang kuat dari Tata. Namun ia berusaha menepis semuanya dengan masih beranggapan jika ancaman Tata hanya bualan semata.


Setelah mengucapkan semua itu, Tata pun pergi meninggalkan laki-laki tersebut dengan sejuta rencana jahat yang sudah ia susun di benaknya dalam mencari keberadaan anak kandungnya Anika.


"Benar-benar tidak habis pikir! Bagaimana bisa Mama berhubungan dengan laki-laki yang berwatak seperti itu! Gak tahu malu mengaku-ngaku ayah kandung tapi selama ini melepaskan tanggungjawab dengan membiarkan laki-laki lain menanggung semua perbuatannya! " omel Kadir dengan kesal sambil berjalan mengikuti Sandra dan semuanya ke ruangan Tata.


"Oh iya, kok Abang ikutan masuk ke sini ya? Kan tadi Abang niatnya cuma mau menyapa kamu doang! " ucap Kadir tiba-tiba tersadar dan seraya menepuk pelan jidatnya.


"Ha.... Ha... Ha... " Tata dan semuanya yang ada di dalam ruangan tertawa terbahak-bahak dengan kekonyolan Kadir.


"Minum Aqua dulu deh Bang, biar sedikit fokus! " ucap Dave sambil menyerahkan air mineral kepada Kadir yang di ambilnya dari kulkas di ruangan Tata.


"Terimakasih Mister! " jawab Kadir sambil meminum nya.


"Itukan Le Minerale Mas, bukan Aqua! " protes Tata.


"Sama aja sayang! Kan sesuai orang Indonesia, apapun nama mereknya pasti di sebut Aqua! " jawab Dave dengan santai.


"Wah, sepertinya aku sudah ketinggalan cerita ini! " celutuk Kadir tiba-tiba yang mana langsung membuat Tata mengubah kembali ekspresi nya.


"Dih, Abang kepo! " sahut Sandra dan Susan barengan.


"Emang gak boleh? " tanya Kadir lagi.


"Siapa bilang gak boleh, malahan boleh banget lagi kalau Abang mau tahu nanti aku kasih tahu Abang! Ngomong Abang gak ada pelanggan? " jawab Sandra sambil bertanya.


"Astaghfirullah hal adzim... Abang lupa sayang kalau mau jemput pelanggan jam 11. Ya udah, Abang pamit dulu ya? Kamu pulang kerja Abang jemput ya? Tunggu Abang! " pekik Kadir langsung berlari pamit dengan melambaikan tangannya keluar dari ruangan Tata.


"Cie-cie yang di panggil sayang..... Duh, kenapa jadi gerah gini yah! " goda Susan dengan mengibaskan tangan nya pura-pura kepanasan.


Sandra yang di goda hanya senyum-senyum sendiri seperti abege yang malu-malu di ledek temannya.


"Woi sadar! Ingat umur! " ucap Tata membuyarkan lamunan Sandra.


"Dasar sirik! " omel Sandra mendelik kesal.


Dave yang duduk di sofa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku tiga perempuan yang ada di hadapannya. Ia dengan santai duduk sambil memainkan ponsel pintar nya dengan bermain games.


Ketiga sahabat itu pun mulai bekerja berkutat dengan berbagai berkas semua restoran dan cafe milik Tata yang ada di Jakarta dan yang di Medan. Susan yang sedang sepi job ikutan terjun membantu Tata mengelola restoran nya bersama Sandra dan ia juga dipercaya Tata mengurus usaha loundry milik Ibuknya yang ada di Medan.

__ADS_1


Karena bosan, Dave pun memesan makanan dan minuman yang di antar keruangan Tata.


"Emangnya Mas gak kerja ya? Betah banget berjam-jam di sini! " protes Tata terhadap Dave.


"Kerja lah sayang! Mau makan apa nanti anak-anak kita kalau Mas gak kerja! Mas kan Bos, jadi Mas bisa kerja di mana saja! " jawab Dave dengan santai nya.


"Dih, sombong bener! " sahut Tata dengan wajah yang blushing mendengar bualan Dave.


"Gak nyangka kali aku kalau Babang Mister jago juga merayu nya! " Bisik Sandra cekikikan di telinga Susan.


"Heem.... " jawab Susan mengangguk membenarkan ucapan Sandra.


"Bukan Mas sombong sayang? Memang kenyataannya seperti itu! Lagi pula nanti pun kamu juga akan menjadi Bos di hidup aku dan di hati aku! Ya gak! " ucap Dave dengan menaik turunkan alisnya menggoda Tata.


"Au ah gelap! " jawab Tata jengah dengan menutup wajahnya dengan buku.


"Ha.... Ha.... Ha... Ha... " Dave tertawa geli berhasil menggoda Tata hingga ia menutup wajahnya.


Tata yang jantung nya cenat cenut mendengar gombalan Dave langsung pura-pura sibuk agar tidak ketahuan jika ia sedikit terbuai dan berharap lebih dengan bualan Dave yang membuat hatinya mesem-mesem gak jelas.


"Gak nyangka banget bisa kenal dengan Bule yang pintar ngegombal! Ya gak Tot? " ucap Susan dengan menyenggol lengan Sandra.


"Yoi.... " jawab Sandra dengan mengancungkan jempolnya.


Tata pura-pura tidak dengar ucapan sahabatnya, ia tetap berkutat dengan berkas-berkas yang ada di mejanya.


Tiba-tiba saja ada panggilan dari ponselnya Sandra yang tertera nama Kadir.


"Kenapa Bang Kadir menelpon ya? Sebaiknya aku jawab saja, siapa tahu ada yang penting! " gumam Sandra lirih sambil menatap ponselnya.


"Kenapa??? " tanya Tata menatap Sandra.


"Bang Kadir nelpon! " jawab Sandra agak ragu.


"Kenapa gak kau angkat, siapa tahu tentang anak-anak! " ucap Susan ikutan bicara.


Ponsel Sandra kembali berdering dan ia pun mengangkat panggilan dari Kadir.


"Halo assalamualaikum, Bang! " ucap Sandra lembut.


"Apa???? Astaghfirullah... Iya Bang, gak papa kok! Akan aku sampaikan ke Tata! Nanti aku akan ke sana ketemu anak-anak! " jawab Sandra dengan wajah panik.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat bersantai reader's tercinta....


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...

__ADS_1


__ADS_2