
Melihat Aqila berdiri tegak di depan pintu mobil, Tata langsung berlari menuju Aqila dengan wajah bahagia meskipun penuh dengan lelehan air mata.
Ia langsung berlutut mensejajarkan dirinya dengan tinggi Aqila dan langsung memeluknya dengan erat sambil menangis bahagia. Ia menciumi seluruh permukaan wajah Aqila hingga membuat Aqila terkikik kegelian.
"Astaga Adek.. ! Bisa habis muka cucu Ibuk kau buat kayak gitu?? " ucap Ibuk pada Tata yang masih memeluk Aqila dengan sangat erat.
"Sayang... ! Udah dong, kasihan Aqila nya kalau kamu peluk terlalu erat kayak gitu! " sahut Dave dengan lembut membujuk istrinya.
Tata langsung melepaskan pelukannya pada Aqila yang membuat Aqila tersenyum lebar dan tidak keberatan sama sekali dengan ulah Aunty nya itu.
"Maafkan Aunty ya sayang! Aunty benar-benar bahagia melihat kau sudah berjalan lagi! Maaf jika perbuatan Aunty tadi menyakiti dirimu sayang... ! " ucap Tata sambil mengusap air mata dan ingusnya dengan bajunya.
"Fuhh... Jorok kali kau ini Tet! Kasihan sekali si kembar punya emak yang jorok nya kebangetan kayak kau ini! " celutuk Sandra mengejek Tata.
"Biarin aja! " jawab Tata tidak peduli.
"Aunty lucu! Hidungnya jadi merah kayak buah ceri! Aqila gak papa kok Aunty! Aqila senang karena Aunty senang Qila bisa jalan lagi! " jawab Aqila dengan terkekeh memegang hidung Tata.
"Oh Aqila sayang! Aunty sangat bahagia sekarang ini! Terimakasih sudah bertahan hingga saat ini sayang! " ucap Tata lagi kembali memeluk Aqila.
Interaksi Tata membuat Elea merenggut kesal karena merasa Mami nya di ambil orang lain hingga ia menjerit keras dalam gendongan Abeth dengan kedua tangan merentang ke arah Tata.
"Oh My god Butet.. ! Anakmu itu tampaknya cemburu lihat kau memeluk Aqila dari tadi! Lihat muka gemoy nya sampai merah kayak udang rebus kayak gitu! Hahahaha... " ucap Mami Bertha dengan tertawa geli.
Tidak hanya Mami Bertha, semua orang ikutan tertawa melihat reaksi Elea saat Tata memeluk Aqila. Ibuk langsung mendekat dan mengambil Elea dari gendongan Abeth hingga membuat bayi 7 bulan itu berhenti menangis meskipun mukanya masih di tekuk ke bawah.
"Ya Ampun.. ! Gemesin banget sih cucu nenek ini! Jangan nangis sayang! Itu namanya kakak Aqila, kakaknya Elea selain Kakak Amirah! " ucap Ibuk dengan mencium gemes pipi bulat Elea.
Satu persatu mereka semua memeluk Aqila dan mengucapkan selamat atas keberhasilan operasi nya walaupun harus melalui proses panjang di Negara orang.
Amirah memeluk Mamahnya dengan erat melepaskan kerinduan setelah enam bulan berpisah karena keadaan. Ia juga memeluk Aqila dan sangat bahagia adiknya sudah bisa berjalan lagi seperti dulu. Tidak hanya Amirah, Kayla dan Kana tidak kalah antusias menyambut kedatangan Aqila dengan langsung menarik tangannya untuk bermain bersama di Gazebo tempat mereka bermain tadi.
Tata beralih pada kakak iparnya dan memeluk Nada dengan erat begitu juga sebaliknya, Nada membalas pelukan Tata tidak kalah erat.
"Kakak berisi Tata tengok sekarang ini! Kakak pasti bahagia ya di sana! " goda Tata sesaat pelukan mereka terlepas.
"Tentu saja kakak bahagia Dek! Aqila sudah bisa berjalan normal kayak anak-anak lainnya dan hal itu suatu kebahagiaan yang besar untuk kakak! " jawab Nada dengan ringan.
"Bagaimana dengan terapi kakak?? Apakah ada kemajuannya?? "tanya Tata lagi pada Nada.
"Alhamdulillah kakak sudah sembuh Dek! Kata dokter kakak gak perlu lagi mengkonsumsi obat-obatan lagi kalau tiba-tiba panik di tempat ramai! Lagipula kakak sudah gak panik lagi kalau berada di tempat ramai kayak Mall atau tempat ramai lainnya! " jawab Nada dengan tersenyum bahagia.
"Alhamdulillah... Tata senang dengar nya Kak! " sahut Tata dengan wajah lega.
Nada kemudian mendapatkan ucapan selamat dari sahabat-sahabat nya Tata termasuk Nana dan Anika yang sedang menggendong Revan.
Setelah itu mereka bersama-sama masuk ke dalam rumah dan bersama-sama bercengkrama sambil menikmati hidangan yang di sediakan oleh para asisten rumah tangga di rumah itu.
Dave berjalan pelan dan langsung menarik tangan Tata diam-diam menyingkirkan diri dari keramaian itu sebelum ada yang menyadarinya.
"Loh Mas??? " ucap Tata kaget.
"Ssstttttt... " balas Dave dengan menutup mulutnya dengan telunjuk agar Tata diam dan ikut saja kemana ia pergi.
Tata melihat kepada semua orang yang sudah asyik dengan kegiatan mereka masing-masing termasuk para sepupu suaminya yang sedang bermain bersama anak-anak kembar nya. Dave membawanya melewati ruang tamu, naik ke lantai atas, melewati kamar mereka hingga akhirnya berhenti di depan ruang kerja mertuanya dulu dan sekarang sudah menjadi ruang kerja suaminya. Papi Dayton sudah menyerahkan kekuasaan tampuk kepemimpinan Ryder Corporation secara utuh kepada Dave dengan izin semuanya.
__ADS_1
Grandpa bahkan juga menyerahkan perusahaan utama di Inggris kepada Henry, tapi beliau menolaknya karena tidak mau pindah kesana. Henry menolak karena tidak mau hidup berjauhan dengan keenam anak Tata dan Dave yang sudah menjadi anak-anak nya juga, terlebih lagi ia tidak mau jauh-jauh dari Elea dan melewati tumbuh kembang mereka semuanya. Abeth mendukung penuh penolakan suaminya karena ia sama saja dengan Henry yang gak mau pisah sama enam anak kembar itu. Alhasil Uncle Brad yang mau tidak mau mengelolanya dengan syarat jika Henry atau Dave harus siap sedia jika di butuhkan di perusahaan itu.
"Kita mau ngapain di sini Mas?? " tanya Tata bingung saat Dave membuka kunci ruang kerjanya.
"Melakukan sesuatu yang memperpanjang masa depan Mas! " jawab Dave ambigu.
Tata menautkan alisnya bingung dengan maksud perkataan suaminya itu. Meskipun bingung ia patuh aja mengikuti suaminya masuk ke dalam ruang kerja itu.
"Loh, sejak kapan ruang kerja Papi berubah gini Mas?? Kok aku baru tau ya?? " ucap Tata dengan takjub saat melihat ruang kerja mertuanya dulu berubah total secara keseluruhan.
"Semenjak Papi menjadikan Mas Presdir utama secara utuh! Mas merombak habis ruangan ini sesuai dengan selera dan kebutuhan Mas! " jawab Dave santai sambil menutup pintunya.
Tata mengitari semua yang ada dalam ruangan itu dengan mulut berdecak kagum.
"Ayo sayang kita ke tempat yang istimewa! " ucap Dave dengan kerlingan matanya.
Belum juga Tata membuka mulut nya untuk bicara, Dave sudah memegang kedua bahunya dan mendorongnya menuju sebuah lemari buku. Ia mengambil dua buah buku dan menekan tombol mereka yang tersimpan di balik buku tersebut hingga mereka mundur beberapa langkah kebelakang.
Secara perlahan lemari tersebut bergeser dan terdapat sebuah pintu dengan kaca hitam.
"Ayo sayang, letakkan sidik jarimu di atas layar hijau itu! " pinta Dave pada Tata.
Tata melakukan apa yang di perintah suaminya dengan menekan jempolnya di atas layar tersebut hingga terdengar bunyi bip dan muncul tulisan "Kode akses di terima! Silahkan masuk Nyonya Ryder! ".
"Wah, ruang rahasia! Aduh, aku jadi kangen dengan ruang rahasia yang ada di rumah! " celutuk Tata dengan mata berbinar bahagia.
"Kamu punya ruang rahasia juga sayang?? " tanya Dave dengan tatapan menyelidik.
Tata mengangguk pelan dan berjalan memasuki ruang rahasia tersebut. Matanya terbelalak kaget saat melihat ruang rahasia tersebut ternyata sebuah kamar mewah lengkap dengan kasur king size, lemari pakaian dan juga kamar mandi.
"Mas.. ! I-ini.... " ucap Tata terputus dengan menatap suaminya dengan pikiran yang sudah traveloka kemana-mana.
"Ini adalah kamar rahasia kita sayang! Kamar khusus untuk kita berdua dalam olahraga baik siang maupun malam! Di kamar ini lah kita bisa leluasa meluapkan perasaan kita tanpa di ganggu siapapun! " jawab Dave dengan santainya.
"Aahhh... Mas... ! Bagaimana bisa Mas kepikiran buat kamar seperti ini?? Aahhh... " ucap Tata sambil men desah karena Dave menjilat cuping telinganya.
Dave tidak menjawab pertanyaan istrinya, ia semakin gencar membuat istrinya men desah sambil berdiri. Tangannya mulai memijat dan mere mas dua sumber nutrisi anak-anak nya hingga membuat Tata semakin panas dingin.
Dave membalik tubuh Tata hingga mereka hadap-hadapan, ia menyatukan kening mereka berdua hingga menempel satu sama lain hingga tercium hembusan napas Dave yang sedang melawan hasrat nya.
Tata paham keinginan suaminya itu karena ia pun menyadari semenjak hamil hingga melahirkan suami sering kali menahan diri untuk memakannya menyalurkan kebutuhan biologis nya.
"Maaf ya Mas.. ! Dari hamil hingga anak-anak lahir dan bahkan hingga mereka sebesar sekarang ini, aku sering mengabaikan kebutuhanmu! In Syaa Allah mulai sekarang aku janji akan selalu mengabulkan semua keinginan Mas kecuali kalau tamu bulanan aku datang! " bisik Tata dengan sungguh-sungguh pada suaminya.
Dave tidak menjawab nya dengan kata-kata karena ia menjawabnya dengan melabuhkan ciuman yang begitu lembut dan penuh cinta pada bibir Tata yang selalu menjadi candu nya.
Tata juga tidak mau menahan diri lagi, ia membalas ciuman suaminya hingga membuat ciuman mereka berubah menjadi saling menuntut dan penuh gairah yang tinggi dari keduanya.
Tangan Dave tidak tinggal diam, ia sudah bergerilya membuka pakaian Tata dengan begitu cepat hingga membuat pakaian atas Tata sudah lepas dan hanya meninggalkan penutup gunung kembarnya.
Dave mendorong tubuh mungil Tata menuju tempat tidur dengan luma tan dan ciuman mereka yang masih saling mem belit, saling meng hisap dan saling menarik lidah pasangannya. Ciuman terlepas karena mereka sudah kehabisan napas, namun hal itu tidak lama karena bibir Dave berpindah pada leher Tata.
Ia menyusuri leher Tata tanpa lewat seinci pun hingga ke tulang selangka Tata dan memberikan tanda di sana hingga membekas warna merah keunguan.
Kita tinggalkan pasangan pasutri tersebut di ruang rahasia, dan kembali ke tempat semua orang sedang berkumpul.
__ADS_1
Bagas dan Akta sedang asyik menjahili Tira yang mau molor sehabis di kasih makan.
"Eh cil! Habis makan itu gak boleh langsung tidur, pamali tau gak! Habis makan itu bawa duduk dulu biar makanan nya turun ke perut dan gak keluar lagi! " ucap Bagas yang mencolek pipi gembul Tira.
Ia lalu mengangkat tubuh bayi 7 bulan itu dan mendudukkan nya di kursi makan khusus bayi. Aksi nya itu membuat Tira menangis kencang karena menolak untuk duduk lagi di sana.
"Kapok la Mas! Udah tau anaknya kaum rebahan, malah di suruh duduk lagi! Nangis kan anaknya! " omel Akta yang memarahi Bagas.
Bukan nya mengambil Tira dari kursinya, Akta malah ikutan memasang kunci pengaman pada kursi tersebut hingga membuat tangisan Tira semakin kencang.
Mereka berdua bukannya kasihan malah tertawa terbahak-bahak melihat muka lucu Tira yang menangis hingga hidungnya memerah, bibirnya mengerucut, dengan wajah yang di tekuk ke bawah.
"Hahahaha... Lucu banget sih muka nya bikin pengen aku karungin dan bawa pulang! " ucap Bagas dengan mencubit gemes pipi Tira.
Dari jauh Bude Ditha melihat mereka berdua dengan sangat geram. Ia pun berjalan mendekati merek berdua dan menarik telinga keduanya hingga mereka berdua menjerit kesakitan. Tira yang melihat mereka sontak tertawa terbahak-bahak hingga membuat semua orang melotot kaget. Bahkan Saras dengan sigap merekam nya dengan kamera ponselnya karena kebetulan saat itu ia sedang memainkan sosial medianya.
"MasyaAllah... Renyah banget ketawanya Tira! Momen yang indah banget lihat ketawa Tira pertama kali! " ucap Gendis dengan pandangan takjub.
"Ya elah Mbak gendis! Emang nya tawa nya Tira kerupuk pakai renyah segala! " sahut Wiwid pada kakak sepupunya itu.
"Itu hanya perumpamaan pea! " ujar Gendis dengan menoyor kepala Wiwid.
"Astaga Mbak.. ! Ini kepala di fitrahin tauk sama Mr Hasan setiap tahun! " omel Wiwid sembari mengusap kepalanya padahal cuma di toyor doang.
"Halah lebay.. " sahut Gendis acuh.
"Kak Tata pasti seneng banget lihat Tira pertama kali ketawa sampai cekikikan gitu! " ucap Caca ikutan komentar.
"Iya Mbak! Malahan aku udah merekam sedari Tira ketawa hingga sekarang ini! " sahut Saras membenarkan ucapan kakaknya.
"Tapi Kak Tata gak ada di sini sekarang! " ucap Nana yang membuat para gadis menoleh padanya.
"Apa??? " teriak Wiwid terkejut sambil melihat di seluruh ruangan itu.
Matanya memindai dengan cermat mencari keberadaan Tata yang menghilang dari peredaran.
"Gak cuma Kak Tata, Mas Dave juga gak ada di sini! Tuh, Kak Sandra ada di sana sama suaminya, Kak Susan juga di sana sama suaminya, Kak Anika juga di sana sama Revan dan suaminya! " tunjuk Caca ke arah Sandra, Susan dan Anika.
"Iya ya... Kak Nana lihat gak kemana Kak Tata dan Mas Dave?? " tanya Wiwid pada Nana.
"Gak lihat, soalnya dari tadi gak terlalu perhatiin Kak Tata ada apa gak di sini sama kita! " jawab Nana jujur.
"Waduh... Kebangetan banget tuh pasutri main kabur aja dari kita semua! " ucap Wiwid agak kencang hingga menarik perhatian semua orang.
Bagas yang sedang mengusap telinga nya yang panas ikutan melihat ke arah Wiwid. Begitu juga dengan Bisma, Tara dan Akta yang ikutan menoleh ke arah para gadis.
Abeth yang baru saja dari dapur menjadi heran melihat Wiwid tegak pinggang dengan wajah kesal
"Kenapa sih Wid muka mu kayak mau makan orang gitu?? " tanya Abeth bingung.
"Wiwid kesal Mbak... ! Masa kita kumpul semua di sini, Mas Dave sama Kak Tata hilang! " jawab Wiwid dengan melipat tangan di dada.
"Apa kamu bilang tadi??? Dave sama Tata hilang ?? " tanya Mami Sita mendekati mereka.
Wiwid mengangguk pelan, Abeth dan Mami Sita pun mencari keberadaan pasutri tersebut di antara mereka semua dan ternyata memang benar kalau mereka berdua tidak ada bersama mereka saat ini.
__ADS_1
"Memang keterlaluan banget tuh si Dave, bisa-bisanya dia pergi berdua dengan Tata saat semua keluarga kita berkumpul semua di sini! " omel Mami Sita dengan begitu kesal.
Bersambung...