
Mami Sita menghapus air matanya di pipi dan tersenyum bangga seperti Eyang Putri melihat Tata berhasil membuat Abeth bicara lagi dan Abeth yang seperti dulu.
"Lagi pula, jika Allah masih ingin melihat kakak berusaha lebih keras lagi, masih ada anak-anak aku dan Mas Dave yang akan memberikan kakak semangat nantinya. Anak-anak yang akan aku lahir kan nanti juga akan menjadi anak-anak kakak, karena mereka adalah keponakan kandung kakak yang juga mempunyai darah yang sama dari Mas Dave papa mereka. Kita akan mengasuh, merawat dan membesarkan mereka nanti sama-sama. Jadi kakak jangan berkecil hati lagi ya.. Harus tetap semangat dan jangan lupa senyum dan bahagia.. ! " ucap Tata lagi dengan tersenyum lebar.
Dave beranjak dari duduk nya, berdiri dan berjalan mendekati ranjang kakaknya. Ia memeluk mereka berdua dengan erat dan berkata.
"Kakak adalah kakak yang terbaik untuk Dave! Dan kakak pasti akan menjadi Mommy yang terbaik untuk anak-anak Dave nantinya! " ucap Dave dengan menciumi kening Abeth dan Tata bergantian.
Mereka berdua tersenyum bahagia di dalam pelukan Dave.
"Udah,.. ! Kalau mau masuk, masuk aja lah! Gak udah nungguin di depan pintu gitu kayak mau nagih utang aja! " ucap Dave dengan santai pada orang yang mengintip di depan pintu.
Mami, Papi dan Henry langsung masuk dengan tersenyum bahagia dan tidak peduli jika mereka ketahuan kalau mengintip.
Tata dan Dave melepaskan pelukan mereka dan memberikan ruang untuk Mami Papi bersama Abeth.
"Mami... ! Papi... ! " seru Abeth dengan merentang kedua tangan nya minta di peluk dengan air mata yang mengalir di pipi nya.
Mami Papi memeluk erat tubuh Abeth yang duduk dengan menangis bahagia. Papi Dayton berkali-kali mencium puncak kepala anak perempuan nya untuk meluapkan perasaan nya yang lega sang anak tidak marah lagi. Abeth menangis tersedu-sedu di pelukan kedua orang tuanya.
Tata dan Dave menyingkirkan diri dengan duduk di sofa, sedangkan Henry berdiri di dekat ranjang istrinya dengan tatapan sendu.
"Maafkan Mami ya sayang... ! Udah bikin kamu kecewa.. ! " ucap Mami Sita lembut dengan mencium kening Abeth.
"Gak kok Mi... ! Maafkan Abeth yang kekanak-kanakan udah marah sama kalian semua, padahal kalian semuanya sayang sama Abeth! Maaf kan Abeth ya Mi... ! " jawab Abeth menggeleng pelan.
"Iya sayang... Maaf kan Papi juga udah ikut-ikutan merahasiakan semuanya dari kamu! " tambah Papi Dayton ikut bicara.
"Gak Mi, Pi... ! Mami Papi gak salah, jadi gak perlu minta maaf.. ! Abeth sayang sama Mami, sama Papi! " jawab Abeth dengan kembali memeluk orang tua nya.
Merasa kalau menantunya masih berdiri di samping nya, Mami Sita memberikan kode mata pada suaminya dan di balas anggukan kepala Papi Dayton.
"Bicaralah sama suamimu, sayang! Ia orang yang paling sedih atas apa yang terjadi padamu! " ucap Mami Sita dengan membelai pipinya Abeth.
Mereka berdua melepaskan pelukan mereka pada Abeth dan memberi kan kesempatan pada Henry untuk bicara dengan istrinya.
Mami Papi menyingkir ke sofa bergabung dengan Dave dan Tata.
"Mami, Papi, Tata izin dulu ya mau pergi ke rumah Tata! Ibuk sudah sampai dan menunggu Tata di sana! " ucap Tata pada Mami Sita yang duusk duduk di samping nya.
"Kamu pergi sendiri, Nak? " tanya Mami Sita lembut.
"Ya gak lah... Enak aja di biarin pergi sendiri! Nanti di gaet dokter rumah sakit ini kalau Dave biarkan berkeliaran seorang diri di rumah sakit ini meskipun mau keluar dari sini juga! " Dave yang menjawab dengan nada tidak suka.
__ADS_1
Tampaknya ia masih tidak suka dan masih teringat saat melihat tatapan mata dokter yang kala itu memeriksa Abeth melihat Tata dengan pandangan yang berbeda. Ia begitu kesal jika mengingat semua itu.
"Mas ih... ! " geram Tata malu dengan mencubit pelan perut suaminya yang tidak terasa apa-apa.
"Lah, emang benar kan! Masih ada suaminya aja dokter itu terang terangan menatap kamu kayak kucing melihat ikan! Apalagi kalau biarkan sendiri, bisa-bisa kesenangan dia dikasih kesempatan dekat dan mengenal kamu! " jawab Dave dengan nada ketus.
"Emang ada yang dokter kayak gitu sama Tata?? " tanya Mami Sita penasaran.
"Ah... Nggak kok Mi... ! Mas Dave jangan di dengerin omongan nya! Mas Dave ngawur dan suka asal kalau ngomong! Yuk Mas kita pergi sekarang! " jawab Tata dengan kikuk dan buru-buru pamit pada Mami Papi.
Ia langsung menarik tangan Dave begitu selesai menyalami tangan kedua mertuanya.
Ia juga pamit pada semua orang yang duduk di kursi tunggu dan mempersilahkan mereka semuanya untuk masuk.
"Mas ih... Malu-maluin banget sih ngomong kayak gitu di depan orang tua! Nanti di kira mereka aku yang keganjenan lagi! " omel Tata ketus saat mereka sudah berjalan menjauh dari ruang perawatan Abeth.
"Mas kan ngomong apa adanya sayang... ! Mas gak rela lihat dokter sialan itu melihat kamu seperti itu! Mas gak suka! " jawab Dave ikutan kesal.
"Baru di omongin, tuh sialan itu datang! " ucapnya lagi dengan nada geram melihat ke arah pintu lift yang terbuka.
Tampak dokter yang waktu itu memeriksa Abeth di dalam lift dan seperti nya juga akan turun ke lantai bawah.
Tata tersenyum ramah namun senyuman nya langsung pudar karena Dave langsung untuk gigi dengan menutupi tubuh Tata dengan tubuhnya yang tinggi besar. Ia menarik tangan Tata masuk ke dalam lift dengan posisi membelakangi dokter tersebut.
Dokter yang tadi nya tersenyum bahagia karena bertemu Tata lagi langsung memasang wajah sinis melihat kelakuan Dave yang posesif pada istrinya.
"Kenapa laki-laki itu terlihat begitu menyebalkan sekali?? Apa salah jika dokter menyapa kerabat pasien nya? Lagian kenapa pula wajah perempuan itu mengingatkan aku pada perempuan galak di kampung dulu yang selalu pergi bersama geng nya! Aku seperti merasa tidak asing melihat wajah perempuan itu! " batin sang dokter dengan wajah sinis dari belakang.
Karena posisi Dave dan Tata berdiri di depan sang dokter membuat mereka tidak melihat wajah sinis dokter tersebut.
Mereka akhirnya keluar dari lift secara bersamaan, hanya saja yang membedakan arahnya saja. Dave dan Tata menuju keluar rumah sakit sedangkan dokter yang menjadi musuh Dave secara tak sengaja berbelok ke ruang IGD.
Mereka berdua langsung di antar Samson menuju rumahnya Tata karena Ibuk sudah mengabarkan jika ia sudah berada di rumah.
"Assalamu'alaikum... Ibuk.... ! " panggil Tata begitu ia memasuki rumahnya.
Ibuk yang sedang duduk santai menikmati secangkir teh langsung menoleh saat melihat Tata datang bersama menantunya.
"Adek.. ! Kalian sudah datang rupa nya.. ! Anak Ibuk baik-baik aja?? " seru Ibuk dengan memeluk Tata saat Tata menyalami tangan Ibuk nya.
"Alhamdulillah adek baik Buk.. ! Oh ya katanya datang sama Mami Bertha, mana??? " jawab Tata sambil celingak celinguk mencari seseorang.
"Ada kok, mereka lagi bersama anak-anak karena Kadir dan Sandra lagi ke rumah sakit! " jawab Ibuk menjelaskan.
__ADS_1
"Mereka.. ?? Berarti sama Papi Koh juga?? " tanya Tata lagi.
"Tentu saja! Tidak mungkin mereka datang sendiri-sendiri! Oh ya, gimana keadaan kakak kamu, Dave?? " jawab Ibuk dengan mengalih pandangannya pada Dave sembari bertanya.
"Alhamdulillah juga sudah baik Buk, hanya tinggal pemilihannya saja! " jawab Dave lagi.
"Ibuk senang mendengar nya! Ibuk hanya tidak menyangka jika keluarga kita mengalami hal seperti ini! Mungkin nanti sore Ibuk mau menjenguk kakak kalian! Oh ya, apakah pelakunya udah ketangkap? " tanya Ibuk lagi.
"Sudah Buk... Sekarang tinggal proses hukum nya lagi yang berjalan! Kita tidak akan tinggal diam dan menuntut jika pelakunya di hukum berat! " jawab Dave lagi dengan semangat.
"Syukurlah... Ibuk jadi tenang! Kalau pelakunya masih berkeliaran ibuk jadi tidak tenang dan kepikiran kalian semua, terutama kamu Dek! Ibuk tidak ingin terjadi sesuatu sama kamu, Nak! " ucap Ibuk dengan penuh syukur.
Saat sedang berbincang, tiba-tiba ponsel Tata berdering dan tertera nama Sandra yang memanggil nya.
"Siapa ?? Kenapa gak di angkat? " tanya Dave saat Tata hanya melihat ponselnya dan terlihat ragu untuk menjawabnya.
"Sandra Mas... ! Aku gak tau kenapa kok jantung aku tiba-tiba berdebar lihat panggilan ini! " jawab Tata jujur dan panggilan pun mati.
Ponselnya kembali berdering dan Dave meminta Tata untuk menjawab panggilan tersebut. Meski agak ragu-ragu, Tata pun menggeser slide untuk menjawab panggilan Sandra.
"Hallo, Assalamualaikum, Tot?? " ucap Tata dengan perasaan gak menentu.
"Syukur lah kau jawab juga telepon aku Tet.. ! Aku hanya mengabarkan jika Dika meninggal Dunia beberapa menit yang lalu! " jawab Sandra dari seberang sana dengan suara bergetar.
Tata yang kaget seketika menjadi bleng dan ponselnya pun terjatuh sehingga membuat Dave bingung. Tata menatap Ibuk nya serta sang suami dengan mata berkaca-kaca dan wajah pucat.
"Kenapa sayang?? Apa yang terjadi ? Kenapa kamu jadi seperti ini? " tanya Dave dengan cemas.
"Iya Dek.. ! Ada apa?? " tanya Ibuk juga ikutan cemas.
Tata tidak menjawab pertanyaan suami nya, lidahnya kelu untuk bicara dan terasa berat. Melihat ponsel istrinya masih menyala, Dave menjawab panggilan tersebut dan berbicara pada Sandra. Karena kaget ia sampai tidak mendengar apa yang Sandra katakan karena Sandra seperti akan berkata hal lain.
"Buk... Dika mantan menantu Ibuk meninggal dunia! " ucap Dave dengan melihat pada Ibuk.
"Apa.. ??? Innalillahi wainna ilaihi roji'un... ! " sahut Ibuk juga ikut terkejut.
...**Bersambung......
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya...
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍..
Selamat liburan jika ada yang sudah liburan anak-anak nya🤗🤗**...
__ADS_1