Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kepergok Susan


__ADS_3

Dave berjalan menuju luar rumah dengan senyum-senyum sendiri kayak orang gila.


"Eh ngapain tuh anak mesem-mesem gak jelas kayak gitu? " tanya Mami Sita dengan menyenggol lengan Papi Dayton.


Papi Dayton hanya mengangkat bahu nya sebagai tanda tidak tahu.


Dave langsung menyalami semua orang sebelum masuk ke dalam mobil. Sedangkan Tata mengintip kepulangan Dave dari balik gorden lantai atas.


Saat kabur tadi, Tata langsung naik ke lantai atas di kamar khusus untuk dirinya saat di Villa. Dikatakan khusus karena hanya kamar Tata lah yang ada di lantai atas ini yang balkon nya langsung menghadap rumah penduduk dan sawah-sawah yang dapat di lihat dari kamarnya.


Dave dan Mami Sita melambaikan tangannya saat mobil mulai berjalan meninggalkan Villa menuju Jakarta.


Tata melihat semuanya dari lantai kamarnya dengan hati yang tidak rela.


"Kenapa aku rasanya gak pengen mereka pulang ya? Kayak ada yang hilang ketika mereka pergi! Padahal kan mereka hanya pulang ke Jakarta! Mudah-mudahan mereka selamat sampai Jakarta! " ucap Tata dengan lirih.


Setelah mereka hilang dari pandangan nya, ia pun keluar dari kamar nya dan turun ke lantai bawah menemui keluarga nya yang sedang berkumpul.


"Cie-cie yang lagi berbunga-bunga di lamar doi?? " ledek Susan ketika melihat Tata berjalan mendekati mereka.


Tata pura-pura tidak menanggapi ledekan Susan dengan duduk santai di samping Mak Ijah.


"Kak Tata ya Kak? Emangnya kakak sudah jawab nya lamaran Babang Bule? " tanya Anika sambil mengemil brownies yang di buat ibuk tadi.


"Belum ! " jawab Tata singkat.


"Iya belum! Tapi sudah di kasih cap stempel sebelum pulang! " celutuk Susan dengan santai.


Tata mendelik mendengar ucapan Susan, ia menatap tajam Susan seakan-akan mengatakan awas kalau sampai buka mulut.


"Dasar Bon-bon mulut ember! Awas aja kalau ia sampai mengatakan kepada semua orang! Tapi kok dia bisa tahu apa yang terjadi tadi? Aduh, malu banget sampai si Boneka memang memergoki kita tadi! " batin Tata menatap Susan dengan penuh curiga.


Susan pura-pura melihat kearah lain agar Tata tidak mencurigai nya.

__ADS_1


Mereka kembali berbincang tentang Sandra dan Kadir hingga waktu berlalu hingga sore hari. Satu persatu mereka bubar karena ingin membersihkan diri di kamar masing-masing.


Susan ikut Tata ke kamarnya di lantai atas karena ia tidak membawa apapun ketika di tarik paksa Tata untuk menemani nya ke Bandung.


"Bon, ngaku gak kamu kalau kamu tadi sengaja mengintip aku dengan Mas Dave? " tuduh Tata ketika mereka sudah di dalam kamar.


"Dih, kurang kerjaan amat aku sengaja mengintip kalian yang sedang asyik bertukar saliva gitu! Aku itu gak sengaja tauk! Tapi yah memang rezeki nya Susan yang bisa menyaksikan drama Korea versi Indonesia secara live gak dari hp lagi! " jawab Susan membantah namun tidak menyangkal jika ia senang memergoki Tata dan Dave.


*Flashback on


Susan yang merasa haus keluar dari kamar setelah hampir satu jam tertidur setelah memakan makanan yang di bawakan Mak Ijah ke dalam kamar.


Ia pun keluar dari kamar tersebut menuju dapur dan mengambil air minum.


"Kenapa sepi banget ya? Kemana semua orang? " ucap Susan sambil melihat di sekelilingnya yang sunyi tidak ada siapapun.


"Dah lah, lebih baik aku ke kamar lagi! Lanjut tidur, mumpung masih agak ngantuk! " sahut nya lagi sambil menaruh gelas di wastafel.


Susan pun melangkah kakinya keluar dari dapur hendak ke kamar tempat ia tidur tadi, namun tiba-tiba ia mendengar orang berbicara pelan. Ia pun mendekat dan mencari sumber suara tersebut. Namun betapa kagetnya ia ketika melihat Tata dan Dave sedang berciuman dengan mesra. Susan sontak menutup mulutnya dengan kedua tangan agar mereka tidak menyadari jika ada orang yang melihat mereka sedang bertukar saliva.


Flashback off*


"Gitu ceritanya! Makanya, langsung terima aja lamaran si Bule, dari pada nanti kebablasan! Aku lihat si Bule lihai banget soal cium mencium! " goda Susan sambil memainkan alisnya.


"Dasar tukang ngintip! " omel Tata dengan wajah malu.


"Kalian sih yang salah! Untung tadi aku yang liat, coba kalau yang lihat tadi ayah Jamal atau pun Mak Ijah, bisa-bisa kalian di nikahkan juga detik itu! Makanya Tet, cepatlah kau jawab lamaran si Bule itu, biar gak berbuat dosa klen setiap ketemu! Kalau sudah halal kan enak, gak perlu takut lagi kalau ketahuan. Tapi jangan di depan umum juga ciuman nya, kalau mau di depan umum sono pergi ke Paris. Di jamin gak bakalan ada yang komplain. " ucap Susan sambil berbaring di tempat tidur.


"Wah, tumben kali kau pintar! Aku sudah meminta waktu seminggu untuk shalat istikharah dulu, baru setelah itu aku akan menjawabnya! " jawab Tata dengan santai.


"Apa pulak yang kau takutkan Tet? Aku lihat, InsyaAllah si Bule itu pasti akan buat hidup kau bahagia! " ucap Susan dengan heran.


"Aku gak takut Bon, aku lakukan itu biar tambah yakin aja nya! " bantah Tata dengan ikut berbaring di samping Susan.

__ADS_1


"Sukak hati kau lah Tet! Dah lah, aku mau mandi dulu! "ucap Susan sambil bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.


Tata menatap langit-langit kamarnya sambil merenungi omongan Susan yang mengatakan jika ia takut untuk berkomitmen kembali dalam ikatan perkawinan.


"Selalu berpikiran positif Ta, tidak semua laki-laki itu suka mempermainkan perasaan wanita! Kau harus yakin pada Dave jika ia akan membahagiakan mu! " gumam Tata menyemangati dirinya sendiri.


🌿🌿🌿


"Pa, Mama kangen dengan Riko? Kita ke rumah nya yuk, Pa? " ajak Nyonya Ratih kepada suaminya.


"Iya Ma, Papa juga sudah lama sekali tidak mendengar kabar Riko. Terakhir Riko menelpon ketika kejadian Delia di rumah nya waktu itu! Gimana ya kabarnya sekarang? Dan dimana dia kerja? " jawab Papanya Riko penuh tanda tanya.


"Gimana kalau besok weekend kita ke sana, Pa? " ucap Nyonya Ratih lagi kepada suaminya.


"Ide bagus tuh Ma! Ya sudah, besok jam 9 pagi kita ke sana sambil membawakan sarapan untuk Riko! " jawab Suaminya mengiyakan ucapan istrinya.


Pagi minggu, Papa Mama Riko datang ke kontrakan Riko dengan wajah yang ceria. Mereka berulang kali mengucapkan salam, namun tidak ada yang membukakan pintu rumah tersebut.


"Kenapa gak di jawab ya, Pa? Kayak gak ada orang gitu! " tanya Nyonya Ratih dengan heran.


"Iya ya Ma! Mana sepi banget lagi rumahnya kalau di lihat dari luar! " jawab Papanya Riko membenarkan perkataan istrinya.


Tak lama kemudian ada seorang ibu-ibu menghampiri mereka dan menanyakan ada perlu apa datang ke rumah ini.


"Oh, jadi Bapak dan ibu orang tuanya Riko? Kok bisa kalian tidak tahu kalau Riko sudah tidak tinggal di sini 3 bulan yang lalu! " tanya Ibu-ibu tersebut dengan heran.


"Apaaaa??? Ja-jadi Riko sudah pindah dari 3 bulan yang lalu?? " tanya Nyonya Ratih dengan wajah shock.


"Iya, bahkan saya dengar ia pergi bersama istrinya! Kalau gak salah pembantu mereka bilang kalau mereka pindah ke Bandung! " jawab Ibu-ibu itu lagi.


"Apaaaa?? Ya Allah Pa?? Gimana ini? Dimana kita harus mencari Riko? Bandung itu luas Pa? " ucap Nyonya Ratih sambil menangis histeris.


Bersambung....

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...


__ADS_2