
Melihat Tata masih berpikir membuat Arkan gemes pengen cubit. Tapi karena masih sayang dengan nyawanya, akhirnya ia hanya bisa bersabar dengan sejuta umpatan dalam hatinya.
"Buruan dong Ta! Lama amat mikir nya! Masa kamu gak kasihan sama aku yang jomblo selama 30 tahun ini..! " rengek Arkan dengan tidak sabaran.
"Eh kampret.. ! Gak usah pakai merengek kayak gitu! Jijik aku lihat nya! " omel Dave dengan muka bergidik jijik.
"Alah, gaya lu Bos! Sok jijik pula! Elo malahan lebih menjijikkan dari gue! " cibir Arkan kembali berdebat dengan Dave.
"Udah, udah... ! Malah berdebat lagi kalian berdua! Kalau gitu sebarkan pengumuman secara online untuk mencari Aspri yang berpengalaman dan kompeten dalam bekerja! Kalau bisa yang laki-laki agar leluasa saat berinteraksi dengan kalian berdua! " ucap Tata melerai perdebatan mereka.
"Siap Bu Bos.. ! " jawab Arkan kegirangan.
"Eh Ta, jangan bilang kalau kamu sengaja cari yang laki supaya gak ganjen ama suami kamu ya?? Hayo ngaku! " ledek Arkan dengan menaikturunkan alis nya.
"Siapa bilang! Justru aku mau cari yang laki-laki biar bisa cuci mata saat ke kantor kalian, bosan juga lihat muka kalian berdua selama ini! Boleh dong sekali-kali rehat sejenak sambil menikmati yang bening-bening! " jawab Tata santai tanpa tahu jika ada pria Bule yang hidungnya sudah keluar asap dan di kepalanya sudah muncul tanduk merah kayak hellboy.
"Cakep... ! Aku suka! Lanjutkan! Aku pulang dulu! Bye... " ucap Arkan nyengir melihat Dave dan memberikan jempol nya.
Ia langsung berlari meninggalkan pasangan tersebut, apalagi ia melihat wajah Dave sudah di selimuti aura hitam pekat yang membuat orang kabur ketakutan.
Suster Sari dan Suster Mila ikutan kabur tak lama Arkan pergi. Mereka tidak mau ikut-ikutan saat melihat wajah suami majikan mereka yang mendadak berubah menyeramkan.
"Jadi, tampaknya Mami kembar enam mulai berniat mencari brondong muda, hhmmm! " ucap Dave dengan suara berat dan mendominasi.
Glug.... Mati aku... !!
Tata pura-pura menundukkan pandangan ke rumput yang ada di bawah bangku yang mereka duduki.
"Apa wajah ku sudah pindah ke bawah sana, Nyonya Davindra Ryder?? " tanya Dave lagi masih dengan suara yang sama.
"Ng-nggak kok! Suami ku sayang,..yang paling tampan di dunia! Maaf, aku hanya bercanda! " jawab Tata sambil meminta maaf dengan mata yang seperti anak kucing minta di adopsi.
Dave memegang dagu Tata dengan jari telunjuk nya dan mata mereka saling bertatapan dengan jarak yang begitu dekat, dan Dave langsung melu mat bibir Tata dengan kasar seakan-akan melampiaskan kecemburuan nya pada sang istri.
"Jika saja kau tidak mengandung, Nyonya! Maka aku akan membuatmu tidak bisa berjalan selama satu bulan! Jadi, jangan coba-coba berniat melirik laki-laki lain! Bahkan berniat dalam hati saja, tidak akan aku ampuni! Ingat itu Nyonya Ryder! " ucap Dave setelah ia mencium kasar bibir istrinya.
Tata mengangguk pelan dengan bibir mengerucut ke depan.
"Kondisikan bibir mu sayang! Jangan salah kan aku jika aku khilaf hingga membuatmu keramas lagi! " tegur Dave lagi sambil meminum jus jeruk yang ada di atas meja.
"Mas nyebelin! Lihat bibir aku sampai bengkak begini! Serem amat kalau lagi cemburu! " ucap Tata sebel dengan wajah cemberut.
"Itu hukuman mu sayang! Hanya sebagian kecil karena pengecualian saat kau hamil begini! " sahut Dave santai.
"Ish sebel.. ! Nyebelin! " ucap nya lagi dengan bibir bertambah maju.
__ADS_1
πΏπΏπΏ
Ubud Bali hotel & Resort.
Semilir nya angin sore yang berhembus lumayan kencang, tidak membuat seorang wanita beranjak dari kursi nya menatap pemandangan indah dari resort yang ia tinggali.
"Pakai jaket ini Honey.. ! Aku tidak mau kau sakit! " ucap seseorang yang memakaikan jaket tebal pada punggung wanita itu.
"Apa sudah selesai telepon nya, Honey? " tanya wanita tersebut tanpa menoleh pada laki-laki itu.
"Sudah...! Aku hanya tinggal mengirim email pemberitahuan saja kepada mereka jika aku setuju! " jawab laki-laki tersebut sambil duduk di samping wanita itu.
Mereka diam sejenak sembari menikmati angin sore yang mulai beranjak naik mendekati senja.
"Sampai kapan kita akan di sini, Honey?? Sudah dua minggu lebih kita berada di Ubud Bali. Pekerjaan ku sudah selesai beberapa hari yang lalu, apa kau tidak mau kembali ke Jakarta? " tanya laki-laki itu dengan mengusap punggung tangan sang wanita.
"Entahlah Honey, rasanya aku tidak kuat secara mental untuk kembali ke rumah Mami! A-aku merasa tidak berguna! Hiks.. Hiks.. Hiks.. ! " jawab nya terbata-bata dan akhirnya menangis.
Laki-laki tersebut merangkul bahu wanitanya dan mengusap lembut bahu sang wanita dengan kepala wanita itu bersandar di dadanya.
"Menangis lah jika itu membuat mu lega! " ucap laki-laki tersebut.
Jebol sudah pertahanan wanita itu, ia menangis tersedu-sedu dalam pelukan laki-laki tersebut. Ia menumpahkan semua keresahan dan kegundahan hati nya di dada laki-laki itu. Cukup lama wanita tersebut menangis dan ia berhenti saat air mata nya tidak mau lagi keluar.
"Apakah sudah lega?? Aku hanya mengizinkan sekali ini saja kau menangis, Honey! Mulai besok tidak ada lagi air mata kesedihan, hanya air mata kebahagiaan yang boleh kau keluar kan! Sekarang katakan apa yang membuatmu merasakan perasaan yang seperti itu? Dan apa yang membuatmu enggan kembali ke rumah orang tua mu, Honey? " tanya laki-laki itu dengan menatap wajah sembab istrinya.
"Elizabeth Ryder McAdams?? Apakah kau tidak mau membagi kegundahan dan kegelisahan mu pada suami mu ini?? " tanya Henry lagi dengan nada berat.
Wanita yang menangis itu adalah Abeth, ia dan Henry sudah dua minggu berada di Ubud Bali karena menemani Henry bertemu klien nya.
Dengan menghirup udara sebanyak-banyak nya, Abeth menceritakan hal yang tidak sengaja ia dengar saat hendak ke dapur dua minggu yang lalu. Ia menceritakan apa yang ia dengar saat GrandFa dan Papi nya bicara malam itu.
"Jadi, karena mendengar hal itu yang membuatmu menyetujui Mr. Nakayama meminta bertemu di Bali?? " tanya Henry pada istrinya.
Abeth mengangguk kan kepalanya karena apa yang dikatakan suaminya memang benar adanya.
Henry menghela napasnya dengan kasar, ia memegang pipi istrinya dengan kedua telapak tangannya dan menatap matanya dalam-dalam.
"Dengar kan aku istriku! Aku tidak peduli jika keluarga mu memberikan semua harta kekayaan mereka pada anak-anak nya Dave dan Tata! Meskipun jika suatu saat nanti kita punya anak sendiri dan tidak mendapatkan apa pun, aku juga tidak peduli! Aku akan memberikan harta yang aku punya untuk anak kita meskipun ia tidak mendapatkan dari keluarga mu! Walaupun perusahaan ku bukan perusahaan besar seperti yang di miliki keluarga mu, tapi perusahaan ku tidak akan membuat anak-anak ku menjadi miskin dan melarat! " ucap Henry dengan wajah serius.
"Lagi pula, aku tidak yakin jika Tata mau menerima langsung semua itu meskipun itu pemberian dari Kakek dan Buyut anak-anak nya! Aku memang belum mengenal lama adik ipar mu, Honey! Tapi sekali lihat saja, aku tahu jika ia termasuk pribadi yang tidak mau menerima sesuatu secara cuma-cuma meskipun itu dari orang terdekat nya. Tanpa harta pemberian orang tuamu, ia bisa memberikan harta yang berlimpah untuk anak-anak nya! Kalau kau tidak percaya, kau boleh pegang kata-kata suami mu ini, Honey! Dan kau bisa buktikan nanti saat GrandFa dan Papi membicarakan semua niat mereka pada Tata! " tambah nya lagi pada sang istri.
"Apa kau mengerti perkataan ku, Honey? Aku tidak mau kau memupuk rasa iri pada adik ipar mu sendiri! Karena bagaimana pun juga, anak-anak yang ia lahir kan akan tetap menjadi keponakan kandung mu, Mahram mu, yang mempunyai darah yang sama dengan mu! Kau mengerti, Honey?? " tanya Henry lagi pada sang istri.
"Hu... Hu... Hu... Maaf kan aku, Honey! A-aku hanya sedih karena merasa jika Tata beruntung bisa cepat hamil tanpa perlu bersusah payah! A-aku iri karena aku juga ingin hamil seperti dia! Hu... Hu... Hu... Maafkan aku! " jawab Abeth menangis kembali sambil meminta maaf.
__ADS_1
Jauh dari lubuk hatinya ia membenarkan perkataan sang suami, tapi sisi negatifnya membuat ia mengedepankan ego di bandingkan hati nurani nya.
"Sudah, sudah.. ! Jangan menangis lagi! Tidak perlu meminta maaf, karena perasaan mu itu hal yang manusiawi! Hanya saja, jangan biarkan ia menumpuk semakin tinggi karena ia akan membuatmu menjadi orang yang gak punya hati dan itu akan merugikan dirimu sendiri! Ayo senyum! " ucap Henry dengan lembut dan membawa sang istri ke dalam pelukan nya.
Abeth tersenyum kecil, dalam hatinya ia begitu beruntung mempunyai suami yang selalu mengarahkan nya saat ia salah langkah seperti sekarang ini.
"Maafkan aku ya Allah... Maafkan aku yang sudah memelihara penyakit iri kepada adik dan adik ipar ku sendiri! Maafkan aku! Jauhkan lah aku ya Allah... Dari berbagai macam penyakit hati kepada saudaraku sendiri! Aamiin... ! " batin Abeth berdoa dalam hatinya.
"Jadi, apakah masih ingin di sini daripada pulang ke Jakarta?? " tanya Henry pada sang istri.
"Aku ingin pulang, Honey! Aku kangen pada Tata! Aku kau minta maaf karena sudah iri padanya! " jawab Abeth dengan sungguh-sungguh dan hati yang tulus.
"Nah, itu baru istri kesayangan Henry McAdams! " ucap Henry sambil mengecup lembut bibir istrinya.
"Kita akan pulang besok pagi, karena malam ini aku akan menghabiskan waktu ku membuat adonan bayi kita! " bisik Henry dengan menggigit kecil cuping istrinya.
"Dasar mesum... ! " pekik Abeth karena Henry langsung menggendong nya tanpa aba-aba.
πΏπΏπΏ
Sementara itu, orang yang mereka bicarakan sedang menghabiskan waktu duduk di depan tungku melihat Dave membakar jagung seorang diri tanpa di bantu siapapun.
"Raden, yakin gak mau di bantu si Mbok??? " tanya Mbok Nah dengan menatap kasihan tuan mudanya.
"Gak Mbok! Mbok lihat aja dari sana! " jawab Dave sambil menghapus air matanya yang mengalir karena asap.
Yah, Dave sedang di minta Tata untuk bakar jagung di tungku atau anglo. Tata ngidam makan jagung bakar buatan Dave sendiri tanpa di bantu siapa pun. Alhasil, inilah yang sekarang di kerjakan Dave sambil menahan perih matanya.
"Lucu banget lihat Nak Dave bakar jagung kayak gitu! Tata ngidam gak pernah ada yang normal! " ucap Ibuk dengan geleng-geleng kepala.
"Tampaknya si kembar senang lihat Papi nya sengsara kayak gitu! " celutuk Eyang Kakung dengan terkekeh geli.
"That's right... " ucap GrandFa ikut terkekeh.
Tata menatap suami dengan penuh kekaguman, ia menggigit kecil bibirnya karena melihat Dave yang sedang membakar jagung membuatnya mendadak kepengen di kerjain di atas ranjang.
Dave yang memakai celana pendek dan kaos oblong terlihat begitu seksi dan menggoda dengan tetesan keringat di dahinya dalam pandangan Tata.
"Tampaknya dalam dua minggu ini aku di tempelin jin mesum terus! Lihat Mas Dave keringatan bakar jagung aja langsung kepengen jab jib jub di kasur! Padahal sering kali lihat Abang-abang penjual jagung bakar biasa aja dan bahkan gak menarik sama sekali! Haish... Bikin meleng aja makin lama! " batin Tata dalam hatinya.
**Bersambung..
Iya kali Ta... Abang-abang jual jagung bakar seksi?? Kecuali abang jual jagung bakarnya kayak Lee Dong wook atau Hyun Bin, baru itu seksi dan bikin yang beli mabuk kepayang π€π€π€ gak mau pulangπππ
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya π€π€π€
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan ππ**