Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Rasa tidak percaya..


__ADS_3

"Huek... Huek... Huek.... "


Kadir langsung terbangun saat mendengar suara muntahan di kamar mandi. Ia masuk dan memijat tengkuk Sandra yang sedang muntah di wastafel kamar mandi.


Sadar tubuh istri nya sedang lemas, Kadir langsung menggendong tubuh Sandra hingga ke atas tempat tidur.


"Minum dulu sayang..! Masih mual dan pusing? " tanya Kadir seraya menuangkan air putih di teko ke gelas.


"Lumayan pusing Mas, Muntahnya juga hanya cairan bening! Pahit banget mulut aku.. " jawab Sandra dengan pelan.


Ia meminum air putih yang di sodorkan sang suami hingga ludes.


"Mau makan atau mau yang lainnya? " tanya Kadir dengan duduk di sebelah Sandra.


"Gak mau... Mau rebahan aja! " jawab Sandra dengan gelengan kepala.


"Ya udah, rebahan aja! Tapi jangan tidur ya? Mas tadi ketiduran sebentar, rencana nya cuma mau rebahan eh malah ketiduran! Mas mau olahraga aja di luar, gak papa kan Mas tinggal dulu? " ucap Kadir seraya menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah pucat istrinya.


Sandra mengangguk pelan karena kepala nya pusing dan ia malas mau bicara. Semenjak ia ketahuan hamil, Sandra yang pemalas menjadi 100x lipat malas nya. Tapi Kadir malah senang karena ia merasa di butuhkan oleh sang istri, hal itu yang membuat Mami Bertha ngomel-ngomel seperti emak tiri.


Kadir langsung berganti pakaian dengan celana panjang dengan baju kaos oblong. Ia mengecup bibir Sandra sebelum keluar kamar dan langsung turun ke bawah.


"Mana istri kau Dir? Masih tidur dia? " tanya Mami Bertha yang berpapasan dengan Kadir di anak tangga.


"Lagi rebahan Mi, lemas habis mual! Mami mau kemana? " jawab Kadir menghentikan langkah nya sejenak.


"Mami mau masak! Anak-anak minta dimasakin nasi goreng Medan! Kau selalu memanjakan istri kau yang pemalas itu! Perasaan dulu Mami hamil gak kayak istri kau! Darimana pulak keturunan pemalas nya itu! Ckckck.... " ucap Mami Bertha mengomeli anaknya sendiri.


Kadir hanya tersenyum mendengar omelan Ibu mertuanya pada sang istri.


"Ya udah, Kadir mau olahraga dulu ya Mi.. " pamit Kadir pada Mami Bertha.


"Iya... Eh, kau ajak Papi kau itu untuk olahraga, biar kempes juga perut donat nya itu! Malas kali mata sipit itu kalau di suruh olahraga! " teriak Mami Bertha pada Kadir.


"Iya Mi, nanti Kadir ajak Papi! " sahut Kadir juga sambil berteriak.


Mami Bertha langsung pergi ke dapur untuk bergabung bersama Bu Vira dan pelayan lainnya yang ada di rumah Tata.


Semenjak di kabari Kadir kalau Sandra hamil, Mami Bertha langsung datang ke Jakarta bersama suaminya. Niatnya hanya seminggu saja, tapi langsung di minta Tata untuk tetap di sana sekalian menjaga Sandra yang sama-sama hamil pertama.


Tata tahu dan mengerti kalau dalam keadaan hamil begini pasti butuh dukungan dan perhatian orang tua selain suami. Apa lagi mereka berdua sama-sama hamil anak pertama, pasti banyak yang tidak tau nya. Alhasil Mami Bertha meminta Putra nya Koh Calvin mengirim kan pakaian nya melalui paket ke Jakarta.


🌿🌿🌿


Memasuki usia kehamilan yang ke 27 minggu, Tata semakin susah untuk tidur. Siang nya ia tidur nyenyak, malam nya ia malah begadang. Alhasil Dave ikutan begadang karena sang istri tidak mau di tinggal tidur.


Seperti saat ini, Dave bangun kesiangan karena baru tidur jam 2. Ia cepat-cepat mandi untuk sholat subuh meskipun udah jam 6. Setelah selesai sholat, ia membangun kan Tata agar sholat.


Dave mendudukkan Tata di atas kursi rodanya dan mendorong Tata ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Dengan masih setengah mengantuk, Tata mengambil air wudhu di kran kamar mandi.


Dave memakaikan mukena pada sang istri tanpa menyentuh kulit nya agar wudhu tidak batal. Dengan hati-hati, ia kembali mengangkat Tata ke atas tempat tidur agar sholat subuh sambil duduk seperti biasa.


Sehabis sholat, Dave kembali merebahkan tubuhnya di samping Tata yang sedang melipat mukena.


"Mas mau tidur lagi? Gak olahraga? " tanya Tata tentang kebiasaan sang suami.


"Mas masih ngantuk sayang! Hari ini Mas olahraga nya sore aja! Oh ya, jam berapa Angel ke rumah? " jawab Dave sembari memejamkan matanya.


"Gak tau.. Palingan nanti datang sendiri ke kamar, soalnya Suster Sari sudah aku suruh untuk nunggu kedatangan Angel. Aku pengen pembicaraan kami privasi tanpa ada yang mendengar kecuali Mas! " jawab Tata dengan mengusap perut buncit nya.


"Oh ya udah.. Kalau gitu Mas mau tidur dulu lah! Hoam.... " ucap Dave dengan kembali menguap.


Tata yang duduk dengan bantal sebagai sandaran mengusap rambut coklat sang suami dengan lima jarinya. Tangan nya mengusap rambut Dave, tapi pikiran melalang buana entah kemana. Tata tersadar dari lamunan nya saat mendengar ketukan pintu dari luar.


Tata menaikkan selimut hingga leher suaminya karena Dave tidur sambil tengkurap tanpa mengenakan baju bagian atas.


"Masuk saja tidak di kunci.. ! " jawab Tata dari dalam.


Pintu kamarnya terbuka, Suster Mila masuk dengan membawa nampan berisi sarapan pagi untuk Tata.


"Ini sarapan Nona dari chef! Hari ini menunya Bubur manado dengan irisan daging wagyu kualitas tinggi dan semangkok salad seperti biasa! " ucap Suster Mila saat menaruh semua isi nampan pada meja kecil khusus untuk Tata makan di atas tempat tidur.


"Terimakasih Suster! Tolong bilang sama Mbok Nah agar sarapan suami saya di antar ke kamar aja! " jawab Tata sembari memberikan tugas lagi pada Suster Mila.


"Baik Nona.. Saya permisi dulu! " jawab Suster Mila yang langsung ke luar dari kamar Tata.


Aroma wangi bubur Manado membuat nafsu makan Tata bangkit, dengan mengucapkan bismillah ia menyantap sarapan nya dengan penuh nikmat. Semakin tinggi usia kehamilan nya, mual dan muntahnya masih tetap ada. Tetapi tidak lagi pagi seperti waktu awal, ia mual dan muntah sekarang antara siang hingga malam sebelum tidur.


Tidak memakan waktu lama bagi Tata menghabiskan sarapan nya dan ia berlanjut dengan memakan salad buah. Menu salad buah setiap sarapan tidak pernah ketinggalan bagi Tata. Bahkan terkadang saat bangun tengah malam ia hanya mau makan salad buah seperti sekarang ini.

__ADS_1


Seperti bubur, semangkok salad buah ludes ia santap hingga hanya menyisakan mangkok nya saja. Tak lupa ia meminum susu hamil rasa strawberry kesukaan nya. Jika pagi ia minum yang rasa strawberry, malam sebelum tidur ia minum yang rasa moka. Tata paling enek minum yang rasa vanila karena bau nya membuat ia selalu mual.


"Tok... Tok... Tok.. Den Ayu, ini si Mbok! " panggil Mbok Nah sambil mengetuk pintu kamar Tata.


"Masuk aja Mbok, gak di kunci! " jawab Tata dari dalam.


Mbok Nah membuka pintu hingga terbuka sedikit, ia mengambil nampan yang ia letakkan di sofa luar dan membawanya masuk ke dalam kamar Tata.


"Raden gak kerja? " tanya Mbok Nah yang melihat kepala Dave doang yang nongol.


"Pergi siang kayak nya Mbok! Kasihan semalam ikutan begadang! Awww.... " jawab Tata dengan sedikit meringis.


"Bergerak lagi si dedek? Oalah cah ayu.. Tole... Mbok yo jangan kencang-kencang main nya.. Kasian Mami yang kesakitan... Sing tenang, sing apik.. " ucap Mbok Nah dengan membelai perut buncit Tata dan berbicara di depan perut.


"Seperti nya mereka nurut Mbok! Gerakan nya rada pelan.. Hehehe... " sahut Tata dengan terkekeh.


"Duh.. pinter tenan.. Jadi anak yang patuh dan nurut yo Le.. Karo wong tuo... Cah Ayu... ! " ucap Mbok Nah dengan tersenyum lebar.


"Emang Mbok yakin kalau semua anak nya Tata laki-laki dan perempuan? " tanya Tata penasaran.


"Gak terlalu yakin banget toh Den Ayu... Tapi perasaan si Mbok pasti ada laki dan perempuan nya! Apa lagi mereka semua gak ada yang mau memperlihatkan kelamin mereka waktu di periksa! " jawab Mbok Nah dengan pendapat nya sendiri.


"Mudah-mudahan benar Mbok! Tata juga heran, kok bisa-bisanya mereka berenam kompak gak mau memperlihatkan kelamin mereka saat di USG. Bikin kita penasaran aja! " ucap Tata yang tidak habis pikir.


"Hehehehe... sepertinya mereka semua sehati! Si Mbok sampai sekarang masih gak percaya sebentar lagi rumah ini bakalan ramai dengan tangisan bayi ! Bukan satu bayi tapi enam! Lihat perut Den Ayu udah koyo balon mau meletus aja si Mbok ngeri-ngeri sedap! Kalau bukan ciptakan Gusti Allah pasti udah gak muat perut kita bisa menampung hingga enam bayi sekaligus! " sahut Mbok Nah dengan terus membelai perut buncit Tata.


"Iya ya Mbok.. Tata dari dulu emang kepengen punya anak kembar, tapi gak langsung enam kayak gini! Kembar dua seperti kebanyakan orang. Tapi di kasih langsung enam kayak gini rasanya Tata kayak dapat doorprize ! Gak kebayang gimana nanti repot nya ngatur mereka semua! hehehehe... " jawab Tata sembari tertawa kecil.


Mbok Nah ikutan tertawa karena ia juga membayangkan hal yang sama seperti ucapan Tata.


"Ya udah, si Mbok mau beres-beres dulu di dapur! Bekas makan Den Ayu si Mbok bawa aja ya Den Ayu?? " ucap Mbok Nah dengan berdiri.


"Iya Mbok bawa aja! " jawab Tata.


Mbok Nah mengambil mangkok bekas sarapan Tata dan membawanya keluar kamar.


"Mas, bangun Mas.. ! Sarapan, ntar lewat lagi waktu sarapannya! " ucap Tata dengan menggoyangkan bahu suaminya.


"Iya sayang, sebentar lagi! " jawab Dave dengan suara serak.


"Jangan kelamaan Mas, ntar makanan nya dingin! " ucap Tata lagi memperingatkan Dave.


Tata meraih remote televisi, ia menghidupkan televisi untuk mencari hiburan yang bisa membuat nya tidak mengantuk kembali. Karena ia sedang menunggu kedatangan Angel terkait pencarian tentang kakak tirinya.


30 menit sudah berlalu, tapi Dave masih mendengkur di balik selimut. Tata kembali membangunkan suaminya karena makanan yang di bawa Mbok Nah mungkin sudah dingin.


"Mas, bangun! Sudah hampir jam 10! Nih, udah jam 9.45 ! Sarapan Mas pasti udah dingin! Bangun Mas! " ucap Tata dengan menggoyangkan bahu Dave.


Ia menggoyang nya berulang kali sampai Dave kebangun dan duduk di atas tempat tidur dengan muka bantal.


"Buruan mandi, ntar Angel keburu datang lagi! Mas malah belum mandi! " ucapnya lagi dengan menyisir rambut Dave dengan jemarinya.


"Morning Kiss My Ruby... " pinta Dave dengan memajukan bibirnya.


"Muahhhh... Muahhh... Muahhh.... " Tata mengecup bibir Dave sebanyak tiga kali kayak minum obat.


"Ish, gak kerasa! " sungut Dave dengan wajah manyun.


"Kelamaan kalau mau yang kerasa! Mas kan gak pernah bentar kalau udah ciuman! " ucap Tata dengan agak jengah.


"Hehehehe... Tau aja kesukaan suaminya! Cup.. " sahut Dave nyengir sambil mencuri kecupan di bibir Tata.


"Tentu aja tau, wong suaminya mesum akut yang gak jauh dari ciuman dan jatah ranjang! " cibir Tata dengan di sambut gelak tawa Dave di kamar mandi.


Sambil menunggu suaminya selesai mandi, Tata berbaring sejenak karena pinggang nya sudah mulai pegel. Ia baring miring ke kiri sesuai anjuran Dokter Aisyah, meskipun terkadang tidak nyaman juga.


"Ya Allah, nikmat nya yang aku rasakan saat mengandung! " gumam Tata meringis sembari membaca doa nabi Yunus seperti yang di ajarkan Ibuk nya.


"Laa ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minaz zhalimin.. "ucap Tata sambil mengelus perut buncit nya.


"Kenapa sayang? Apa perut mu sakit? " tanya Dave dengan wajah khawatir saat keluar dari kamar mandi.


"Keringkan dulu rambutmu Mas.. Lihat airnya masih menetes! " suruh Tata tanpa menjawab pertanyaan Dave.


"Iya nanti.. Mas khawatir lihat kamu menggigit bibir seperti itu? " jawab Dave dengan memegang perut Tata.


Terasa gerakan yang lumayan kencang dengan beberapa tonjolan di permukaan perut Tata saat ia sentuh.


"Baby... Papi mohon! Mainnya jangan kuat-kuat.. Kasihan Mami! " ucap Dave berbicara di depan perut Tata.

__ADS_1


"Slow down baby... " tambah nya lagi dengan memberikan beberapa kecupan di perut.


"Mereka mendengarkan mu Mas... Aku jadi iri, giliran aku ngomong mereka malah semakin kencang bergerak! " ucap Tata dengan bibir mengerucut maju.


"Cup.... Bibir nya tolong di kondisikan! " sahut Dave dengan mengecup bibir manyun Tata.


"Ish... Nyosor aja kerjanya! Buruan pakai baju sana! " usir Tata dengan pura-pura kesal.


"Tok... Tok... Tok... Nona, Tamu yang Nona bilang kemarin datang! Sekarang lagi nunggu di ruang tamu! " ucap Suster Sari dari depan pintu kamar.


"Bawa ke sini aja Sus! " teriak Tata.


"Tuh kan... Angel udah datang! Buruan sana pakai baju! " ucap nya lagi dengan mendelik kesal.


"Siap Ibu Ratu.... " jawab Dave sambil berlari ke dalam walk in closed.


Tata geleng-geleng kepala dengan ulah suaminya. Tidak lama kemudian bunyi ketukan pintu lagi yang menandakan jika Angel sudah di depan pintu kamar nya.


"Masuk aja Njel... " jawab Tata.


"Assalamualaikum Kak... " ucap Angel saat membuka pintu kamar Tata.


"Ayo masuk! Bawa kursi itu ke sini! " sahut Tata dengan menyuruh Angel membawa kursi di dekat tempat tidur nya.


"Ya Allah Kak... Ini beneran perut! Gede banget kayak mau meletus! Ckckck... Seumur hidup baru ini aku ketemu perempuan hamil kembar enam! " ucap Angel dengan tatapan kagum sekaligus ngeri takut perut Tata meledak saking gede nya.


"Mulut.... Emangnya perut aku ini balon pakai meletus segala... " sahut Tata dengan memberikan tatapan tajam.


"Peace.... Bercanda Bos... " jawab Angel memberikan tanda damai dengan memamerkan senyum pepsodent nya.


"Sekarang katakan apa yang kau maksudkan semalam! " tanya Tata dengan mode serius.


"Okeh... Orang-orang ku yang aku suruh untuk mencari alamat Bang Sandi yang baru tidak menemukan jejak dan mereka mengalami jalan buntu. Memang di informasi kalau mereka sekeluarga pindah dari rumah lama. Tapi, dari beberapa kabar mengatakan kalau Bang Sandi kabur ke Indonesia dan meninggalkan anak istrinya di Johor. Kabar pindah itu rupanya sengaja di katakan pada setiap orang yang mencari keberadaan Bang Sandi terutama anak istrinya. Salah satu orang ku memperkerjakan orang asli sana untuk menggali informasi lebih dalam, dan hasilnya benar-benar mencengangkan Kak! " jawab Angel juga dengan mode serius.


"Maksud mu ada orang yang sengaja menyebarkan jika Sandi dan keluarganya pindah begitu? " tanya Dave ikut nimbrung keluar dari walk in closed.


Angel tampak kaget dengan kemunculan Dave karena ia pikir ini pembicaraan rahasia ia sama Tata saja.


"Jangan takut begitu, aku sengaja mengikut sertakan suamiku agar ia juga bisa membantu! Katakan saja karena mulai sekarang suamiku akan selalu ikut campur dalam kelompok kita! " ucap Tata saat melihat raut wajah kaget Angel.


Angel menghirup napas dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan suami Bos nya.


"Apa yang Kakak ipar duga memang benar! Ternyata Bang Sandi kabur ke Indonesia meninggalkan anak istrinya yang sudah ia jadikan jaminan hutang-hutang nya pada salah satu orang penting di Johor. " jawab Angel dengan nada hati-hati.


"Apa???? Astaghfirullahalazim ya Allah..." pekik Tata dengan wajah Shock.


Dada nya berdebar kencang saat mendengar Abang tiri nya menjadikan kakak ipar dan keponakan nya sebagai jaminan hutang.


"Sabar sayang... Sabar.. ! Tarik napas dalam-dalam dan keluarkan! Jangan sampai kau emosi yang membuat dirimu dan baby kita kenapa-napa! " ucap Dave dengan mengusap punggung Tata pelan-pelan.


"Keterlaluan Bang Sandi! Teruskan ucapan mu Ngel! Aku yakin jika bukan ini saja yang akan kau sampaikan pada kakak! " ucap Tata dengan nada dingin.


Angel menelan ludahnya dengan kasar mendengar nada suara Tata berubah dingin. Ia tampak melihat ke arah Dave meminta pertimbangan, Dave menganggukkan kepala nya agar Angel menuruti perintah Tata.


"Istri Bang Sandi di jadikan jaminan hutang sebagai wanita simpanan orang penting itu Kak! Karena itulah ia dan anak-anak nya di bawa oleh orang tersebut dan berita kepindahan nya mulai di sebarkan agar tidak ada yang mencari mereka. Tapi orang ku juga mendapat kabar kalau beberapa tahun terakhir ini tepatnya hampir dua tahun belakangan, istri Bang Sandi dan anak-anak nya kabur dari tempat orang itu dan menumpang kapal ilegal ke Indonesia. Dari situ informasi terputus karena tidak ada petunjuk yang mengatakan mereka di Indonesia ada di mana. " jawab Angel dengan memejamkan matanya takut Tata marah.


Dugaan Angel memang benar, wajah Tata menggelap seperti akan menguliti seseorang hidup-hidup. Melihat istrinya dalam mode singa akan mengamuk, ia meraih tengkuk Tata dan melu mat nya dengan lembut di hadapan Angel.


Mendapat pertunjukan life kissing drama Korea versi nyata membuat Angel melongo dan langsung memalingkan wajah nya ke samping.


Demi apapun, ia mendadak ada di situasi yang salah. Wajah nya bersemu merah dan panas melihat Dave langsung mencium Tata di depan matanya.


"Hua.... Kakak ipar! Aku ini masih jomblo tauk... Gara-gara kakak jiwa jomblo ku meronta-ronta! " rengek Angel kembali usil membuat Tata tersadar jika masih ada Angel di dalam kamar mereka.


Tata memukul pelan lengan suaminya yang tidak menampilkan raut merasa bersalah atau pun tidak enakan.


"Makanya cari pacar biar gak jomblo! Masa dari lahir jomblo di pertahankan..." ejek Tata mengusir kegugupan nya.


"Sebarkan informasi pencarian pada teman-teman hacker mu yang ada di Indonesia! Jika ada foto terbaru yang bisa di gunakan untuk mencari mereka, maka gunakan foto tersebut. Lakukan secara diam-diam karena tidak menutup kemungkinan kalau pihak yang di Johor juga mencari mereka. " ucap Dave dengan nada datar tanpa ekspresi.


"Baik kakak ipar! Oh ya kak, kemarin saat aku menyebarkan foto Bang Sandi, ada temanku melihat orang yang mirip Bang Sandi di Medan. Ini fotonya yang sudah aku print.. Memang di foto ini brewokan, tapi jika brewoknya di hilangkan mereka sama persis dan pastinya jika orang itu benar-benar Bang Sandi! " jawab Angel dengan menyerahkan amplop coklat dari saku jaket nya.


Tata menerima amplop tersebut dan membuka nya. Ia melihat dua buah foto Bang Sandi yang satu brewokan dan yang satu tidak.


"Ini memang Bang Sandi! Mas... Suruh detektif kenalan Mas untuk mencari keberadaan Bang Sandi di Medan! Dan Angel, lakukan apa yang di katakan oleh suamiku tadi! Lakukan secepat mungkin karena aku tidak mau kalau orang-orang Johor yang menemukan kakak ipar ku dan anaknya duluan! " ucap Tata sambil menatap suaminya dan Angel bergantian.


"Baik kakak, akan aku lakukan secepatnya! Kalau begitu aku pamit dulu, Assalamualaikum! " jawab Angel patuh dengan mencium pipi Tata sebelum keluar dari kamar tersebut.


"Waalaikumsalam... " sahut Tata dan Dave barengan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2