
Dave bangkit dari duduknya dengan kedua tangan di masukkan di kantung celana nya. Ia berjalan mendekati King Cobra yang berdiri di dinding dengan tangan dan kaki di rantai.
"Persiapkan dirimu dengan baik! Beberapa jam lagi, giliran mu yang akan duel dengan ku! " bisik Dave di dekat telinga King Cobra.
Setelah mengatakan hal itu, ia keluar dari ruangan tersebut dan pintunya otomatis terkunci sendiri.
"Beri makan dia dengan baik! Dua jam lagi kami akan berduel kembali! Apa yang di berikan istriku masih kurang untuk bajingan itu! " perintah Dave dengan dingin pada Tiger dan Arkan yang berdiri di dekat pintu tempat King Cobra berada.
Tiger memberikan kode pada bawahannya untuk melakukan instruksi Dave pada tahanan mereka.
"Apa yang aku minta sudah siap? " tanya Dave pada Arkan.
"Sebentar lagi apa yang kau ingin kan datang! Mereka sedang membawanya kemari! " jawab Arkan santai.
Dave mengangguk sambil berlalu menuju ruangan tempat saat istrinya istirahat di markas ini. Ia merebahkan bobot tubuhnya di sofa empuk yang ada dalam ruangan itu.
"Kira-kira apa hadiah yang bagus aku berikan pada tua bangka itu? Bukti yang aku punya untuk membongkar kebusukannya masih terlalu sedikit, bisa-bisa nanti ia hanya beberapa minggu saja berada dalam bui karena buktinya tidak kuat! " gumam Dave seraya berpikir keras.
Saat ia sedang berpikir apa yang bisa membuat Galang hancur selamanya, Arkan datang memasuki ruangan tersebut.
"Bro, barang yang kau minta sudah datang! Mereka sudah membawanya ke tempat bajingan itu! " lapor Arkan pada Dave.
"Minta pada Tiger agar membiarkan anak buah bajingan itu untuk ikut bertarung bersama bos mereka! Aku ingin menghabisi mereka semua dengan tangan ku! " perintah Dave lagi masih dengan posisinya.
"Oke.. ! " jawab Arkan patuh dan keluar dari ruangan itu.
Waktu yang ditentukan untuk bertarung dengan King Cobra dan anggota nya sudah tiba. Dave membuka semua pakaian nya hingga ia bertelanjang dada. Memperlihatkan tubuh kekar dan berotot nya serta perutnya yang tampak seperti kotak-kotak.
Ia berjalan dengan santai menuju tempat yang di sedia kan untuk pertarungan mereka. King Cobra di bawa dengan menggunakan rantai besi di kaki dan tangan nya. Karena ia akan bertarung, ia di pasang borgol rantai di tangan dan kakinya.
Ia meringis kesakitan karena rantai tersebut sangat berat hingga membuat pergelangan kakinya luka-luka saat di pakai untuk berjalan.
Begitu ia memasuki ruangan, anggota nya yang masih hidup berlari mendapati nya karena anak buah Tiger memang membiarkan mereka bersama seperti keinginan Dave.
"Ketua, apa yang akan terjadi? apa yang mereka ingin lakukan kepada kita? Bagaimana cara nya kita kabur dari tempat terkutuk ini! " tanya salah satu anggota nya sambil membantu Bos mereka berdiri tegak yang benar.
"Apa kita akan mati di tempat ini? Aku lebih suka mati saat melawan musuh dari pada di biarkan hidup yang menjadi tahanan mereka! Kelompok apa mereka itu? Mengapa kita tidak pernah dengar ada kelompok sadis seperti itu! Semua anggota kita tewas begitu saja. " sahut seseorang lagi ikut bersuara.
"Sudah lah.... Tidak penting sekarang semuanya itu! Pikirkan saja bagaimana kita bisa kabur dari tempat ini dan meminta bayaran yang tinggi pada pria tua itu! Pria tua itu sengaja membuat aku cari mati sendiri! Kalau saja aku tahu perempuan itu mempunyai kelompok kejam seperti ini, aku tidak akan sudi menerima pekerjaan ini dari nya! " ucap King Cobra pelan dengan menahan rasa sakit di dadanya.
"Ketua.... ! Apa kau baik-baik saja?? " teriak anak buahnya panik melihat King Cobra meringis seperti menahan nyeri sambil memegang dadanya.
King Cobra tidak menjawab, ia memejamkan matanya menahan rasa sakit tersebut.
"Tidak hanya rusukku yang sakit, tapi dadaku juga sangat sakit! Perempuan itu benar-benar mengerikan! " batin King Cobra dengan mata terpejam.
Karena kaki nya di rantai, anak buahnya mendudukkan Ketua mereka di lantai dengan selonjoran. Mereka melihat kaki Ketua nya yang terluka dan berdarah dengan pandangan miris.
Baru saja hendak bersantai sejenak, pintu ruangan tersebut terbuka dari luar. Dave masuk bersama Arkan serta Tiger ke dalam ruangan tersebut dengan tersenyum menyeringai.
__ADS_1
"Bagaimana?? Apa kalian semua sudah siap?? " tanya Dave dengan seringai di bibirnya.
"Apa maksud anda?? " tanya anak buah King Cobra seraya berdiri.
"Apa kalian tidak mengatakan apapun yang aku ingin kan pada mereka? " tanya Dave seraya melirik pada Arkan dan Tiger.
"Tidak... ! " jawab mereka singkat.
"Baiklah, karena mereka berdua tidak mengatakan apapun pada kalian semua, maka aku sendiri yang akan mengatakan jika aku akan menghabisi kalian semuanya sekarang juga! " ucap Dave santai.
"Apa??? Jangan banyak omong kau! Kami tidak akan mati begitu saja oleh bajingan seperti kalian! Teman-teman.... Ayo serang laki-laki itu??? " teriak anak buah King Cobra dengan emosi sambil mengajak teman-teman nya.
Tiga orang maju dan langsung menyerang Dave membabi buta. Arkan dan Tiger menyingkir ke pinggir dinding. Mereka menonton perkelahian tersebut seperti menonton pertandingan saja.
Dave mengelak ke samping, menangkis serangan mereka bertiga sekaligus. Ia memutar tubuhnya, melayangkan tendangan hingga mengenai dada, rahang dan perut mereka bertiga satu persatu.
"Apa hanya segini kemampuan kalian?? Ayo tunjukkan mana yang katanya geng pembunuh paling terkenal itu? Tunjukkan padaku sekarang! Atau kalian sama lemahnya seperti Ketua kalian yang sudah keok melawan satu wanita?? " ucap Dave memprovokasi mereka sambil tersenyum mengejek.
"Brengsek... ! Sialan.... ! " umpat mereka bertiga berteriak dengan sangat marah.
Mereka kembali menyerang Dave dengan bertubi-tubi tanpa memberi jeda untuk bernapas. Mereka menyerang sisi kanan dan kiri Dave secara serentak. Namun Dave masih dapat menghindar sesekali dan ia terkadang juga terkena pukulan mereka, tapi itu tidak seberapa karena lebih banyak mereka yang terkena pukulan bogem dan tendangan Dave.
Salah satu dari mereka terkena hantaman kaki Dave di kepala nya hingga jatuh tersungkur di lantai. Melihat temannya terdesak, dua orang yang masih bersama King Cobra langsung berlari menyerang Dave tiba-tiba dari arah belakang hingga mereka berhasil membuat Dave sedikit terhuyung.
Dave tersenyum menyeringai saat ia masih tertunduk melihat bayangan musuhnya yang datang menyerang. Ia menegakkan tubuhnya dengan wajah yang begitu menakutkan, datar, dingin, mata tajam menatap mereka semua. Ia menggerakkan kepalanya ke kanan ke kiri dan menautkan semua jemarinya hingga terdengar suara gemelutuk seperti kayu patah.
"Majulah kalian bersama! Aku sudah lelah bermain-main! " ucap Dave datar dengan menggerakkan tangannya agar mereka maju.
Satu yang tersungkur pertama tadi sudah kembali bangkit dan tanpa sengaja melihat temannya yang muntah darah.
"Kurang ajar kau... !! " teriaknya dengan kencang.
Ia kembali membantu temannya menyerang Dave, namun karena masih agak sempoyongan ia langsung mendapat tendangan di perutnya hingga terdorong ke belakang dan langsung tergeletak di lantai. Seorang lagi yang melihat teman nya tumbang kembali menyerang dari belakang, Dave menundukkan tubuhnya menangkap kedua tangannya kemudian membanting tubuhnya ke depan hingga musuhnya terkapar dengan mulut mengeluarkan darah dan mata melotot.
Satu persatu anak buah King Cobra menjemput ajal mereka di ruangan tersebut dengan sangat mengenaskan.
Melihat anggota nya alias anak buahnya seperti itu, King Cobra menjadi emosi. Ia begitu marah, tangan nya terkepal erat, gigi nya ber gemelutuk, wajahnya merah padam. Ia tidak peduli dengan rasa sakit di dadanya, ia juga tidak peduli mau mati ataupun tidak, yang penting ia akan membalas kematian anggota nya yang mati di tangan Dave.
"Lepaskan rantainya dan berikan ia senjata! Rasanya tidak fair melawan orang yang lemah meskipun dengan tangan kosong! " perintahnya pada Tiger.
"Bangsat kau... ! " teriak King Cobra dengan tangan terkepal dan wajah memerah.
Arkan berjalan bersama dua orang anak buah Tiger mendekati King Cobra, Arkan jongkok setelah anak buat Tiger memegangi King Cobra dan membuka kunci rantai di pergelangan kaki King Cobra.
Tiger melemparkan sebuah pedang yang memang sudah di persiapkan oleh mereka ke sisi King Cobra setelah Arkan dan anak buahnya menjauh dari King Cobra.
Tanpa banyak bicara ia meraih pedang tersebut dan mencabut pedang itu dari sarung nya.
Dave sudah siap dengan kuda-kudanya menyambut serangan dari King Cobra. Ia tidak menggunakan senjata hanya tangan kosong.
__ADS_1
"Mampus kau, sialan.... ! " teriak King Cobra seraya berlari dengan pedang mengacung keatas kearah Dave.
Dave siap menerima kedatangan King Cobra, ia langsung menghindar kebelakang begitu ayunan pedang King Cobra hendak mengenai perut nya. Begitu King Cobra mengayunkan kembali pedangnya, ia melompat ke samping dan memukul telak punggung belakang King Cobra.
King Cobra berbalik sambil mengayunkan pedangnya dan Hap... Dave menangkap bagian ujung pedang dengan kedua telapak tangan nya seperti tangan pertapa.
Ia memberikan tendangan di perut King Cobra hingga pegangan tangan King Cobra pada pangkal pedang terlepas dan pedang jatuh ke lantai bersamaan dengan King Cobra terjerembab di lantai.
"Ayo bangun ! Keluarkan semua tenaga mu ! Aku masih belum puas ! Ayo bangun! " ucap Dave dengan datar.
"Cuihh.... Sialan kau! " maki King Cobra dengan meludah ke samping.
Ia menyerang dengan tangan kosong dan Dave membalas serangan dengan mengenai rahangnya hingga ia menoleh ke samping.
"Brengsek... ! " teriaknya dengan memegang rahangnya yang terasa ngilu.
Ia melayangkan tendangan nya pada Dave dan hap... Ditangkap Dave dengan kedua tangannya dan ia menjerit saat Dave memelintir kakinya, memutarnya, dan memberikan tendangan beruntun pada paha nya dan perut nya.
"Ini untuk kakak ku yang terbaring di rumah sakit! " ucap Dave dengan memutar badan memberikan tendangan pada dada King Cobra.
King Cobra langsung tersungkur seketika saat mendapat serangan dari Dave.
"Dan ini untuk lebam di tubuh istriku! " ucapnya lagi dengan menendang perut King Cobra begitu ia hendak berdiri.
King Cobra kembali tersungkur dengan dua tendangan Dave di perutnya hingga ia langsung muntah darah.
Dave melemaskan otot-otot nya saat melihat King Cobra tidak bisa bangkit lagi dan masih ter telungkup di lantai.
"Bawa dia ke kursi pesakitan! Aku ingin mendengar teriakan kesenangan nya! " perintah Dave pada Tiger.
"Arkan, jangan lupa kau rekam video nya agar Galang bisa melihat bagaimana keadaan orang suruhannya ini! " perintahnya lagi pada Arkan.
Tiger yang baru sampai di pintu keluar, tertegun sejenak mendengar nama Galang yang sebutkan Dave. Namun secepat kilat ia merubah kembali ekspresi nya menjadi tidak tahu apa-apa.
Tiger menginstruksikan bawahannya untuk menaruh tubuh King Cobra yang sudah tidak berdaya dengan pakaian penuh darah yang keluar dari mulut di kursi pesakitan yang sengaja di bawa Arkan ke markas ini.
Kursi yang mempunyai dua gelang besi di kedua tangan kursi untuk tangan korban agar tidak bisa berontak dan dua gelang besi di bagian kaki kursi untuk mengunci kaki korban.
"Bos.... Suami ketua sama-sama mengerikan nya dengan Ketua! Aku tidak bisa bayangkan berapa orang yang pernah ia siksa duduk di kursi ini! " ucap salah satu bawahan Tiger yang sedang memasang kunci gelang besi di kaki King Cobra.
"Ssstttt.... Pelan kan suara mu! Dinding bisa bicara! Jangan berkomentar yang nantinya akan merugikan dirimu! " sahut Tiger datar dengan menutup telunjuk di mulutnya.
"Ayo kita pergi! Biarkan mereka bermain-main dengan bajingan ini! " ajak Tiger begitu pekerjaan mereka selesai.
Bersambung...
Maaf baru Up... Othor kemaren tidak sempat Up karena kecapean membuat pesanan snack untuk yasinan. Alhasil malam nya tepar karena sudah star dari jam 2.30 pagi sampai jam 11 siang...
Selamat membaca dan Selamat beraktivitas reader's ku semua...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...