Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
K.O juga...


__ADS_3

Tata keluar kamar mandi menggunakan bathrobe dengan langkah terseok-seok karena bagian intinya kembali agak nyeri meskipun hanya sedikit.


"Emang kebangetan banget tuh Pak suami! Bisa-bisanya di kamar mandi sampai dua ronde segala! Bikin aku semaput kayak gini! " gerutu Tata dengan mulut komat kamit.


Sedangkan orang yang di bicarakan keluar dengan wajah riang gembira seperti baru saja dapat lotre milyaran dolar.


"Gak usah manyun gitu sayang ku... ! Ntar aku kepengen lagi gimana hayooo... ! Aku masih kuat ini beberapa ronde atau sampai subuh pun aku masih fit! " goda Dave dengan menyeringai mesum.


"Awas kalau Mas macam-macam! Aku udah wudhu ini mau sholat! Emang dasar Mas aja yang doyan ngadon ! Sekali tau enak maunya minta tambah melulu! Untung aja tau enak nya udah nikah kayak gini, coba kalau nggak! Bisa jantungan Mami liat anaknya pakai wc umum sembarangan! " ucap Tata sewot dan menutupi dadanya dengan kedua tangan.


"Ha... Ha... Ha... ! " Dave tergelak kencang mendengar ucapan nyeleneh istrinya itu.


Tata langsung cepat-cepat memakai pakaian tidur nya dan mengambil mukena untuk sholat Isya. Dave masih tertawa kecil saat memasuki walk in closet mengingat wajah imut istrinya yang sewot waktu ia goda tadi.


"Lucu banget muka istriku jika ia marah dan kesal kayak tadi... ! Emang enak banget kalau punya istri yang kalau marah bikin tambah gemes kayak gini! Rasanya pengen aku terkam terus sampai puas! Ha... Ha.. Ha.... ! " ucap nya masih tertawa sambil berpakaian.


Ia sudah siap memakai pakaian untuk sholat dan langsung keluar dari walk in closet untuk sholat Isya di sajadah yang sudah di siapkan Tata.


🌿🌿🌿


Di kediaman Tata.


Kadir dan Riko pulang ke rumah dengan wajah lesu dan murung. Sandra yang melihat kepulangan mereka mengernyitkan dahinya dengan wajah heran.


"Ada apa Mas? Kenapa kalian pulang dengan wajah murung kayak gini? " tanya Sandra begitu Kadir duduk di sofa dengan menutup wajahnya.


"Dokter bilang jika dalam 2x24jam ini Dika masih tidak sadar juga, mereka angkat tangan karena sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kata mereka kondisi Dika saat ini sangat memprihatinkan. Meskipun Tata sudah datang menjenguk dan berbicara dengan Dika, namun ia masih betah memejamkan matanya. " jawab Kadir dengan suara serak hendak menangis.


Sandra duduk di samping kekasihnya dan merengkuh Kadir ke dalam pelukan nya. Tangis Kadir pecah dalam pelukan Sandra. Ia menumpahkan segala isi hatinya dengan menangis tersedu-sedu. Riko yang melihat semua itu memberikan kode pada Sandra untuk naik ke kamarnya. Sandra mengangguk paham dan Riko pun pergi menemui istrinya membiarkan pasangan tersebut untuk berbicara lebih leluasa.


"Yang sabar ya Mas... ! Aku tau ini berat untuk kamu! Kita serahkan semuanya kepada Allah karena semua yang terjadi atas seizin Allah! Jodoh, rezeki, maut semuanya sudah kita setujui sewaktu kita di tiup kan roh saat masih dalam kandungan ibu kita! Jadi, yang bisa kita lakukan hanya menerima semuanya dengan lapang dada dan ikhlas! " ucap Sandra dengan lembut mengusap pelan punggung kekasihnya.


Kadir semakin menangis mendengar ucapan Sandra yang memang benar adanya. Hanya saja hatinya sedih dan belum siap melepaskan adik nya jika di panggil yang kuasa.


"Apa aku salah menginginkan Dika sadar dan sembuh seperti dulu? Aku sangat ingin kami berkumpul kembali dengan keadaan yang sama-sama sudah berubah menjadi lebih baik lagi! Aku ingin Dika hidup dengan baik, bertaubat kepada Allah dan mempunyai keluarga baru yang bahagia seperti Tata. Apa aku salah menginginkan semua itu? " tanya Kadir mencurahkan isi hati nya.


"Mas gak salah kok... ! Hanya saja apa yang kita rencana kan semuanya balik lagi dengan rencana Allah! Apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah dan apa yang menurut Allah baik sudah pasti baik untuk kita! Terkadang apa yang kita anggap buruk itulah yang terbaik menurut Allah! Tidak semua yang sedih itu buruk untuk kita, tetapi itulah yang terbaik untuk kita karena Allah sayang sama kita dengan memberikan kita kesedihan. Kasih sayang Allah itu tidak hanya berbentuk kebahagiaan, tetapi juga berbentuk kesedihan agar kita semakin mendekat kan diri kepada-Nya. " jawab Sandra dengan bijak.


Kadir masih terisak di pelukan Sandra, Riko memasuki kamar nya dengan pelan-pelan karena tidak ingin Anika terbangun dari tidurnya. Ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dari bau rumah sakit yang melekat pada pakaian nya.


Anika yang hendak membalikkan tubuhnya karena tidak nyaman menjadi terbangun mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.


"Mas Riko sudah pulang rupanya! Hoam.... ! " ucap Anika sambil menguap dan berusaha untuk duduk.


Di usia kehamilan yang memasuki bulan kedelapan membuat nya susah untuk duduk, mudah sekali terbangun karena rasa tidak nyaman dan terkadang mulai sulit untuk tidur.

__ADS_1


Riko yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kaget melihat istrinya duduk di atas tempat tidur dengan mata sayu dan menguap.


"Loh sayang? Kenapa bangun? Apa aku berisik banget ya sampai kamu kebangun gitu? " ucap Riko dengan menyudahi kegiatannya dan meletakkan handuk di gantungan.


"Mas gak berisik kok! Kan aku emang sering kebangun karena gak nyaman posisi nya. Baby pokat gerak-gerak terus dari tadi, itu yang bikin aku kebangun cari posisi nyaman! Mas baru pulang ya? Gimana keadaan Bang Dika? " sahut Anika dengan wajah masih mengantuk dan bertanya tentang Dika.


"Besok aja Mas cerita ya? Udah malam ini! Mau Mas elus-elus punggungnya? " ucap Riko sengaja tidak mau menceritakan nya sekarang ini.


"Boleh Mas... ! Besok janji cerita ya... ? " sahut Anika dengan mengangguk mau.


Ia pun mengambil posisi memunggungi suaminya karena Riko mengusap pelan punggung Anika yang berbaring miring ke kiri sesuai anjuran dokter.


Perlahan tapi pasti Anika pun menguap kembali dan tertidur lagi dengan suara dengkuran nya yang halus.


"Baby pokat nya Papa... ! Tidur ya Nak, kasihan Mama mu kalau dedek main terus! Besok lagi ya Nak, mainnya! " ucap Riko di depan perut buncit Anika sambil mengelus nya dengan penuh cinta.


Perut Anika bergerak hebat seakan-akan ia menjawab ia perkataan Papa nya. Riko mengusap lagi punggung Anika agar Anika tetap tertidur meskipun baby pokat bergerak-gerak.


Setelah tidak ada gerakan dari si baby dan Anika sudah tertidur pulas, Riko pun merebahkan dirinya di samping Anika dengan memeluk Anika dari belakang.


🌿🌿🌿


Keesokan paginya...


Dave semalam memang membuktikan ucapan nya dengan meminta jatah tiga ronde lagi setelah beberapa jam selesai sholat Isya.


"Ya Allah.... Mataku berat banget untuk bangun! Malu banget sama Mami mertua jadi menantu bangun kesiangan dan gak pernah bantuin di dapur! Mas Dave benar-benar buas di ranjang! Lebih baik aku melawan sepuluh orang sekaligus di ring daripada melawan seorang Mas Dave di ranjang! " gumam Tata sambil berusaha membuka mata nya.


"Ya Allah... Gak cuma bagian inti ku yang terasa sakit, tapi semua badanku rasanya remuk kayak habis di gilas alat berat untuk bikin jalan! Mana semalam baru tidur jam setengah satu, eh habis subuh di hajar lagi sampai semaput gini! " keluh nya lagi dengan mata masih terpejam.


Dave yang sudah mandi dan keramas mendatangi istrinya yang masih berada di dalam selimut seperti kepompong. Ia berusaha membangun kan Tata, tapi tidak ada reaksinya.


Ia baru saja mendapat panggilan telepon dari Arkan yang mengatakan bahwa pagi ini ada meeting penting di kantor. Ia ingin memberitahu Tata jika ia akan kekantor dan berpamitan pada sang istri.


Karena tidak ingin terlambat, Dave pergi setelah memberikan ciuman di bibir Tata yang masih tertidur pulas.


"Mi... Aku ada meeting penting pagi ini! Tata masih tidur dan tolong bilang kalau aku ke kantor ya Mi.. ! Takutnya nanti di kira aku gak pamitan lagi! " pesan Dave pada Mami nya sambil mencomot sepotong roti yang sudah di olesi sang Mami.


"Iya... Seger banget tuh anak kelihatannya pagi ini! Beda benget waktu dulu sebelum menikah! " sahut Mami Sita dengan memperhatikan Dave dengan seksama.


Setelah menyampaikan pesan nya, Dave langsung pergi setelah berpamitan pada semua orang yang ada di meja makan.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 tepat, dan Tata masih belum bangun juga. Membuat Mami Sita berinisiatif membawakan makanan ke kamar mereka di lantai atas.


"Abeth.... ! Ayo bantuin Mami bawakan minum ini ke kamar nya Tata! Udah jam segini belum bangun juga, Mami takut ada apa-apa nya! " panggil Mami Sita pada Abeth yang sedang santai duduk menonton televisi.

__ADS_1


Abeth langsung membantu Mami nya membawa gelas berisi susu menuju lantai atas. Mami Sita mengetuk pintu kamar Tata, namun tidak ada jawaban nya.


"Buka aja Mi, siapa tahu gak di kunci! Kelamaan kalau cuma ketuk-ketuk doang! " ucap Abeth langsung.


"Iya juga ya.... ! " sahut Mami Sita membenarkan.


Ia lalu memutar handel pintu dan memang pintu nya tidak di kunci. Suasana gelap karena gorden kamar masih tertutup dan Mami Sita meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja. Ia lalu membuka gorden yang menutupi jendela dan sinar matahari pun masuk sehingga membuat tubuh Tata yang masih tidur menggeliat mencari kenyamanan.


Saat membalikkan dirinya tanpa sengaja selimut yang menutupi tubuh polos Tata tersingkap dan hanya menutupi pantatnya saja. Mata Mami Sita dan Abeth terbelalak kaget melihat seluruh tubuh Tata penuh dengan jejak kepemilikan yang di tinggalkan Dave hingga membuat tubuh Tata penuh loreng-loreng.


"AllahuAkbar... Astaga naga ketiban tangga! "pekik Mami Sita sambil menutup mulutnya agar tidak membangunkan Tata.


"Ya ampun.... ! Ganas banget si Bule sama istrinya sendiri! " ucap Abeth dengan geleng-geleng kepala.


"Ayo Abeth kita turun! Ini tidak bisa di biarkan! Tata harus minum terus jamu bikinin Eyang mu! Bisa-bisa nya itu anak membuat tubuh istrinya penuh dengan tato begitu! " ajak Mami Sita pelan seraya menarik tangan Abeth agar keluar dari kamar Tata.


Abeth yang masih shock hanya diam saja saat Mami Sita menarik tangannya keluar kamar dan menyusuri tangga menuju dapur.


Sedangkan Tata masih tidur dan belum bangun ketika suara pintu kamarnya tertutup agak keras.


"Benar-benar itu anak! Seganas-ganasnya Papi mu tidak sebanyak itu ia meninggalkan jejak di tubuh Mami! Pantesan aja Tata masih tidur sampai sekarang, gimana mau bangun kalau badan nya capek kayak gitu! " omel Mami Sita sambil curhat masa ia dahulu.


"Mami curhat nih ceritanya... ! " ledek Abeth yang mendapatkan pukulan di bahunya oleh Mami Sita.


"Mami tuh kesal sama adik kamu itu! Kasihan banget mantu Mami jadi macan tutul kayak gitu di bikin adik mu! Rasanya pengen Mami bejek-bejek tuh mukanya pakai cobek! Pantesan aja tadi pagi mukanya ceria banget, wong sudah mengisap madu sampai habis dan buat bunganya layu gak bisa gerak saking habis energinya! " omel Mami Sita makin jengkel dengan kebuasan anaknya di ranjang.


"Tapi Abeth salut loh Mi sama Tata! Berarti Tata masih kuat juga bisa mengimbangi permainan Dave sampai benar-benar keok kayak gitu! Kalau Abeth sih mungkin udah angkat bendera putih alias menyerah! " ucap Abeth dengan penuh kekaguman.


"Iya juga ya... ! Dah lah, Mami mau antar jamu bikinin Eyang mu dulu! Untung aja masih ada satu botol lagi, lumayan lah bisa tahan tiga hari! " sahut Mami Sita sambil mengambil botol berisi jamu di dalam kulkas.


"Beth.... ! Kalau Tata udah bangun, ajak ia pergi ke Spa! Ia harus mendapatkan pijat untuk mengurangi pegel-pegel nya itu! Tapi ingat, spa nya di langganan kamu biar gak ada yang membocorkan keadaan adikmu itu pada siapapun! " perintah Mami Sita sebelum ia pergi ke lantai atas membawa jamu untuk Tata.


Sesampainya di kamar Tata, Mami Sita meletakkan gelas berisi jamu di dekat nampan yang ia bawa tadi bersama Abeth. Ia membetulkan selimut yang menutupi tubuh Tata hingga sebatas bahu belakang karena Tata tidur dengan posisi tengkurap.


"Kasihan banget mantu Mami di hajar habis-habisan kayak gini! Dave... Dave.... ! Emang keturunan Ryder banget kalau soal ranjang! Gak pernah ada puasnya walau udah tua kayak sekarang ini! " ucap Mami Sita pelan sambil mengusap lembut kepala Tata.


**Bersambung....


Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku tercinta...


Visual Dave menurut bayangan othor🤭🤭.. gimana? sesuai gak**?



Visual Tata menurut halu nya othor😊😊....

__ADS_1



__ADS_2