
Orang-orang nya Tiger menghubungi polisi memberitahu pelaku penculikan ada bersama mereka. Polisi akan datang menangkap mereka dan masih dalam perjalanan ke gubuk tersebut.
Tata memutuskan untuk pulang, ia ingin beristirahat sejenak. Hati dan pikirannya sedang mengalami masa yang tidak biasa karena kejadian ini. Andai kata mertuanya tidak merencanakan niat jahat setelah kejadian di restoran, mungkin ia tidak akan bertindak sejauh ini.
Begitu sampai di rumah, Tata langsung membersihkan diri dan merebahkan diri di kasur empuknya. Tidak menunggu berapa lama, ia pun tertidur.
Polisi datang 30 menit kemudian, Nyonya Retno berontak ketika ia di pegang oleh opsir wanita. Rupanya Tata tidak sekuat tenaga menghajar Nyonya Retno, buktinya ia masih bisa berdiri ketika hendak di masukkan ke mobil patroli. Ia bahkan masih sempat mendorong opsir wanita sehingga sedikit terdorong kebelakang. Karena kesal, opsir wanita tersebut mendudukkan paksa Nyonya Retno ke dalam mobil polisi.
"Dasar penjahat! Sudah bonyok kayak gini, masih juga mau melawan! " ucap opsir wanita tersebut dengan kesal.
"Sudah, biarin aja! Lagi pula dia tidak akan bisa kemana-mana dengan tangan di borgol kayak gitu! " jawab temannya seprofesi dengan santai.
Para opsir wanita itu pun masuk ke dalam mobil patroli dan membawa dua tersangka wanita yaitu Nyonya Retno dan Dian kembali ke kantor polisi.
Sedang kan Dika di mobil yang lain bersama opsir pria dan beberapa polisi lainnya yang ikut mengamankan para tersangka.
Sebelum di masukkan ke sel, Nyonya Retno di obati dulu terlebih dahulu. Dian dan Dika sudah langsung di masukkan di sel yang berbeda sambil menunggu proses selanjutnya.
🎍🎍🎍
"Kenapa perasaan ku gak enak gini ya? Kok aku tiba-tiba ingat dengan Mama? Tapi kalau aku ke sana Mama pasti ngomelin aku kalau tau aku di madu Mas Riko! " gumam Anika sambil melamun.
"Heh, perempuan tidak tahu diri! Di suruh bikin minum malah melamun di sini! Dasar gak becus! Nyesal aku terima kamu jadi mantu ku! " omel Bu Ratih Mama nya Riko.
__ADS_1
Mama nya Riko mendatangi rumah kontrakan Anika dan Riko dengan membawa banyak barang-barang mahal untuk menantu barunya Delia. Beliau menyuruh Anika membuatkan minuman segar karena cuaca sedang lumayan panas dan gerah.
Anika diam saja mendengar omelan mertuanya tanpa mau menoleh ataupun menanggapi sehingga Bu Ratih semakin marah dan kesal hingga mendorong Anika yang sedang mengaduk sirup hingga jatuh tersungkur dan gelas jatuh berhamburan ke bawah dan membuat telapak tangan Anika terkena goresan kaca yang pecah.
"Ada apa ini kok ribut-ribut? " tanya Riko yang baru pulang dari mini market membeli buah-buahan.
"Lihat istrimu itu! Di suruh bikin minuman malah marah dan melemparkan gelas hingga pecah seperti ini! " tuduh Mama nya dengan tersenyum sinis.
"Iya, Mas! Aku lihat tadi kalau Anika melawan Mama dan membuang gelas tersebut hingga berantakan seperti ini! " ucap Delia ikut memojokkan Anika di hadapan Riko.
"Sayang? Benar begitu? Kalau kamu tidak mau gak usah kayak gitu? Tuh lihat kan, kamu yang malah berdarah terkena pecahan beling? " tanya Riko pelan sambil membantu Anika berdiri.
"Mas, sekarang Mas pikir sendiri? Kalau memang aku melemparkan gelas ini karena tidak mau di suruh Mama, kenapa aku melempar ke bawah? Bukannya ke arah sana? Dan pastinya aku tidak akan terduduk seperti ini, aku pasti masih berdiri dengan tegak karena aku hanya melempar gelas. Tetapi, jika aku yang terjatuh seperti tadi sehingga bajuku basah dan telapak tangan ku terkena pecahan gelas, itu berarti seseorang sudah dengan sengaja mendorong aku hingga seperti ini! " jawab Anika dengan wajah datar.
"Kamu nuduh saya yang dorong kamu? Iya? " ucap Mama nya Riko dengan marah.
Setelah mengatakan itu semua, ia segera pergi dari dapur dan ketika melewati Delia Anika tersenyum sinis sambil menyenggol bahu Delia hingga Delia mundur beberapa langkah.
Riko mengusap wajahnya dengan kasar mendengar Anika yang hanya melihatnya dengan datar tanpa ekspresi.
"Riko! Kamu jangan percaya dengan omongan istri kamu yang gak berguna itu! Dia itu hanya mengada-ada saja. " ucap Mama nya mencoba menghasut Riko.
"Mama pikir Riko ini anak kecil yang tidak bisa membedakan mana yang bohong dan mana yang jujur? Apa Mama masih mau mengelak juga? " jawab Riko dengan dingin.
__ADS_1
Ibu Ratih terkejut mendengar nada suara Riko yang dingin itu, ia semakin membenci Anika yang sudah membuat anak lelaki nya berubah seperti ini.
"Kamu keterlaluan Riko! Mama ini Mama kandung kamu, yang sudah mengandung dan melahirkan mu ke dunia ini! Tega-teganya kamu memperlakukan Mama seperti ini hanya karena perempuan tidak berguna itu! " teriak Ibu Ratih dengan kesal dan langsung pergi meninggalkan Riko yang masih berdiri di dapur dengan wajah yang sulit di artikan.
"Puas kamu sudah ikut-ikutan memfitnah Anika! Jangan bermimpi ingin jadi istri ku yang sesungguhnya, karena itu semua tidak akan terjadi! " ucap Riko dengan sinis ketika melewati Delia.
Delia hanya bisa diam mendengar kata-kata suaminya yang sangat menyakiti hatinya. Ia sadar jika ia sudah salah memaksa orang tuanya untuk menikahkan ia dengan Riko dengan dalih hutang dan sebagai istri kedua, ia rela asalkan ia bisa memiliki Riko.
Tanpa disadari, Delia menangis karena Riko begitu membenci dirinya. Delia pikir, jika Riko mau menikahinya berarti pria tersebut bisa ia kuasai. Tapi nyatanya, sedikitpun suaminya itu tidak mau melirik nya, apalagi mau menyentuh dirinya.
Riko masuk ke kamar ia dan Anika. Ia mencari-cari Anika hingga ke kamar mandi, namun Anika tidak di ketemukan. Riko mendadak cemas dan panik jika Anika tiba-tiba saja menghilang. Ia berlari dari kamar nya ke ruang depan hingga akhirnya ia bernafas lega ketika melihat Anika sedang membeli rujak yang lewat di depan rumah mereka.
"Astaga sayang? Kenapa kamu gak bilang dulu kalau mau membeli rujak? Kamu bikin aku cemas tau gak? " ucap Riko yang berjalan menghampiri Anika.
"Gak penting juga aku ngomong sama kamu kalau mau membeli rujak! " jawab Anika ketus.
Riko hanya geleng-geleng kepala melihat istrinya masih bersikap cuek dan datar ketika ia tanya. Tapi Riko masih bersyukur karena Anika masih mau menjawab jika ia bertanya.
"Riko! Kurang ajar kamu ya? Bisa-bisanya kamu menyuruh Delia pergi dari rumah ini? " teriak Mama ny tiba-tiba dari dalam rumah.
"Apaaaa???? "
Bersambung...
__ADS_1
Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...
Selamat malam....