Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Pulang...!!!


__ADS_3

Terdengar jeritan kesakitan yang membuat siapapun yang mendengar nya menjadi merinding dan terdengar menyayat hati.


Darah berceceran menetes di lantai dari jari-jari kaki King Cobra yang di cabut kuku nya secara paksa oleh anak buah Arkan.


Tidak ada seorang pun yang di dalam ruangan penyiksaan itu menampilkan raut wajah kasihan melihat penderitaan King Cobra termasuk Arkan.


Berbeda dengan keadaan di luar ruangan, anak buah Tiger sudah gemetaran saling berpelukan mendengar jeritan pilu King Cobra dengan wajah pucat pasi.


"Ya Tuhan.... Selamatkan kami dari keadaan seperti ini! " ucap mereka dengan mata terpejam dan mulut komat kamit.


Angel yang melihat dari tempatnya tertawa ngakak sedangkan Tata geleng-geleng kepala melihat nyali anak buah nya.


"Kalian ini! Dengar begitu saja takut, itu resiko bergabung dengan kelompok seperti ini! Kalau kalian takut begini bagaimana bisa menghadapi musuh jika musuh menyerang! " omel Lion dengan nada mengejek.


"Kalau bertarung kami gak takut Bos! Tapi penyiksaan seperti ini yang aku gak kuat lihat nya, serem banget! " jawab salah satu dari mereka berdua membela diri.


"Iya Bos, denger nya aja mengerikan apalagi kalau kita lihat langsung! Bisa-bisa gak bisa makan kita selama sebulan karena kebayang terus keadaannya yang mengerikan itu! " jawab yang satunya lagi dengan bergidik ngeri.


Tidak ingin anak buah nya semakin ketakutan, Tata memberikan perintah pada Tiger melalui Lion untuk memberikan earphones nya pada sang suami.


"Lion, berikan earphones mu pada Tiger dan aku minta kau untuk membawa mereka berdua menjauh dari lokasi penyiksaan dan berikan mereka tugas yang lain agar mereka tidak trauma karena tidak semua orang mempunyai mental baja melihat hal yang seperti itu dengan kepala mereka sendiri. " perintah Tata melalui sambungan earphones nya.


"Baik Kak! " jawab Lion patuh.


Ia lalu melepaskan earphones dari telinganya dan memberikan nya pada Tiger.


"Ya Kak.. ?? " ucap Tiger begitu earphones sudah terpasang di telinganya.


"Masuk ke dalam dan berikan earphones ini pada suamiku! Aku ingin bicara dengan nya sekarang juga! " jawab Tata dari seberang sana.


Tiger langsung membuka pintu dengan kodenya dan Dave yang sedang asyik menyiksa King Cobra melihat Tiger dengan nada tidak suka dan baru mau membuka mulut hendak protes, Tiger yang mendekati nya langsung memasangkan earphones yang ia pegang ke telinga Dave tanpa takut dengan tatapan intimidasi Dave padanya.


"Mas.... ! " suara seseorang yang ia kenal di telinganya langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi lembut seperti biasa.


"Ada apa?? Kenapa wajah iblis nya berubah jadi anak kucing begitu? " bisik Arkan mendekati Tiger.


"Pawangnya yang bicara.. ! " jawab Tiger datar.


"Dasar Bucin.. ! Tapi bagus juga untuk di jadikan senjata! Kalau dia bertingkah kita bisa menggunakan Tata sebagai pelindung! He.. He... He... ! " sahut Arkan dengan terkekeh kecil.


"Iya sayang... Ada apa?? Kamu sudah bangun?? " jawab Dave dengan lembut.


"Mas kira aku lagi ngigau gitu? Cepetan pulang! Sudah main-main nya! Kalau gak pulang gak aku kasih jatah selama sebulan! " sahut Tata mengancam dari seberang sana.


"Eeh... Iya.. Iya.. Mas pulang! Serem amat ancamannya! Mas pulang sekarang! " jawab Dave panik dan langsung melepaskan earphones kemudian melemparkan nya pada Tiger.


"Arkan.. ! Masukkan bajingan ini ke dalam kardus atau kotak besar! Kirimkan pada Galang beserta rekaman video nya! Pastikan langsung Galang yang menerima nya! Aku mau pulang dulu, Ratu sudah keluar taringnya! " teriak Dave dengan memberikan perintah pada Arkan.

__ADS_1


"Kakak mendengar ucapan mu Mister! " sahut Tiger santai.


"Apa??? Oh, ****.... ! " umpat Dave langsung berlari keluar ruangan menuju ruangan istirahat Tata.


Arkan tertawa terbahak-bahak melihat Dave seperti ketakutan begitu dan Tiger hanya tersenyum tipis, sangat-sangat tipis setipis helai rambut.


Dave membersihkan belatinya dan seluruh badannya dengan handuk basah yang penuh dengan percikan darah dari King Cobra. Setelah yakin bersih dari darah ia langsung memakai pakaian nya hingga lengkap dan bergegas pergi dari markas tersebut sebelum istrinya bertambah berang.


Tata yang melihat keadaan suaminya dari layar laptop nya tertawa geli dengan suaminya yang kalang kabut keluar dari markas dengan terburu-buru.


Ia lalu mematikan sambungan telepon pada Angel dan mematikan rekaman CCTV pada laptop nya. Kemudian menyimpannya di tempat yang biasanya di lemari pakaian sebelum suaminya pulang.


Sambil menunggu suaminya pulang, Tata duduk santai di sofa yang ada di kamar mereka dengan membaca beberapa novel. Pinggangnya sudah tidak terlalu sakit jika berbaring dan hanya sedikit saja terasa ngilu jika di sentuh dengan tangan.


Dave akhirnya sampai di rumah setelah berkendara selama hampir 30 menit dari markas Tata dengan menggunakan mobil.


Ia langsung berlari menuju lantai kamarnya untuk menjumpai sang istri. Begitu ia membuka pintu kamar Tata yang duduk di sofa yang memintanya untuk mandi.


"Eits.... Mandi sana, bersih-bersih dulu! Aku gak mau ada bau amis darah tercium dari tubuh Mas seujung kuku pun! " ucap Tata dengan mengibaskan tangannya agar Dave pergi ke kamar mandi.


Dave patuh dengan wajah mengerucut memasuki kamar mandi. Tata pun bangkit menuju ruangan walk in closet mengambil pakaian untuk suaminya.


"Dasar suami mesum! Di ancam dengan jatah aja langsung ketakutan! Emangnya kiamat apa kalau gak di kasih jatah sebulan? Ada-ada aja kelakuan nya! " gumam nya saat di ruang walk in closet.


Ia meletakkan semua perlengkapan pakaian suaminya di atas sofa duduk tanpa sandaran di ruangan tersebut lalu keluar dari ruangan itu kembali duduk di sofa sambil membaca novel.


Dave selesai mandi dan hanya menggunakan handuk sepinggangnya keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan menetes di lantai.


"Iya sayang... ! Galak banget sih sama suami sendiri! " jawab Dave dengan mulut manyun.


"Biarin.. ! Keringkan sana rambutnya di walk in closet sekalian ganti baju! " perintah Tata tanpa melihat kearah suaminya.


"Ish.... Lebih mementingkan novel nya dari pada suami sendiri ! " sahut Dave mendengus sebel.


Tata tertawa cekikikan di balik novelnya, begitu sudah memastikan suaminya masuk ke ruang ganti, ia bergegas mengunci pintu kamar dan masuk ke kamar mandi.


Ia membuka semua pakaian nya dan hanya meninggalkan lingerie yang ia beli bersama Abeth dan Giselle yang berwarna hitam dengan tanpa pakaian dalam.


Ia memang sudah berniat memberikan servis untuk suaminya saat suaminya pulang. Tata membuang rasa malunya dengan memakai pakaian yang tidak pantas di sebut pakaian karena sangat tipis dan membuat semua bentuk tubuhnya terlihat jelas meskipun bewarna hitam.


Ia berjalan mengendap-endap memasuki ruangan walk in closet karena pintunya memang terbuka lebar. Dave yang sedang mengeringkan rambutnya tidak menyadari istrinya masuk dengan pakaian dinas.


Hap... Tata langsung menutup mata Dave yang sedang menunduk dengan kedua tangan nya seraya berbisik mesra di telinga suaminya.


"I love you honey... and i want you ! " bisik Tata dengan suara di buat mendesah di telinga suaminya.


Dave melepaskan tangan Tata yang menutup mata nya dan berdiri tegak berbalik ke belakang untuk melihat Tata. Ia langsung melotot dan bola matanya hampir keluar saking kaget melihat Tata memakai pakaian yang menerawang dan langsung membuat hasratnya bergejolak hebat.

__ADS_1


"Oh ****... ! Kau memang luar biasa sayang! Dengan senang hati aku akan menyerah kan diri! " ucap Dave dengan napas tercekat di tenggorokan nya karena darahnya menjadi panas dan mendidih melihat istrinya berdiri di depannya dengan pakaian dinas yang menggoda iman.


Tata tersenyum malu-malu melihat tatapan lapar suaminya dan dengan sekali angkat, Dave mengendong Tata dari depan hingga kulit tubuh nya menempel pada pakaian tipis Tata.


Tata mengunci kakinya di punggung Dave dan tangan nya bergantung di leher Dave dan mereka berdua bercumbu, berciuman dengan kasar dengan napas memburu. Saling *******, menghisap, dan saling perang bibir.


Ciuman yang menuntut lebih dan lebih hingga tanpa sadar Dave merobek lingerie tersebut hingga lepas semuanya dari tubuh istrinya dan mereka sama-sama polos dengan tanpa melepaskan ciuman mereka.


Ruangan walk in closet menjadi saksi bisu pertarungan suami istri dengan suara erangan, ******* keduanya memenuhi ruangan tersebut hingga pertarungan usai dari pasangan suami istri tersebut.


🌿🌿🌿


Arkan melakukan semua perintah Dave dengan menaruh tubuh King Cobra yang masih bernapas satu-satu di dalam sebuah kotak. Tubuh yang sudah tidak bisa di kenali lagi bentuknya karena seluruhnya penuh darah dan sayatan belati Dave.


Ia juga merekatkan kotak kecil berisi rekaman video penyiksaan King Cobra pada bagian atas kotak tersebut.


"Jadi gak sabar pengen lihat ekspresi tua bangka itu waktu melihat paket ini! Hi.. Hi... Hi... ! " ucap Arkan cekikikan dengan mengusap kedua telapak tangannya kemudian meniupnya.


Ia juga menempelkan kamera kecil yang ia selipkan di sela kotak dan di tutup dengan perekat yang senada dengan kotak tersebut agar tidak di curigai Galang.


Ia mengemas kotak seperti sebuah kado dengan di hiasi pita dan terlihat seperti kado berisi lemari es.


Ia kemudian menelpon anak buah nya yang mengawasi keberadaan Galang dan tangan kanannya Bima.


"Bagaimana?? Dimana tua bangka itu sekarang?? Pastikan kalau itu benar-benar dia! " ucapnya begitu panggilan nya terjawab dari seberang sana.


Arkan tersenyum lebar saat anak buahnya mengajarkan jika Galang berasa di sebuah gudang terbengkalai baru saja melakukan transaksi perdagangan wanita penghibur dengan klien dari China.


"Dasar tua bangka sialan! Kau seenaknya saja memperjualbelikan perempuan seperti berjualan kacang rebus! Tidak ada perasaan kemanusiaan dan hati nurani sama sekali! " ucap Arkan dengan geram dan wajah gelap begitu mendengar laporan anak buah nya.


Mata-mata dari Tata juga berada di sana dan merekam jelas transaksi tersebut dengan kamera khusus yang hanya ia seorang yang tahu.


"Kirimkan paket ini sekarang juga pada tua bangka itu, kita akan melihat reaksi nya ! Masih punya nyali kah ia bermain-main dengan Dave! " perintah Arkan pada anak buah nya yang sudah siap menerima tugas.


"Baik Bos... ! " jawab mereka patuh dan mengangkat kotak berisi King Cobra ke dalam mobil box yang memang sudah di persiapan sebelum nya.


"Apa kau juga ingin lihat tontonan live ini?? " Tanya Arkan pada Tiger yang masih berdiri tidak jauh dari tempat ia berdiri.


"Hmmmmmm... " Tiger hanya berdehem dan menganggukkan kepala saja.


"Ish, kau ini! Pelit sekali mengeluarkan suara! Iya... Gitu kan gak susah! " ucap Arkan mendengus sebel melihat reaksi Tiger.


**Bersambung...


Maaf jika cerita nya tidak sesuai ekspektasi kalian semua,karena semua ini sudah tertuang dalam kerangka cerita dan alurnya yang othor buat. Othor menggabungkan dengan keadaan dunia nyata yang tidak semua hal yang kita inginkan bisa kita dapatkan dengan mudah. Begitu juga dengan Tata yang hanya manusia biasa, jika othor langsung membuat Tata membasmi pemeran penjahat nya, cerita nya langsung tamat dong dan gak ada bagian seru yang membolak-balikan emosi pembaca. Di Indonesia kan harus ada korban dulu baru ada tindakannya ya kan🀭🀭🀭..


Selamat membaca dan selamat berakhir pekan bersama keluarga...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...


Lope-lope sekebon jagung 🌽🌽🌽**...


__ADS_2