Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Pengganggu....


__ADS_3

"Bapak.... ! " ucap Mami Sita dan kakaknya menunduk kan wajah mereka.


"He.... He... He... Eyang... Piis Eyang, gak kepo kok Yang.... Cuma penasaran aja! " ucap Abeth cengengesan.


Giselle ikut-ikutan nyengir di samping Abeth. Eyang kakung menggerakkan tangan nya tanda mereka agar menyingkir. Mami Sita dan kakak-kakaknya menyingkirkan diri mereka bersama Abeth dan Giselle.


Eyang kakung justru ikut-ikutan seperti mereka melongok kan kepalanya melihat atau lebih halusnya mengintip Dave yang sedang berusaha membujuk Tata. Mami Sita dan semuanya auto melongo dan tepuk jidat melihat Eyang kakung justru ikutan mengintip Dave dan Tata.


Tak mau ketinggalan, mereka semua pun ikutan mengintip sambil sikut-sikutan layaknya anak kecil.


Di ruang tamu, Dave masih berusaha membujuk istrinya dengan wajah seimut mungkin seperti anak kucing dan membelai paha istrinya agar cepat luluh. Tindakan Dave justru membuat Tata merasakan sensasi lain yang mendebarkan jantung.


"Aduhh ya ampun.... Mas Dave pakai elus-elus paha segala lagi! Gak tau apa tindakan nya itu bikin aku panas dingin! Rada-rada geli juga! Ini dia sengaja atau pura-pura gak sengaja kali ya? Mau aku singkirkan nanti di kira luluh lagi, tapi kalau gak di singkirkan bertambah geli! Benar-benar ini suami! " batin Tata dengan mata terpejam menahan geli.


"Sayang.... Kok diam aja sih! Kamu mau minta apa pun aku kabulkan, asal gak marah lagi dan izinin aku deket kamu! " ucap Dave lagi dengan asyik mengusap paha Tata.


"Ya Allah... Ini suami memang bikin gemes! Bisa gak sih tukar tambah! Dari tadi kan dia emang sudah dekat aku, elus-elus paha segala..... Pakai tanya pula lagi! Ih.... Rasanya pengen tak cubit pipinya saking geram nya! " batin Tata dengan tangan terkepal.


"Sayang.... Jangan diam aja! Ngomong dong.... Masa aku di cuekin dari tadi! Atau kamu mau minum jus? Aku ambilkan ya... " ucap Dave lagi dengan bangkit dari posisi nya mengambil segelas jus yang ada di atas meja.


"Alhamdulillah ya Allah... Lepas juga aku dari godaan durjana tangan suami! " gumam Tata lirih dengan napas lega tanpa di dengar Dave suaminya.


"Ini sayang, minum jus nya! Atau kamu mau makan aku ambil kan? " ucapnya dengan menyodorkan permukaan gelas ke mulut Tata.


Dengan sok jaim Tata meminum jus yang di sodorkan suaminya beberapa tegukan. Dave tersenyum senang karena Tata mau menerima pemberiannya.


Di sisi lain, tim yang mengintip saling sikut menyikut, dorong dorongan karena kepala mereka saling menghalangi satu sama lain untuk melihat.


"Yu, minggir sebentar! Mbak mau lihat si Bule! Berhasil gak dia merayu istrinya! " ucap Bude Ditha menarik tangan Mami Sita agar menyingkir.


Begitu Mami Sita menyingkir, Bude Rini cepat mengambil tempat membuat Bude Ditha geram. Ia lalu menarik Bude Wati agar menyingkir, tapi tidak berhasil karena Bude Wati berpegangan erat pada dinding.


Karena kesal Bude Ditha ikutan melongok kan kepalanya dengan posisi paling atas dekat kepala Eyang kakung.


"Mbak... Singkirkan rambut mu! Gak lihat aku! " ucap Bude Rini pada Bude Ditha.


"Bude yang singkirkan rambut Bude itu! Kecolok nih mata Abeth! " ucap Abeth ikutan protes.


"Rin... Jangan keluar kan semua kepala mu, gak kelihatan Mbak ini! " ucap Bude Wati ikutan protes.

__ADS_1


"Udah... Gak usah berisik! Nanti ketahuan kita! " tegur Eyang kakung geram.


"Sis, jangan keluarkan badan mu semuanya, gak nampak aku ! " ucap Giselle pelan pada Abeth dengan mendorong pelan tubuh Abeth agak ke dekat dinding.


"Jangan ganggu aku Sell! Nanti lepas ini pegangan aku! " jawab Abeth pelan karena ia hanya berpegangan pada bahu Bude Rini.


Mami Sita yang sudah tidak kebagian lagi hanya berdiam diri dengan tegak pinggang melihat pemandangan di depan mata nya saling rebutan hanya untuk mengintip Dave dan Tata. Tapi sejujurnya ia juga sangat penasaran, apakah Dave berhasil merayu Tata apa tidak.


Dave yang tadi nya duduk di bawah dekat kaki Tata berpindah tempat menjadi duduk di sebelah Tata. Ia merasa jika istrinya itu sudah luluh karena sudah mau menerima jus yang ia berikan tadi.


"Ngapain Mas duduk di sini! Sana, duduk di depan sana! " ucap Tata sewot dengan menunjuk sofa di seberang mereka pakai dagunya.


Melihat wajah jutek istrinya itu membuat Dave geram sekaligus gemes sehingga tanpa banyak bicara ia langsung meraih tengkuk istrinya dengan tangan kanan dan dengan posisi kepala miring ia memakan bibir manyun istrinya dengan sangat bringas.


Tata yang kaget langsung gelagapan berusaha melepaskan tautan bibir mereka, namun Dave semakin dalam menekan tengkuknya hingga ciuman nya berubah menjadi ******* yang memasuki rongga-rongga mulutnya membuat Tata yang tadinya agak berontak namun pasrah alias menerima ciuman suaminya dengan tangan memegang dada suaminya.


Tim yang mengintip langsung ikutan kaget dan reflek menutup mata lawan masing-masing. Seperti Eyang kakung menutup mata Bude Ditha, Bude Ditha menutup mata Bude Rini, Bude Rini menutup mata Bude Wati, Bude Wati menutup mata Abeth, Abeth menutup mata Giselle.


Mami Tata yang kepo langsung berdiri di sebelah Eyang kakung dengan semua badan terlihat dan langsung melihat ke ruang tamu dan melongo melihat adegan drama Korea di depan matanya. Ia reflek menutup mata Eyang kakung sambil berkata.


"Adegan 21+.....Jangan dilihat, nanti bikin panas dingin dan di bawah umur di larang meniru adegan ini! " ucap Mami Sita spontan.


"Berisik..... " pekik mereka bersamaan.


"Kalian pada ngapain sih di sini?? Kalian mengintip ya? " tuduh Dave dengan wajah sangat dongkol pada keluarganya.


"Eyang juga ngapain di sini? " tanya Dave lagi dengan memicingkan matanya dan kedua tangan terlipat di dada.


"Eyang gak ngapa-ngapain! Lagi jalan-jalan aja tadi dari taman! " jawab Eyang kakung dengan mata melihat ke atas.


Tata yang mengikut di belakang Dave langsung menunduk malu dengan wajah memerah seperti kepiting rebus karena ketahuan berciuman bersama suaminya di ruang tamu.


"Mami sama Bude juga! Ngapain berkumpul di sini! Kalian emang sengaja ya ngintip kami ! Kakak juga, kamu juga! " tunjuk Dave pada mereka semua dengan wajah kesal.


"Siapa yang ngintip,... ? Kita tadi lagi bersihin dinding ini yang kotor karena banyak sarang laba-laba! Giselle, ayo kabur! " elak Abeth dengan pura-pura memegang dinding dan langsung berteriak dengan menarik tangan Giselle berlari menjauh dari mereka semua.


Melihat Abeth dan Giselle sudah kabur duluan, Para Bude-Bude serta Eyang kakung langsung berlarian ke rumah bagian dalam begitu Dave membalikkan badannya ingin menginterogasi Bude-Bude nya serta Eyang kakung nya.


"Piis..... Mami juga gak ngintip kok! Cuma lihat sedikit aja! " ucap Mami nya dengan memberikan tanda sedikit dengan jari 🀏nya.

__ADS_1


Dave berkacak pinggang dengan menghela napas kasar melihat kelakuan Mami, Bude-Bude nya, Eyang nya yang merusak susana intim nya bersama sang istri tadi.


Tata tidak dapat lagi menyembunyikan tawa nya akhirnya meledak dengan tertawa terbahak-bahak melihat semua keluarga suaminya kabur setelah kepergok suaminya mengintip termasuk sang Eyang.


"Ha.... Ha.... Ha... Ha.... " Tata tertawa sambil memegang perutnya.


Melihat istrinya tertawa terbahak-bahak, Dave tersenyum smirk yang membuat Tata langsung menghentikan tawa nya dan berjalan mundur dengan kedua tangan di depan seakan menghalangi Dave untuk mendekatinya.


"Ma-mas mau apa?? Ja-jangan mendekat! " ucap Tata dengan suara terbata-bata karena gugup dan takut dengan seringai yang di tersungging di bibir suaminya.


"Gak ngapa-ngapain kok... ! " jawab Dave santai dengan berjalan mendekati istrinya.


Tata terus berjalan mundur dengan kedua tangan di depan seperti mendorong saat Dave terus menerus mendekatinya. Dan dengan sekali tangkapan, Dave berhasil merengkuh tubuh istrinya dan tanpa ampun menggelitik perut istrinya hingga Tata menjerit kegelian.


"Hentikan Mas! Hentikan! Ha... Ha.. Ha... Geli Mas.... Hentikan! Geli Mas... " pekik Tata tertawa kegelian.


"Ini hukuman nya karena kamu senang saat mereka mengganggu acara kita! Iya kan! " ucap Dave tanpa ampun terus menggelitik pinggang Tata.


"Ampun Mas ampun.... ! Geli banget Mas, sumpah!... Nanti aku pipis loh di celana! " ucap Tata lagi dengan meronta ingin di lepas kan.


Mendengar ucapan istrinya Dave langsung melepaskan gelitikan nya pada pinggang Tata, tapi ia tidak melepaskan rengkuhannya pada pinggang istrinya. Ia mendekap erat tubuh mungil Tata dengan tangan kirinya yang kekar. Dengan lembut ia mencium kening Tata agak lama, kemudian mengusap pelan bibir Tata dengan jempol kanannya.


"Begini lah yang Mas mau! Melihat kau tertawa bahagia! Mas bisa gila sayang jika melihat mu marah dan merajuk seperti tadi! Mas sangat mencintaimu! Dan sekali pun Mas tidak pernah terpikir untuk berpaling dari mu, sayang! Berjanjilah untuk selalu hidup bahagia bersama Mas, sayang! Bersama-sama melewati rintangan yang menerobos masuk di antara kita berdua! I Love you so much, My Ruby! " ucap Dave sungguh-sungguh dari lubuk hatinya.


Mata Tata berkaca-kaca melihat kesungguhan dari manik mata suaminya. Sejujurnya tadi ia begitu takut dan trauma jika Dave berpaling darinya seperti mantan suaminya dulu yang tergoda perempuan lain. Terlebih lagi saat ini posisi ia masih sama seperti ia menikah dengan Dika, yaitu masih belum memberikan hak Dave sebagai seorang suami karena keadaan mereka masing-masing.


"Maaf ya Mas, udah bersikap kekanak-kanakan tadi ! Tata percaya kok dengan perasaan cinta Mas untuk Tata! I love you so much my husband! " balas Tata dengan memberikan kecupan di pipi suaminya.


Dave tersenyum bahagia, ia menatap istrinya dengan penuh arti. Perlahan ia mengusap bibir ranum istrinya dengan jempol nya, dengan gaya slow motion ia mendekatkan bibirnya pada bibir istrinya dan pada saat bibir keduanya hampir bersatu, tiba-tiba terdengar teriakan yang memekakkan telinga mereka berdua.


"Astaghfirullah hal adzim.... Ya Allah.... Ya Tuhanku.... ! Jangan kalian pertontonkan adegan mesum kalian yang dapat menodai mata suci ku ini! " pekik Arkan dengan suara menggelegar bagaikan gemuruh petir.


"Bacot...... ! " balas Dave ikut berteriak dengan kencang dan tangan terkepal.


Bersambung...


Hah...... Arkan datang di saat yang tidak tepat😠😠... Bikin Dave jadi makin keluar asap dari lubang telinga dan lubang hidung😀😀🀯🀯🀯..


Ini bukan salah othor ya readers...

__ADS_1


Salahin Arkan aja yang nongol tiba-tiba 😬😬😬...


KaburπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈ...


__ADS_2