
Suster Mila mondar-mandir di depan pintu ruang rawat Tata. Ia menghela napas lega saat melihat Dave berlari ke arahnya bersama Arkan dan Angel.
"Ya Allah Tuan.. !! Saya lega anda sudah datang! Maaf jika saya mengunci Nona dari luar, saya bingung harus bagaimana lagi mencari cara untuk menahan Nyonya pergi! " ucap Suster Mila dengan menunduk ketakutan.
Tubuhnya bergetar hebat dan ia menundukkan wajah nya takut dengan amarah Tuan nya atas sikap lancang nya tadi.
"Tidak apa-apa!! Terimakasih sudah bertindak sejauh ini mencegah istriku! Kembalilah ke ruangan si kembar! " jawab Dave dengan nada datar.
Suster Mila mengangguk dan memberikan kunci ruangan Tata. Dave membuka kunci pintu ruangan tersebut dan mendapati istrinya duduk diam di atas bed nya dengan aura yang dingin dan penuh intimidasi yang kuat.
"Gilak!! Kuat banget auranya!! Serem banget bini nya Dave kalau udah marah!! " batin Arkan dengan nyali menciut.
"Ya Tuhan!! Mudah-mudahan kakak gak lepas kendali!! " batin Angel komat kamit berdoa.
"Angel!! Bawa bajingan itu ke hadapan ku sekarang!! Aku harus buat perhitungan dengan laki-laki durjana itu!! " perintah Tata dengan nada dingin.
"I-iya Kak! Hari ini akan di bawa Oppa Tiger ke Jakarta!! " jawab Angel gugup.
"Secepatnya Angel!! Aku tidak mau menunda lebih lama lagi!! Kau paham!! " ucap Tata lagi dengan dingin.
"Siap Kak!! " jawab Angel lagi dengan keras.
Ia langsung menghubungi Tiger dengan ipad nya agar membawa Sandi ke Jakarta saat ini juga. Dave masih berdiri melihat istrinya yang tampak berbeda dengan menghela napas pelan.
Dave memutuskan mendekati istrinya, ia berjalan dan menyentuh lembut bahu istrinya. Tata tidak bergeming dan pandangan matanya tetap fokus ke dinding meski sebenarnya ia menyadari kehadiran sang suami.
"Jangan seperti ini sayang!! Ingat jika kau belum pulih pasca melahirkan!! Mas tidak mau kau kenapa-napa nantinya!! Pikirkan lagi dengan kepala dingin apa yang ingin kau lakukan pada Abang mu!! Jangan sampai kau menyesal di kemudian hari karena bagaimana pun juga kalian berdua lahir dari rahim yang sama meskipun beda ayah!! " ucap Dave dengan lemah lembut.
Tidak ada jawaban tapi air mata Tata mengalir deras di pipinya tanpa bersuara. Dave merengkuh tubuh Tata dalam pelukan nya. Hatinya sakit dan nyeri melihat istrinya kembali menangis tanpa suara. Dave membelai bahu Tata guna memberikan dukungan dan kekuatan psikologis.
"Haduh, cari mati rupanya Abang nya Bos elu!! Gue gak tau apa yang dilakuin Tata waktu ketemu Abang nya nanti! " bisik Arkan pada Angel yang duduk nya berdekatan.
"Entah lah Pak! Rasanya aku juga gak bisa nebak apa yang akan kakak lakukan nanti sama Abang nya! Kemungkinan besar sih pasti di hajar, secara kakak kan emosi banget! " jawab Angel juga berbisik.
Mereka berdua bicara berbisik bukan bisik-bisik tetangga, tapi bicara agak pelan yang hanya mereka berdua yang dengar. Jadi masih tergolong agak berbisik lah.
Cukup lama Tata menangis tanpa suara dalam pelukan suaminya. Dave yang sadar kalau Tata belum makan langsung mengurai pelukan nya.
"Arkan!! Beli makan siang untuk kita !! Jangan lama-lama!! " perintah Dave dengan memberikan uang merah beberapa lembar.
"Oke!! " jawab Arkan patuh.
"Makan dulu ya sayang!! Tuh jatah makanan kamu belum di makan, pasti udah dingin! Kalau kamu gak mau, tunggu makanan dari Arkan aja! " pinta Dave dengan lembut.
Tata tidak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya. Ia menyeka ingus nya dengan tisu akibat menangis tadi.
Matanya bengkak, hidung nya merah, dan kepala nya agak pusing.
"Baring aja Mas! Pala ku pusing! " ucap Tata dengan suara serak.
Dengan sigap Dave membaringkan Tata dan memberikan selimut hingga pinggang sang istri. Ia mengecup lembut kening Tata dan duduk di kursi yang ada di samping bed.
__ADS_1
Tata memejamkan matanya berusaha mengusir rasa amarah, kecewa dan menyesal dalam hatinya akan nasib kakak ipar nya beberapa tahun yang lalu. Mengingat semua penderitaan itu membuat air mata nya kembali keluar meski berkali-kali ia tahan.
Isi video yang di lihat Tata..
Seorang wanita di tarik paksa memasuki sebuah kamar. Wanita tersebut meronta dan memohon untuk di lepaskan. Tapi laki-laki itu tuli dengan permohonan wanita tersebut. Ia tetap memaksa menarik wanita itu ke dalam kamar bahkan terkesan menyeretnya seperti binatang.
"Kau tak kan kemana-mana Soraya!! Kau milikku!! Akhirnya kesampaian juga kau menjadi milikku!! Laki kau yang bodoh tu sudah menjual kau pada ayahku untuk jaminan hutang nya! Jangan belagak dak mau kau Soraya, karena kalau tak anak kau aku jual juga! " ancam laki-laki itu dengan menyeringai bangga.
"Ampuni saya Tuan!! Jangan jual anak-anak saya!! Saya mohon lepaskan saya dan anak-anak saya Tuan!! Kami tidak ada hubungan dengan hutang-hutang suami saya!! Saya mohon Tuan!! " jawab wanita itu dengan wajah menangis ketakutan.
"Tak kan pernah aku lepaskan kau Soraya! Kau milik aku!! Cepat kau masuk!! " bentak laki-laki itu dengan kasar mendorong wanita tersebut masuk ke dalam kamar.
Setelah itu ia langsung mengunci pintu kamar dan wanita itu berlari menuju pintu minta di bukakan sambil menggedor nya dengan keras.
"Gedor lah sekuat tenaga kau Soraya! Tak kan ada yang berani mengeluarkan kau dari bilik ni!! " ucap laki-laki itu dengan tersenyum miring.
Ia kembali berjalan mendekati perempuan itu belakang pintu. Wanita itu ketakutan dan tubuhnya bergetar hebat melihat wajah menyeramkan laki-laki yang senyumnya membuat dirinya muak dan benci.
"Ja-jangan mendekat!! Jangan mendekat Tuan!! " ucap Wanita itu dengan wajah ketakutan.
"Kenapa kau takut Soraya!! Dah lama aku mengagumi wajah cantik kau ni!! Setiap malam aku selalu berkhayal kau tidur di bawah kungkungan ku hingga membuat aku bahagia menikmati tubuh cantik kau ni!! Sekarang khayalan ku kesampaian!! Malam ni kita berdua akan melewati malam yang panjang dengan penuh cinta! Hahahaha... " ucap laki-laki itu dengan menyeringai mesum menatap wanita itu.
Perut wanita itu tiba-tiba mual melihat wajah penuh nafsu laki-laki di hadapan nya. Ia semakin takut akan nasib dirinya karena tidak ada yang bisa menolong nya dari situasi berbahaya ini.
Laki-laki itu membelai rambut panjang Soraya dan mencium nya dengan lembut yang langsung membuat Soraya reflek mendorong nya dan berlari menjauh dari laki-laki itu.
Namun naas nya pergerakan Soraya dibaca laki-laki itu, dengan gesit ia menarik tangan Soraya hingga ia berhasil menahan nya dan memeluk tubuh Soraya dari belakang. Tubuh Soraya bergetar hebat saat laki-laki itu tanpa tau malu menciumi leher belakang Soraya dengan penuh nafsu.
"Aku mohon jangan Tuan!! Lepaskan saya !! Saya tak nak berbuat dosa!! Saya sudah punya suami!! Lepaskan saya Tuan!! " ucap Soraya dengan isak tangis memeluk dadanya.
"Nampak nya kau tak bisa di ajak bercakap baik-baik ya Soraya!! Kau cuma milik aku dan mulai hari ini kau melayani aku sampai aku puas!! " teriak laki-laki itu dengan wajah penuh amarah.
Soraya bergetar ketakutan melihat wajah menyeramkan kan laki-laki itu. Tubuhnya gemetaran saat melihat laki-laki tersebut mendekati nya dengan seringai iblis. Dengan sekali hentakan tubuh kaku Soraya masuk dalam pelukan nya. Ia lalu mendorong kasar tubuh tersebut ke arah ranjang besar yang ada dalam kamar itu hingga ter telungkup di atas nya.
"Ctas... "
"Aakkhhh... "
Bunyi cambuk yang mendarat di punggung Soraya dan bunyi teriakan Soraya yang kesakitan serempak bergema di kamar tersebut. Laki-laki tersebut tertawa girang seakan-akan itu adalah permainan yang menarik.
Air mata semakin deras mengalir di pipinya menahan perih pada punggung nya.
"Ctas... ! Aakkhhh... !
"Ctas... ! Aakkhhh... !
"Teriakan mu membuat aku semakin bergairah sayang!! Kau pintar membangkitkan hasrat ku!! " teriak laki-laki itu dengan tertawa bahagia.
Laki-laki itu langsung menanggalkan semua pakaian nya dan menarik kasar pakaian Soraya dari belakang yang sudah robek akibat cambukan tadi. Dengan kasar ia memasuki rudalnya tanpa pemanasan pada Soraya hingga membuat Soraya menjerit kesakitan. Suara teriakan kesakitan Soraya tidak membuat aksi laki-laki itu berhenti, justru ia semakin bersemangat memasuki inti tubuh Soraya dari belakang.
Tidak puas dari situ, ia membalikkan tubuh Soraya dan menariknya ke atas kepala ranjang. Ia lalu turun dan mencari sesuatu di dalam lemari. Ia tersenyum menyeringai sambil memegang dua buah dasi yang ia ambil tadi.
__ADS_1
Tanpa belas kasihan ia mengikat tangan Soraya sebelah dengan tumpuan sisi ranjang sebelah kanan. Begitu juga tangan yang satunya di ikat dengan tumpuan ranjang sebelah kiri.
"Plak... Plak... " dua buah tamparan pada pipi Soraya hingga membuat sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan sedikit darah.
Laki-laki tersebut semakin tertawa kencang dan dengan penuh semangat mencumbu tubuh Soraya yang sudah babak belur dengan penuh nafsu. Air mata tidak henti-hentinya mengalir di pipi Soraya saat mendapat siksaan seksual dari laki-laki yang bukan suaminya.
Ia hanya bisa pasrah dengan tubuh lemah nya saat laki-laki itu lagi-lagi memasuki tubuhnya secara buas seperti binatang. Terkadang terdengar umpatan vulgar yang kotor keluar dari mulut laki-laki itu saat ia mengerang penuh nikmat menggagahi perempuan yang tak berdaya ini. Ia bahkan tak segan-segan menjambak rambut Soraya mengekspresikan kebahagiaan nya berhasil menikmati tubuh perempuan yang ia inginkan selama ini.
Semenjak saat itu Soraya menjadi pelampiasan hasrat laki-laki itu kapan pun ia mau hingga akhirnya ia nekad kabur bersama kedua anaknya dengan bantuan salah satu pelayan di rumah itu yang kasihan dengan nasib Soraya.
Semua yang di alami Nada atau Soraya tidak pernah hilang dari pikiran dan benak Tata. Gambaran tersebut selalu datang seperti sebuah film yang terus bermain di pikiran nya hingga terbawa mimpi.
Dave yang sedang makan siang bersama Arkan dan Angel menjadi kaget mendengar teriakan Tata.
"Jangan pukul.. !! Jangan siksa dia!! Jangan!! " pekik Tata dengan mata terbuka dan tubuh bermandi keringat.
"Astaghfirullah sayang!! Kamu mimpi buruk?? Ayo minum dulu!! " ucap Dave cemas dan mengambil kan botol air yang ada pipet nya.
"Sudah mendingan?? " tanya Dave lagi dengan mengelap keringat di kening istrinya.
Tata hanya mengangguk dan berusaha menormalkan detak jantung nya yang menggila.
"Berapa lama aku tertidur?? " tanya Tata dengan pelan.
"Hampir sejam yank! Mau makan?? Udah lewat waktu makan siang mu!! Si kembar butuh Asi mu yank! " ucap Dave lagi menawarkan Tata makan.
"Ssshhhh... " desis Tata yang memegang dadanya yang ternyata sudah mengeras karena penuh.
"Pompa Asi aja dulu Mas!! Kencang dan nyeri banget ini!! " jawabnya pelan.
Mengerti akan ucapan Tata, Arkan pamit keluar karena makan nya juga sudah selesai. Angel juga demikian, meskipun ia perempuan tapi ia sungkan dan malu melihat Tata memompa Asi dan berakhir ikut keluar menunggu bersama Arkan.
Tiba-tiba ipad Angel berbunyi yang menandakan masuknya sebuah pesan.
"Pak, Oppa Tiger sudah sampai di bandara!! Sekarang mereka sedang menunggu antrian untuk turun! Dia tanya mau di bawa kemana tawanan itu?? " ucap Angel memberitahu Arkan.
"Bilang aja tunggu sebentar di bandara, Tata masih memompa Asinya dan lagi pula ia belum makan siang! Jika kita masuk dan memberitahu kedatangan Tiger takutnya ia tidak mau makan dan ngotot mau bertemu langsung pria itu! " jawab Arkan dengan penuh pertimbangan.
"Iya juga ya.. Kakak itu orang nya keras banget! Ya udah kalau gitu selesai kakak makan aja kita kasih tau! Aku mau balas pesan Oppa dulu! " ucap Angel juga setuju.
Ia pun membalas pesan Tiger sesuai yang di katakan Arkan.
Sementara itu di kediaman Ryder, ibuk Tata tiba-tiba merasa gelisah dan cemas secara bersamaan. Sehabis sholat dzuhur hatinya tidak tenang, meskipun ia bawa berdzikir namun ia tetap tidak tenang dan merasa gelisah.
"Ya Allah.. Kenapa perasaan ku jadi gak enak gini?? Aku sangat gelisah dan cemas seakan-akan terjadi sesuatu yang mengerikan!! Ya Allah.. Semoga tidak terjadi apa-apa pada cucu-cucu ku dan juga Tata!! Lindungi mereka semua ya Allah! " ucap Ibuk dengan sepenuh hati.
Karena hati dan pikiran nya makin tidak tenang, ia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit. Ia lalu memberitahu Mak Ijah agar ikut bersamanya ke rumah sakit.
Setelah berpamitan pada penghuni rumah, Ibuk dan Mak Ijah berangkat ke rumah sakit dengan membawa makanan buatan Mbok Sum untuk Tata. Sekalian menyampaikan pesan besan nya yang juga akan ke rumah sakit nanti malam bersama Eyang nya Dave.
"Nyah, apa terjadi sesuatu pada Non Tata atau pada si kembar?? " tanya Mak Ijah dengan agak bingung.
__ADS_1
"Gak tau Jah! Hanya saja perasaan ku gak enak gini!! Aku takut terjadi sesuatu pada si kembar atau Tata! Makanya aku ke rumah sakit untuk memastikan nya! Mudah-mudahan ini hanya perasaan ku aja! " jawab Ibuk dengan hati gundah.
Bersambung..