Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
71. Anika hamil


__ADS_3

Melihat anaknya menangis sambil bersimpuh membuat Mama Delia ikut turun tangan membujuk menantunya.


"Nak Riko, tolong cabut kata talak mu untuk Delia! Mungkin ia memang salah sudah menduakan mu, tapi Mama yakin jika ia tidak sengaja melakukan semua itu, Mama Mohon, Nak Riko?Kasihan bayi yang tidak bersalah itu, Nak? " pinta Mama Delia dengan memohon mengatup kedua tangannya di dada.


"Sekarang katakan dengan jujur, berapa usia kandungan mu itu? " Tanya Riko dengan datar.


Delia yang tadinya meraung-raung langsung terdiam mendengar pertanyaan Riko.


"Kenapa diam saja, ayo jawab? " bentak Riko kesal.


"Du-dua bulan setengah... " jawab nya dengan terbata-bata.


"Ha... Ha.... Ha... Kalian dengar sendiri kan usia kandungan nya! Padahal kami baru menikah satu bulan setengah, dan usia kandungan nya sudah dua bulan setengah. Itu berarti aku menikahi mu dalam keadaan hamil?? Benarkan?? " ucap Riko dengan tertawa miris.


"Astaghfirullah hal adzim... " ucap orang tua Riko dan Delia bersamaan.


Mama Delia langsung terduduk terkulai lemas mendengar jawaban anaknya. Ia benar-benar tidak punya muka lagi untuk mengangkat wajahnya, begitu juga dengan suaminya yang tidak bisa berkata apa-apa karena putrinya sudah mencoreng mukanya dengan tinta hitam.


"Mama lihat! Perempuan yang Mama banggakan seperti ini kelakuannya! Hamil dengan laki-laki lain, tapi memaksa aku menikahinya sehingga membuat istriku sedih, kecewa dan sakit hati karena mengira aku mengkhianati nya. Bahkan Mama dengan tega mengusir istriku yang malang hanya demi perempuan licik ini! " tuding Riko pada Mama nya dengan raut wajah sedih dan kecewa.


"Mama tega membuat istriku luntang lantung di jalanan seorang diri hanya demi perempuan ****** ini! Ucapan ku masih berlaku untuk Mama saat itu, aku mengharamkan Mama datang ke rumah ini dan aku mengharamkan diriku datang ke rumah Mama sampai Anika di temukan dan kembali ke rumah ini! Aku tidak perduli di cap anak durhaka karena orang tua ada juga yang durhaka kepada anaknya. Tidak pernah terbesit di kepala ku untuk bersikap dan berkata kurang ajar sama Mama, tapi Mama yang memintanya dengan menghancurkan rumah tangga ku! Apa Mama tidak tahu jika surga ku ada pada Mama, tapi aku tidak akan masuk surga jika aku mendzolimi istri ku sendiri, dan itu karena Mama! " curhat Riko mengeluarkan uneg-uneg nya dengan menangis pilu.


Bi Sur menangis mendengar curhatan isi hati Riko dan Mama Riko hanya bisa diam dan menangis mendengar kata-kata anaknya.


Ia masih tidak menyangka perempuan yang ia kira baik dengan tega membohongi nya mentah-mentah. Ia ingin bicara, tapi lidahnya terasa kelu seakan-akan tidak mengizinkan ia berbicara, cukup mendengarkan saja.


Papa Riko mendekati anaknya, memeluk erat tubuh Riko dan tangis Riko langsung pecah di pelukan Papa nya. Papa nya menepuk-nepuk pelan punggung Riko mencoba menenangkan nya. Ia juga kecewa dengan tindakan istrinya yang dengan tega mengusir menantunya yang tidak melakukan kesalahan sedikit pun.


"Silakan bawa perempuan itu pergi dari sini! Aku tidak ingin melihat wajah nya di rumah ini! " ucap Riko setelah lepas dari pelukan Papa nya.


Namun Delia benar-benar tebal muka, atau lebih sering di bilang bermuka tembok. Ia masih mengemis-ngemis tidak mau di ceraikan.

__ADS_1


"Aku mohon Mas, kasihanilah anak dalam kandungan ku ini! Bagaimana bisa kamu tega mengusir aku yang dalam keadaan hamil ini!! Aku mohon Mas!! Jangan ceraikan aku! " sahut Delia dengan bersimpuh dan memeluk erat kaki Riko sambil menangis.


Riko memejamkan matanya sambil menarik nafas karena lagi berusaha mengontrol emosinya agar tidak melakukan tindak kekerasan di luar batas karena yang akan di sakiti adalah seorang wanita.


"Pergilah selagi aku meminta secara baik-baik! Sebelum aku melakukan kekerasan dengan melempar mu keluar dari rumah ini! " jawab Riko dengan dingin dan tangan terkepal erat.


Setelah mengatakan itu, ia melepaskan kaki nya secara paksa dari pelukan Delia dan berjalan menuju kamarnya menutup pintu kamarnya dengan keras pertanda ia begitu marah dan kesal.


"Ayo Ma, kita pergi dari sini! " ajak Papa Riko singkat dan langsung berjalan keluar tanpa menghiraukan mantan besan nya karena Riko menikah dengan Delia juga di bawah tangan, alias hanya nikah siri.


Mama Riko menatap pintu kamar anaknya dengan tatapan nanar dan menyesal, kemudian langsung berbalik menyusul suaminya untuk pulang ke rumah mereka.


"Bereskan semua pakaian mu! Dan segera pergi dari rumah ini jika kau masih punya rasa malu! " ucap Papa nya Delia dengan raut wajah kecewa sambil memapah istrinya yang masih terkulai lemas berjalan menuju mobil mereka.


Dengan berat hati, Delia menuruti ucapan Papa nya dan pergi ke kamarnya, namun belum sampai di pintu kamar, Bi Sur sudah berdiri dengan sebuah koper di depan pintu kamarnya


"Saya sudah membereskan semua pakaian, make up Mbak Delia sesuai perintah Tuan Riko! " ucap Bi Sur dengan nada datar.


Di sebuah rumah sakit.


Kadir membawa Anika ke rumah sakit setelah Anika di temukan Kayla pingsan di kamar mandi.


Ia mondar-mandir di depan pintu pemeriksaan karena cemas dengan keadaan adiknya.


"Ceklek... " pintu terbuka dan Dokter keluar dengan wajah bahagia.


"Dokter, bagaimana keadaannya? Apakah penyakitnya serius? " tanya Kadir dengan wajah cemas.


"Apa anda suaminya?? " Tanya Dokter balik.


"Bukan Dok, saya abangnya. Ia adik kandung saya dan suaminya masih di luar kota. " jawab Kadir masih cemas.

__ADS_1


"Oh, saya kira suaminya! Selamat ya Pak, anda akan menjadi paman! Adik anda hamil ! Silahkan bawa periksa di dokter kandungan biar lebih jelas keadaannya. " jawab Dokter tersebut dengan wajah ramah.


"Alhamdulillah ya Allah, Anika Hamil ! " ucap Kadir penuh syukur.


Ia lalu masuk kedalam ruang periksa dan membantu Anika untuk turun dari tempat tidur dan mendudukkannya di kursi roda yang sudah di sediakan perawat rumah sakit untuk pergi ke poli kandungan.


Ketika baru saja keluar dari ruang dokter umum, seseorang memanggil dari belakang.


"Anika!! Bang kadir!! " teriak seseorang dari arah belakang.


Kadir berputar 180derajat ke belakang untuk melihat siapa yang memanggilnya.


"Nana/ Kak Nana... " teriak mereka berbarengan.


Ternyata yang memanggilnya adalah Nana yang baru saja selesai menjenguk sahabatnya yang baru aja melahirkan.


"Anika, Bang Kadir mau kemana?? " tanya Nana setelah menyalami tangan Kadir.


"Mau ke sana! " tunjuk Anika ke papan nama yang bertulis poli kandungan.


"Poli kandungan?? Kamu hamil Ka??? " tanya Nana masih kepo.


"Kata dokter umum sih iya Kak! Makanya aku kesini untuk memastikannya! " jawab Anika pelan.


"Alhamdulillah kalau kamu hamil ! Oh ya, ngomong-ngomong Riko mana?? " tanya Nana dengan heran sambil celangak celinguk melihat kiri kanan.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat berakhir pekan readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...

__ADS_1


__ADS_2