
"Semangat banget tuh Ibu-ibu nawarin kamu ngajar di kampus! " celutuk Dave setelah Dosennya Tata tadi turun dari panggung.
"Kenapa Mas? Mas gak boleh kalau aku balik lagi jadi Dosen kayak waktu masih di Medan dulu? " tanya Tata balik pada suaminya.
"Bukan gak boleh sayang, hanya saja Mas gak suka aja kalau kamu ngajar pasti ketemu daun-daun muda alias brondong yang masih fresh-fresh nya! Mas gak mau kamu tergoda para brondong itu! Ngebayangin nya aja udah gregetan, apalagi menghadapinya langsung! " jawab Dave dengan ketus.
"Hahaha... Seru juga tuh Mas kalau ada brondong muda kesengsem sama aku! " ucap Tata malah tertawa kecil.
"Coba aja kalau dia berani! Mas pindahkan nanti kakinya di atas kepala kalau berani deketin kamu! " sahut Dave dengan raut wajah menyeramkan.
"Ish, serem amat ancamannya! Lagian kan belum tentu ada yang seperti itu, yang mendekati dosennya yang sudah menikah! Ih, ganti napa ekspresi nya itu Mas! " ucap Tata dengan mencubit pipi Dave geram.
"Cium dulu! " ucap Dave tanpa di duga Tata.
"Apa??? Mas ih, keterlaluan bercandanya! Ingat loh Mas, kita ini sekarang jadi pusat perhatian semua orang! Masa iya berbuat mesum di depan orang banyak... "
"Cup.... ! "
"Mas.... !! Bikin malu aja! " pekik Tata pelan dengan pipi bersemu merah malu karena Dave mengecup bibirnya sekilas saat ia sedang bicara.
"Kamu terlalu banyak bicara sayang! Mas gemes jadinya! Kalau gak di tempat ramai seperti ini udah Mas makan abis itu bibir mu! " sahut Dave dengan mengedipkan matanya.
Tata memalingkan mukanya ke samping karena malu mendengar kata-kata ajaib yang keluar dari mulut manis suaminya.
"Mas merindukan mu sayang! Merindukan jeritan indah mu saat berada di bawah kungkungan Mas! Mas rindu saat melihat wajah puas mu penuh dengan keringat! Rasanya pengen Mas bawa kabur kamu sekarang ini sayang.. ! " bisik Dave di telinga Tata.
Hembusan napas Dave di telinga nya membuat detak jantung Tata ketar ketir. Ia memalingkan lagi wajahnya ke kanan dengan pipi bersemu merah. Sejujurnya ia merasakan hal yang sama dengan sang suami, seminggu tidak bertemu membuat nya sangat merindu, dan ia sebisa mungkin menahan semua itu karena sedang pesta seperti ini.
Tata menggigit bibir bawahnya dengan kedua tangan saling meremas erat.
"Jangan menggoda Mas dengan menggigit bibir mu itu, sayang! Kamu mau Mas khilaf di sini?? " bisik Dave lagi dengan sengaja meniup telinga istrinya.
"Mas ih... Apaan sih! Siapa yang menggoda Mas? Gak usah bisik-bisik napa, malu tahu di lihat orang-orang! " jawab Tata dengan mencubit gemes lengan suaminya.
Cubitan yang tidak berarti apa-apa karena lengan Dave begitu keras. Obrolan mereka terhenti dengan datangnya para tamu undangan ke atas panggung untuk memberikan selamat kepada kedua pasang pengantin. Tata dan Dave berdiri lagi menyambut tamu yang ingin bersalaman dengan mereka.
Sama hal nya dengan Dave, Henry di buat kesal dengan ucapan mantan kekasih Abeth sewaktu masih seragam Abu-abu dulu.
"Selamat ya Eliza... ! Gak nyangka kalau kamu udah maju selangkah dari aku! Aku aja masih stuck di tempat karena masih mengharapkan kamu! " ucap seorang pria saat menyalami Abeth.
"Come on Ben.. ! Move on, move on.. ! Masa iya udah bertahun-tahun kamu masih tetap di masa lalu! Seingat aku dulu banyak cewek-cewek cantik yang dulu lengket sama kamu! Gak mungkin gak ada satupun yang cocok jadi partner hidup kamu! " jawab Abeth dengan wajah tidak percaya.
"Gak ada yang kayak kamu Eliza... ! Makanya aku masih mengharapkan kamu! Aku siap kok menunggu jandamu! " sahutnya lagi dengan mengedipkan matanya.
"Kampret lu... Sembarangan kalau ngomong! Kamu doain suami aku mati! " jawab Abeth dengan mengepalkan tangannya karena kesal.
__ADS_1
"Sensi amat... becanda aku, becanda! Btw selamat ya semoga samawa.. ! Hehehehe... " ucap nya dengan nyengir sembari turun dari atas panggung pelaminan.
Mereka tidak menyadari jika wajah Henry sudah memerah karena kesal dan omongan mereka.
Mereka bicara masa lalu tanpa melihat kalau wajah Henry sudah merah padam seperti ingin menguliti pria yang di panggil Ben oleh istrinya itu.
"Sudah reunian nya sayang! Seneng sekali aku lihat ketemu mantan terindah, sampai di tungguin janda nya lagi! " sindir Henry dengan asap keluar dari hidung dan telinganya.(kayak di kartun gitu kan, kalau marah keluar asap dari hidung dan telinga🤭)
"Mati aku... ! " umpat Abeth dalam hatinya.
"Siapa yang seneng?? Aku biasa aja, sayang! Kamu sensitif banget sih?? Omongan si Ben gak usah di ambil hati, orang dianya emang seperti itu dari dulu alias lebay.. " jawab Abeth mencoba tetap santai.
"Oh ya... Kamu kok juga masih ingat dia seperti apa waktu dulu? " sindir Henry lagi dengan wajah tidak percaya.
"Ih apaan sih! Masa yang kayak Ben aja di cemburuin! " jawab Abeth gemes dengan mencubit gemes pipi suaminya.
"Aku gak suka kamu tersenyum lebar seperti itu pada laki-laki lain! Karena kamu sudah bikin aku marah, nanti malam kamu aku hukum! " ucap Henry dengan wajah datar.
"Tega banget sih cuma gara-gara ini aku di hukum! " sahut Abeth dengan wajah cemberut.
Obrolan mereka terhenti karena kedatangan tamu undangan yang akan bersalaman naik ke atas pelaminan.
🌿🌿🌿
Di tempat lain, Teguh Kusuma dan anaknya Utari memutuskan untuk menemui Galang sebelum mereka kembali lagi ke Yogyakarta.
"Ya sudah yuk Pak, kita pulang saja! Yang penting kita sudah ketemu Mas Galang meskipun hanya sekali! Oh ya, apakah Bapak mau jenguk Mbak Sekar juga? " ucap Utari menghibur ayahnya yang sedang bersedih.
"Sekar?? Menjenguk nya kemana? " tanya Teguh dengan memicingkan matanya.
"Di sini juga Pak! Utari dengar dari berita kalau Mbak Sekar juga di tahan di sini karena video itu! Utari juga baru tahu beberapa hari yang lalu setelah kita bertemu Mas Galang dulu! Apakah Bapak mau menjenguk nya? " jawab Utari sembari menanyakan kembali pada ayahnya.
"Ya sudah, kita temui Sekar saja! Bapak juga sudah lama tidak bertemu dengan nya! " sahut Teguh Kusuma dengan raut wajah yang tidak sedih lagi.
Mereka berdua pun pergi ke sel tahanan khusus perempuan untuk menjenguk Sekar. Namun lagi-lagi mereka harus menelan kekecewaan karena Sekar juga menolak bertemu dengan siapapun yang datang membesuk nya. Karena tidak membuahkan hasil, mereka berdua pun memutuskan untuk kembali saja ke Yogyakarta saat itu juga.
"Semua ini salah Bapak! Bapak tidak mendidik Mas mu dari kecil dengan benar! Bapak sibuk dengan urusan Bapak sendiri dan lupa kalau Mas mu butuh perhatian dan kasih sayang Bapak sebagai orang tua satu-satunya yang ia miliki setelah kematian Mama nya. " ucap Teguh Kusuma dengan nada sedih dan menyesal saat mereka sedang menunggu angkot.
"Udah Pak, jangan sedih begitu! Yang lalu tidak bisa di ubah lagi! Itu sudah menjadi takdir Mas Galang dengan jalan yang ia pilih. Mas Galang bukan anak kecil lagi yang harus kita arahkan jika ia salah jalan. Mungkin benar jika masih kecil dulu Bapak berperan penting untuk menjadi kan ia pribadi yang berakhlak baik dan semacamnya, tapi balik lagi sekarang ini kan ia sudah dewasa dan tua. Jadi pasti bisa berpikirlah mana yang bagus mana yang tidak karena ini menyangkut akibatnya di masa depan seperti sekarang ini! " sahut Utari dengan bijak.
Teguh Kusuma hanya menatap jalanan dan kendaraan dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Yuk Pak, itu angkotnya sudah datang! " ucap Utari membuyarkan lamunan Bapak nya.
Saat angkot itu mendekat dan akan berhenti tiba-tiba seseorang memanggil mereka dengan keras.
__ADS_1
"Tunggu.... ! " ucap orang tersebut dengan berjalan mendekati mereka.
Utari menautkan alisnya melihat laki-laki itu berjalan kearah ia dan Bapak nya. Ia tidak mengenal laki-laki tersebut dan mulai waspada karena takut jika laki-laki tersebut akan berbuat jahat kepada mereka berdua.
"Maaf anda siapa? Kenapa menghentikan kami naik angkot? " tanya otari dengan memegang erat kursi roda Bapak nya.
"Perkenalkan saya Galih, anak dari Galang dan Sekar. Cucu anda kakek, bulek! " jawab nya dengan menundukkan kepala nya.
"Ja-jadi kamu cucuku?? " ucap Teguh Kusuma dengan wajah sumringah.
Galih mengangguk kan kepala nya, Utari hanya diam saja karena masih belum percaya karena ia takut mereka di tipu dan diperdayai oleh orang yang berniat jahat kepada mereka.
"Aku bukan orang jahat, jika itu masih membuat Bulek ragu! " ucap Galih yang membuat Utari menghela napasnya.
"Baiklah! Apa yang kau inginkan pada kami? Kami tidak punya uang jika kau menginginkan itu! Kami juga akan pulang ke Yogyakarta sekarang ini karena ayah mu tidak mau bertemu kami lagi untuk terakhir kalinya, jadi untuk apa kami masih di kota ini lagi. " sahut Utari dengan gamblang pada anak kakaknya itu.
"Aku mengerti kekhawatiran mu Bulek, aku hanya ingin mengenal kalian lebih dekat lagi. Bagaimana jika kita bicara dulu di rumah ? Soal pulang kalian tidak perlu khawatir karena aku akan mengantar kalian pulang besok sekalian aku dan istriku juga akan pulang ke Yogyakarta. Bagaimana? Apa kalian mau? " ucap Galih pada Utari dan kakeknya.
Utari memandang wajah ayahnya untuk meminta pendapat nya. Teguh Kusuma menganggukkan kepalanya tanda setuju pada putri bungsu nya itu.
"Baiklah, aku akan ikut! Seperti nya Bapak ku sangat ingin mengenal cucu-cucunya! " jawab Utari pasrah.
Galih tersenyum senang, ia meminta agar ia saja yang mendorong kursi roda Teguh Kusuma kakeknya.
🌿🌿🌿
Sementara itu di pesta, dua pasang pengantin sedang berganti pakaian di ruangan khusus dengan memakai pakaian adat Mandailing seperti keinginan Ibuk Tata. Abeth memakai pakaian adat yang sama karena keinginannya sendiri.
Mereka kembali lagi ke pelaminan setelah selesai berganti pakaian.
"Duh, ribet banget pakai ganti pakaian seperti ini! Kamu gak keberatan bawa itu di kepalamu sayang? Gak pusing? " ucap Dave sambil menunjuk penutup kepala yang ada di atas kepala Tata.
"Oh ini, Bulang! Ini Bulang namanya Mas! Berat sih tapi mau gimana lagi, karena ini memang harus dipakai, jadi mau gak mau ya di pakai meskipun agak berat dikit! " jawab Tata dengan menunjuk Bulang yang di kepalanya.
"Ya udah lah kalau gitu! Kalau kepalanya sakit atau pusing kasih tau Mas ya sayang? " sahut Dave lagi dengan penuh perhatian pada istrinya.
"Iya Mas... ! " jawab Tata dengan tersenyum lebar.
**Bersambung..
Maaf reader ku semuanya.. Dua hari ini othor tumbang karena sakit kepala hebat hingga susah berdiri🤢🤢🥴🥴..Dan alhamdulillah sekarang sudah agak mendingan dan bisa menulis kembali.
Maaf karena sudah membuat kalian menunggu-nunggu othor Up..
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya 🤗🤗🤗
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍
Love you all🥰🥰🥰🥰**