
Bu Vira langsung ke kamar Sandra dan Kadir saat mendengar teriakan Kadir di layar interkom.
"Bu, tolong hubungi Dokter! Aku takut istriku kenapa-napa! " ucap Kadir dengan wajah cemas.
"Tenang saja Mas, tadi sudah langsung saya hubungi dokter yang biasa memeriksa kami! " jawab Bu Vira yang langsung membuat Kadir sedikit lega.
Kadir mengusap pelan kening istrinya yang mengeluarkan keringat. Ia sungguh takut jika terjadi sesuatu pada istrinya. Tak lama seorang pelayan datang dengan membawa nampan berisi air hangat.
Nampan tersebut di letak kan di atas meja yang ada di kamar tersebut. Pelayan itu juga mengeluarkan botol minyak kayu putih dari saku nya dan di berikan pada Kadir.
"Oleskan minyak ini Pak pada hidung Bu Sandra! Mudah-mudahan cepat sadar! " ucapnya dengan tulus.
"Terimakasih... " jawab Kadir dan menerima minyak tersebut.
Ia menggosok minyak kayu putih pada perut sang istri, hidung dan juga telapak kaki nya.
Tak lama seorang wanita paruh baya yang memakai pakaian santai datang di antar salah satu pelayan yang lain masuk ke kamar Sandra dan Kadir.
"Siapa yang sakit Vira? " tanya Dokter tersebut sambil berjalan mendekati Sandra yang masih terbaring di atas tempat tidur.
"Kerabat Nona Tata, Dokter! " jawab Bu Vira sopan.
Ia mulai memeriksa Sandra dengan memegang pergelangan tangan nya, mengambil senter kecil dalam tas nya dan melihat mata Sandra dengan senter itu. Ia juga mengambil stetoskop di dalam tas, memasang nya di telinga dan mengarahkan nya ke dada.
Dokter tersebut tampak menautkan alis nya dan kembali meletakkan stetoskop di perut Sandra.
"Seperti nya anda harus membawa Nyonya ini ke rumah sakit untuk pemeriksaan yang lebih lanjut dengan Dokter yang spesialis di bidang ini! " ucap nya sembari memasuk kan kembali peralatan nya ke dalam tas yang ia bawa.
"Maksud Dokter apa?? Apa penyakit istriku parah?? " tanya Kadir dengan wajah pucat.
"Maksud saya, periksa Nyonya ke Dokter spesialis kandungan! Karena saya merasa jika istri anda sedang mengandung! Istri anda tidak sakit dan semua nya normal. Ini hanya asumsi saya saja, makanya saya meminta anda untuk memeriksa nya langsung agar tidak ada kesalahpahaman. " jelas nya panjang lebar.
"Jadi maksud Dokter istri saya hamil?? " ucap Kadir dengan wajah tidak percaya.
"Dugaan saya iya! Jadi periksa kan besok istri anda ke rumah sakit biar tahu lebih jelas nya! Kalau begitu saya permisi dulu! Tidak lama lagi istri anda akan sadar! " jawab nya sembari pamit undur diri.
__ADS_1
"Iya Dokter! Terimakasih banyak sudah datang! " sahut Kadir sopan.
Dokter wanita itu hanya mengangguk dan keluar di antar Bu Vira dan pelayan yang tadi mengantar nya ke kamar Sandra.
Begitu mereka sudah pergi, Kadir mencium pipi Sandra dengan menangis haru. Ia bahagia jika kecambah nya tumbuh juga di rahim sang istri. Ia duduk di samping kepala Sandra dengan menatap Sandra dengan penuh cinta.
"Eugh.... "
Lenguhan Sandra terdengar dengan mata yang perlahan mulai terbuka. Ia mengernyit kan kening nya karena kepala nya terasa begitu pusing.
"Sakit.... " keluh nya dengan suara lirih.
"Apa yang sakit sayang?? " tanya Kadir dengan lembut.
"Mas... Kamu sudah pulang?? Kepala ku terasa sakit banget! Kayak di pukul berkali-kali! " jawab Sandra sambil memejamkan matanya.
"Jangan di paksa kan untuk membuka mata! Pejamkan saja mata nya sayang! Oh ya, minum air hangat nya dulu! " ucap Kadir sembari mengambil gelas berisi air hangat yang ada di atas meja.
Kadir membantu Sandra meminum air putih tersebut dan ia kembali berbaring dengan mata terpejam. Tiba-tiba ia teringat anak-anak nya yang bermain sendiri.
"Anak-anak sedang bersama Kania! Jangan pikirkan anak-anak dulu, istirahat saja! Mas mau mandi dulu ya... Tadi pulang kerja Mas gak sempat mandi karena lihat kamu pingsan! Mas mandi dulu ya sayang! " jawab Kadir sambil berdiri dan mengambil handuk nya.
Karena kepala nya terasa berat, ia hanya mengangguk pelan saja. Ia berusaha duduk dengan bersandar pada kepala tempat tidur. Ia memijit kening nya agar pusing nya sedikit reda.
"Ya Allah... Apa yang terjadi pada ku? Kenapa kepala ku sakit sekali? " ucap nya dengan lirih.
Tidak ingin kepala nya bertambah sakit, Sandra kembali berbaring dan mencoba untuk tidur sejenak agar pusing nya segera hilang.
Kadir keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk di pinggang. Ia berjalan menuju lemari dan mengambil pakaian nya dan memakainya. Ia ikut naik ke atas tempat tidur dan membawa tubuh Sandra ke dalam pelukan nya.
"Sayang, kamu tidur?? " tanya Kadir dengan mencium lama kening Sandra.
"Baru mau Mas?? Ada apa?? Kamu mau sesuatu?? " jawab nya sambil bertanya juga pada sang suami.
"Gak mau apa pun! Karena semua nya sudah ada di sini! " ucap Kadir sembari tangan nya menyentuh perut datar Sandra.
__ADS_1
"Maksud Mas apa?? " tanya Sandra bingung.
"Tadi ada Dokter yang memeriksa kamu sayang, dokter itu bilang kemungkinan besar kamu sedang hamil! " jawab Kadir dengan hati-hati.
"Oh, ha.... Hamil??? Gak salah Dokter ngomong! " ucap nya kaget tapi masih bisa di kontrol.
"Iya sayang! Dokter nya ngomong gitu! Karena ia bukan dokter spesialis, maka ia menyarankan kita untuk periksa ke dokter Kandungan langsung kebenarannya! " sahut Kadir lagi.
"A-aku akan percaya jika memang benar kata Dokter! " ucap Sandra agak gugup karena takut kecewa.
"Mudah-mudahan saja benar sayang! Karena kalau pun belum, berati kita masih di suruh usaha lebih giat lagi! " sahut Kadir memberikan semangat agar tidak usah cemas.
Sandra mengangguk paham, ia memasukkan dirinya kedalam pelukan sang suami.Kadir mengusap lembut kening sang istri, Ia membelainya hingga istrinya tertidur.
Begitu istrinya tertidur Iya langsung bangkit dari tempat tidur menuju balkon kamar. Tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka dari luar, anak-anaknya Kayla dan Kana berhamburan masuk ke dalam kamar.
"Papa, Papa! Mama kenapa? " tanya Kayla dengan wajah yang menggemaskan.
Iya Bahkan naik ke atas tempat tidur dan ikut tidur bersama mamanya.
"Kayla sayang, mama tidak enak badan! Kayla jangan ganggu mama ya Nak ya! " ucap Kadir lembut.
"Emang Mama sakit ya Pa? " tanya ia lagi masih penasaran.
"Nggak ! Mama nggak sakit kok! hanya saja Mama perlu istirahat. " jawab Kadir.
"Oh ya udah kalau gitu Kayla bobok di sini aja sama mama biar mama nggak sakit lagi." ucap Kayla.
"Ana juga mau bobo sama mama! " Kana ikut bicara.
"Ya sudah, kalian berdua bobok saja sama mama! Tapi jangan ribut ya nanti mamanya bangun! kan kasihan mamanya kalau terbangun. " sahut Kadir lagi pada anak-anak nya.
"Oke Papa! " jawab mereka serempak.
Kadir tersenyum lembut dan menyelimuti tubuh anak-anak nya hingga sebatas dada mereka.
__ADS_1