
Setelah puas menumpahkan semua kesedihan dan rasa kecewanya di pelukan Sandra, Nana kembali ke kamarnya. Namun ia masih menyempatkan diri untuk melihat keadaan ayahnya. Walaupun kecewa terhadap Mama nya, di dalam hati nya Nana merasakan iba terhadap Mama nya yang sedang sakit. Nana kembali ke kamarnya begitu melihat ayahnya sudah tertidur dengan pulas.
Keesokan paginya, Tata bangun dengan badan lebih segar dari biasanya. Semenjak ia tahu penghianatan suaminya, Tata tidak pernah tidur dengan nyenyak. Tapi semalam, ia langsung tertidur tidak lama setelah ia meminum obat yang di resep kan Dokter kemarin.
"Gimana keadaanmu Dek? Apa kepala nya masih sakit? " tanya Ibuk dengan raut wajah khawatir.
"Alhamdulillah adek baik-baik aja Buk. Kepala adek juga gak papa, cuma kadang sedikit nyeri di bekas jahitan nya. " Jawab Tata dengan jujur.
"Syukur lah Dek, hati Ibuk lega mendengar nya. " ucap Ibuk penuh syukur.
"Oh ya Buk, besok ibu mau gak ke Bandung? Jalan-jalan sekalian cari suasana baru di villa milik adek? " tanya Tata dengan hati-hati.
"Terus ninggalin adek gitu di sini? " tanya Ibuk balik.
"Adek kan di sini nggak sendiri Buk? Ada banyak orang juga. Lagian adek pengen Ibuk mencari udara yang lebih segar dari pada cuma di rumah saja. Ibuk bisa menikmati suasana sejuk dan aman dari hiruk-pikuk ibu kota. Kalau urusan adek sudah selesai, adek juga akan menyusul Ibuk di sana menenangkan diri. " jawab Tata panjang lebar.
"Ya sudah kalau gitu, Ibuk ikut aja mana yang bagus! Sebenarnya Ibuk juga pengen ganti suasana kayak di kampung waktu adek kecil dulu, cuman Ibuk gak bisa selama ini karena kesibukan Ibuk. " ucap Ibuk berkata jujur.
"Kalau gitu, Ibuk siap-siap aja dari sekarang sama Mak Ijah. Kalau semuanya sudah siap biar Tata suruh orang antar Ibuk dan Mak Ijah ke sana. " jawab Tata dengan tersenyum misterius.
Setelah berbicara panjang dengan ibunya, Tata kembali ke kamarnya dan segera mandi. Begitu keluar dari kamar mandi, Tata mendapat panggilan telepon yang tidak mencantumkan namanya.
[Temui aku di tempat yang aku tentukan! Akan aku kirim alamatnya sekarang juga!]
[Baiklah, seperti biasanya jangan terlalu mencolok agar tidak ada yang curiga!]
__ADS_1
[Satu jam lagi aku tiba! ]
Sandra yang hendak menemui Tata mengurungkan niatnya di depan pintu, ia tidak sengaja mendengar Tata menerima telepon dari seseorang. Tapi ia tidak mendengar dengan jelas apa yang di bicarakan karena ia masih berada di luar pintu. Setelah ia memastikan Tata sudah selesai bicara, barulah ia mengetuk pintu.
"Masuk saja, tidak di kunci! " jawab nya ketika mendengar ketukan pintu.
"Mau kemana kau Tet udah rapi pagi-pagi gini? Istirahat lah kau dulu, jangan terlalu kau paksakan untuk bekerja. " tegur Sandra ketika melihat Tata sedang menyisir rambutnya.
"Ada urusan penting aku pagi ini! Kau handle restoran seperti biasa ya? Kalau ini di tunda, nanti bisa berakibat fatal. " jawab Tata dengan ambigu.
"Apa pulak maksud si Butet itu? Pening palak ku di ajak bermain teka-teki macam ini! " keluh Sandra dengan memijit keningnya.
Setelah yakin jika apa yang ia perlukan sudah ada di dalam tasnya, Tata pun pergi setelah berpamitan kepada siapa saja yang bertemu dengan nya di rumah.
"Kenapa Kak Sandra sendirian di meja makan? Kak Tata mana? " tanya Nana heran ketika berada di meja makan.
Nana tidak bertanya lagi lebih lanjut, ia pun segera memakan sarapannya dengan cepat. Setelah selesai sarapan, mereka berdua kembali melanjutkan aktivitas mereka pagi itu di tempat yang berbeda.
Sedangkan Tata berada di sebuah bangunan yang tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar. Bangunan tersebut berada di antara ruko-ruko toko yang tinggi dan terletak di sebuah gang yang sempit. Di depannya terdapat sebuah logo kedai manisan buah yang di bagian depan di gunakan untuk berjualan berbagai manisan. Di bagian belakang nya di gunakan sebagai sebuah markas rahasia yang hanya Tata yang tahu letak dan kunci masuknya.
Tata duduk di sebuah kursi sofa yang empuk dengan aura intimidasi yang kuat. Di sisi kanan dan kirinya ada dua orang laki-laki dan seorang wanita yang masing-masing mereka memakai topeng mata.
"Aku sengaja mengumpulkan kalian karena ada hal yang sangat penting harus kalian lakukan. Tiger, kau dan bawahan mu harus mengawasi gerak gerik perempuan yang ada di foto, yang tidak lain adalah mertua ku. Aku punya firasat jika perempuan itu tidak akan tinggal diam begitu mendapat perlawanan dari ku. Aku hanya tidak mau jika perempuan itu melampiaskan kemarahannya kepada orang yang aku sayang yaitu ibuku. " ucap Tata kepada pria yang memakai topeng mata hitam.
"Kakak tenang saja, aku akan mengerahkan pasukan bayangan ku untuk memata-matai gerak geriknya. "jawab pria yang di panggil Tiger dengan tegas.
__ADS_1
"Kau Lion! Aku ingin bawahan ku menjaga dan mengawal perjalanan Ibuku ke villa ku yang ada di Bandung. Dan kerahkan orang terbaikmu untuk menjaga kediaman sekitar villa. Jangan lengah dengan hal sekecil apapun! " ucap Tata kepada pria yang memakai topeng silver.
"Baik Kak! Percayakan semuanya padaku! " jawabnya juga dengan tegas.
"Dan kau Angel! Cari tau semua tentang wanita selingkuhan suamiku ini! Cari sampai ke celah yang paling kecil walaupun setipis helaian rambut celahnya. Aku tunggu sampai besok! Kirimkan hasil temuan mu ke email rahasia ku! " ucap Tata kepada wanita yang memakai topeng merah di sampingnya.
"Siap Kak, Oh ya ada seseorang yang mencari informasi tentang kakak sebulan yang lalu, dan aku pantau apakah ada pergerakan atau tidak. Sampai sekarang pun tidak ada apa-apa, apa yang harus aku lakukan Kak! Apakah aku harus mencari dan menghancurkan orang yang mencari informasi itu? " jawab Angel dengan gaya anggunnya.
"Tidak usah! Kalau itu orang jahat, mungkin ia sudah menampakkan sikapnya sebulan yang lalu. Kau pantau saja jika ada lagi yang mencari informasi tentang aku! " sahut Tata sambil melipat tangannya di dada.
"Aku ingin kalian bekerja seperti biasanya. Jangan sampai ada seorang pun yang tahu tentang kelompok kita ini! Aku tidak ingin ada yang menyadari jika aku memiliki kelompok rahasia yang di cari-cari organisasi ilegal selama ini. Kalian jangan sampai lupa itu! " ucap Tata mewanti-wanti mereka.
"Baik Kak! " jawab mereka berbarengan.
"Kalau begitu, pertemuan kita cukup sampai di sini dulu! Kalian keluarlah satu persatu seperti bayangan yang tidak terlihat, agar tidak ada yang mencurigai aktivitas di bangunan kita ini. " perintah Tata yang di balas anggukan mereka bertiga.
Tata kembali berkutat dengan laptopnya menghacker orang yang telah menyusup mencari informasi tentang dirinya. Tata sengaja membuat identitas dirinya seperti orang kebanyakan agar tidak ada yang mencurigai aktivitas rahasia yang ia miliki.
"Kak, barusan ada laporan dari bawahan ku kalau perempuan itu menemui suami kakak di penjara! " ucap Lion memberi tahu setelah mendapat pesan di ponselnya.
"Awasi saja perempuan itu! Aku ingin tahu, apa yang ia katakan dan rencanakan kepada benalu itu! " jawab Tata dengan seringainya.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat istirahat readers semuanya...
__ADS_1
Maaf karena Up nya agak malam๐๐