Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kesakitan dini hari..


__ADS_3

Tiga puluh menit sebelum tidur, Dave melakukan pijat Oksitosin pada punggung Tata dan pijatan pada payu dara Tata seperti anjuran Bidan Maria.


Ibu mertuanya sudah tidur dengan lelap bersama Mak Ijah di bed ekstra yang sengaja di peruntukan oleh penjaga pasien. Sedangkan Dave memutuskan untuk tidur di sofa walaupun hal itu membuat kakinya terjuntai ke bawah saking panjang tubuhnya dari sofa tersebut.


Tata tidur dengan nyaman setelah di pijat oleh suaminya. Ia tampak pulas dengan suara dengkuran halus yang mana membuat Dave tersenyum bahagia sebelum ia memejamkan matanya.


Beberapa jam telah berlalu, waktu menunjukkan pukul 2.30 dini hari waktu setempat. Tata yang ingin mengubah posisi tidurnya menjadi gelisah dan risih karena ia merasa dadanya terasa sakit dan penuh. Tidak hanya itu, kedua ketiaknya juga tidak bisa di tutup karena bengkak yang membuatnya meringis kesakitan.


Karena sakit tersebut, Tata mau tidak mau membuka matanya dan mencoba untuk duduk. Akhirnya dengan susah payah ia berhasil duduk dengan menahan sakit dan nyeri pada dada dan kedua ketiaknya.


"Ya Allah... ! Kenapa dada ku terasa kencang, penuh dan juga sakit?? Ketiak ku dua-duanya juga sakit dan tidak bisa di tutup! " keluh Tata dengan mata tertutup menahan sakitnya.


"Mas.. ! Hiks... Hiks... ! Mas... " panggil Tata dengan tangis terisak.


Dave yang tidur langsung terduduk dengan mata terpejam mendengar suara tangis seseorang. Ia masih mengumpulkan nyawanya dan perlahan membuka matanya setelah yakin tubuhnya tidak oleng karena mendadak bangun.


"Astaghfirullah hal azim sayang... !!! " pekik Dave melonjak kaget melihat istrinya duduk di bed dengan menangis kecil.


Pekikan Dave membuat Ibuk mertuanya dan Mak Ijah ikut terbangun.


"Ada apa.. Ada apa??? " tanya Ibuk bingung sembari turun dari bed nya.


"Tata nangis Buk.. ! " jawab Dave langsung mendekati istrinya.


Ibuk Tata yang belum ngeh langsung menoleh ke arah anaknya dan kaget melihat anaknya menangis seperti menahan sakit.


"Ya Allah adek.. !! Kenapa nangis malam-malam gini dek?? Apa ada yang sakit?? " tanya Ibuk nya sembari menghampiri Tata bersama Mak Ijah.


"Iya sayang! Kenapa kamu tiba-tiba nangis?? " tanya Dave juga dengan duduk di samping istrinya.


"Huaaaa... ! Mas jangan dekat-dekat! Dada ku sakit banget dan ketiak ku juga sakit dan nyeri hingga gak bisa di tutup! " jawab Tata sambil menangis histeris.

__ADS_1


"Subhanallah... ! Asi mu sudah keluar nak! Coba Ibuk pegang dulu ya dek.. " ucap Ibuknya dengan mata berbinar.


"Pelan-pelan ya Buk, soalnya sakit banget! Kesenggol tangan aku aja sakit sampai ke tulang! " sahut Tata masih menangis.


Dengan lembut Ibuk nya menyentuh payu dara Tata yang tampak membengkak. Terasa keras dan kencang saat di sentuh oleh Ibuk nya.


"Dave.. ! Cepat belikan pompa Asi di apotek sekarang! Pilih yang bisa memompa sendiri karena tangan Tata tidak bisa bergerak saat ini! " perintah Ibuk Tata dengan menatap ke arah menantunya.


"Beli di apotek mana Buk jam segini?? " tanya Dave yang mendadak oon dan kalut.


Ia ikutan meringis saat melihat istrinya meringis kesakitan akibat tidak bisa bergerak. Jangan kan menggerakkan kedua tangan nya, menggeser bokong nya saja langsung membuat dada dan ketiaknya nyeri dan sakit nyut-nyutan secara bersamaan.


"Di apotek K-24 Dave! Yang selalu buka 24 jam nonstop! Beli juga dot buat nampung Asi nya nanti! " jawab Ibuk yang mengerti dengan kekalutan menantunya itu.


"Iya Buk.. ! " ucap Dave dengan cepat menyambar dompet nya dan berlari keluar dari ruang perawatan sang istri.


"Sakit Buk.. !! " rengek Tata dengan air mata yang mengalir di pipinya.


"Iya dek.. ! Tahan sebentar ya.. ! Banyak-banyak bersyukur karena rasa sakit ini Asi mu keluar dan adek bisa memberikan Asi untuk si kembar! Emang adek gak mau si kembar cepat keluar dari inkubator nya dan menyusui nya secara langsung tanpa perantara?? " ucap Ibuk nya lagi dengan mengusap hangat punggung Tata.


"Iya Buk adek tahan.. ! Tapi ini sakit banget Buk! Nyut-nyutan dan nyeri nya luar biasa nikmat nya Buk.. ! Alhamdulillah adek bersyukur Buk.. Adek udah gak sabar pengen keluar dari rumah sakit sama anak-anak Buk.. " jawab Tata dengan mengulas senyum meskipun raut masih menahan sakit.


Dengan lembut Ibuk mengusap punggung Tata dan Tata melantunkan Dzikir tanpa suara dengan mulutnya saja yang bergerak.


Ia membelalak kaget saat tiba-tiba merasa bra nya terasa basah. Ia pun berseru sedikit kencang pada Ibuk nya.


"Buk... ! Bra nya adek basah! " pekik Tata tidak terlalu kencang.


"Masya Allah Nyah! Asinya Non Tata meluber sendiri! " seru Mak Ijah gak palah kencang.


"Subhanallah... ! Mudah-mudahan ini pertanda Asi mu melimpah ruah ya Dek! Ayo Ibuk bantu buka pakaian adek! Untuk malam ini adek gak usah pakai Bra dulu dan pakai jarik aja buat nutupin area dada! " ucap Ibuk Tata sembari tersenyum lebar.

__ADS_1


"Iya Non.. ! Gak usah pakai baju dulu! Nanti kalau udah di pompa Asinya, Bra nya di sumpal pakai kain agar gak tembus! " sahut Mak Ijah juga.


Belum juga Tata menimpali ucapan Ibuk nya dan Mak Ijah, suara pintu terdorong keras yang mana Dave muncul dengan keadaan berkeringat dan napas ngos-ngosan.


"Assalamualaikum sayang! I-ini pompa A-asi nya! Hosh.. Hosh.. Hosh.. ! " ucap Dave mendobrak pintu dan membungkuk kan badannya dengan kedua tangan bertumpu di lutut.


"Waalaikumsalam.. ! Nak Dave berlari sampai ke sini?? " jawab Ibuk dengan bertanya.


"Iya Buk.. ! Dave takut kelamaan Tata nunggu dan bikin Tata tambah sakit! " sahut Dave dengan napas masih kembang kempis.


"Nak Dave, Tolong buka semua baju nya Tata ya?? Asinya sudah meluber keluar hingga Bra nya basah! Ibuk mau ambil jarik dulu! Jah, tolong cuci dan sterilkan dot-dot ini! " pinta Ibuk pada Dave dan Mak Ijah.


"Iya Buk/iya Nyah... " jawab mereka berdua kompak.


Dave berdiri di samping Tata untuk membantu membuka pakaian yang melekat di tubuh atas istrinya. Sedangkan Mak Ijah mengeluarkan dot yang di beli Dave bersamaan dengan pompa Asi tadi.


"Aww... Pelan-pelan Mas! " ucap Tata lirih saat Dave agak kesusahan membuka pakaian Tata karena tanpa sengaja menyenggol dada Tata yang sakit.


"Maaf sayang, maaf! Mas akan berhati-hati! " sahut Dave dengan wajah bersalah.


Ia kembali pelan-pelan banget meloloskan baju tersebut dari kedua tangan Tata yang tidak bisa di tutup.


Begitu baju Tata terbuka semuanya dari tubuh molek nya, terlihat oleh mata Dave ukuran bukit kembar favorit nya yang membesar dari biasanya dan memang Bra nya Tata basah kuyup oleh limpahan Asi nya.


"Buka Bra nya Dave dan langsung tutup dengan jarik ini! " ucap Ibuk dengan menyodorkan sebuah kain jarik panjang ke tangan Dave.


Dave menerima kain jarik tersebut dan langsung membuka pengait belakang tutup bukit kembar nya Tata secara pelan-pelan. Sekejap saja kain jarik tersebut sudah terlampir menutupi bagian atas tubuh Tata yang sudah polos.


"Mas.. ! Ambilkan pompa Asinya! Aku udah gak tahan nyerinya Mas! " rengek Tata dengan muka memerah.


"Iya sayang! Ya Allah, sabar ya yank! Mas ambilkan pompa nya dulu! Mas baca sedikit gimana cara menggunakan nya! " jawab Dave dengan mengecup lembut kening sang istri.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2