Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Honeymoon 2


__ADS_3

Boat langsung membawa mereka menuju pulau tujuan destinasi wisata mereka untuk bulan madu. Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit dari Airport, mereka sampai di pulau Vaadhoo dan langsung menuju resort yang sudah Dave booking untuk mereka selama seminggu. Karena seminggu kemudian mereka akan pindah ke pulau lainnya di pulau Maldives ini.


"Subhanallah.... Indahnya... ! " pekik Tata kagum saat mereka sudah sampai di resort yang di tuju.


Resort yang terhubung langsung dengan pantai. Ia dan Dave langsung menuju kamar mereka yang bersebelahan dengan kamar Abeth dan Henry.


Sama hal nya dengan Tata, Abeth sangat bahagia kembali ke sini. Ia saling berangkulan dengan sang suami menuju resort tempat mereka menginap selama semingguan ini.


"Ya Allah Mas... Berasa kayak tidur di atas air kalau kayak gini! " ucap Tata berdecak kagum saat ia memasuki kamar mereka.


Ia sangat kagum karena kamar tersebut langsung terhubung dengan pantai. Ia makin kagum melihat pintu geser yang mengarah keluar dengan kolam renang menghadap Laut, dengan sofa seperti kasur lengkap dengan atap nya di sisi kanan kolam renang dan dua kursi untuk berjemur di sisi kiri. Ayunan gantung di dekat sofa untuk baring-baring santai di sana menambah suasana semakin indah di pandang mata. Di tempat yang tidak jauh dari kursi berjemur ada meja makan untuk dua orang karena ada dua kursi di sama.



Ia langsung duduk di pinggir kolam renang dengan kedua kakinya masuk ke dalam air tersebut.


Setelah meletakkan koper mereka di sisi lemari yang telah di sediakan dalam kamar tersebut, Dave keluar dan bergabung duduk di sisi Tata dengan kedua kaki di masukkan ke dalam kolam renang.


"Kamu suka sayang?? " tanya Dave sembari tangannya memeluk bahu Tata.


"Suka banget Mas... Gak nyangka bisa ke sini juga akhirnya! Makasih ya Mas! " jawab Tata dengan wajah sumringah.


"Terimakasih nya dengan cara yang berbeda sayang... ! " sahut Dave dengan mengedipkan matanya.


Tata mengharapkan wajahnya sejajar dengan wajah sang suami. Ia memegang kedua pipi Dave dan melu mat lembut bibir Dave.


Saat ia ingin mengakhiri ciuman dengan melepaskan ciumannya, Dave menahan tengkuk Tata dengan tangan kiri nya dengan tangan kanan merengkuh pinggang Tata.


Ia memperdalam ciuman nya dengan melu mat bibir atas bibir bawah Tata secara bergantian. Ia mengeksplor bibir Tata dengan menggigit pelan bibir Tata agar Tata membuka mulutnya. Tata membuka mulut nya sehingga Dave mengobrak-abrik isi mulutnya, meng hisap lidahnya, menyesap nya dan Tata juga melakukan hal yang sama pada suaminya. Mereka berdua bertukar saliva dengan lebih dalam lagi dengan kedua tangan Tata sudah berpindah ke leher sang suami dan tangan kanan Dave mulai bergerilya masuk mengusap perut datar Tata.


Mereka saling melu mat, meng hisap, mem belit lidah pasangan nya dengan sedikit kasar dan penuh hasrat lebih.


Ciuman Dave berpindah ke leher jenjang Tata, men jilat nya cuping telinga Tata sehingga Tata mengeluarkan desa han nya. Dave semakin bersemangat men cium leher Tata, men jilat nya dan meng hisap nya hingga timbul bekas kemerahan lebih agak menghitam di leher. Kemudian ciuman nya turun lagi ke tulang selangka Tata karena ia memakai baju dengan kerah lebar yang membuat Dave mudah untuk mencium nya.


"Aaakkkkhhhhh... Mas... ! " desah Tata dengan mata terpejam.


Dave tidak melepaskan ciuman nya pada leher Tata, tulang selangka serta cuping telinga Tata, ia melakukan nya secara bergantian.


Tangan nya pun tidak tinggal diam dengan naik ke atas gundukan kembar milik Tata yang masih terbungkus kaca mata berenda. Tata kembali men desah tatkala pijatan lembut tangan suaminya pada gundukan kembar milik nya.


Desa han demi desa han kembali terdengar kala Dave membuka pengait kacamata dari belakang dan memainkan bola kecil yang sudah mengeras pada gundukan kembar favorit nya. Ia semakin bersemangat membuat istrinya melayang-layang di awan dengan sentuhan tangan nya dan ciuman nya pada titik sensitif Tata yaitu leher dan tulang selangka nya.


Tidak hanya Dave, tangan Tata juga meraba perut sixpack suaminya dari dalam. Mengusap perut hingga dada suaminya dan melepaskan kaos oblong yang di kenakan suaminya saat Dave memberi isyarat dengan mengangkat kedua tangan nya ke atas.


Dave sudah toples bagian atas nya dan ia langsung meloloskan blouse atas istrinya dan menarik kacamata penutup gundukan kembar yang juga sudah terbuka pengaitnya.

__ADS_1


Ia langsung men jilat kelereng berwarna pink yang sudah mengeras dengan lidah nya sehingga membuat Tata kembali men desah. Karena agak susah menunduk, Dave mengangkat tubuh Tata hingga duduk di atas pangkuan nya.


Setelah posisinya pas, ia kembali menjelajah gundukan kembar Tata, men jilat, menghisap dan memainkan lidah nya hingga membuat Tata membusungkan dada nya agar Dave semakin dalam melakukan nya. Sensasi hangat dari mulut suaminya membuat bagian intinya menjadi becek dan gatal.


"Ah.... Mas... Terus Mas... Iya... ! " ucap Tata dengan meremas rambut belakang suaminya sambil membusung kan dadanya.


Merasa paha nya mendudukkan torpedo sang suami yang mulai menonjol, Tata menggerakkan pantat nya hingga membuat Dave yang mendesis karena torpedo sudah meminta untuk keluar.


Dengan mulut masih memainkan gundukan kembar milik Tata, tangan Dave mulai meraba paha Tata, menyingkapi rok yang di kenakan Tata hingga menampakkan segitiga berenda bewarna hitam.


"Sudah basah sayang... ! " bisik Dave di sela-sela kegiatan nya.


"Akh.... Mas.. ! " desah Tata saat Dave membelai apem milik nya yang sudah basah.


Merasa kurang leluasa, ia melebarkan paha istrinya hingga mengangkang. Tangan nya membelai apem milik istrinya yang sudah basah dengan arah bolak-balik atas bawah. Tangan nya merobek paksa segitiga berenda tersebut dan melempar nya sembarang arah.


Ia menyentuh apem yang sudah becek, memainkan nya dengan lembut, membelai nya dan memencet lembut kacang kecil yang ada di tengah-tengah apem tersebut.


"Akh Mas.... Terus Mas... Akh... ! " desah Tata dengan meremas rambut belakang Dave dengan kasar.


Mulut Dave masih bermain di area gundukan kembar Tata, memberikan jejak kepemilikan di sana dan tangannya bermain-main di apem nya Tata hingga Tata menjerit kencang saat sebuah gelombang datang dari ujung kaki naik ke ujung kepala nya, gelombang yang membuat apem nya berkedut kencang dan membuat semua tulang-tulang nya berasa lemas seperti jeli.


Dave tersenyum melihat istrinya terkulai di pelukan nya saat pelepasan pertamanya datang. Ia merapikan anak rambut rambut menutupi wajah cantik sang istri. Dave bangkit dengan menggendong Tata membawa nya ke sofa yang ada di dekat kolam renang dan membaringkan nya di sana. Ia menurunkan rok yang di kenakan Tata hingga Tata polos seperti bayi baru lahir.


Ia lalu membuka sendiri celana pendek nya hingga bokser nya dan tampak torpedo miliknya sudah berdiri tegak dengan gagah nya.


Tata kembali men desah tatkala torpedo milik suaminya menggesek gesek bagian atas apem nya. Ciuman Dave turun ke leher, tulang selangka, dada, gundukan kembar dan perut Tata.


Begitu wajahnya ada di depan apem nya Tata, Dave mengambil bantal sofa dan menaruhnya di bawah pantat Tata hingga posisinya meninggi. Terlihat jelas belahan apem milik istrinya yang tersenyum lebar memanggil dirinya. Dave menenggelamkan wajah pada apem nya Tata dengan kedua tangan memegang kedua paha Tata.


"Akh Mas.... " desah Tata tatkala lidah hangat Dave menyapu belahan apem nya.


Sensasi geli-geli bercampur nikmat bersatu padu membuat nya menggelepar seperti ikan kekurangan air. Ia meremas rambut suaminya saat Dave meng hisap kuat kacang kecil yang ada di tengah-tengah apem nya.


"Mas.... "pekik Tata dengan napas tidak beraturan.


Dave terus saja mengobrak-abrik apem milik Tata dengan lidah nya, men jilat nya, menghisap nya dengan kuat.


"Mas... A-aku gak tahan! " teriak Tata dengan tangan berusaha menjauhkan kepala Dave dari apem nya.


"Jangan di tahan sayang, keluar kan saja! " ucap Dave di sela-sela jilatan nya.


"Akh Mas..... " pekik Tata dengan dada membusung saat gelombang itu kembali datang hingga ke ubun-ubun nya dan membuatnya lemas kembali.


Napas nya kembali terengah-engah seperti berlari ribuan kilo meter saat ia mendapatkan kembali pele pasan untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


Dave tersenyum senang melihat wajah lemas istrinya. Ia menindih kembali tubuh Tata, mengarahkan torpedo milik nya ke apem milik Tata dan dengan sekali hentakan, torpedo nya masuk ke dalam sarang nya.


"Akh.... " pekik Tata saat torpedo besar suaminya masuk ke apem nya hingga terasa sangat penuh.


"Mas, kenapa masih agak sakit! " rengek manja Tata begitu torpedo Dave sudah masuk.


"Karena apem mu terlalu sempit sayang! Rasanya ia men jepit kuat torpedo nya Mas! Mas bergerak yang sayang! " jawab Dave dengan membelai wajah sang istri.


Ia melu mat bibir Tata saat Tata menganggukkan kepalanya dan memainkan gundukan kembar dengan tangan nya agar hasrat Tata kembali naik. Dan benar saja, Tata kembali men desah dan Dave langsung bergerak di atas tubuh istrinya.


Ia memacu torpedo nya dengan berirama maju mundur cantik dengan kedua tangan bertumpu pada sofa.


"Lebih cepat Mas... " teriak Tata dengan meremas rambut suaminya.


"Akh sayang, apem mu legit sekali! Akh... " teriak Dave juga dengan mata merem melek.


Tata tersenyum bahagia dengan perkataan suaminya, ia mencium dan melu mat bibir suaminya dengan begitu rakus saat Dave bergerak memompa laju torpedo nya.


Entah kenapa ia melihat suaminya menjadi lebih tampan berkali-kali lipat saat sang suami bergerak di atas tubuh nya.


Cukup lama Dave memompa tornado nya dengan gaya misionaris, hingga ia mencabut torpedo nya dan menarik tangan Tata agar duduk. Ia duduk di sofa dan mengangkat tubuh Tata hingga duduk di hadapan nya dengan kaki mengangkang lebar.


"Jleb.... Akh... " desah Tata saat apem nya memasuki torpedo dalam posisi seperti itu.


"Bergerak lah sayang! " bisik Dave dengan menggigit kecil telinga Tata.


Dengan memeluk leher suaminya, Tata menggerakkan pantat nya naik turun hingga membuat nya merasakan sensasi yang berbeda saat torpedo menusuk nusuk apem nya dengan posisi seperti itu. Gundukan nya bergoyang juga naik turun seirama dengan gerakan pantat nya hingga membuat tubuhnya kembali bergetar hebat saat gelombang nya kembali datang untuk yang ketiga kalinya.


"Mas.... Aku capek... ! " ucap Tata dengan nada lemah.


"Biar Mas yang bekerja sayang! " ucap Dave dengan tersenyum.


Ia melu mat bibir Tata dan mulai mengangkat bokong Tata dengan kedua tangan nya naik turun secara berirama.


"Oh sayang.. apem mu luar biasa! Oh yes... ! " teriak Dave dengan mata merem melek.


Tata memeluk erat leher suaminya karena sensasi nikmat yang berbeda ia rasakan pada apem nya. Desa han, lenguh an kedua nya mewarnai suasana di sore hari ini. Rintihan Tata, desa han nya, membuat Dave semakin bersemangat menggerakkan bokong Tata naik turun. Mereka bermandi keringat dan akhirnya tubuh Dave bergetar bersamaan dengan tubuh Tata yang ikut bergetar saat mereka sama-sama merasakan pele pasan nya.


"Akh... Sayang... ! " lenguh Dave dengan mata terpejam.


Tata terkulai lemas di pelukan suaminya dengan apem masih tertancap pada torpedo suaminya.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader semuanya...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


Love you 😘😘😘😘😘


__ADS_2