
Suster Sari dan Suster Mila datang ke rumah keluarga Ryder jam 9 pagi, saat Tata sudah tertidur di kamar nya.
Mereka langsung di antar Mbok Nah ke kamar yang memang sudah di sediakan oleh mereka di bagian belakang.
"Ya ampun Sar.. Kamar nya luas banget! Kamar aku aja gak seluas ini! "bisik Suster Mila saat mereka masih berdiri di depan pintu kamar yang di tunjuk Mbok Nah.
"Silahkan Suster! Ini kunci kamar nya! Jika ada apa-apa panggil saja kami di belakang sana! " ucap Mbok Nah dengan menyerahkan sebuah kunci ke tangan Suster Sari.
"Terimakasih Mbok! Kami mau beres-beres dulu! "jawab Suster Sari dengan menunduk sopan.
🌿🌿🌿
Sandra dan Kadir berada di bandara Kualanamu untuk berangkat ke Singapura transit di sana sebelum bertolak ke Korea.
Kana dan Kayla mengantar kepergian orang tuanya bersama sepupu mereka yang baru serta Apoh dan Akung nya.
"Dadah Mama! Dadah Papa! " pekik mereka berdua melambaikan tangan saat Kadir dan Sandra memasuki gerbang keberangkatan bersama penumpang lainnya.
"Ayo anak-anak kita pulang! " ucap Mami Bertha saat Kadir dan Sandra hilang dari pandangan mereka.
Kayla dan Kana mengangguk patuh sambil memegang tangan Apoh dan Akung mereka dengan wajah agak sedih. Ini pertama kali nya mereka berpisah dengan Sandra semenjak mereka mengenal Sandra hingga Sandra menikah dengan Papa mereka.
"Ila kangen Mama Apoh?? " ucap Kayla dengan wajah sedih.
"Ana uga anen! " sahut Kana ikut-ikutan kakak nya.
"Sabar! Mama Papa pergi hanya 10 hari aja kok! Nanti juga balik lagi dan bermain bersama kalian berdua! Sekarang ayo kita pulang dulu! Besok lagi kita jalan-jalan ke kebun binatang! Setuju??? " ucap Akung pada mereka dengan sungguh-sungguh.
"Asyik.... Ila mau ke kebun binatang! " pekik Kayla kegirangan.
"Ana uga au.. ! " teriak Kana ikut-ikutan.
Mereka semua memutuskan untuk pulang ke rumah saja dengan menggunakan kereta api karena lebih cepat.
🌿🌿🌿
Sementara itu, Tata kembali mual-mual dan muntah-muntah dengan hebat. Apapun yang ia makan semua nya keluar dan tidak bertahan lama di dalam perutnya. Minum air putih saja ia muntah, apalagi makan makanan seperti nasi dan ***** bengek nya.
"Ayo Bu kumur-kumur dulu! " ucap Suster Sari dengan memberikan segelas air hangat pada Tata.
"Terimakasih Sus! " ucapnya dengan lemah.
Ia lalu kumur-kumur dengan Dave mengelap mulutnya dengan tisu.
"Ya Allah sayang! Gimana kamu bisa sehat kalau semua nya tidak mau masuk ke dalam perut?? Apa ada yang kamu inginkan sayang?? " ucap Dave lembut dengan mengusap pelan perut Tata.
Tata menggeleng kepalanya, ia memejamkan matanya sembari memeluk erat tubuh kekar suaminya.
"Mr, nanti malam habis Magrib Dokter Aisyah akan datang! Jika beliau sudah datang, akan saya antar langsung ke sini! " ucap Suster Sari agak pelan.
"Oke Terimakasih! " jawab Dave tanpa melihat.
"Sama-sama Mr. Saya permisi dulu, kalau ada apa-apa panggil saja kami! " ucapnya lagi sembari berjalan keluar dari kamar Dave bersama Suster Mila.
Mereka turun ke lantai bawah dan memutuskan bergabung di belakang bersama para asisten rumah tangga di rumah ini.
"Sus.. ! Gimana keadaan menantu saya?? " tanya Mami Sita yang sedang menyiapkan makan malam bersama Mbok Nah.
"Masih mual dan muntah-muntah Nyonya! Sekarang mungkin lagi tertidur bersama Mr. " jawab Suster Mila ramah.
"Apa gak ada yang bisa kita lakukan biar muntahnya berkurang Sus? Saya kasihan sama calon cucu-cucu saya yang tidak mendapat nutrisi makan karena muntah terus? " tanya Mami Sita lagi dengan wajah sedih.
"Tidak ada Nyonya! Setau saya, memang seperti itu jika mengandung bayi kembar. Mereka akan mengalami mual dan muntah-muntah yang hebat. Jika masih tetap seperti itu dalam beberapa hari, mungkin Nona Tata akan di infus. Nanti malam Dokter Aisyah juga akan datang melihat keadaan Nona Tata! " jawab Suster Sari dengan jujur apa yang ia ketahui.
"Ya Allah... Kasihan nya Den Ayu! Padahal saya senang banget saat tahu Den Ayu hamil kembar, tapi waktu lihat ia mabuk parah seperti ini saya sangat kasihan sekali! " ucap Mbok Nah dengan wajah sedih.
__ADS_1
"Iya Mbok Nah, padahal Den Ayu itu makan nya gak pilih-pilih! Liat dia gak bisa makan kayak gini bikin hati saya juga sedih! " sahut Mbok Lastri juga dengan wajah begitu sedih.
Tiba-tiba Mak Ijah datang dengan langkah tergesa-gesa menghampiri mereka.
"Nah, Non Tata minta di masakin kwetiaw seafood yang di atas nya di kasih keju yang banyak, meses coklat yang juga banyak! Dia minta kamu yang masak, tapi kamu nya harus pakai baju putih-putih semuanya hingga ke alas kaki! " ucap Mak Ijah pada Mbok Nah.
"Tata Bangun Mak?? " tanya Mami Sita pada Mak Ijah.
"Iya Nyonya! Saat bangun ia tiba-tiba minta seperti itu! Ayo Nah, buruan! " jawab Mak Ijah sambil menyuruh Mbok Nah cepat.
"Tampaknya nya Den Ayu ngidam ini Mbok Nah! " ucap Sri dengan terkekeh.
"Sepertinya begitu! Tapi aku gak punya sandal warna putih Mbak Yu! " sahut Mbok Nah bingung menatap pada Mak Ijah.
"Pakai punya aku aja Mbok! Aku ambil dulu di kamar! " sahut Mbok Lastri sambil berlari ke kamar nya.
"Ya udah, kalau begitu ayo bantu saya Mbak Yu di kamar! " ajak Mbok Nah dengan menarik tangan Mak Ijah.
"Ikut saja Mak! Makan malamnya juga sudah siap kok, tinggal di hidangkan saja! " suruh Mami Sita yang melihat wajah keberatan Mak Ijah meninggal kan Mami Sita menyiapkan makan malam sendiri.
Mak Ijah mengangguk pasrah di tarik tangan nya oleh Mbok Nah.
"Biar kami bantu Nyonya! " Suster Sari menawarkan bantuan nya.
"Apa gak merepotkan kalian? Kalian juga menjaga menantu saya, masa ikut bekerja di dapur?? " ucap Mami Sita tidak enakan.
"Justru karena itu kami bantu Nyonya! Pekerjaan kami hanya sedikit, lagi pula Nona Tata bukan perempuan rewel dan bawel kayak perempuan hamil biasanya! Jadi, kami terlihat seperti makan gaji buta, karena pekerjaan kami di sini gak banyak seperti di rumah sakit yang memerlukan tenaga ekstra! " jawab Suster Mila jujur.
"Siapa bilang kalian makan gaji buta! Sekarang aja kalian udah repot karena mengurus Tata yang mual dan muntah terus! Mungkin kalau gak ada kalian berdua, kami kerepotan menjaga Tata di saat Dave dan suami saya bekerja! " ucap Mami Sita sambil bergerak menghidangkan makan siang.
Mereka terus mengobrol hingga semuanya sudah tersaji di atas meja makan. Mbok Nah sudah siap memakai pakaian serba putih sesuai keinginan Tata.
Tak lama kemudian, Tata datang dengan di gendong suaminya ke dapur karena ingin melihat Mbok Nah memasak kwetiaw seafood pesanan nya.
"Hehehehe... Beres Raden! " jawab Mbok Nah dengan terkekeh.
Mbok Nah memasak dengan di bantu Mak Ijah dan Mbok Sri. Mereka hanya membantu menyiapkan bahan-bahan dan mengambilkan apa yang di perintahkan Mbok Nah.
"Mas, mau muntah lagi! " ucap Tata dengan nada pelan.
Suster Sari dengan sigap mengambil baskom dan meletakkan nya di depan mulut Tata. Dave mengurut tengkuk Tata agar memuntahkan apa yang ingin di muntah kan. Hanya cairan bening saja yang keluar karena ia tidak bisa menelan apa pun.
Para asisten rumah tangga melihat Tata dengan wajah prihatin melihat Tata yang pucat dan lemah.
Suster Mila berdiri di belakang Tata dan menyisir lembut rambut Tata yang berantakan dan mengikatnya seperti ekor kuda agar tidak berjatuhan saat Tata muntah lagi.
"Nikmatin aja ya Non! Karena fase ini hanya dialami sekali saja dan pada saat hamil saja! Beberapa tahun lagi, pasti Nona merindukan saat mual, ngidam yang seperti ini! " ucap Suster Mila dengan kata-kata lemah lembut.
"Yang sabar ya sayang! Mas akan selalu dampingi kamu! " sahut Dave juga memberikan semangat pada istrinya.
Tata mengangguk pelan, ia langsung menegakkan kepala nya saat mencium bau wangi kwetiaw seafood yang ia inginkan.
"Mbok, keju dan meses coklat nya yang banyak ya?? " ucap nya penuh semangat sambil menelan ludah.
"Beres Den Ayu! " jawab Mbok Nah tersenyum senang melihat Tata tampak bersemangat.
Semua orang yang di sana tersenyum melihat Tata tiba-tiba bersemangat saat mencium bau wangi makan yang ia inginkan.
Mami Sita datang menghampiri Tata dan duduk di samping Tata.
Mbok Nah menyediakan sepiring kwetiaw seafood dengan taburan keju dan meses coklat yang banyak di atas nya.
"Ini Den Ayu! Makan nya pelan-pelan karena masih agak panas! " ucap Mbok Nah dengan tersenyum kecil.
"Mas, suapi ya.. ? " pinta Tata manja pada suaminya.
__ADS_1
"Iya sayang! Makan yang banyak ya?? " jawab Dave dengan wajah suka cita.
Tata mengangguk pelan dan ia memakan sesendok demi sesendok kwetiaw dari tangan suaminya.
Mami Sita tersenyum senang melihat Tata makan dengan lahap. Ia kali kedua nya Tata makan dengan lahap karena ia yang minta selama seharian ini.
Malam harinya, Dokter Aisyah datang di saat semau keluarga hendak makan malam. Ia meminta maaf karena datang tidak tepat waktu dan mengganggu mereka semua.
Eyang Putri membantah jika Dokter Aisyah mengganggu, justru mereka sengaja belum makan sebelum Dokter Aisyah datang. Mereka ingin mengajak Dokter Aisyah makan malam bersama-sama mereka.
"Jangan menolak Nak! Karena ini adalah rezeki! Kami sengaja menunggu kamu datang! Ayo ikut kita makan! Jangan sungkan, anggap aja rumah sendiri! " ucap Eyang Putri tanpa bisa di bantah.
Tidak ingin tuan rumah kecewa, Dokter Aisyah ikut makan malam bersama mereka sebelum memeriksa keadaan Tata.
Dokter Aisyah di antar ke kamar Tata oleh semua orang termasuk kedua Eyang, kedua mertuanya Tata karena Ibuk sudah di kamar Tata bersama Dave.
"Assalamualaikum.. ! " ucap Dokter Aisyah saat masuk ke dalam kamar Tata.
"Waalaikumsalam Tante.. !" jawab Dave dan Tata barengan.
Dokter Aisyah langsung mendekati Tata, dan Dave turun dari tempat tidur dan berdiri di dekat Papi nya.
Dokter Aisyah meminta Tata berbaring dan meletakkan stetoskop di perut Tata.
"Masih kuat Morning Sickness nya Tata?? " tanya Dokter Aisyah lembut.
"Masih Tante.. ! " jawab Tata pelan.
"Ada keluhan yang bikin kamu merasa gak enak?? " tanya Dokter Aisyah lagi.
"Gak ada Tante, cuma gak bisa makan aja! Kalau kepengen sesuatu aja baru perut nya mau makan! Kalau gak kepengen ya gak mau makan, minum air putih aja juga muntah! " jawab Tata lagi.
"Itu normal Tata! Mual dan muntah saat hamil di karena kan hormon HCG mengalami peningkatan. Ini juga di sebabkan perubahan pada tubuh Ibu hamil. Terlebih pada kehamilan kembar, mual dan muntah nya akan lebih hebat dari kehamilan tunggal atau biasa. Ibu hamil yang mengalami morning sickness itu menandakan jika kehamilan nya baik-baik saja, artinya janin nya kuat. Ada juga sebagian Ibu hamil tidak mengalami mual sama sekali, dan ada juga para suami yang mengalami nya. Mual dan muntah adalah cara Allah menjaga janin di dalam kandungan agar tidak bisa di masuki oleh zat yang berbahaya bagi janin. Artinya ia akan menseleksi apa yang masuk ke dalam tubuh lewat mual tadi. Jika mual nya sampai pingsan dan dehidrasi, maka harus segera di bawa ke rumah sakit untuk di tangani! Mudah-mudahan mual dan muntah nya gak sampai seperti itu ya Tata,.. ! " ucap Dokter Aisyah sembari menyimpan kembali stetoskop nya di dalam tas ajaib.
"Sus, kalau Tata gak mau makan sama sekali sedikit pun dalam sehari semalam langsung infus saja! Saya tidak mau Tata sampai dehidrasi karena kekurangan cairan dan tidak ada sesuatu yang masuk ke dalam perut untuk di makan! " pesan Dokter Aisyah pada kedua Suster.
"Baik Dokter! " jawab mereka patuh.
"Oh ya Ta, jika masih agak gak enak mulut nya cobalah memakan permen asam, siapa tahu mual nya agak berkurang atau ajak si dedek nya ngomong karena interaksi Ibu dan calon buah hati itu sangat kuat. Meskipun mereka masih kecil tapi mereka bisa merasakan apa yang di rasakan Ibu nya. Jika ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi saya ya?? " ucap Dokter Aisyah lagi pada Tata.
"Istrinya di bantu ya Mr.. ! Usahakan untuk selalu perhatian dan memberikan semangat pada Ibu nya! " pesan Dokter Aisyah lagi pada Dave.
"Iya Tante.. ! Terimakasih banyak! " jawab Dave dengan mengangguk paham.
"Kalau begitu saya permisi dulu! Mari Pak, Bu dan semuanya! " ucap Dokter Aisyah dengan menangkup kan kedua tangannya di dada.
"Terimakasih banyak Dokter! " ucap Mami Sita dan Ibuk sembari mengantar Dokter Aisyah ke lantai bawah.
Sepeninggalan Dokter Aisyah, Tata kembali mual dan muntah-muntah. Dave sedikit agak lega karena apa yang di makan istrinya tadi sore tidak ikut keluar, hanya cairan bening seperti biasa.
Eyang Putri duduk di samping Tata sembari membelai perut Tata dan berbicara pada calon cicit-cicit nya.
"Baik-baik di dalam yo Le! Uyut udah gak sabar pengen ketemu kalian! Jangan siksa Mami kalian lama-lama yo?? " ucap Eyang Uti dengan mengusap lembut perut Tata.
"Dave, jagain Tata baik-baik! Kalau Tata minta sesuatu jangan di abaikan! Kalau gak bisa kabul kan, minta tolong sama Eyang atau sama Papi mu! " nasihat Eyang Kakung pada Dave.
"Iya Eyang! " jawab Dave patuh.
Papi Dayton hanya mengangguk setuju nasihat Bapak mertuanya.
Setelah selesai muntah-muntah, Tata di bantu Dave berbaring. Semua orang keluar dari kamar Tata tidak terkecuali kedua Suster.
Dave duduk di sofa sembari memijit kepala nya yang pusing karena pekerjaan terbengkalai seharian ini.
"Sepertinya mulai besok aku akan berada di belakang layar saja! Aku tidak bisa meninggalkan Tata lama-lama di saat seperti ini! " gumam nya pelan sembari menghela napas dalam-dalam.
__ADS_1