Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Sah....


__ADS_3

"Bugh.... Bugh.... "


"Adawww.... Sakit Kak! Sadis banget sih! " omel Arkan dengan meringis dan mengusap bahunya yang di pukul Abeth dengan sangat keras.


"Lagian kamu tuh ya... Pakai teriak-teriak segala! Emangnya ini hutan! Kenapa juga kamu yang kaget? Seharusnya Dave lah yang kaget, kan dia yang mau dinikahkan langsung bukan kamu! " ucap Abeth dengan mata melotot.


"Namanya juga reflek bin kaget! Kayak kakak gak kaget aja! " jawab Arkan dengan wajah cemberut.


"Sudah Abeth, sudah... Kenapa kalian malah ribut! Bagaimana Dayton, Ayu? Dan kamu bagaimana Dave? Apa kamu mau di nikahkan langsung secara siri dulu dengan Tata? " ucap Eyang Kakung melerai perdebatan Abeth dan Arkan lalu bertanya langsung pada Dave.


"Kalau kami berdua setuju banget Pak! Dan Ayu rasa Dave juga tidak akan menolak sama sekali! Ya kan Dave? " sahut Mami Sita dengan meminta pendapat Dave langsung.


"He... He... He... Benar banget Mami ku sayang! " jawab Dave dengan tersenyum lebar.


"Huuuuuu...... Itu memang dasar kamu nya aja yang dari dulu emang gak sabaran! " seru Arkan dengan menoyor bahu Dave yang di balas Dave dengan kekehan.


"Alhamdulillah kalau Nak Dave dan keluarga besar setuju dengan keinginan saya! Saya tinggal sebentar ya, karena seperti nya Pak penghulu nya sudah datang! " ucap Ibuk dengan tersenyum lega.


Ibuk langsung pergi ke arah pintu masuk menyambut seorang laki-laki paruh baya yang di sinyalir sebagai penghulu yang akan menikahkan Tata dan Dave karena Tata sudah tidak punya seseorang yang akan menjadi walinya dan untuk itu Pak penghulu langsung yang akan bertindak menikahkan Tata.


Ibuk membawa Pak penghulu ke meja yang memang sudah mereka persiapkan untuk acara ijab qabul. Dan yang bertindak sebagai saksi adalah Ayah Jamal dan Pakde Toto dari pihak Dave. Mami Sita membawa Dave menuju meja tempat berlangsung nya ijab qabul tersebut dengan perasaan haru.


Di dalam kamar lantai atas, Tata duduk di meja riasnya dengan wajah jenuh dan bosan. Sedangkan Sandra dan Susan sedang asyik bermain HP dengan tertawa cekikikan. Tidak berapa lama Nana datang menghampiri mereka dan membisikkan sesuatu di telinga Sandra yang membuat Sandra menjatuhkan ponselnya karena kaget.


"Apa???? Yang benar kau Na? Gak nge prank kami kan kau Na? " ucap Sandra dengan menatap Nana dengan tajam.


"Ya elah.... Emang kakak kira ini acara reality show pakai prangpreng segala! Ya beneran lah! Tuh di bawah acaranya sudah mau mulai! " jawab Nana dengan wajah cemberut.


"Pada ngomongin apa sih kalian! Bisik-bisik seenaknya, bikin orang curiga aja! " tegur Tata yang langsung berdiri dan berjalan mendekati mereka.


"Ini nih, bisik-bisik gak ngajak-ngajak! " tambah Susan juga ikutan.


Sandra dan Nana terdiam sejenak dengan Nana yang tampak menggigit bibirnya sambil menyenggol lengan Sandra yang juga agak berat mau bicara.


"Kenapa malah diam sih? Memang nya ada apa? Apa Mas Dave dan keluarga nya gak jadi datang? " tanya Tata dengan raut wajah yang mulai kecewa.


"Bukan Kak, bukan itu! Keluarga Kak Dave malahan udah datang semuanya! Hanya saja..... " jawab Nana dengan menggantung jawabannya dan melirik kearah Sandra.


"Hanya saja apa Nana? Kenapa jadi misterius kayak gini sih! " desak Tata yang mulai agak emosi.


"Udah, ngomong aja langsung gak usah takut-takut kalau di bawah sekarang si Bule sedang ijab qabul! " sahut Sandra keceplosan.


"Ups..... Kebablasan ngomongnya! " ucapnya lagi dengan menutup mulutnya.


"Apaaaa??? Ulang lagi Tot yang kau cakap tadi? Ijab qabul?? Maksudnya..... " ucap Tata dengan bingung dan tiba-tiba ia menyadari arti ucapan Sandra sehingga ucapannya terhenti.

__ADS_1


Tata berjalan mondar mandir dengan mengibaskan tangan ke wajahnya dengan raut muka tegang dan gugup. Ia benar-benar shock dan kaget jika ia langsung menikah bukan mau lamaran seperti yang ia katakan selama ini.


"Kalian gak bohong kan? G-gak mungkin sekarang ijab qabul? Kan baru lamaran, Bontot??? " ucap Tata lagi dengan masih belum percaya laporan Nana dan mencubit keras pipi Sandra.


"Aduhh.... Sakit pipiku pauk! " teriak Sandra dengan kencang.


"Memang acara ijab qabul kakak! Pak penghulu juga sudah datang dan siap menikahkan kakak dengan Kak Dave! " jawab Nana lagi dengan wajah serius.


"Yaolo.... Yaolo.... Pantesan aja Ibuk nyuruh kau dandan dari subuh tadi Tet! Pasti itu maksudnya, sampai kita juga di suruh dan di wajibkan dandan juga! Gak mungkin juga kan dandannya sebegini detail dan cetar membahana hanya untuk acara lamaran aja?? Betul gak Tot?? " ucap Susan dengan meminta tanggapan Sandra.


"Iya, betul itu yang kau cakap Bon! Masa iya kita di suruh pakai kebaya yang cantik kayak gini juga dan Kau juga pakai kebaya yang sangat wah jika hanya untuk sekedar lamaran! Ibuk memang top deh bikin kita terkaget-kaget dengan semua kejutannya! " sahut Sandra membenarkan kata-kata Susan.


Tata hanya terdiam karena ia masih sungguh belum benar-benar percaya jika hari ini bukan hari lamaran nya tetapi ia langsung menikah meskipun secara agama dulu.


Di lantai bawah, Dave sedang fokus menghapal kata-kata ijab qabul dengan mata terpejam. Karena Pak penghulu masih menjawab panggilan telepon nya, ia masih punya kesempatan untuk menghapal nya sebelum acara akad nya di mulai.


"Baiklah semuanya.... Marilah kita mulai acara ini dengan mengucapkan Basmalah! " ucap pembawa acara dengan penuh hikmat.


"Silakan kepada Bapak penghulu untuk memulai acaranya! " ucap pembawa acara lagi dengan sopan.


"Terimakasih... Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Mempelai pria, silakan anda jabat tangan saya dan dengar kan dengan seksama kata-kata saja dan jika sudah hapal jawabannya, jawab dengan sekali tarikan nafas! Paham?? " ucap Pak penghulu kepada Dave.


"InShaa Allah paham Pak! " jawab Dave dengan mantap.


"Baiklah kalau begitu! Bismillahirrahmanirrahim.... Saudara Raden Davindra Brawijaya Ryder bin Dayton Erland Ryder, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan seorang perempuan bernama Thalita Ruby Sinaga Binti Martinus Ramli Sinaga dengan mas kawin cincin berlian seberat 5 gram di bayar tunai! " ucap Pak penghulu dengan lantang.


"Bagaimana saksi?? " tanya Pak penghulu kepada ayah Jamal dan Pakde Toto.


"Sah.... Sah.... " teriak mereka semua kompak.


"Alhamdulillah.... Barakallah.... " Pak penghulu pun membacakan doa sesudah akad nikah dengan penuh khusyuk dan semuanya mendengarkan dengan penuh seksama dan mengaminkan nya juga dengan penuh hikmat.


Ibuk Tata tidak bisa menahan tangisan haru setelah mendengar kata sah dan Tata secara resmi sudah kembali menyandang gelar seorang istri. Jika dulu ia hanya menyaksikan pernikahan Tata dengan perasaan khawatir, tapi saat ini ia tampak bahagia dan sangat yakin jika Tata akan mendapatkan kebahagiaan melalui pernikahan ini. Dan Ibuk juga lega karena Tata mendapatkan mertua yang begitu sangat menyayangi nya bahkan sebelum Tata menjadi menantu mereka.


Sama hal nya dengan Ibuk Tata, Mami Sita juga tidak bisa menahan tangisan haru nya. Ia menangis sambil memeluk suaminya ketika mendengar Dave mengucapkan kata-kata ijab qabul dengan begitu fasih dan lancar. Ia lalu melepaskan pelukannya dan menghapuskan air mata di sudut matanya dengan senyuman yang mengembang di wajahnya yang masih terlihat cantik dan ayu.


"Selamat sudah menjadi seorang suami saudara Davindra Brawijaya Ryder. Ini ada catatan dari saya yang nanti kalian gunakan untuk mengurus berkas-berkas pembuatan buku nikah kalian di kantor Urusan agama yang kalian kehendaki agar pihak KUA bisa segera mengeluarkan buku nikah kalian. Bisakah pengantin wanitanya di bawa ke sini untuk di pertemukan dengan suaminya? " ucap Pak penghulu kepada Dave sambil bertanya kearah Ibuk nya Tata.


"Biar yang keatas ya Buk panggilin Kak Tata! " sahut Anika dengan semangat dan langsung berdiri.


"Hati-hati jalannya ya Nak! Jangan buru-buru! " jawab Ibuk dengan menganggukkan kepalanya.


Dengan kembali mengangguk Anika berjalan menuju tangga untuk menjemput Tata yang masih di kamarnya lantai atas.


Di kamarnya, Tata masih mondar-mandir gak jelas karena apa yang terjadi di lantai bawah tidak kedengaran sampai ke lantai atas. Perasaannya campur aduk, antar cemas, gugup, bahagia dan takut Dave salah ucap dan sebagainya memenuhi hati dan pikiran Tata.

__ADS_1


Ulah Tata yang mondar-mandir kayak setrika membuat Sandra jengah dan menyentak tangan Tata hingga Tata terduduk di atas kasur.


"Dari tadi kerjaan kau kayak gosoan aja mondar-mandir gak jelas gitu! Pening palak ku kau buat Tet! Sabar sikit kau jadi orang! Nantik di jemput juga nya kau biar ketemu sama si Bule! Gak sabaran kali kau ini! " omel Sandra dengan sangat kesal.


"Siapa yang gak sabaran Bontot?? Aku itu gugup, pauk! Bukan gak sabaran mau ketemu Mas Dave! Sok kali kau ah! " jawab Tata tidak kalah kesal.


"Ngapain pulak kau gugup??? Kayak baru pertama kali aja kau nikah pakai gugup segala! " ejek Sandra dengan sombongnya.


"Lagak mu lah Tot! Awas aja kalau nanti waktu kau nikah sama Bang Kadir gugup juga ya? Bakalan aku siram kau nanti pakai air cucian piring! Baru kau tau rasa! " jawab Tata dengan penuh dendam.


"Ya jangan lah kau siram aku pakai air cucian piring! Bisa bauk aku nanti! Masa mau nikah badanku bauk! Kau siram aja aku pakai hepeng soekarno hatta! Itu baru mantap! " tolak Sandra dengan muka badaknya.


"Enak kali kau ya mintak siram pakai hepeng! " ucap Tata dengan gemes dan menoyor pelan kepala Sandra.


"Nah, gitu kan enak ku tengok! Gak tegang kayak tadi! Santai gitu kan enak kita lihat, gak ilir mudik bikin palak pening aja " sahut Susan yang ikutan nimbrung.


"Betul kata Bonbon itu... Kalau santaikan gak akan lah gugup kayak tadi dan anggap aja di bawah lagi latihan ngereog! " tambah Sandra seenak perutnya.


"Iya... iya.... Abisnya aku itu masih gak percaya kalau hari ini bukan hari lamaran aku, tapi malah langsung nikah! Klen kan tahu selama ini mental ku hanya siap untuk lamaran aja dulu! Masih agak gugup dan was-was aku kalau langsung nikah kayak gini! Makanya aku jadi grogi dan gado-gado perasaan ku buatnya! " curhat Tata dengan menghela nafas pelan.


Tiba-tiba Anika masuk ke dalam kamar dengan wajah tersenyum lebar menghampiri Tata.


"Kak, di suruh turun ke bawah tuh! Saatnya ketemu suami dan sungkeman! " ucap Anika dengan senyum-senyum jahil.


"A-apa?? Ja-jadi akad nikah nya sudah selesai! " sahut Tata yang tiba-tiba kembali gugup dan berkeringat dingin.


"Iya Kak! Akad nikah nya sudah selesai dan Babang Bule ngucapin ijab qabul nya lancar dengan sekali ucap! " jawab Anika dengan penuh semangat bercerita.


Tata langsung sempoyongan dan hampir saja terjatuh kalau tidak di tarik Sandra dan kembali terduduk di kasur.


"Astaga Tet?? Kenapa pulak kau kayak gini? Kayak dengar kabar buruk aja kau limbung kayak gini! Seharusnya kau bahagia karena sekarang ini kau sudah jadi seorang istri! Oh mg god Butet.... Kenapa tanganmu dingin kayak es gini?? " ucap Sandra sambil sedikit panik ketika memegang jemari Tata yang memang dingin karena ia sangat gugup.


Susan yang mendengar Tata berkeringat dingin langsung bergegas mengambil teko di atas nakas dan menuangkan air putih tersebut ke dalam gelas. Ia lalu memberikannya kepada Tata, tapi ketika melihat tangan Tata masih gemetar Susan urung memberikan nya.


"Buka mulut kau! Biar aku aja yang pegang gelasnya! Baca bismillah dulu sebelum minum agar gugup mu itu cepat ilang! " ucap Susan dengan menyodorkan bibir gelas ke mulut Tata.


Tata pun meminum air putih itu sebanyak tiga tegukan dan ia memejamkan mata nya agar degupan jantungnya yang tadi nya berdegup kencang berangsur-angsur normal seperti biasanya.


"Bismillahirrahmanirrahim... Ayo kita turun! Aku sudah siap! " ucap Tata sambil membuka matanya.


Bersambung....


Aduh Ta, Ta.... Udah pernah nikah aja masih gugup begitu? Gimana nanti dengan malam pertama coba? Bisa-bisa langsung pingsan saat Dave sedang berfose kayak foto model dengan bertelanjang dada.... Ckckckck 🙄🙄🙄


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...

__ADS_1


Selamat weekend bersama keluarga tercinta...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2