
Mendengar ucapan kagum Sandra membuat Tata tidak bisa berkata apa-apa, bahkan ia tidak mendengar panggilan Mami Sita yang memanggil nya sampai Susan menyenggol bahunya dan membuat Tata tersadar dari lamunannya.
"Eng.. Maaf Mami, Tata melamun tadi! " ucap Tata dengan malu.
"Gak papa sayang! Ayo Mami kenalkan kalian semua dengan anak sulung Mami yang sedang berulang tahun! " ajak Mami Sita ke arah kerumunan perempuan dan laki-laki yang seperti nya teman yang berulang tahun.
"Abeth, nih kenalin Tata yang pernah Mami ceritakan sama kamu waktu itu? " panggil Mami Sita kepada seorang wanita yang berwajah Bule persis Seperti Papi Dayton.
"Hai, aku Abeth! Senang berkenalan dengan mu! " ucap nya ramah dan langsung cipika-cipiki dengan Tata.
Kemudian kembali cipika-cipiki dengan Sandra dan Susan tanpa melepaskan senyum yang menghiasi wajahnya. Ia bahkan langsung nyambung omongan nya dengan Sandra sehingga mereka berbincang sambil tertawa cekikikan seperti kawan lama yang baru berjumpa.
"Tet, aku mau ke sana dulu ya? Mau nyapa klien ku di sana! " tunjuk Susan di seberang kolam renang terdapat 3-5 orang sedang berbincang sambil tertawa.
Tata hanya mengangguk, ia menarik napas nya pelan kemudian membuang. Ia hendak beranjak menuju meja yang di sudut taman untuk menghilang sedikit grogi dan kaku berada di lingkungan ini.
Namun, belum juga kakinya melangkah, suara teriakan Mami Sita yang memanggil nama nya terdengar cukup kencang di telinga nya.
"Tata sayang? Ayo kemari! " panggil Mami Sita dengan keras.
Tata datang menghampiri Mami Sita yang berdiri dengan sepasang suami istri paruh baya yang lelaki nya sedikit mirip dengan Mami Sita.
"Mas, Mbak! Nih, kenalin Tata! Calon mantu ku! " ucap Mami Sita tanpa basa basi.
Tata kaget mendengar Mami Sita yang langsung memperkenalkan ia sebagai calon menantu dengan sepasang suami-istri yang ada di hadapannya.
Sekejap mata, Tata langsung menghilangkan ekspresi kaget nya dan menyalami tangan kedua padangan itu dengan santun.
"Owalah Yu, Yu! Pintar banget kamu milih calon istrinya Davin! Cantik, sopan lagi! Seandainya anak ku masih ada yang laki-laki sudah tak embat calon mantu mu ini! " jawab perempuan paruh baya itu dengan medok kentalnya.
"Kalau pun Mbak yu masih punya anak lanang, gak akan aku biarin Mbak yu ngambil calon mantu ku! " jawab Mami Sita tidak mau kalah.
__ADS_1
"Wes, wes... Kalian ini! Lihat nak Tata jadi malu seperti itu karena ulah kalian! Maaf ya, Nak! Istri saya memang seperti itu kalau bertemu dengan adik saya ini! Ngomong nya gak pernah di rem, asal keluar aja! " jawab pria paruh baya yang mengaku kakaknya Mami Sita.
"Enak aja sampean ngomong, Pak! Mulutku ini selalu di rem, gak pernah ngomongin orang! " jawab istrinya sewot.
"Ini, kakaknya Mami Ta, Pakde Toto atau Raden Suwito Nata kusuma dan ini istrinya Galuh Purwati atau biasanya di panggil Bude Wati. " ucap Mami Sita menjelaskan.
Ketika ingin berbicara lagi, ada seorang pelayan datang menghampiri Mami Sita dan berbisik kepada nya, yang di balas dengan anggukan Mami Sita.
"Ta, kalau kamu mau makan, tuh ambil aja di sana! Mami mau ke depan dulu, soal nya ada tamu yang tidak di undang datang! Ayo Mbak, Mas, ikut aku! " ucap Mami Sita dengan wajah terlihat kesal.
"Iya Mami! " jawab Tata singkat.
Tata langsung melangkahkan kakinya ke meja aneka jenis makanan yang tersaji, mulai dari makanan nusantara, Western, makanan china dan makanan Jepang juga ada.
Tata mengambil piring dan mengisinya dengan dimsum, cake coklat, Sushi, udang tempura, kue mochi.
"Alhamdulillah, bisa makan juga aku! Capek juga ternyata pesta cuma berdiri kayak gini! Aku harus ke sudut sana saja, sebelum ada yang datang! " gumam Tata dengan pelan.
Tata membawa piring berisi makanan dan sebotol air mineral menuju meja kecil dengan satu bangku panjang yang bisa untuk dua orang dewasa jika duduk bersama.
Tingkah Tata itu, tak luput dari pengamatan seorang pria yang menatap nya diam-diam dan menyingkirkan diri dari keramaian, atau lebih jelasnya ia bersembunyi.
"Hallo Baby! Ketemu lagi kita di sini? " sapa pria itu dan langsung duduk di samping Tata hingga mereka duduk berdempetan karena tubuhnya yang tinggi dan kekar membuat bangku tersebut tidak cukup di duduki mereka berdua.
"Kamu! Pria mesum! " ucap Tata dengan setengah berteriak.
"Come on Baby! Siapa yang mesum? Bukankah dirimu yang meraba-raba tubuhku ketika kau jatuh dan menghimpit ku? " jawab nya santai.
"Apa?? Dasar pria mesum, borokokok! " teriak Tata sambil memukul lengan kekar pria itu bertubi-tubi dengan kesal.
Pria Bule itu hanya terkekeh melihat raut wajah Tata berubah menjadi merah karena malu di ingatkan kembali kejadian yang memalukan itu.
__ADS_1
"Memalukan! " gumam Tata lirih.
"Kau bilang apa? " tanya pria Bule itu dengan kening berkerut.
"Tidak ada apa-apa! Kenapa kau di sini? Apa pemilik rumah ini mengundang mu juga? " tanya Tata sambil memakan kembali makanan nya.
Pria Bule itu tidak menjawab, malah ia menyandarkan kepalanya di bahu Tata yang tubuhnya jauh lebih kecil dari pria itu. Tata menolak nya, namun Bule itu lagi-lagi menyandarkan kepalanya di bahu Tata.
"Biarkan dulu seperti ini! " ucap nya dengan suara pelan.
'Emangnya bahu ku gak sakit! Sue emang nih Bule! ' Batin Tata dengan mendumel kesal.
Tiba-tiba ada teriakan yang memanggil nama Davin dari dalam rumah hingga ke tempat pesta. Pria Bule sontak berdiri dan menarik tangan Tata pergi dari bangku mereka duduk melewati jalan di samping taman yang hanya cukup di lewati satu orang.
Pria itu berjalan di depan dengan menggandeng tangan Tata yang mengikutinya dari belakang. Berulang kali Tata mencoba melepaskan tangannya, namun pegangan pria itu sangat erat.
'Gilak, kuat banget pegangannya! Gimana tangan aku mau lepas kalau di tarik kayak gini! Aduh, kalau nanti Mami nyariin gimana yah! Tapi kenapa si Bule bisa tahu seluk beluk rumah Mami? ' Batin Tata dengan bibir manyun.
Di kepala nya berseliweran pertanyaan siapa pria ini? Apa hubungannya dengan Mami Sita, kenapa ia bisa tahu keadaan rumah ini? Kenapa juga dia menarik Tata untuk lari dengan nya? semuanya muncul di kepala Tata praduga tersebut.
"Akhirnya selamat juga! " ucap pria Bule itu dengan lega.
"Lepasin! Seenaknya saja kamu menarik tangan ku dan membawaku ke tempat ini! " teriak Tata dengan wajah kesal.
"Ups sorry... Reflek aja narik tangan kamu! " jawabnya enteng.
"Apa??? Kamu pencuri ya? Bagaimana bisa kamu tahu seluk beluk rumah ini? Hayo ngaku! " bentak Tata dengan wajah bengis.
"Siapa yang pencuri??? " ucap seseorang di belakang mereka.
Bersambung...
__ADS_1
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍..