
"Eungh.... ! " terdengar suara lirih lenguhan dari bibir Tata yang bangun dari tidurnya.
"A.... Air... !! " ucapnya pelan dengan tenggorokan kering sembari berusaha menggerakkan anggota tubuhnya yang agak kaku.
Mami Sita yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut melihat pergerakan lemah Tata yang berusaha untuk bangun.
"Astaghfirullahalazim sayang... !!! Kamu sudah bangun? Mau apa Nak? " seru Mami Sita dengan wajah terkejut.
"Haus Mi... ! " jawab Tata lirih.
Mami Sita bergegas mengambilkan botol air mineral yang telah di beri nya sedotan agar Tata mudah meminumnya sambil rebahan.
Beberapa tegukan air putih mengalir melalui tenggorokan Tata yang kering dan kembali basah hingga menghilang rasa haus yang menyelimuti dahaga nya.
"Mau duduk sayang? " tawar Mami Sita pada menantunya.
"Iya Mi.. ! Badannya Tata semua nya pegal-pegal! Tata mau ganti posisi tapi rasanya agak susah! " jawab Tata jujur.
"Jangan terlalu di paksakan sayang! Bergeraklah pelan-pelan, dan jangan lupa untuk hati-hati pada bagian bawah mu yang masih basah terkena jahitan. Jangan sampai jahitannya kembali terbuka jika bergerak terlalu cepat dan kasar! " nasihat Mami Sita dengan hangat sembari membelai rambut menantunya.
"Iya Mi.. ! Oh ya Mi, kenapa sepi banget kamar Tata? Mas Dave kemana Mi? Semua orang juga pada kemana Mi? " tanya Tata dengan pandangan menelisik semua ruangan perawatan nya.
"Ibuk kamu sama Grandma Grandfa baru saja pulang sayang! Dave juga Mami suruh pulang untuk bersih-bersih! Papi, Abeth dan Henry lagi tengok si kembar di ruangannya! Sebentar lagi Eyangmu serta Pakde Bude mu akan datang kesini menjenguk mu sayang! Gimana posisinya? Udah nyaman gak? " jawab Mami Sita sambil bertanya posisi bed Tata yang ia ubah dengan kontrol bed di bagian bawah.
"Agak tinggi dikit Mi! " ucap Tata pada Mami mertuanya.
"Oke.. Segini ya? " sahut Mami Sita lagi.
"Iya Mi! Pas ini! Makasih ya Mi! " jawab Tata dengan menganggukkan kepala nya.
"Iya sayang, Sama-sama! " sahut Mami Sita dengan tersenyum lebar.
"Makan dulu ya sayang, Mami ambilkan makannya! " ucap Mami Sita sambil berjalan ke arah bufet tempat makanan.
"Boleh Mi.. Perut Tata emang agak lapar! " sahut Tata mengiyakan nya.
Dengan telaten Mami Sita mengambil sepiring nasi lengkap dengan lauk-pauk nya dan membawanya ke hadapan Tata.
Nasi putih dengan bening bayam, sepotong ayam goreng serta tahu tempe bacem tersedia dalam piring yang di bawa Mami Sita.
Tata yang hendak mengambil piring yang di bawa Mami mertuanya langsung di tolak niatnya oleh Mami Sita.
"Eits... Kamu duduk saja sayang, Mami yang akan menyuapkan mu makan! " ucap Mami Sita tanpa bisa di bantah.
Tata mau tidak mau mengangguk patuh dan membuka mulutnya saat sendok penuh nasi dan ***** bengeknya mendekati mulut. Tata makan dengan lahap dari tangan Mami mertuanya dengan sesekali mereka bercerita apa saja hingga nasi pada piring tersebut ludes tanpa sisa.
__ADS_1
"Alhamdulillah kenyang.. ! " ucap Tata penuh syukur.
"Assalamualaikum.. !!! " terdengar teriakan salam dari luar kamar dan pintu kamar perawatan Tata terbuka.
Tampak Sandra dan suaminya, Susan, Nana, Anika dan suaminya serta Ravin memasuki ruang perawatan Tata dengan sangat heboh.
"Oh my bestie sayang! Selamat ya atas kelahiran si kembar! Jadi gak sabar nunggu si bocil lahir! " cerocos Sandra sembari mengusap perut nya yang mulai membuncit.
"Selamat ya Tet.. Udah jadi seorang Ibu yang hebat! " ucap Susan sembari memeluk Tata dan memberikan ciuman di pipi Tata.
"Selamat ya Kak! Akhirnya Ravin punya teman main juga! " ucap Anika juga dengan mencium pipi Tata.
"Iya Kak.. Selamat ya?? Ngomong-ngomong si kembarnya mana Kak? " ucap Nana sembari bertanya melihat seluruh ruangan Tata.
Kadir dan Riko juga mengucapkan selamat atas kelahiran anak-anak Tata sambil berjabat tangan.
"Si kembar di kamar khusus dan di kotak inkubator agar tetap fit sampai berat badan mereka normal! " jawab Mami Sita yang menjawabnya.
"Kalau gitu nanti kita lihat aja saat pulang si kembar dari luar! Gak papa kan Mi kalau kita lihat nya nanti? " sahut Sandra pada Mami Sita.
"Ya gak papa dong! Wong Mami juga lihatnya dari luar juga, lumayanlah bisa lihat dari kaca untuk sementara waktu! " jawab Mami Sita santai.
"Makasih ya udah datang menjenguk! Do'akan si kembar berat badan nya cepat naik dan bisa pulang ke rumah! " ucap Tata dengan wajah bahagia pada sahabat-sahabat nya.
"Sama-sama Tet... "
Mereka semua berbincang seru seputar pengalaman tak terduga Tata melahirkan si kembar secara normal tanpa operasi sesuai kesepakatan awal. Riuh canda tawa dalam ruangan tersebut terdengar kencang dan untung saja tidak terdengar hingga keluar karena ruangan super itu kedap suara sehingga sekeras apapun suara di dalam sana tidak akan terdengar hingga keluar.
Sejam kemudian para bestie Tata pun pulang dan berganti dengan kedatangan sepupu Dave serta orang tuanya masing-masing.
Mereka saling memberikan selamat pada Tata dengan memberikan pelukan dan ciuman di pipi Ibu baru tersebut.
"Owalah Nduk, Nduk! Bude masih gak percaya koe melahirkan si kembar dengan normal! Rosone koyo mimpi waktu mertua mu ngomong sama Bude! " ucap Bude Wati dengan wajah bangga dan salut pada Tata.
"Iyo Nduk.. ! Bude juga salut sama koe! Hebat! " sahut Bude Rini dan Bude Dira ikutan komentar.
"Kak.. Nama nya si kembar sopo? Mas Dave udah kasih nama ya? " tanya sepupu Dave pada Tata.
"Belum tau dek namanya siapa, soalnya Mbak belum ketemu sama Mas Dave habis lahiran soalnya Mbak baru bangun tidur efek kelelahan. Jadi belum tau si kembar udah di kasih nama apa tidak! " jawab Tata jujur.
"Mas Dave kayaknya bingung nih mau ngasih nama apa! Belom dapat wangsit dianya! " celutuk Bagas santai sambil memainkan ponselnya.
"Lo kira dukun apa pakai dapat wangsit segala! " toyor Akta pada kepala Bagas.
"Eh pea! Pala gue ini di fitrah noh setiap tahun! Sembarangan aja elo tempeleng kayak gini! Kualat lo ntar ama gue! " umpat Bagas dengan meninju bahu sepupu nya itu.
__ADS_1
"Woi! Ini rumah sakit, bukan pasar! Untung aja si kembar gak disini, bisa-bisa mereka pada sawan dengar omongan kalian berdua! " lerai Wiwid dengan nada jengah pada sepupu-sepupu nya.
Semua yang ada dalam ruangan Tata hanya geleng-geleng kepala mendengar perdebatan anak-anak mereka yang selalu berdebat setiap bertemu.
"Eh kemana Bisma? Kenapa gak ke sini? " tanya Tata tiba-tiba pada sepupu suaminya.
"Jiah... Kakak kayak gak tau aja si raja medit! Dia paling malas di ajak ke tempat ramai kayak gini! Kerjaan nya lebih enakan bersemedi di dalam kamar sambil menunggu alarm gempa baru dia keluar! " sahut Bagas seenak jidat nya.
"Iya Kak! Ngomong aja pelit, sekali ngomong nyelekit! Kalau bukan sepupu udah aku karungin dan buang ke laut! " omel Arka dengan nada kesal.
"Udah, udah! Ntar kedengaran Mas Bisma bisa habis kalian di gorok nya sampai kering! " lerai Wiwid menakut-nakuti.
Bagas dan Akta mencibir perkataan Wiwid yang memang benar sepenuhnya. Sepupu nya mereka yang satu itu memang agak menakutkan dari pada Dave yang notabene sepupu paling tua diantara mereka semua.
Sementara itu para orang tua juga asyik berbincang seru antara mereka dengan si kembar sebagai objek obrolan mereka.
Tak lama kemudian Eyang kakung dan Eyang Putri datang bersamaan dengan Dave dan Arkan.
"Assalamualaikum... " ucap mereka dari arah luar sembari membukakan pintu.
"Waalaikumsalam... " jawab semua yang ada di dalam kamar Tata.
"Loh sayang... ! Kamu udah bangun? Apa ada yang sakit? Atau yang gak nyaman? " cerca Dave saat melihat Tata sudah duduk dengan anteng di atas bed nya.
Ia langsung menyalami semua tetua sebelum akhirnya ia mendekati sang istri dan memeluknya dengan erat sembari memberikan ciuman pada kening Tata.
"Jiah.. ! Dasar pamer! Gak lihat apa semua orang pada jomblo semua! Seenaknya aja pamer kemesraan! Emang gak berperikejombloan tuh orang! " gerutu Bagas dengan nada cemooh pada Dave.
"Elu yang jomblo! Gue kayak man! " elak Akta membantah keras.
"Iri bilang bro! " ledek Dave dengan sengaja mencium kedua pipi Tata.
"Bulek... ! Akta udah punya pa... huftttt! " teriak Bagas dengan mulut di bekap Akta dengan tangan nya.
"Awas kalau elo ngadu! Gue aduin juga noh kelakuan lo sama Bude! " ancam Akta pada Bagas.
"Woi ******! Gue kakak lo! Seenaknya sama kakak sendiri! Gak ada hormat-hormat nya lo sama orang tua! Awas kalau sampai bocor! " teriak Bagas dengan nada geram pada Akta sembari memberikan kepalan tangan nya.
"Mas ih! Seneng banget bikin orang kesal! Oh ya, Mas udah lihat anak-anak kita? " tanya Tata dengan penuh harap pada suaminya.
"Udah sayang! Nih ada videonya walaupun gak bisa lama durasi nya! Kamu makan yang banyak ya yank, biar Asinya banyak dan si kembar bisa cepat keluar! " jawab Dave dengan menyerahkan ponsel nya pada Tata.
"Iya Mas.. ! Tapi Asi nya sampai sekarang belum keluar! " ucap Tata dengan nada sendu.
"Sabar sayang! Nanti kita tanyain sama Dokter ya gimana caranya biar Asinya cepat keluar! " sahut Dave dengan lembut.
__ADS_1
Bersambung...