
Jika Dave dan Tata bermandi keringat di dalam kamar, lain hal nya dengan Abeth dan Henry yang bermandi keringat karena menghampiri para tamu yang datang dan melayani ucapan selamat dari teman-teman Papi nya yang rata-rata dari luar negeri semua.
Pesta pernikahan ini pertama kali di adakan sekalian mereka menyambut pergantian tahun di taman hotel. Semua itu memang di rencana kan oleh Papi dan Mami nya Dave untuk menyenangkan rekan bisnis dan teman-teman suaminya, bahkan teman-teman GrandFa Luis saja juga datang pada pesta malam ini.
"Congratulations Friend... ! Dimana Ryder junior? Bukankah ini pesta pernikahan nya? " tanya salah satu temannya Papi Dayton.
"Jangan kau tanya kan itu! Dia sedang asyik mereguk malam pertamanya! " jawab Papi Dayton santai.
"Hahahaha... ! " mereka semua tertawa lepas mendengar jawaban santai Papi Dayton.
"Putramu sungguh pintar memanfaatkan kesempatan!Hahaha... Tidak lama lagi kau akan menjadi GrandFa friends... ! " celutuk salah satu dari mereka sambil tertawa.
"Aku harap itu benar... ! " jawab Papi Dayton tersenyum bahagia.
Mereka terus berbincang sambil menikmati hidangan yang telah pihak restoran Tata persiapkan. Semua karyawan yang bekerja di tempat acara hari itu dari siang hingga malam tahun baru akan mendapatkan bonus dua kali lipat serta libur bekerja selama tiga hari.
Karena itu tidak ada seorangpun karyawan Tata yang mengeluh akan pekerjaan mereka pada hari itu. Dan semua nya di bayar langsung oleh suami Bos mereka yaitu Dave.
"Keterlaluan adik mu itu sayang! Masa kita yang menerima ucapan selamat dari semua tamu, sedangkan dia enak-enakan memadu kasih ! Aku kan juga pengen seperti itu memadu kasih di malam pergantian tahun di dalam kamar! " gerutu Henry dengan wajah cemberut.
"Hahahaha... Bukan kah tadi sore kita sudah melakukannya! " jawab Abeth dengan tertawa geli mendengar curhatan suaminya.
"Ish, itu tidak masuk hitungan karena di lakukan secara kilat! " sahut Henry masih merajuk.
"Hahahaha.... Astaga honey... " ucap Abeth dengan tertawa lepas mendengar kata yang keluar dari mulut suaminya.
Ia memegang kedua pipi suaminya dan menatapnya dengan penuh cinta.
"Kau tahu, Dave sudah membelikan kita tiket honeymoon kedua di Maldives, tempat kita pertama kali malam pertama saat honeymoon dan tiket itu sudah ada di tanganku! " ucapnya dengan tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Benarkah?? Jadi kita akan mengulang malam pertama kita untuk kedua kali nya??? " tanya Henry dengan mata berbinar bahagia.
"Of course honey.... Kita akan berbulan madu di sana bersama mereka berdua! Kau bisa sepuasnya menikmati lahan mu, sayang! " jawab Abeth dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Oh honey... Aku sangat bahagia! Walaupun sejujurnya aku juga ingin mengatakan pada mu bahwa aku juga ingin kembali mengulang saat pertamanya kita mereguk manisnya pernikahan di Maldives, tapi tidak apa-apa lah keduluan Dave! " sahut Henry dengan tersenyum bahagia.
"Aku senang karena kita akan berbulan madu bersama mereka berdua di tempat itu! Dave bilang kita akan berangkat besok pagi-pagi sekali! " ucap Abeth lagi dengan memeluk erat suaminya.
"Oke lah, tidak apa-apa sekarang kita yang di sini mewakili mereka menyambut tamu undangan! Adikmu itu pintar sekali mengambil kesempatan! " sahut Henry lagi.
"Kau benar sayang! Hahahaha... " jawab Abeth dengan tertawa kecil.
Lain hal nya dengan Kadir, ia justru kesal dan bete karena Sandra kebablasan menidurkan anak-anak di kamar. Saat ia hendak mengajak Sandra menghabiskan malam pergantian tahun dengan duduk di taman hotel, ternyata Sandra sudah ketiduran bersama Kana dan Kayla.
"Apes, apes! Rencananya mau duduk-duduk berduaan di taman sambil membicarakan masa depan, eh yang di tunggu malah enak-enakan tidur! " ucap Kadir saat menutup pintu kamar sambil menghela napas dengan kasar.
"Ah, lebih baik aku mengawasi Nana saja! Aku tidak mau laki-laki itu mengambil kesempatan pada adikku yang polos itu! " ucap nya lagi dengan tersenyum menyeringai dan berdiri lagi mencari keberadaan Nana.
Ia keluar dari ballroom menuju taman yang sudah di sulap pihak hotel menjadi tempat bersantai sambil menunggu tahun berganti.
"Tempat yang sangat romantis untuk jomblo seperti aku! " gumam nya pelan saat memasuki taman.
Matanya mencari-cari Nana dan pria yang bersama nya tadi.
"Aha... Itu mereka! Tapi kenapa wajah laki-laki itu seperti pernah aku lihat? Tapi dimana ya? Duh, pakai lupa lagi! " ucap Kadir sambil berpikir keras.
"Ah, masa bodo lah! Biar pun lupa ketemu di mana, tapi aku akan tetap mengawasi mereka dari sini! " ucapnya lagi bicara sendiri.
Nana sedang duduk di bangku taman bersama muda mudi lainnya yang mempunyai pasangan sambil berbincang menunggu malam pergantian tahun.
__ADS_1
Para sepupu Dave pun juga di taman itu bersama gebetan mereka masing-masing.
"Sendirian aja Bang! Mana si Bontot? " tanya Susan duduk di bangku sebelah Kadir bersama Arkan.
"Iya Bang, tumben sendiri! " sahut Arkan ikutan bertanya.
"Teman kamu itu udah terbang ke awan-awan membuat pulau di alam mimpi alias tidur! " jawab Kadir mendengus kesal.
"Hahahaha.... " Susan dan Arkan kompak menertawakan nasib Kadir yang jomblo saat malam pergantian tahun.
"Si Bontot emang gitu Bang! Gak bisa mencium bau bantal langsung lah merajut mimpi tanpa memikirkan suasana ataupun kondisi! Untung aja gak tidur sembarangan! Hehehehe... ! " ucap Susan dengan terkekeh kecil.
"Udah Bang! Jangan di pikirin amat! Mari kita nikmati malam ini sambil duduk santai melihat kembang api! " sahut Arkan lagi mencoba menghibur Kadir.
"Yah, gak masalah sih sebenernya! Sambil itung-itung ngawasin Nana juga dari sini! " jawab Kadir santai.
"Oh iya, ngomong-ngomong kok dari tadi Abang gak lihat Tata sama Mister Dave? " pertanyaan itu akhirnya keluar juga dari mulutnya.
"Kalau itu jangan di tanya Bang! Aku tadi lihat mereka keluar ballroom mengendap-endap kayak pencuri, kabur dari acaranya sendiri! Sudah pasti kalau si Bos laknat itu sedang menggarap istrinya saat ini! Benar-benar kebangetan itu Bule kw... ! Main kabur aja! Kayak gak bisa lain waktu aja! Lagian besok mereka juga mau bulan madu juga! Gak sabaran banget! " jawab Arkan dengan nada jengkel.
"Hahahaha.... Gak usah kesal gitu! Nanti kalau kamu udah nikah pasti kayak gitu juga! Siapa yang tahan di pingit seminggu padahal sudah halal untuk ngapa-ngapain! Abang pastikan kalau kamu nanti bakalan seperti itu! " sahut Kadir tertawa lepas.
Mendengar ucapan frontal Kadir membuat wajah Susan bersemu merah karena malu. Sedangkan Arkan hanya menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal karena agak salah tingkah.
"Mas Arkan yang di bilangin, kenapa jadi aku yang malu! Duh Susan, Susan! Jangan terlalu kegeeran deh! Belum tentu pasangan Mas Arkan itu kamu nantinya! Soalnya semuanya ada di tangan othor nya! " rutuk Susan dalam hatinya.
Bersambung....
Selamat membaca reader....
__ADS_1