Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
79. Awal pedekate


__ADS_3

Mama nya Ajeng terus saja berkoar-koar menjelek-jelekkan Mami Sita.


"Kanjeng Mami, gak usah dengerin kalau orang gila ngomong! Anggap saja dia lagi nina Bobo in kita itu, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Gak usah kepancing sama mulut lemes nya itu! Yang rugi malahan kita nanti jadi ikut-ikutan gilak! " bisik Sandra dengan sedikit kencang.


Mama Ajeng langsung merah padam wajahnya mendengar omongan Sandra, sedangkan Mami Sita hanya tertawa kecil mendengar bisikan Sandra yang tidak bisa di anggap berbisik.


"Maaf Mbak Sekar! Aku gak perduli mau anak ku mandul atau semacamnya, yang penting anak ku tidak mengemis-ngemis dengan orang lain karena di tolak keinginannya! Ayo kita pergi dari sini! " ucap Mami Sita sambil menggandeng tangan Sandra.


Mereka pun pergi setelah Sandra sempat-sempatnya mengejek Mama nya Ajeng dengan memeletkan lidahnya. Mama Ajeng melengos membuang mukanya dengan wajah merah padam dan tangan terkepal.


"Sialan tuh Ayu! Bagaimana bisa dia selalu ada yang membelanya! Padahal aku sudah merencanakan semuanya untuk membuat Ayu marah dan kesal sehingga membuat ia menjadi kalap yang nanti bisa aku jadi kan senjata untuk menekannya! Sial banget! " gerutu Mama Ajeng sambil terus berjalan ke arah luar Mall.


🌿🌿🌿


Kadir baru saja pulang ke rumah setelah pulang dari bekerja mengojek.


Anika menunggu Abang nya pulang di depan pintu sambil memberi makan Kana dan menemani Kayla bermain.


"Eh, anak Papa lagi makan! Papa mandi dulu yah, nanti Papa temanin kalian bermain! " ucap Kadir sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


"Bang, nanti ada yang Ika omongin sama Abang! " sahut Anika sebelum Kadir menghilang masuk ke rumah.


"Iya, nanti yah! " jawab Kadir mengiyakan perkataan Anika.


Anika menunggu Kadir sambil menemani Kayla bermain dan menyuapi Kana makan.


30 menit kemudian, Kadir menemui mereka di depan teras dengan pakaian yang rapi dan bersih. Ia mengambil Kana di pangkuan Anika yang baru saja selesai makan.


"Kamu mau bicara apa sama Abang? " tanya Kadir begitu Kana ada di pangkuan nya.


"Boleh gak Bang, Anika pulang ke rumah Anika dan Mas Riko? " tanya Anika balik kepada Kadir.

__ADS_1


"Kalau kamu yakin mau pulang, ya pulang saja. Abang tidak bisa melarang mu karena itu adalah hak mu. Abang hanya bisa memberikan saran dan mendoakan mu agar kehidupan rumah tangga mu tidak seperti abang. " jawab Kadir dengan bijak.


Anika pun menceritakan tentang pertemuan nya dengan Bi Sur di pasar tadi, dan ia juga menceritakan kembali keadaan Riko dan rumah nya ketika ia di usir Mama Riko saat Riko tidak ada di rumah.


"Kalau kau ingin kembali kepada Riko, Abang akan mengantar mu ke sana. Tapi sebelum itu, mau kah kamu bertemu dulu dengan Nana? Abang ingin bertemu dengan Nana dan ayah Jamal. " ucap Kadir sambil bertanya kepada Anika.


"Mau Bang, Anika mau kita bertemu Kak Nana! " jawab Anika dengan wajah bahagia.


"Baiklah, besok Abang akan menghubungi Nana dan kita akan bertemu di taman saja sambil membawa anak-anak bermain. " ucap Kadir sambil bermain dengan Kana.


Karena hari sudah mau magrib, Kadir dan Anika membawa anak-anak masuk ke dalam rumah.


🌿🌿🌿


Di rumah Ajeng.


"Ma, pokoknya Mama harus bisa membuat Bude Ayu mau menjadikan Ajeng menantu nya, istri Kang Mas Davin! " titah Ajeng dengan angkuh terhadap Mama nya.


"Kok aku? Ya Mama dong? Mama kan paling bisa membujuk orang agar mau mendengarkan omongannya Mama! Kalau Ajeng bisa, Ajeng gak bakalan minta bantuan Mama! " jawab nya lagi dengan wajah di tekuk.


"Kamu itu ya, Mama akan coba bujuk si Ayu lagi agar mau menjadikan kamu istrinya Davin. Tapi, kamu juga harus bisa merayu Davin agar mau menjadikan kamu istrinya. Kamu raih perhatiannya, dekati dia dengan pesona mu, rayu dia, dan pastikan ia jatuh ke dalam pelukanmu, Ajeng! Kalau kau bisa menaklukkan Davin, kau bisa menguasai segala-galanya harta kekayaan mereka. " ucap Nyonya Sekar sambil meracuni pikiran Ajeng.


Ajeng tersenyum senang mendengarkan anjuran Mama nya untuk menaklukkan hati Davin. Ia senyum-senyum sendiri membayangkan saat ia berhasil membuat Davin bertekuk lutut di hadapan nya.


Sedangkan di tempat lain, orang yang sedang di bicarakan Ajeng lagi membuntuti Tata diam-diam sambil melototi siapa pun yang terang terangan melirik dan menggoda Tata.


"Bisa gak sih, gak usah buntutin aku kayak gitu? Emangnya aku ini anak kecil pakai di awasi segala! Ngeselin banget! " omel Tata yang lagi mengitari Mall untuk membeli keperluan panti asuhan.


"Jadi, dari tadi kamu sadar kalau aku buntuti dari belakang? " tanya Dave penasaran.


"Jelas aja aku sadar, orang kamu nya ngikutin aku terang-terangan kayak gitu! Gimana aku nya gak sadar, kecuali kamu buntuti aku sembunyi-sembunyi kayak maling, mungkin aja aku gak bakalan sadar! " omel Tata lagi dengan ketus..

__ADS_1


"He... He... He... " jawab Dave cengengesan sambil cengar-cengir gak jelas.


"Aduh Mbak, so sweet banget sih! Suaminya jagain di belakang! Jadi pengen punya suami kayak gitu! " komentar emak-emak yang sedang memilih sayur-sayuran.


"Iya sih Mbak, beruntung banget punya suami yang pengertian, romantis, ganteng, Bule lagi! Gak kayak suami saya yang di ajak temani istri belanja aja gak mau! " ucap Emak-emak yang lain sambil curhat.


"Babang Bule, masih terima lowongan lagi gak? " tanya seorang Emak-emak yang memakai hiasan yang menor dengan gincu merah merona.


"Lowongan apa Bu? " tanya Dave ikut menanggapi pertanyaan Emak-emak tersebut.


"Lowongan jadi istri kedua! Saya rela kok ceraikan suami saya asalkan Babang Bule mau menerima saya jadi istri kedua! " jawab nya dengan tatapan genit sambil mengedipkan matanya kepada Dave.


Dave hanya melongo mendengar jawaban nyeleneh Emak-emak tersebut dan Tata yang kesal tanpa ampun lagi langsung menarik tangan Dave untuk pergi meninggalkan gerombolan Emak-emak yang ngerumpi di dekat stand sayuran.


Dave yang kaget melihat reaksi Tata, hanya diam saja ketika Tata menarik tangannya supaya menjauh dari gerombolan Emak-emak tadi sambil tersenyum bahagia.


Tata yang masih belum sadar jika ia masih menarik tangan Dave mengerutu kesal dengan wajah masam dan kesal. Ia bahkan tidak sadar jika ia membawa Dave turun ke lantai satu Mall.


"Mau sampai kapan kamu tarik tangan aku ini, Baby? Emangnya kamu gak pegel tangan mungil mu menarik tangan ku yang kekar ini? " goda Dave dengan sedikit keras.


Tata langsung menghentikan jalannya dan reflek melepaskan tangannya yang menarik tangan Dave dan wajahnya langsung bersemu merah karena malu.


"Aduh Tata? Kenapa jadi oon banget sih! Kenapa pula kau tarik tangan si Bule itu? Jadi rezeki nomplok itu untuk si Bule! Aduh, malu banget! Mau taruh di mana lagi ini muka! Bodoh kali lah kau Ta, Ta, ! " rutuk Tata dalam hatinya.


Bersambung...


Alhamdulillah wasyukurillah sudah Up kembali...


Mudah-mudahan bisa Up rutin lagi seperti dulu..


Mohon doa nya reader semuanya, agar othor tetap kuat dan tabah menghadapi takdir dari Allah SWT...

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beristirahat semuanya...


__ADS_2