
Akhirnya yang di tunggu pun tiba, jenazah Dika sudah selesai di mandikan dan dikafani oleh Pak ustadz yang tinggal di lingkungan rumah Tata dan akan segera di sholat kan dan dimakamkan di TPU yang masih berada di wilayah tersebut.
Anika tidak bisa menahan tangis nya saat ia di panggil Nana untuk turun ke bawah karena Dika sudah akan di sholat kan dan di makam kan. Mereka berdua menangis sambil berpelukan menyentuh jasad Dika untuk terakhir kalinya sebelum di masukkan ke dalam keranda.
"Maaf kan Anika Bang... ! Anika tidak ada di saat Abang butuh sandaran! Anika memaafkan semua kesalahan Abang dan Anika berharap Abang juga memaafkan kesalahan Anika! Semoga Allah mengampuni dosa-dosa Abang dan menerima semua amal Abang sewaktu hidup di dunia! " ucap Anika menangis sambil mencium jasad Dika yang sudah terbungkus kain kafan.
"Nana ikhlas melepas Abang! Nana juga sudah memaafkan semua kesalahan Abang sama Nana di masa lalu. InsyaAllah kami di sini akan selalu mendoakan Abang! " ucap Nana juga dengan menangis sambil mengusap kepala Dika.
Kadir hanya diam dan dari wajahnya ia sangat terpukul sekali dengan kepergian Dika. Ia hanya mengusap kepala Dika tanpa mampu berkata-kata.
"Ayah memaafkan semua kesalahan mu, Nak! Semoga Allah mengampuni dosa-dosa mu dan di tempatkan di surga-Nya Allah SWT. Aamiin.. ! " ucap ayah Jamal dengan mencium kepala Dika yang sudah tertutup kain kafan.
Tata juga hanya diam saja seperti Kadir, hanya saja ia tidak mendekati jenazah Dika dan hanya melihat dari jauh saja bersama Dave yang memeluk pinggangnya karena Tata bersandar di dada kokoh suaminya.
Pak ustadz langsung meminta agar jenazah untuk di bawa ke masjid agar di sholat kan terakhir kalinya. Kadir, Riko dan para warga lainnya mengangkat keranda jenazah Dika keluar rumah Tata untuk di sholat kan di masjid yang tidak jauh dari rumah Tata.
Setelah selesai di sholat kan, jenazah tersebut langsung di bawa ke area pemakaman yang semuanya sudah siap di sana. Anika dan Nana juga ikut dengan saling berangkulan ke pemakamannya Dika, ia tidak perduli dengan perut buncit nya yang membuat nya sedikit susah berjalan cepat.
Hanya Sandra dan Mami nya yang tidak ikut ke pemakaman karena anak-anak tidak mau di tinggal bersama Oma nya saja di rumah. Tata ikut bersama Dave dan Ibuk nya, serta ayah Jamal dan Papi Koh juga ikut mengantarkan jenazah Dika ke tempat terakhir nya.
Tangisan dan jeritan pilu Anika terdengar saat jenazah Dika akan di masukkan ke liang lahat, begitu juga dengan Kadir yang tidak dapat menahan air mata nya saat dirinya ikut membawa jenazah adiknya ke dalam tanah. Bahunya turun naik karena pertahanannya jebol juga karena akhirnya ia menangis juga meskipun tidak mengeluarkan suara keras seperti Anika.
Apalagi saat ia mengumandangkan Adzan untuk Dika di dalam kubur, ia menangis hingga Adzan nya terputus-putus karena ia sulit berkata-kata saking kelu lidahnya untuk bicara.
Perlahan tapi pasti jenazah Dika di tutupi tanah sedikit demi sedikit hingga semua tertutup sempurna dan Pak ustadz pun membacakan talqin mayat sewaktu jenazah selesai di timbun dan di pasangkan batu nisan.
Semua orang mendengarkan nya dengan khusuk dan mengaminkan doa yang di panjatkan Pak ustadz untuk almarhum Dika. Setelah selesai, semua orang pun satu persatu meninggalkan area pemakaman hingga hanya meninggalkan pihak keluarganya saja termasuk Tata dan suaminya. Ibuk segera mendekati Anika dan mengajaknya pulang karena ia tampak begitu pucat di pelukan Nana.
__ADS_1
Karena tidak ingin terjadi apa-apa pada bayinya, Anika menurut setelah di bujuk Riko. Tata meminta Nana untuk memberikan uang yang sudah ia siapkan dengan sepengetahuan Dave pada penggali kubur, pemandi jenazah dan Pak ustadz yang mentalqinkan mayat Dika sebelum mereka pulang.
"Kami tinggal dulu ya, Bang! Kami pulang dulu! " ucap Tata pada Kadir yang masih betah jongkok di dekat kuburan Dika yang masih basah dan ditaburi bunga-bunga.
Kadir hanya mengangguk dan ia bersama ayah Jamal serta Riko masih betah di depan kuburan nya Dika.
Dave menyampaikan permintaan maaf orang tuanya pada Kadir yang tidak bisa datang karena tidak bisa meninggalkan kakaknya di rumah sakit dan ikut berbelasungkawa.
"Tidak apa..! Terimakasih... ! " hanya itu yang bisa Kadir ucapkan saat Dave mengatakan hal itu.
πΏπΏπΏ
Didalam lapas pemasyarakatan perempuan atau lapas penjara wanita, Retno mengamuk-ngamuk saat mengetahui anak kesayangannya sudah tiada. Ia masih mengutuk Tata atas apa yang menimpa anak kesayangannya itu tanpa mau introspeksi diri.
"Dasar perempuan sialan! Pembawa sial! Kau sudah membuat anakku pergi selama-lamanya! Aku membencimu, sialan! Aku bersumpah agar hidupmu menderita seperti yang di alami anak ku Dika! Hu... Hu.. Hu... Kenapa kamu pergi ninggalin Mama Dika? Kenapa?" jerit Retno dengan mengutuk Tata lalu kemudian menangis.
πΏπΏπΏ
Malam harinya di kediaman Tata dilakukan acara tahlilan sampai hari ketiga saja karena tidak ingin membuat repot Tata dan keluarga nya Kadir meminta seperti itu. Ia berencana akan bersedekah saja pada peringatan tujuh hari kepergian Dika di sebuah panti asuhan anak-anak yatim piatu.
Semua orang menyambut baik keinginan Kadir itu dan mendukungnya.
Tata dan Dave memutuskan untuk menginap saja di rumah nya setelah memberi kabar pada Mami Papi jika mereka tidak pulang sampai besok pagi.
"Ah, capek nya! Rasanya masih gak percaya jika mantan suamimu pergi secepatnya ini, sayang! " ucap Dave sambil berbaring di atas tempat tidur.
Tata yang sedang membersihkan muka nya di meja rias hanya tersenyum kecil melihat suaminya kecapean seperti itu.
__ADS_1
Ia berjalan mendekat dan naik di atas tempat tidur dan merebahkan diri di samping suaminya.
"Itulah namanya ketetapan Allah untuk kita, Mas! Hal yang tidak bisa kita ubah karena sudah janji kita saat masih dalam kandungan Ibu, berapa lama usia kita, dengan cara apa kita meninggal, apakah dengan cara baik atau dengan cara buruk, itu semua sudah kita setujui sebelum lahir ke dunia ini! Manusia tidak ada yang tahu sampai mana batas usianya ketika di dunia, untuk itulah ia harus selalu berbuat kebaikan dan amal sholeh saat masih ada nyawa di raga kita! " ucap Tata panjang lebar.
"MasyaAllah... Istriku udah cocok jadi Ustadzah! " sahut Dave yang terpesona dengan kata-kata istrinya itu.
"Dih, Mas ngejek ya.. ! Orang banyak dosa kayak aku mau jadi ustadzah, sholat aja belum bisa tepat waktu, dan masih banyak kekurangan nya dalam beribadah mana pantas jadi seorang ustadzah. Apalagi pengetahuan agama yang masih minim dan masih perlu belajar lagi dan lagi! " ucap Tata dengan bibir manyun.
"Kamu tuh yang mengejek Mas, yang seperti itukan Mas ! Ngakunya Islam tapi masih bolong sholat nya walaupun hanya kadang-kadang saja. Tapi kan tetap aja ada yang bolong, belum full semuanya. Tapi hari ini Mas merasa tertampar jika Allah akan memanggil kita tidak peduli berapa pun usia kita, mau tua, muda semuanya sama. Mas jadi takut untuk menghadap Allah dengan dosa yang menggunung ini, Mas takut di panggil saat belum bertaubat. " ucap Dave dengan nada yang pelan.
"Alhamdulillah, jika Mas masih merasa takut! Itu artinya masih ada iman di hati Mas! Meskipun kita bukan orang suci, ayo kita sama-sama bertaubat yuk Mas. Mulai saat ini kita akan berubah menjadi lebih baik lagi untuk kita sendiri dan untuk anak keturunan kita kelak yang selalu menjalankan perintah Allah dan tidak akan lalai lagi dalam menjalankan perintahnya! Aku ingin kita kumpul di akhirat nanti bersama anak-anak cucu keturunan kita! " sahut Tata dengan mata berbinar bahagia.
"Iya sayang! Mas juga punya keinginan yang sama seperti itu! Semoga Allah mempermudahkan jalan kita untuk hijrah ya meskipun secara pelan-pelan! " ujar Dave dengan mengecup kening Tata.
"Aamiin ya Rabbal alamiin.. ! " jawab Tata mengaminkan doa suaminya.
"Dah yuk kita tidur, biar besok Mas gak telat bangun subuh nanti untuk awal baru proses hijrah kita! " ajak Dave dengan menepuk lengannya.
Ia meminta Tata untuk berbaring dengan lengan nya sebagai bantal. Dengan senang hati Tata mengangkat kepala nya dan berbaring di lengan suaminya sambil berpelukan erat. Dave mendekap Tata masuk ke dadanya dan mereka tidur sambil berpelukan.
Bersambung...
Mudah-mudahan babang Bule istiqomah hijrah gak bolong-bolong lagi sholat nyaππ...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku tersayang βΊβΊ..
Semoga hari kalian menyenangkan ππ..
__ADS_1