
Cukup lama Tata dan Kania berbincang dengan pengacara yang membantu mereka. Setelah semuanya clear, Tata menyerahkan sebuah flashdisk yang berupa rekaman CCTV rahasia miliknya kepada Bang Ritonga untuk di jadikan barang bukti di kantor polisi.
Setelah itu, Tata dan Kania pulang ke rumah pribadi Tata yang memang kosong karena di tinggal pindah ke Jakarta. Meskipun rumah ini kosong, Tata selalu membayar orang untuk selalu membersihkan rumah nya seminggu sekali agar tidak berdebu dan tetap bersih.
"Non, kalau saya tinggal di sini, bagaimana dengan barang-barang saya? Gimana dengan pekerjaan di loundry? " tanya Kania yang agak sedikit canggung.
"Selama proses di kantor polisi belum selesai, kamu tinggal di sini saja biar aman. Soal barang-barang kamu itu gampang, nanti saya tinggal minta Lusi untuk membereskan nya! Yang penting saat ini kamu tenang kan dulu tenaga dan pikiranmu dari semua hal yang membuatmu tertekan. Kamu harus bisa tunjukkan kepada orang-orang itu jika kamu bukan perempuan yang lemah. " jawab Tata dengan santai.
"Terimakasih banyak Nona, anda begitu baik dengan orang kecil seperti saya! " ucap Kania merendahkan diri.
"Sekali lagi kamu mengatakan terimakasih, aku akan kasih kamu hadiah piring cantik! Sudah dari pagi ini berapa kali kamu mengatakan terimakasih Kania? Bosan saya dengar kata terimakasih melulu, ucapin terimakasih nya dalam hati saja! " sahut Tata dengan jengah.
"Iya Nona, maaf! " jawab Kania patuh.
"Tidak usah minta maaf mulu, Kania! Kamu kan gak salah sama sama kenapa minta maaf! Ya udah, istirahat sana! Saya mau pergi, ada urusan dulu! " ucap Tata sambil berjalan keluar rumah.
Kania masuk dan langsung mengunci pintu rumah begitu Tata sudah hilang dalam pandangannya. Tata pergi mengecek keadaan restoran dan cafe nya yang di Medan sekalian melihat keadaan restoran selama di kelola orang yang ia beri tanggungjawab.
Tiba-tiba ponsel Tata yang khusus menerima pesan atau kabar dari orang-orang nya berbunyi. Terdapat pesan dari Tiger jika mereka sudah menemukan orang yang menjadi dalang dalam pengusiran Kadir malam itu. Tata langsung membalas untuk menangkap orang itu dan membawanya ke tempat khusus untuk para pengganggu yang jauh dari kota.
Tata masuk ke dalam restoran nya dengan santai yang mana membuat semua karyawan nya kaget dan menyambutnya dengan sangat antusias.
"Ya Allah Nona! Kenapa datang gak ngasih tahu dulu? Kan kami jadi gak ada persiapan gini! " pekik manager yang di percaya Tata meng-handle restoran ini dengan wajah girang.
"Bah, kau kira aku ini presiden pakai di sambut tari tarian gitu! Lagak kali lah klen pakai persiapan segala! Aku mampir sebentar aja ini, mungkin besok pulang aku ke Jakarta! Cemana restoran di sini? Apa ada kendala yang kau hadapi selama mengurus restoran ini? " jawab Tata sambil melihat disekelilingnya.
"Alhamdulillah semua nya berjalan lancar Nona! Gak ada kendala yang besar dan semuanya masih bisa saya tangani! " jawab manager nya dengan jujur.
"Bagus lah kalau gitu! Kalau ada apa-apa, kau jangan sungkan melapor pada ku! Aku tidak mau di bilang atasan yang tidak peka dengan keadaan pegawai nya! Dan aku juga tidak mau kesejahteraan pegawai ku juga tidak diperhatikan! " ucap Tata lagi dengan nada tegas.
"Baik Nona! Jika ada sesuatu saya akan langsung mengabari Nona! " sahut sang manager patuh.
"Ya sudah, kau lanjutkan saja pekerjaan mu! Aku mau nostalgia sejenak dengan berkeliling! " ucap Tata mempersilahkan managernya kerja kembali.
Ia lalu pergi melihat keadaan di sekitar restoran sambil mengawasi para pengunjung yang datang ke restoran silih berganti.
Tata duduk di sebuah tempat berkumpul nya para pegawai ketika beristirahat makan siang. Karena waktu makan siang sudah selesai, maka tempat tersebut kosong dan sepi. Semilir angin menerpa rambutnya yang beterbangan hingga menutupi sebagian wajahnya. Ia memejamkan matanya sejenak sambil menarik napasnya dalam-dalam.
"Hah.... Masih banyak persoalan yang menunggu untuk aku tangani di Jakarta! Rasanya berat banget menjalani semua ini, tapi jika bukan aku yang menyelesaikan nya siapa lagi! Ayolah Thalitha, ingat pesan ayah dulu! Jika kau lelah, kau harus istirahat sejenak. Tapi jangan pernah berputus asa karena semua yang kau lakukan pasti akan mendapatkan balasan nya. Jika niat kita baik, maka hasilnya juga akan baik. Begitu juga sebaliknya, jika niat kita jahat maka kejahatan itu akan balik kepada kita! " ucap Tata berbicara sendiri.
Ia berbicara sendiri sambil menikmati semilir angin yang berhembus tanpa menyadari jika ia di perhatikan seseorang yang bersembunyi di balik pohon dekat parkir motor para karyawan cafe dan restoran.
Ia memperhatikan Tata dengan pandangan yang sulit di artikan. Ia langsung bersembunyi ketika Tata melihat di sekelilingnya lagi sebelum beranjak dari tempat ia santai sejenak.
Tata memutuskan untuk kembali ke rumah nya setelah mendapat pesan dari orang-orang nya jika semua barang-barang milik Kania sudah siap dan tinggal di angkut. Ia langsung memerintahkan mereka untuk membawa semua barang-barang tersebut ke rumah nya.
Tata menempatkan beberapa bodyguard untuk menjaga keamanan pusat Loundry miliknya sebagai antisipasi jika pihak keluarga Kania dan pihak keluarga tersangka datang untuk membuat keonaran, sekaligus untuk menjaga Lusi dan keluarga nya yang tinggal di Loundry tersebut.
"Assalamualaikum... " ucap Tata sambil membuka kunci pintu pagar.
__ADS_1
Kania yang memang sengaja menunggu Tata langsung membuka pintu rumah begitu mendengar suara Tata dari luar.
"Waalaikumsalam....Alhamdulillah Nona pulang juga! Saya agak takut sendirian di rumah sebesar ini! " jawab Kania dengan wajah lega.
"Ya ampun, ini anak polos banget! Gimana kalau dia tinggal di rumah utama yang di Jakarta ya? Mungkin dia akan pingsan begitu masuk karena besarnya tiga kali lipat dari rumah ini! Atau jika ia ke Villa yang di Bandung, mungkin ia juga akan pingsan kalau melihat rumah yang gede gak hanya satu tapi tiga! " batin Tata dengan geleng-geleng kepala.
"Kenapa takut? Memangnya ada orang yang datang ke rumah ini? " tanya Tata dengan melihat ke arah jalanan luar.
"Gak ada orang yang datang Nona, hanya saja saya tidak terbiasa sendiri di rumah sebesar ini! Kalau sendiri di rumah saya yang kecil dulu gak masalah, tapi di rumah sebesar ini saya merasa tiba-tiba takut. " jawab Kania jujur.
"Oh.... Jadi takut karena rumahnya yang besar! Justru rumah yang besar lah enak sendiri karena lapang dan gak ada yang akan gangguin kamu! " ucap Tata dengan tersenyum geli.
"Tapi tetap aja takut Nona! Gimana kalau tiba-tiba ada makhluk lain tak kasat mata yang datang? Kan serem banget sendirian gak ada temannya! " jawab Kania lagi dengan memegang tengkuk nya.
"Ha.... Ha... Ha.... Ternyata kau itu korban sinetron juga rupanya! Mana ada manusia yang bisa melihat makhluk gaib jika ia tidak menampakkan dirinya pada manusia itu! Asal kau selalu menjaga sholat mu, in Shaa Allah makhluk gaib tidak akan mendekatimu karena Allah lah yang akan menjaga kita! " sahut Tata sambil tertawa kencang.
"Apakah manusia berlumur dosa seperti saya masih pantas untuk meminta sesuatu kepada Allah Nona? " tanya Kania dengan wajah sendu.
"Masih pantaskah saya untuk menghadap nya dengan tubuh kotor dan hina seperti ini? " tambah Kania dengan air mata bercucuran di pipinya.
Tata tertegun sejenak mendengar jeritan Kania yang seakan-akan ia perempuan kotor. Ia langsung mendekati Kania dan memeluk erat tubuh Kania yang bergetar karena menangis.
"Menangis lah sepuasnya Kania! Keluarkan semua kekecewaan dan kesedihan mu untuk yang terakhir kalinya! Setelah ini tegakkan wajahmu dan angkat kepala mu untuk menatap dunia dan seisinya. Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hambanya yang tidak mampu, karena kita mampu lah Allah memberikan cobaan itu untuk kita agar kita semakin dekat dengan nya, bukan semakin menjauh. Sebanyak apa pun dosa kita, jika kita sungguh-sungguh bertaubat maka Allah akan selalu mengampuni dosa-dosa kita. Pintu taubat Allah selalu terbuka lebar untuk hambanya yang ingin bertaubat sampai ajal menjemput kita. Jadi, jangan pernah kau berpaling dari Allah karena cobaan ini, Kania! Karena ini murni bukan kesalahan mu tetapi ujian yang di berikan Allah untuk mu agar kau semakin dekat pada-Nya. Jadi, jangan pernah kau tinggalkan sholat mu walaupun dosa mu setinggi gunung dan banyak buih di lautan. Kau tau, semua orang yang telah meninggal ingin di hidupkan kembali hanya untuk bersujud kepada Allah walaupun hanya sekejap. Mumpung kita masih hidup dan di beri kesempatan untuk bertaubat maka bertaubat lah sebelum Allah memanggil kita. " nasihat Tata panjang lebar sambil mengusap punggung Kania.
"Kau masih sangat muda, masa depan mu masih sangat panjang Kania! Jangan kau dengarkan bisikan dan rayuan syetan yang akan membawa mu kepada kemusyrikan dan menyesatkan mu! Ingatlah, jodoh rezeki maut kita semuanya sudah di atur Allah. Jadi jangan lah berkecil hati karena setitik kekurangan yang ada pada diri kita. Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, yang sempurna hanyalah milik Allah. Aku harap kau resapi dan renungkan apa yang aku katakan tadi kepadamu! Sekarang hapus air matamu itu, pergilah mandi taubat lalu kemudian sholat lah sholat taubat agar hatimu tenang. " sahut Tata lagi menambahkan nasihatnya.
"Terimakasih banyak nasihatnya Nona! In Shaa Allah saya tidak akan lagi meninggalkan sholat hanya karena cobaan ini! Saya ingin memperbaiki semuanya Nona! Saya permisi dulu! " jawab Kania dengan wajah kembali penuh semangat.
"Huh.... Memang mudah jika hanya berkata-kata, melakukannya lah yang begitu sulit. Terkadang aku tidak ingin mengeluh, tetapi di satu sisi terasa berat apa yang aku jalani sekarang ini. Seakan-akan tidak ada habisnya, jika aku di posisi Kania, aku tidak tahu apa yang aku lakukan jika hanya seorang diri tanpa ada yang membimbing dan mendukung. Semoga saja Kania kuat dengan semua cobaan ini dan semoga nanti jika ia di Bandung, Ibuk bisa membimbing nya menjadi perempuan yang kuat, tangguh dan selalu optimis untuk bangkit dari keterpurukan. " gumam Tata pelan sambil selonjoran di lantai.
"Astaghfirullah hal adziim..... Aku lupa mengabari Ibuk soal lamaran Mas Dave hari itu! Aduh, ini sudah lewat satu hari dari yang aku janjikan waktu itu! Aduh... Gimana ini??? " pekik Tata tiba-tiba dengan menepuk pelan jidatnya.
Ia menggigit kukunya dan berdiri sambil mondar-mandir memikirkan apa yang mesti ia katakan dan apa alasan nya baru memberikan jawaban nya sekarang ini.
"Ya Allah, bagaimana nanti kalau Ibuk nanya ya kenapa aku bisa di Medan? Aku gak mau Ibuk kepikiran dengan masalah Loundry di sini? Kalau aku gak jujur, Ibuk pasti marah dan gak suka anaknya berbohong! Aduh.... Dilema banget aku sekarang! " ucap Tata masih dengan mondar-mandir depan belakang.
πΏπΏπΏ
Di kediaman Ryder....
Dave juga melakukan hal yang sama dengan Tata mondar-mandir di ruang keluarga dengan wajah nelangsa. Ia cemas, kalut dan takut karena sampai saat ini Tata masih belum menghubungi nya terkait jawaban lamaran nya minggu lalu.
"Ya Allah Le??? Gak bisa ya kamu itu duduk diam di sofa? Pusing kepala Mami lihat kamu kayak setrikaan begitu depan Mami? Ono opo toh Le? Wajah mu koyo mumet gitu?? " tanya Mami Sita dengan wajah heran.
"Gimana Dave gak mumet Mami??? Sampai sekarang Tata belum juga memberikan kabar tentang jawabannya atas lamaran Dave waktu itu? Ini sudah lewat satu hari dari waktu yang ia pinta, Mami! Dave takut Tata berubah pikiran menolak lamaran Dave? " jawab Dave dengan wajah prustasi.
"Ojo ngomong sembarangan koe! Mungkin saja Tata lagi sibuk di Medan, kan kamu tau sendiri kenapa ia di Medan saat ini? Lebih baik koe banyak-banyak berdoa dan selalu berpikiran positif agar hasilnya juga baik dan positif. " sahut Mami Sita menasehati Dave.
Dave pun kembali duduk di sebelah Mami nya dengan menyandarkan kepalanya di bahu sang Mami. Mami Sita mengusap pelan kepala sang anak dengan penuh cinta dan kasih sayang.
__ADS_1
πΏπΏπΏ
Setelah bergulat dengan pikirannya sendiri, Tata akhirnya memberanikan diri menelpon Ibuknya untuk memberikan keputusan nya akan lamaran Dave padanya waktu itu.
"Assalamualaikum Buk? Tata minta maaf karena lupa memberikan jawaban atas lamaran Mas Dave waktu itu Buk! Saat ini Tata di Medan Buk, karena ada sedikit masalah di sini terkait Loundry kita. Tapi masalah nya sudah hampir selesai, jadi jika gak ada halangan lusa adek kembali ke Jakarta! "
"Waalaikumsalam adek!Kenapa adek gak bilang jika loundry kita ada masalah? Tapi syukur lah jika masalahnya sudah mau selesai! Jadi, gimana jawaban adek terkait lamaran nak Dave? "
"Bismillahirrahmanirrahim... Adek terima lamaran nya Mas Dave Buk! "
"Alhamdulillah ya Allah... Ibuk senang mendengar nya! Mudah-mudahan ini akan menjadi pernikahan mu yang terakhir Nak hingga ajal menjemput kalian! Ibuk harap kalian berdua sehidup ke surga nya Allah menjalani biduk pernikahan yang sakinah mawaddah warahmah dengan saling mencintai dan menyayangi karena Allah! "
"Aamiin ya Rabbal alamiin... Terimakasih atas doa dan restu Ibuk untuk pernikahan adek nanti dengan Mas Dave! Tolong sampaikan jawaban adek ke keluarga nya Mas Dave ya Buk? Adek pamit dulu, assalamualaikum! "
"Ibuk akan selalu mendoakan dan merestui anak Ibuk! Akan Ibuk sampaikan jawaban adek kepada keluarga nak Dave. Waalaikumsalam.. "
Tata menutup panggilan nya setelah mendengar jawaban Ibuk nya di ujung sana.
πΏπΏπΏ
Bunyi telepon keluarga Ryder terdengar nyaring memekakkan telinga yang mendengar nya.
"Mi, ada telepon tuh! Angkat gih! " ucap Dave yang lesu kayak ayam sakit.
"Kamu aja yang ngangkat sana! Kan gak jauh tempatnya dari tempat kamu duduk! " tolak Mami Sita sambil membaca majalah yang ada di tangannya.
"Mager Mi! Cepatan angkat Mami! Siapa tahu dari Eyang loh! " ucap Dave lagi dengan nada malas.
"Dasar anak pemalas! Angkat telepon aja gak mau! " gerutu Mami Sita sambil bangkit dari posisi uwenak nya.
"Ya Hallo, assalamualaikum! Apa???? Beneran Jeng! Alhamdulillah ya Allah! Terimakasih ya jeng! Iya jeng, Sama-sama! Waalaikumsalam.... " ucap Mami Sita menutup telepon tersebut dengan wajah sumringah.
"Siapa Mi? Ada apa? Kenapa Mami kegirangan kayak gitu mukanya? " tanya Dave penasaran dan langsung mendekati Mami nya.
"Mau tau aja apa mau tau banget??? " ledek Mami Sita menggoda kekepoan anaknya.
"Ish Mami! Orang serius malah diajak bercanda! " gerutu Dave dengan wajah manyun.
"Ibuk nya Tata telepon, katanya Tata menerima lamaran kamu! " jawab Mami Sita dengan tersenyum lebar.
"Oh..... Apaaaaa??? " teriak Dave kaget dengan mengguncang bahu Mami nya.
Bersambung...
Maaf baru Up setelah sekian lama di kerena kan anak othor yang bungsu lagi sakit. Othor gak sempat pegang HP buat nulis Tata dan Dave karena keteteran mengurus kakaknya yang mau sekolah, adek nya yang sakit demam di tambah lagi urusan di dunia nyata yang gak ada habis-habisnya. Ternyata begini beratnya menjadi seorang single parent yang mengurus dua anak seorang diri tanpa ada yang bantuin..
In Shaa Allah jika si dedek udah sehat lagi othor akan up lagi seperti biasanya..
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan ππ...