
King Cobra memicingkan matanya mendengar dan mencari asal suara tersebut. Karena posisinya agak susah, ia kesulitan melihat kiri kanan di tambah lagi dengan ruangan ini gelap sekali.
"Hidup kan lampunya! " perintah suara itu lagi dengan lantang.
Cklek.....
Lampu hidup terang benderang membuat King Cobra memejamkan matanya karena silau. Perlahan-lahan ia membuka matanya untuk melihat apa yang ada di ruangan tersebut.
Saat matanya melihat seluruh isi ruangan tersebut, matanya bertubrukan dengan mata sesosok pria yang tadi hanya bersuara saja.
Ia menelan ludahnya dengan kasar, tenggorokan nya terasa tercekat melihat sorotan tajam penuh intimidasi dari pria tersebut. Entah kenapa dadanya terasa sesak seakan-akan pasokan oksigen nya tiba-tiba berkurang melihat sorot mata itu.
Lidahnya kelu dan kesulitan untuk bisa bicara karena lehernya seperti di cekik seseorang hingga membuatnya menjadi sesak tidak bisa bernapas dengan baik.
"K-kau...... ! " ucapnya dengan suara berat.
"Yah, ini aku... ! Kenapa?? Kaget?? Atau kau mengharapkan kehadiran istriku? " jawab Dave dengan dingin dan datar.
Benar sekali, sesosok yang memperhatikan King Cobra saat ia pertama kali sadar adalah Dave.
Flashback On...
Setelah Abeth masuk ke ruang perawatannya, Arkan datang menghampiri nya. Paham akan kode dari Arkan, Dave meminta Henry untuk tetap di ruangan Abeth sendiri karena ia ada urusan sebentar.
"Ada apa??? " tanya Dave langsung.
"Orang-orang ku tidak bisa menemukan kemana bajingan itu di bawa orang nya Tata! " lapor Arkan dengan mode serius.
Dave tampak berpikir sejenak dan tiba-tiba ia tersenyum senang karena sudah mendapatkan ide.
"Kau tenang saja! Kita akan mendapatkan laki-laki itu! Aku akan mencuri ponsel Tata untuk menghubungi anak buahnya ! Kita akan mendapatkan laki-laki bajingan itu secepatnya! " ucap Dave dengan menyeringai licik.
"Bagaimana cara kau mencurinya? " **t**anya Arkan penasaran.
"Tidak usah kepo! Kau terima saja nanti hasilnya! Oh ya, pastikan orang-orang mu menjaga kamar kakakku 24 jam non-stop! " jawab Dave dengan berlalu pergi.
"Huh.... Dasar pelit! " sahut Arkan cemberut.
Dave memutuskan untuk pulang ke rumah, ia mampir sebentar ke apotek untuk membeli sesuatu.
Begitu sampai di rumah, ia langsung naik ke atas menuju kamarnya. Saat masuk ke dalam kamar, ia melihat istrinya tidur tengkurap hanya tertutup selimut. Ia menyingkapkan nya dan kaget ternyata istrinya tidur hanya mengenakan pakaian dalam saja tanpa menggunakan baju tidur atau piyama.
Beberapa luka lebam di punggungnya tampak bewarna kuning seperti di balur sesuatu. Ia menghela napas dalam-dalam melihat tubuh istrinya dan menutupi kembali dengan selimut.
Dave masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum melakukan semua rencananya.
"Sepertinya aku harus puasa dulu dua hari, setidaknya sampai ia tidak sakit lagi dan bisa di ajak gulat! " gumam nya saat baru keluar dari kamar mandi.
Ia pun menuju walk in closet untuk mengambil pakaian santai. Setelah itu ia langsung turun ke lantai bawah menuju dapur dan bertemu dengan Mbok Nah.
"Mbok.... ! Tata udah makan belom? " tanya Dave pada Mbok Nah yang sedang menyiapkan makan siang.
"Tadi hanya makan roti untuk minum obat, Raden! Den Ayu ketiduran saat Si Mbok membalur luka lebamnya dengan ramuan tradisional! Ini si Mbok lagi menyiapkan makan siang untuk semua nya, sekalian makan siang untuk Den Henry di rumah sakit! " jawab Mbok Nah terlihat sedih dari raut wajahnya.
"Oh... Ya udah lah ! Kalau gitu Dave bikin jus aja lah untuk Tata! Mbok siap kan aja makan siang nya! " sahut Dave sambil berjalan menuju kulkas.
"Iya, Raden! " jawab Mbok Nah kembali dengan kesibukan nya.
Lastri dan Sri hanya diam saja tidak ikut berkomentar, mereka tetap bekerja walaupun ada Dave di antara mereka. Dave dengan sigap mengambil beberapa buah jeruk untuk di jadikan orange jus kesukaan Tata dan jus alpokat untuk dirinya sendiri.
"Tara.... ! Orange jus dan alpokat jus nya sudah siap! Mbok, siapkan makanan untuk saya dan Tata ya? Mau saya bawa langsung ke atas! " ucap Dave dengan tersenyum lebar.
"Iya, Raden! Mbok siapkan sekarang! " jawab Sri dengan bergerak cekatan menyiapkannya.
Dalam lima menit, dua piring nasi beserta lauk pauknya sudah tersedia di nampan. Karena di kamar sudah ada air putih, maka Dave hanya membawa itu dan jus yang ia buat saja ke atas.
Dengan hati-hati ia membawa nampan tersebut ke lantai atas. Ia lalu meletakkan nampan di atas meja yang ada di dalam kamar. Kemudian mendekati istrinya yang masih tertidur dengan pulas.
__ADS_1
"Sayang.... ! Bangun dulu! Ayo kita makan siang! Kata si mbok kamu cuma makan roti tadi! " ucap Dave membangunkan Tata dengan menciumi seluruh wajahnya.
"Hhhhhmmmmmm.... " jawab Tata hanya berdehem saja tanpa membuka matanya.
"Ayo sayang bangun! Nanti boleh tidur lagi! Ayo bangun sayang!! " ucap nya lagi kali ini dengan meraba-raba paha Tata.
Merasa ada yang menggerayangi tubuhnya, Tata mau tidak mau membuka matanya.
"Mas..... Bilangin junior jangan masuk sekarang! Besok aja kalau mau masuk! Aku masih agak kurang fit ini! " ucap Tata dengan lirih.
Dave tersenyum karena istrinya sudah bangun. Ia menghentikan aksinya meraba paha istrinya itu dan langsung membantu Tata untuk duduk.
"Kamu yang memancing junior dengan memakai pakaian dalam seperti ini! Masih pakai pakaian aja junior bangun, apa lagi yang seperti ini! " ucap Dave dengan ******* sekilas bibir istrinya.
"Ish.... Itu sih dasar junior nya aja yang mesum! Tau aja mana yang bikin enak! " cibir Tata dengan melilitkan selimut di tubuh nya.
"Ha.... Ha.... Ha.... ! Nah, itu kan tau! Ayo kita makan! Mas sudah lapar! " jawab Dave tertawa kecil dengan cibiran istrinya.
Ia lalu mengangkat Tata untuk duduk di sofa dan mereka berdua makan siang bersama di dalam kamar. Saat Dave akan meminum jus alpokat, Tata menyelutuk cepat dengan bibir manyun.
"Mas curang! Bikin jus alpokat cuma satu, aku kan juga suka jus alpokat! " ucapnya dengan bibir manyun.
"Mau.... ! " sahut Dave dengan mengangkat jus di tangannya.
"Ya mau lah... ! Pakai di tanya lagi... ! " jawabnya ketus.
"He.... He.... He.... Ya udah, buat kamu saja! " ucap Dave dengan terkekeh.
Tata dengan cepat menyambar jus alpokat di tangan suaminya. Ia meminum nya dengan nikmat dan Dave melihat nya dengan tersenyum penuh arti.
"Kok gitu lihat nya! Gak rela ya jus nya aku minum! " ujarnya saat melihat suaminya menatapnya seintens itu.
"Siapa yang gak rela, sayang! Mas hanya senang lihat kamu
kembali ceria seperti ini! " jawab Dave mengelak.
"Kirain.... ! " sahut Tata lagi dan kembali memakan makanan nya.
"Hoam..... ! Ngantuk lagi! Duh, kebiasaan banget kalau udah kenyang pasti langsung ngantuk! Bisa-bisa berubah jadi kebo aku abis makan langsung tidur! Hoam.... ! " ucapnya dengan menguap lebar dan di tutup dengan telapak tangannya.
"Kalau kamu masih mengantuk, tidur saja! Mas mau turun antar piring kotor ini dulu, nanti Mas nyusul ! " sahut Dave dengan membereskan piring kotor dan gelas di atas nampan.
Tata hanya mengangguk, begitu suami nya sudah keluar kamar, ia langsung merebahkan diri di kasur dan langsung terlelap di alam mimpi.
"Akhirnya tidur juga! " ucap Dave saat ia kembali masuk ke dalam kamar.
Begitu memastikan kalau istrinya benar-benar terlelap, ia bergerak cepat mencari di mana Tata menyembunyikan ponsel jadul yang biasa ia gunakan untuk menghubungi seseorang.
"Aku yakin jika dalam ponsel itu ada cara agar bisa menghubungi anak buah nya! Pasti Tata menyimpan nomor mereka di ponsel itu, aku sangat yakin! " gumam Dave sambil terus mencari di seluruh kamarnya.
Ia sampai keringatan mencari benda kecil tersebut karena belum juga di temukan.
"Ya ampun.... Dimana ponsel itu ia sembunyikan? " keluh Dave dengan mengelap peluh nya.
Ia duduk di tepi kasur dekat kepala istrinya tidur. Kakinya seperti menginjak sesuatu di bawah tempat tidur.
"Apa ini? Kok aku seperti menginjak sesuatu! " ucapnya sambil wajahnya menunduk melihat ke bawah.
"Asyik.... Ternyata yang aku cari dari tadi ada di bawah sini! " pekiknya kegirangan.
Benda yang tidak sengaja ia pijak adalah ponsel jadul milik istrinya. Tata memang menaruh ponsel khusus nya di bawah tempat ia tidur agar tidak di ketahui siapapun yang masuk ke kamar nya saat ia tidur.
Dave langsung memasukkan ponsel tersebut ke kantongnya dan membetulkan selimut yang menutupi tubuh istrinya.
"Tidur yang nyenyak sayang.... ! Kali ini biarkan suami mu yang mengatasi semua masalah ini dengan caranya sendiri! " ucapnya dengan mengecup lembut kening istrinya.
Ia lalu keluar kamar dan pergi dari rumah menuju tempat janjiannya bersama Arkan. Ia pergi menuju sebuah tempat yang denah nya sudah di kirimkan Arkan melalui chat WA.
__ADS_1
Tiga puluh menit ia berkendara seorang diri, akhirnya ia sampai juga di sebuah rumah kecil yang jauh dari pemukiman. Rumah yang sangat sejuk dan asri dengan berbagai tamanan tumbuh di pekarangan nya.
Saat mobilnya berhenti, Arkan keluar menyambutnya dengan tersenyum lebar.
"Bagaimana?? Apakah berhasil?? " Arkan memberondong nya dengan pertanyaan sebelum ia turun dari mobil.
"Apa kau tidak bisa melihat aku turun dulu baru bertanya? " ucap Dave dengan ketus.
"Iya... Iya... Sensi amat kayak cewek lagi PMS! " sahut Arkan dengan wajah cemberut.
"Aku memang lagi PMS... ! Gara-gara insiden ini aku jadi libur untuk beberapa hari! " ucapnya asal.
"Kenapa kau libur? emangnya perusahaan kita kayak anak sekolah ada liburnya? " tanya Arkan lagi dengan heran karena tidak konek dengan istilah libur untuk Dave.
Dave auto tepuk jidat karena Arkan tidak mengerti apa yang ia katakan.
"Dah lah, susah kalau ngomong sama orang jomblo! Gak nyambung! " jawabnya dengan malas.
"Kenapa aku yang di salahkan? Apa hubungannya coba libur dengan jomblo ! Kau yang gak nyambung! " omel Arkan tidak mau di salahkan.
"Stop.... ! Jangan di lanjutkan! Kita bahas masalah penting dulu! ini ponsel khusus milik istriku! Suruh hacker mu untuk mencari nomor terakhir yang di gunakan istriku menghubungi anak buahnya karena aku tidak menemukan apapun dalam ponsel ini! " teriak Dave dengan cap lima jarinya di hadapan Arkan saat ia hendak bicara lagi.
Arkan mengambil ponsel jadul tersebut dan langsung masuk ke dalam rumah yang ternyata sudah menunggu orang-orang nya di dalam sana dengan berbagai macam kegiatan.
Mereka menunduk hormat saat Dave memasuki rumah tersebut. Arkan lalu menyerahkan ponsel Tata kepada salah satu orangnya yang sedang duduk di depan layar komputer.
"Cari nomor terakhir yang di hubungi nomor ini dalam beberapa hari terakhir! " ucap Arkan dengan datar.
Anak buahnya mengangguk paham dan menerima ponsel tersebut dan mulai bekerja mencari yang diinginkan Bos nya.
Hanya dalam waktu lima menit, ia berhasil mendapatkan nomor Tiger pada panggilan terakhir Tata.
"Sambung kan aku melalui panggilan video! " perintah Dave dengan duduk di kursi yang sudah di sediakan Arkan.
Anak buah Arkan menaruh laptop di hadapan Dave dan tidak lama kemudian panggilan pun tersambung di laptop dan saat Tiger menjawabnya ia kaget karena bukan Tata yang menghubungi nya melainkan Dave.
"Kenapa anda yang menghubungi ku? Di mana kakak! " tanya Tiger tanpa basa basi.
"Istri ku sedang beristirahat! Jangan kalian ganggu dulu untuk beberapa hari ini! Aku tidak punya banyak waktu, berikan lokasi kalian membawa bajingan itu pada orang-orang ku! Aku sendiri yang akan mengeksekusi nya! " jawab Dave dengan datar tanpa ekspresi.
"Tapi kakak sendiri yang bilang akan mengeksekusi pria ini dengan tangan nya! " ucap Tiger ragu-ragu.
"Selagi aku masih bernapas, tidak akan aku biarkan tangan mulus istriku berlumuran darah menghabisi musuh-musuh nya! Ia cukup menerima hasilnya saja! Mulai sekarang aku yang akan mengambil alih semua nya! " sahut Dave menatap tajam Tiger dari layar laptopnya.
Tiger meneguk ludahnya yang tiba-tiba kering saat melihat tatapan tajam suami Bos nya yang tampak begitu berbeda dari yang selama ia mereka lihat.
Akhirnya Tiger mengangguk juga dan langsung memberikan titik lokasi dimana markas eksekusi milik kelompok mereka.
"Gak bini nya, gak lakinya... ! Sama-sama iblis berwajah malaikat! Hiyy.... Mengerikan sekali! " batin Tiger setelah menerima panggilan dari Dave.
Flashback Off...
Kembali ke saat ini...
King Cobra merasa tidak nyaman dengan tatapan intimidasi yang kuat dari tatapan mata Dave. Tubuhnya gemetaran hebat seakan-akan merasa jika hidupnya tidak akan lama lagi.
"Berapa uang yang di bayarkan tua bangka itu untuk menyakiti istriku?? 100 juta, 200 juta, 500 juta, atau 1 milyar kah? " tanya Dave dengan suara bariton nya yang terdengar datar dan dingin.
"Li-lima ratus juta... ! " jawab King Cobra lirih.
"Cuih...... ! Hanya 500 juta kau berani menyakiti istriku? Satu triliyun pun yang tua bangka itu bayar tidak akan bisa kalian menyakiti nya! Karena ulah mu, kakak ku terbaring di rumah sakit! Kau harus membayar apa yang telah kau lakukan pada kakak dan istriku! Ingat, gigi di bayar dengan gigi, nyawa di bayar dengan nyawa! " ucap Dave lagi dengan mata berkilat amarah.
Bersambung....
Oh my god... π±π±π±part 167 baru lulus review siang ini!! Padahal kemarin sore othor sudah serahkan ke Nt, ckckckck...
Tumben banget NT agak lama review nya..
__ADS_1
Dah lah... yang penting berhasil Up walaupun telat jadi keesokan harinya..
Selamat membaca ya readers ku semuanya.... Semoga hari kalian menyenangkan ππ...