
Retno menelan saliva nya melihat kemarahan di mata Harisman, namun ia tetap diam mengunci rapat-rapat mulutnya.
"Keterlaluan kau Retno! Baiklah, silahkan kau kunci mulut mu itu! Aku akan mencari sendiri dimana putriku! " ucap Harisman dengan wajah jengkel.
Setelah mengatakan itu, ia pergi dari hadapan Retno dengan wajah yang sedih sekali.
πΏπΏπΏ
Delia tersenyum senang dengan rencana yang sudah ia susun untuk memberitahu orang tua dan mertuanya jika ia hamil.
Sudah dua minggu berlalu semenjak kejadian waktu ia pura-pura tidur dengan Riko. Walaupun semenjak waktu itu pula hubungan nya dengan Riko tidak ada kemajuan, jangan kan bersikap baik, menegur atau melihatnya pun Riko enggan melakukannya.
Apalagi sudah dua minggu ini Riko selalu muntah-muntah di waktu subuh hingga jam 9 pagi, kemudian muntah-muntah lagi ketika jam setengah enam hingga habis waktu magrib. Begitu lah yang terjadi pada nya dua minggu belakangan ini.
Tidak hanya itu, selera makannya pun ikut berubah. Ia begitu menyukai makanan yang manis-manis seperti cake, dan semua makanan manis lainnya.
"Sabar ya sayang? Sebentar lagi kita akan punya Papa selama-lamanya. Kamu tidak akan berbagi Papa dengan siapa pun, begitu juga Mama. Walaupun Mama belum mencintai Papa, tapi Mama akan membuat Papa mu mencintai Mama, sayang! " ucap Delia sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata.
Hari ini ia hanya sendirian di rumah, Riko bekerja di toko Papa nya seperti biasa tapi ia akan pulang ketika setelah isya. Sedangkan Bi Sur sudah dua hari ini pergi membantu acara pernikahan tetangga dekat rumah mereka karena di minta untuk membantu. Hari ini hari terakhir Bi Sur membantu tetangga.
Delia akan membuat perayaan dengan mengundang orang tuanya dan mertua untuk datang ke rumah ini. Dia akan melakukannya besok sore karena ia tahu jika Riko akan pulang ke rumah jam 8 malam.
Keesokan harinya...
Delia meminta Bi Sur dari pagi untuk memasak makanan yang banyak dan enak-enak karena orang tua dan mertua nya akan datang makan malam di rumah ini.
Ia juga sudah berdandan cantik dan menaruh foto USG miliknya di dalam sebuah amplop putih.
"Sebentar lagi semuanya akan menjadi milik kita, sayang! " ucap Delia senyum-senyum sendiri sambil mengelus perutnya.
Tepat jam 5 sore, Papa dan Mama nya Delia sudah datang ke rumah ini dengan membawa banyak oleh-oleh.
"Ya ampun Delia! Kamu makin cantik aja? Seger banget Mama lihat, Mama senang lihat kamu bahagia seperti ini! " ucap Mama nya ketika di sambut Delia di depan pintu.
"Mama bisa aja, Delia cantik karena Mama juga cantik! Ayo Ma, Pa kita masuk! Kita ngobrol di dalam saja. " jawab Delia dengan membawa kedua orang tuanya masuk ke dalam rumah.
Baru duduk lima menit, orang tuanya Riko datang. Delia tersenyum lebar menyambut kedatangan mertuanya.
"Delia sayang! Makin cantik aja! Kok kamu kayaknya agak gemukan sekarang? " ucap Ibu Ratih ceplas-ceplos.
"Iya Ma, soalnya Delia suka banget makan malam-malam! " jawab Delia dengan senyuman lebar.
"Ayo Ma, Pa, kita masuk, Mama sama Papa Delia juga sudah ada di dalam. " ajak Delia sambil menggandeng tangan ibu mertuanya.
Orang tua Riko bersalaman dengan besan mereka sambil mengobrol santai menunggu Riko pulang.
"Pa, sudah selesai Isya ini? Kenapa Riko belum juga pulang sih! " gerutu Ibu Ratih kepada suaminya.
__ADS_1
"Iya nih Jeng, si Riko kok belum pulang jam segini? Kita udah nungguin dari tadi sore, tapi belum pulang juga sampai sekarang! " sahut Mama nya Delia ikutan kesal.
"Mama, Papa, Delia ingin memberikan ini kepada kalian semua! " ucap Delia dengan memberikan amplop putih ke tangan Ibu mertuanya.
Mamanya Riko menerima amplop putih tersebut dengan kening berkerut.
"Ini apa sih Del? Mama buka yah! " ucap Mama Riko penasaran.
"Kamu ini, suka sekali main rahasia-rahasiaan, Mama juga jadi ikut penasaran. Ayo Jeng, cepetan di buka! Kita lihat apa isi nya! " desak Mama Delia kepada besannya itu.
Mama Riko pun menyobek ujung amplop itu dan mengambil isinya. Ia kaget melihat isi amplop itu selembar foto USG dan ia langsung menatap Delia dengan wajah bahagia.
"I-ini beneran sayang? " tanya nya pada Delia agar tidak bermimpi.
Delia mengangguk dan Mama Riko langsung berdiri dan memeluk Delia sambil mengucapkan terimakasih.
"Apaan sih isi nya sampai besan kayak gitu dengan Delia! " ucap Mama Delia dan langsung merebut foto itu di tangan besannya.
"Delia, ini beneran kamu hamil? Kamu gak bohong kan? " ucap Mama nya dengan wajah terkejut.
Delia kembali menganggukkan kepala nya dengan tersenyum lebar.
"Ya ampun besan! Kita mau jadi nenek? Kita bakalan punya cucu! " teriak Mama Delia kegirangan.
Ia dan Mama Riko langsung berpelukan dengan tertawa bahagia. Papa nya Riko juga tersenyum lebar sambil menepuk pelan bahu besannya tanda mereka juga bahagia dengan kabar dari Delia.
Semua orang menoleh ke belakang, mereka semua tersenyum lebar melihat kehadiran Riko dan Mama nya langsung berjalan menyongsong Riko dan memeluk nya erat sambil mengucapkan selamat.
Riko tidak membalas pelukan Mama nya, ia mengernyitkan keningnya mendengar ucapan selamat dari Mama nya.
"Selamat apa sih Ma, kayak baru dapat lotre aja! " ucap Riko heran.
"Ini lebih dari sekedar lotre, Nak Riko! " jawab Mama Delia dengan tersenyum lebar.
"Selamat ya, Nak! Sebentar lagi kamu akan jadi Papa! Jaga istri dan anak mu baik-baik! " sahut Papa nya dengan menepuk pelan bahu Riko dengan wajah bahagia.
"Anak? Emangnya siapa yang mau punya anak? " tanya Riko dengan bingung.
"Ya kamu lah yang mau punya anak! Delia kan lagi hamil, nih foto USG bayi kalian! " jawab Mama Delia dengan antusias dan menyerahkan foto USG ke tangan Riko.
Riko menerima foto tersebut dan melihatnya dengan alis terangkat sebelah. Ia melihat Delia yang tersenyum bahagia, ia tersenyum sinis sambil menyerahkan foto tersebut ke tangan Delia.
"Anak?? Sejak kapan aku akan jadi seorang ayah? Bagaimana bisa kau bisa hamil padahal aku tidak pernah menyentuhmu! " ucap Riko dengan tersenyum mengejek.
Semua yang ada di ruangan itu terkejut mendengar kata yang keluar dari mulut Riko. Delia sangat kaget melihat reaksi Riko dengan pengakuannya ini.
"Apa-apaan kamu Riko! Beraninya kau menuduh putri ku hamil anak laki-laki lain? " teriak Mama Delia dengan marah.
__ADS_1
"Aku tidak menuduh, tanyakan saja kepada anak anda sendiri! Siapakah ayah dari janin yang ia kandung itu! " jawab Riko dengan santai.
"Plak... "
"Mama tidak pernah mengajari mu tidak bertanggung jawab seperti ini! Delia itu istri kamu! Dan sudah pasti jika anak yang di kandung nya itu anak kamu, cucu Mama sama Papa! " ucap Mama Riko kecewa dengan menampar pipi putranya itu dengan keras.
"Mama menamparku hanya karena perempuan sialan itu hamil? Asal Mama dan Papa tahu, seujung kuku pun aku tidak pernah menyentuh ujung rambutnya, apa lagi sampai menggaulinya hingga hamil! " jawab Riko dengan tegas.
"Hiks.... Hiks.... Hiks... Tega kamu Mas, bicara begitu sama aku! Kamu menuduh aku selingkuh? Padahal siang itu kita tidur bersama, kenapa kamu gak ngakuin nya? " sahut Delia memainkan perannya.
"Cih, perempuan munafik! Kau mungkin bisa membohongi kedua orang tua kita, tapi apakah kau akan berbohong juga ketika melihat video ini! " ucap Riko dengan tersenyum sinis.
Riko mengeluarkan laptop di dalam tas yang selalu ia bawa kemana-mana. Ia mengutak-atik laptopnya untuk menunjukkan rekaman kamera di kamarnya dan rekaman ponsel Bi Sur yang ia gabung semuanya menjadi satu seperti sebuah film.
Riko menaruh laptop nya di atas meja dan meletakkan meja tersebut di tengah-tengah.
"Sekarang kalian semua lihatlah baik-baik video rekaman ini! Setelah selesai kalian pikirkan apakah aku yang berbohong atau perempuan culas ini! " ucap Riko dengan dingin sambil menekan tombol play.
Para orang tua menonton video tersebut dengan perasaan bimbang, sedangkan Delia tidak berani mengangkat wajahnya dan meremas tangan nya yang mulai mengeluarkan keringat dingin.
Mama Riko melihat video sambil menutup mulutnya karena kaget dan melihat ke arah Delia dengan geleng-geleng kepala, begitu juga dengan Mama nya Delia yang menatap anaknya dengan perasaan malu dan kecewa. Papa Delia hanya tertunduk diam tanpa berkata apa-apa, dan Papa Riko hanya diam tanpa ekspresi.
"Sudah lihat bukan siapa yang berbohong di sini? " sindir Riko dengan wajah sinis.
"Di hadapan kalian sudah berdiri saksi nya yang merekam langsung kejadian itu dengan ponselnya! " ucap Riko dengan menunjuk Bi Sur yang berdiri tidak jauh dari Riko.
"Kenapa diam? Bukannya tadi kalian bersemangat menuduh ku berbohong? " sahut Riko lagi dengan nada mengejek.
"Maafkan Mama, Nak! Maafkan Mama yang tidak mempercayai mu! " ucap Mama nya dengan tatapan menyesal.
"Bohong!! Itu semua bohong!! Rekaman itu pasti bohong! Itu pasti rekayasa!! Percaya sama Delia Ma, Pa? Ini anaknya Mas Riko! " teriak Delia dengan menangis dan berusaha meraih tangan ibu mertua nya.
"Jangan percaya pada video itu Pa, Ma! Itu semua bohong! Itu pasti akal-akalan Si Anika yang tidak mau aku mengandung anak Mas Riko! " tuduh Delia dengan tidak masuk akal.
"Dasar gila! Lancang sekali mulut kotor mu itu menuduh istriku! Sampai saat ini pun Anika belum juga ketemu! Bagaimana bisa kau dengan lancang menuduh nya! " bentak Riko dengan suara menggelegar dan wajah merah padam.
Delia langsung ketakutan mendengar suara Riko yang membentak nya dengan wajah seperti macan yang akan menyerang musuhnya.
"Kau benar-benar membuat aku muak! Entah kau dari hadapanku! Mulai hari ini juga aku haramkan kau menginjakkan kaki mu di rumah ku dan kau aku ceraikan dengan talak tiga! Talak tiga! "ucap Riko dengan tegas tanpa ada keraguan sedikitpun.
Delia terbelalak kaget mendengar kata talak yang keluar dari mulut Riko, begitu juga dengan para orang tua yang tampak begitu shock dan terlebih lagi Mama nya Delia begitu terpukul mendengar anaknya akan menjadi janda dalam keadaan hamil.
"Tidak!! Aku tidak terima kamu ceraikan Mas, apalagi dengan talak tiga! Aku tidak mau!! " teriak Delia meraung-raung sambil bersimpuh di kaki Riko.
Bersambung..
Selamat membaca dan selamat berakhir pekan readers semuanya...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan ππ...