Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kimi Raikkonen


__ADS_3

Semua orang menoleh ke arah Mak Ijah yang baru datang dari belakang dengan membawa nampan berisi minuman dan teman-temannya untuk di suguhkan kepada para tamu. Anika yang ikut berteriak juga menoleh ke arah Mak Ijah yang berjalan melewatinya.


"Maaf semuanya! Saya kaget makanya berteriak seperti itu! " ucap Mak Ijah dengan suara lirih.


"He... He... He... Santai aja Buk! Justru kami yang seharusnya meminta maaf karena sudah membuat keluarga di sini kaget dengan perkataan kami! " jawab Mami Sita dengan terkekeh kecil.


"Panggil Mak Ijah saja Nyonya! Gak enak rasanya di panggil begitu! " ucap Mak Ijah sambil menaruh teman-teman teh di atas meja.


"Baiklah Mak Ijah! Terimakasih ya atas jamuan nya! " jawab Mami Sita dengan tersenyum ramah.


"Sama-sama Nyonya, silahkan di minum mister! Mari Nyonya, saya kebelakang dulu! " ucap Mak Ijah sambil membungkukkan badannya.


"Gak usah kebelakang Mak! Duduk di sini saja gabung dengan kita semua! Duduk lah di dekat sana! " sahut Ibuk dengan menunjuk sofa single di dekat Riko.


Mak Ijah tampak sedikit tidak enak dan agak sungkan menerima permintaan Ibuk untuk bergabung dengan tamunya dan terlebih lagi ia merasa bukan siapa-siapa, jadi ia ingin menolak tawaran Ibuk untuk duduk di samping Riko.


"Anu....


"Duduk saja Mak! Gak usah sungkan dengan kami semua! Lagi pula kami kan bukan mau makan orang sampai muka Mak agak ketakutan begitu! " celutuk Dave santai begitu Mak Ijah hendak melanjutkan omongannya.


"Plak.... ! Gak sopan ngomong karo wong tuo! Ngomonge asal nyaplak wae! " omel Mami Sita dengan memukul gemes bahu Dave.


"Lah, salahnya Dave di mana Mami??? " tekan Dave dengan muka cemberut.


"Aduhh... Maaf ya jeng dengan omongan anak saya yang asal nyeblak aja! " ucap Mami Sita dengan rasa tidak enak.


"Gak papa kok jeng! Saya malah senang karena anak sampean tidak merasa canggung dan tidak berpura-pura di hadapan kami semua! " jawab Ibuk dengan tersenyum teduh.


"Tuh Mami, dengarin ! sarange Ibuk mertua! " celutuk Dave sambil memberikan simbol hati dengan tangan kanannya.


"Plak..... Plak.... " Mami Sita kembali memukul bahu Dave karena gemes dan malu dengan tingkah Dave tersebut.


Anika terkikik geli melihat kelakuan calon kakak iparnya itu, sedangkan Mak Ijah dan Ibuk hanya tersenyum kecil melihat Mami Sita yang gemes dengan tingkah anaknya. Papi Dayton hanya geleng-geleng kepala melihat ulah anak dan istrinya, sedangkan ayah Jamal dan Riko sama seperti Ibuk dan Mak Ijah reaksinya hanya tersenyum kecil melihat interaksi anak dan ibunya di hadapan mereka.


Anika langsung berjalan ke samping Dave dan duduk di sebelah nya sambil bergelayut manja di lengan Dave.


"Babang Bule! Jadi Babang calon nya Kak Tata? Emangnya Babang gak masalah dengan status Kak Tata? Anika gak mau loh ya nanti orang-orang mengejek Kak Tata yang mau sama Abang hanya karena status nya yang hanya seorang janda! " tanya Anika dengan wajah di tekuk.


"Sayang, kamu ngapain di situ? Mana pakai peluk-peluk lagi! Ayo duduk sini! " panggil Riko dengan nada cemburu.


"Gak mau ah! Anika mau nya sama Babang Bule aja! Mas Riko duduk aja di samping ayah! Lagian Anika sengaja duduk dekat Babang Bule biar nanti si dedek cakep kayak Babang Bule dan cantik kayak Babang Bule! " jawab Anika menolak dengan semakin memeluk erat lengan Dave.


"Hah.... Mana bisa gitu dong sayang?? Mas kan Papa nya, masa iya anaknya mirip orang lain! " ucap Riko dengan wajah melongo.


"Ya bisa aja Mas, lagian Anika udah banyak gambar cowok-cowok Korea ganteng dan cakep-cakep! Sekarang yang Bule lagi dong, apalagi langsung ketemu yang nyata kayak gini! " jawab Anika semaunya.


"Ya mana bisa begitu Anika sayang ku??? Masa iya Mas harus bersaing lagi dengan Bule, kemarin-kemarin aja udah capek bersaing dengan cowok kemayu Korea kamu itu! Masa sekarang harus mengalah lagi! " gerutu Riko dengan muka di tekuk.


"Udah ah Mas, gak usah banyak protes! Nanti dedek nya ngambek baru tau rasa! " ancam Anika dengan mata melotot.

__ADS_1


"Isshhh... nasib-nasib!! Gini nih yang jadi andalannya, Selalu si dedek yang jadi ancaman! " ucap Riko dengan wajah cemberut.


"Ha..... Ha.... Ha.... Ha... Aduh... Kalian ini lucu banget! Jadi gemes aku lihat nya! " sahut Dave dengan tertawa terpingkal-pingkal.


"Sudah, sudah! Jangan berantem lagi Riko! Malu di depan tamu kayak gitu! Kamu kayak gak tahu istrimu saja! Biarkan saja tingkah ajaib istrimu itu selagi masih dalam batas kewajaran! " lerai Ibuk dengan lembut menasehati Riko.


Mami Sita dan Papi Dayton tersenyum senang dengan suasana hangat dan akrab mereka tanpa merasa canggung lagi. Anika menjerit ketika Dave dengan gemes mencubit pipi bakpau nya yang memang bikin tangan gatal untuk selalu mencubit pipi gembul itu. Anika memang semakin gembul karena tidak ada pantangan nya untuk makan dan itu membuat pipi nya semakin tembem dan selalu membuat siapa saja gemes pengen mencubit pipi tembem tersebut.


"Ishh, Gak Bang Tegar, Babang Bule, siapapun yang ketemu Nika selalu seneng banget cubitin pipi Nika! Emangnya pipi Nika ini mainan apa? Sakit tauk! " ucap Anika dengan sedikit merajuk.


"Abisnya kamu itu lucu dan gemesin banget sih! Kayak boneka, jadi serasa pengen cubitin! " jawab Dave dengan santainya.


Anika semakin cemberut dan memajukan mulut nya karena kesal dengan ucapan Dave.


"Babang Bule nyebelin! Sama kayak Bang Tegar! Awas aja, nanti Anika adukan loh sama Kak Tata! " ucap Anika dengan bibir mengerucut.


"Iya, iya maaf! Gak lagi deh ngeledek nya! Jangan di adukan ya? " jawab Dave dengan memberikan jari dua pertanda damai.


Anika langsung tersenyum dengan sumringah karena merasa menang dan itu membuat Riko semakin kesal dan cemburu melihat wajah gembira istrinya.


Semua yang ada di ruangan tersebut hanya tersenyum kecil melihat mereka saling bercanda dan sesekali berdebat tanpa merasa canggung.


"Ndoro, ini barang-barang nya mau taruh di mana?? " ucap Sopir Mami Sita yang tiba-tiba saja nongol depan pintu.


"Astaghfirullah Gusti !!! Lali saya Mang! Ayo-ayo bawa semuanya masuk, Mang! " sahut Mami Sita dengan menepuk pelan jidatnya.


"Baik Ndoro! " jawab sopir tersebut sambil meletakkan barang-barang itu di lantai.


"Ya Allah jeng! Barang apa ini?? Kenapa repot-repot seperti ini! Kami jadi gak enak menerimanya! " ucap Ibuk dengan sungkan.


"Ah, ini hanya oleh-oleh dari Jakarta jeng! Mohon di terima ya? Anggap saja sebagai ucapan penyambung silaturahmi sebagai saudara! " jawab Mami Sita agak merendah.


"Terimakasih banyak atas oleh-oleh nya jeng! " ucap Ibuk dengan penuh haru.


"Sama-sama jeng! " jawab Mami Sita dengan tersenyum.


"Jadi, kedatangan kami kesini seperti yang di katakan istri saya sebelumnya, kalau kami berniat untuk meminang Tata sebagai istrinya putra Kami satu-satunya Dave! Karena Tata sudah selesai masa iddah nya, kami segera melamarnya kepada Ibuk yang selalu orang tua kandung Tata. Saya tidak ingin ada fitnah dan omongan ketika mereka berjalan berdua oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bagaimana menurut pendapat Ibuk sebagai orang tua Tata? " ucap Papi Dayton dengan wajah serius.


Semua orang terdiam mendengar ucapan Papi Dayton dan menunggu jawaban Ibuk Tata.


"Bismillahirrahmanirrahim.. Saya selaku ibu yang melahirkan Tata, merasa senang dan tersanjung atas niat baik Bapak dan ibu untuk meminang anak perempuan saya. Kembali lagi karena ini menyangkut hidupnya Tata, maka semua keputusan saya serahkan kepada Putri saya! Berhubung Putri saya tidak ada di sini, saya akan memberikan jawabannya seminggu lagi Pak, Jeng! Saya akan menghubungi Tata dulu dan memintanya untuk berpikir matang-matang sebelum mengambil keputusan, karena ini adalah keputusan seumur hidup yang tidak bisa di anggap main-main. " jawab Ibuk Tata dengan bijak.


"Alhamdulillah, kalau begitu tanggapan Ibu! Kami semua akan menunggu jawaban Tata dan kami sangat berharap Tata mau menerima lamaran kami ini! " ucap Papi Dayton lagi dengan tersenyum lega.


"Terimakasih ya jeng? Mudah-mudahan apa yang kita harapkan sebagai orang tua terkabul sesuai keinginan kita semua! " sahut Mami Sita dengan menatap ke arah Ibuk.


"Aamiin ya rabbal alamiin... Semoga saja jeng! " jawab Ibuk dengan tersenyum hangat.


"Maaf sebelumnya jika pertanyaan saya ini menyinggung semua nya! Apakah nak Dave belum pernah menikah?? " tanya ayah Jamal tiba-tiba bicara.

__ADS_1


"Ha... Ha... Santai aja Pak! Gak usah tegang gitu ngomong sama saya! Alhamdulillah saya status nya sama seperti Tata yaitu duda! Hanya saja istri saya dulu meninggal setelah tiga bulan kami menikah! " jawab Dave dengan tertawa kecil karena melihat ayah Jamal berbicara dengan agak hati-hati.


"Innalillahi.. Maaf nak Dave karena pertanyaan saya membuat nak Dave sedih! " sahut ayah Jamal merasa tidak enak menanyakan hal tersebut.


"Tidak apa-apa Pak! Kejadiannya juga sudah lama! Jadi jangan merasa tidak enak dan canggung ketika berbicara dengan saya! Anggap saja saya ini sama seperti anak-anak dan menantu Bapak juga! " jawab Dave dengan tersenyum ramah.


"Terimakasih nak Dave, panggil saya ayah saja seperti yang lainnya biar agak akrab! " sahut ayah Jamal membalas senyuman Dave.


Dave tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya dan mereka kemudian bersama-sama mencicipi suguhan yang di sediakan Mak Ijah tadi dengan berbincang hangat.


Di tempat lain, Tata mengendarai mobil seperti seorang Kimi Raikkonen yang membuat Susan terpekik ketakutan sambil memarahi dan mengumpat Tata sepanjang perjalanan.


"Ya Allah Butet !!!!!! Aku masih mau hidup????? Aku belum nikah, monyong??? Belum ngerasain apa itu surga dunia?? Ya Allah Butet?? Pelanin mobilnya???? " teriak Susan sambil berpegangan dengan erat di pegangan dekat pintu mobil.


"Udah, gak usah bawel! Duduk aja yang tenang di sana! 15 menit lagi kita sampai! " jawab Tata juga dengan berteriak ke arah Susan.


Susan masih terus berteriak-teriak sambil berpegangan dan Tata dengan santainya menaikkan kecepatan mobil agar ia cepat sampai di Villa.


Tata yang waktu itu sedang di restoran bersama Susan membahas tentang rencana Kadir untuk mendapatkan akta cerai, di telepon Tegar yang melaporkan bahwa ada tamu dari Jakarta datang ke villa menemui Ibuk nya. Tamu tersebut adalah keluarga Bule yang sudah Tata tebak dengan pasti jika itu Dave dan orang tuanya.


Tanpa banyak cincong, Tata langsung menarik Susan dan membawa nya pergi ke Bandung mengendarai mobil sendiri seperti sekarang ini dengan kecepatan biasa menurut Tata jika sudah kepepet.


Akhirnya, mereka mobil berhenti di gerbang depan Villa setelah menempuh perjalanan selama 1jam 50 menit yang di luar batas kewajaran bagi orang biasa. Para penjaga menundukkan kepalanya ketika melihat Tata datang dan langsung membukakan pintu gerbang agar mobil Tata bisa segera masuk.


Begitu mobil berhenti di depan rumah, Susan langsung bergegas turun dan memuntahkan semua isi perutnya dengan wajah pucat pasi.


Semua orang yang di dalam rumah langsung keluar begitu mendengar suara mobil yang datang dengan suara muntahan Susan yang terdengar sangat kuat.


"Ya Allah Nak?? Kenapa kamu sampai muntah-muntah gini?? " ucap Ibuk dengan nada khawatir dan langsung berlari ke arah Susan memijit tengkuknya agar Susan memuntahkan semua nya.


"Kak Tata!!! " pekik Anika dengan kegirangan sambil setengah berlari ke arah Tata.


"Anika !!! Jangan lari-lari! " pekik Tata juga yang cemas melihat Anika berlari dengan perut yang mulai membuncit.


Riko juga berlari mengejar Anika karena ia sama cemasnya dengan Tata melihat tingkah istrinya. Karena larinya cepat, Riko bisa meraih Anika ke dalam pelukannya sebelum tersandung pot bunga yang di samping ia tegak.


"Ya Allah sayang!! Jangan seperti ini lagi, aku gak mau kamu dan anak kita kenapa-napa!! " ucap Riko dengan wajah cemas.


"Maaf Mas, Anika salah! Anika terlalu senang sampai lupa kalau Anika bawa dedek bayi di perut ! " jawab Anika dengan wajah menyesal.


"Iya, jangan di ulangi lagi ya?? " sahut Riko lembut sambil mengecup pelan kening Anika.


"Dasar nakal !!!! " ucap Tata dengan kesal sambil mencubit geram pipi Anika.


"Aduhh..... Sakit kakak!! Babang Bule??? Tolongin Anika?? Hiks... Hiks... Hiks... " Anika menjerit dengan berpura-pura menangis meminta simpati Dave.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2