
Dave berlari menuju pintu yang ada di ruangan kosong tersebut untuk mengejar Tata namun tidak ada apa-apa di sana, hanya sebuah lorong yang entah kemana arahnya. Ia lalu kembali ke tempat semula dengan amarah yang bergejolak dalam dirinya.
Ia bergegas mendekati Lion yang sedang berbicara dengan orang-orang yang sedang serius memperhatikan layar di depannya dengan tangan yang tidak berhenti menari di atas keyboard.
Ia menarik kerah jaket leher Lion dengan tatapan tajam intimidasi seraya berkata.
"Katakan dimana istriku saat ini! Aku tidak peduli kau tangan kanannya atau apapun itu karena aku bisa saja menghabisi mu saat ini! " ancam Dave dengan mata menyorot tajam.
Lion melepaskan cengkeraman tangan Dave pada kerah jaketnya dengan santai dan tidak takut sama sekali dengan ancaman Dave.
"Aku juga tidak peduli dengan siapa anda dan hubungan anda dengan kakak! Asal anda tahu saja kalau kakak paling tidak suka ada seseorang yang mencampuri urusannya meskipun orang itu suaminya sendiri! Ternyata anda belum mengenal siapa istri anda yang sebenarnya! Tidak hanya anda yang bisa menghabisi ku, tetapi aku juga bisa menghabisi anda saat ini juga! " jawab Lion dengan datar dan saling menatap tajam satu sama lain.
"Oh ****.... **** you! Bugh.... ! " umpat Dave geram dan memberikan Lion pukulan di rahang nya.
Ia melampiaskan kekesalan nya pada sebuah alat latihan tinju yang ada di ruangan tersebut. Lion hanya diam saja dan agak memegang rahang nya yang lumayan sakit akibat pukulan Dave.
"Gila... ! Kalau saja pukulan nya kekuatan penuh mungkin sudah rontok gigi ku ini! Suami istri sama-sama menakutkan saat marah! Pantesan aja mereka jodoh karena sama-sama iblis berkedok malaikat! " batin Lion dengan mengusap pelan rahangnya.
Dave masih melampiaskan kekesalan dan kemarahannya hingga ia kecapaian dan napas nya yang tersengal-sengal.
***Flashback On...
Tiger sudah menunggu di ruangan tersebut dan saat Tata masuk mereka langsung keluar dari pintu belakang. Melewati lorong sempit hingga sampai di sebuah ruangan yang penuh dengan berbagai senjata api dan senjata tajam dari berbagai ukuran dan ketajaman nya.
Tata masuk ke dalam sebuah pintu seorang diri, sedangkan Tiger sedang menyiapkan senjata, memeriksanya dan mengisi peluru nya hingga penuh.
Tidak lama kemudian, Tata keluar dengan penampilan yang berubah. Rambut di kuncir ekor kuda yang tinggi, memakai tank top tanpa lengan warna hitam, celana hitam robek-robek bagian depan, memasukkan dua senjata api di kedua sisi pahanya, kemudian memakai jaket bewarna hitam juga dengan tulisan over di belakang nya. Ia memakai dandanan yang mempertajam mata dengan eyeliner di sudut matanya. Dan tidak ketinggalan sepatu boot hitam yang terbuat dari kulit asli dengan panjang hingga ke betis.
"Kirim pesan pada Lion untuk mengulurkan waktu untuk suamiku agar ia tidak bisa mengejar kita! Aku tidak mau bertindak gegabah dengan membawa banyak rombongan yang nanti akan menyulitkan aku mengambil keputusan jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan! " perintahnya pada Tiger.
"Baik Kak! " jawab Tiger patuh.
"Angel, apa kau sudah siap! Aku tidak mau terlalu lama menunggu! " ucap Tata melalui earphones nya pada Angel yang tersambung secara online.
"Siap Kak! Setiba nya kalian di sana, aku akan memberikan informasi denah tersebut kepada kalian berdua! " jawab Angel di telinga Tata.
"Ayo Tiger kita berangkat sebelum suamiku menyadari jika kita pergi ! " ajak Tata dengan berjalan ke sebuah Rolingdoor dan membukanya.
Sebuah sepeda motor sport mewah bewarna hitam sudah siap di gunakan sang pemiliknya.
"Ayo Rossi kita beraksi sekarang! Sudah saat nya kau bangun setelah hibernasi selama dua tahun! " ucap Tata berbicara pada motornya dengan mengusap lembut kepala motor tersebut seakan-akan motor itu bisa menjawab ucapan nya.
Dengan elegan dan anggun ia menaiki motor tersebut dan men starter nya hingga hidup dan Brummm....melesat pergi seperti angin.
Tiger pun menaiki kendaraan nya menyusul dari belakang bersama anak buah terbaik nya yang ia bawa.
Flashback Off***.
πΏπΏπΏ
Markas geng Cobra.
__ADS_1
Adi dan Emo membawa Abeth menuju sebuah ruangan yang lebih tepatnya di sebut kamar karena ada kasur nya yang besar di dalam ruangan tersebut.
Mereka meletakkan Abeth dengan hati-hati di atas kasur karena tidak ingin membuat Abeth terbangun dari pengaruh obat bius.
Setelah itu mereka keluar dengan mengunci pintu ruangan tersebut dari luar dan bergabung dengan teman-temannya yang lain. Mereka berdua belum menyadari jika mereka membawa orang yang salah.
King Cobra yang mendapat laporan jika penangkapan anak buahnya berhasil, langsung menyudahi kegiatan rutinnya di sebuah rumah bordil dan bergegas pulang ke markas nya dengan tertawa bahagia.
Sebuah chip berkedip-kedip di dalam kantong jaket Tata dan tidak lama kemudian Abeth sadar dari pingsannya. Ia mencoba bangun tapi tidak bisa bergerak karena ternyata kedua tangannya di ikat ke belakang dan kakinya juga di ikat dengan tali.
"A-apa yang terjadi? Kenapa aku di sini? Kenapa juga aku di ikat begini? " ucap Abeth dengan lirih dan kepala berdenyut pusing.
Ia perlahan membuka matanya dan melihat langit-langit ruangan tersebut yang sangat asing di matanya. Ia juga berusaha bergerak dengan melihat di sekelilingnya namun tidak ada apa-apa yang bisa di jadikan petunjuk.
Mata nya berkaca-kaca saat menyadari apa yang terjadi pada dirinya.
"Hiks.... Hiks... Mami... Papi... Honey... ! Tolong aku? Aku gak mau di sini? Jemput aku pulang? Hiks.... Hiks... ! " ucap Abeth dengan menangis dengan suara tertahan.
Ia sangat ketakutan ketika menyadari jika ia menjadi korban penculikan. Ia menangis dengan suara tertahan karena takut penjahat yang menangkapnya mendengar suara tangisannya itu.
Entah berapa lama ia menangis hingga matanya memerah dan sedikit sembab. Tiba-tiba terdengar suara tawa yang menyeramkan di telinga Abeth dari luar ruangan tempat ia di sekap.
"Di mana perempuan itu? Aku sudah tidak sabar untuk mencicipi tubuh molek dan wajah cantiknya itu! Ha... Ha.... Ha... ! " ucap King Cobra bertanya pada penjaga di depan ruangan Abeth.
"Perempuan itu ada di dalam ketua! Adi dan Emo sudah mengikatnya agar perempuan itu tidak bisa kabur jika ia sudah sadar nanti! " jawab penjaga tersebut pada ketuanya.
"Bagus... ! Beri dia makan, karena aku tidak mau saat bersenang-senang nanti ia kelaparan! Aku mau mandi dulu, mau bersiap-siap! Ha... Ha... Ha... ! " jawabnya dengan tertawa sambil menepuk pundak anak buahnya.
Abeth yang mendengar pembicaraan mereka semakin ketakutan dan menangis pilu meminta pertolongan dalam hatinya. Ia berharap di beri kesempatan untuk hidup dan berkumpul bersama semua keluarganya.
Giselle yang pulang ke rumah langsung memberitahu kepada semau orang tentang apa yang terjadi pada Abeth yang membuat Mami Sita dan Grandma pingsan seketika. Ela dan mertua perempuan Abeth menangis histeris saat mendengar semua itu. Semua orang panik dan cemas dengan apa yang terjadi pada Abeth.
Papi Dayton langsung mengabari mertua nya yang saat itu masih di rumah kakak iparnya, Bude Rini. Semua keluarga besar Kusuma panik dan menangis mendengar kabar tersebut. Mereka langsung pergi menuju kediaman keluarga Ryder dan berkumpul di sana untuk mencari semua solusi mencari keberadaan Abeth.
Sedangkan Dave langsung menghubungi Arkan untuk menemuinya di tempat Tata atau lebih tepatnya di markas Tata. Henry hanya bisa berdoa dengan berjalan mondar-mandir karena tidak bisa berbuat banyak untuk menemukan keberadaan istrinya. Ia tampak begitu terpukul dan cemas akan keselamatan istrinya.
"Apa yang terjadi Bro? Bagaimana bisa Abeth di culik? Wow... Tempat apa ini? Berasa masuk di ruangan cyber badan Intelijen negara aku! " komentar Arkan kagum saat memasuki ruangan tersebut.
Padahal tadi ia bertanya tentang Abeth, namun teralihkan saat menyadari ia dimana saat ini.
"Kau itu mau bertanya atau apa sih? " sahut Dave setengah gondok.
"Mau bertanya aku Bro! Tapi saat sadar berada di tempat yang begitu wow seperti ini membuat aku teralihkan! Oh ya, ulang lagi! Bagaimana Abeth bisa di culik? Dan dimana Tata? " jawabnya sambil bertanya kembali.
Dave menghela napas kasar dan menceritakan semua yang terjadi saat mereka di mall, hingga saat Tata membawa mereka ke sini dan juga saat Tata kabur pergi seorang diri ke tempat Abeth di sekap.
"Apa??? Kau gak salah ngomong kan Bro? Atau kau berhalusinasi dengan berkata semua ini milik Tata? " tanya Arkan dengan nada tidak percaya.
Ia kembali berbalik dan melihat di sekelilingnya dengan pandangan tidak percaya dan geleng-geleng kepala karena masih tidak bisa mempercayai jika Tata memiliki tempat yang seperti ini.
"Bro! kalau ini benar, berarti istrimu bukan perempuan yang sembarangan! Ia patut di waspadai! Karena kita tidak tahu siapa dia sebenarnya dan ini terlihat sangat misterius sekali! Atau jangan-jangan istrimu itu mata-mata, atau agen rahasia seperti james Bond, atau agen CIA, atau juga Agen FBI, Bro! " ucap Arkan dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Atau juga salah satu Agen BIN yang berkedok pengusaha restoran, dan bisa jadi istrimu itu seorang Agen yang bekerja dengan pemerintah yang menghabisi sampah masyarakat atau menghabisi *******? " ucap nya lagi semakin melantur kemana-mana.
"Gak usah berspekulasi sendiri! Istriku bukan perempuan seperti itu! Aku yakin itu! " bantah Dave dengan keyakinan nya.
"Iya... iya... ! Gak usah sewot gitu! Ngomong-ngomong kenapa kau kelihatan gusar seperti itu Bro? " jawab Arkan patuh dan kembali bertanya pada Dave.
"Aku cemas tidak hanya pada kakakku, tetapi juga pada istri ku yang pergi ke sana seorang diri! Aku hanya tidak mau terjadi apa-apa pada mereka berdua." jawab Dave dengan memijit pelipisnya.
Baru saja hendak berkata lagi, Tiba-tiba ponsel Dave berbunyi dan tertera nama Grandfa nya yang memanggil.
"GrandFa... ! " ucap pelan Dave dengan menatap Arkan meminta pendapatnya.
"Angkat saja! Siapa tahu ada kabar terbaru lagi dari mereka, dan siapa tau penculik itu menghubungi orang di rumah! " jawab Arkan dengan mode serius.
Dave pun menggeser tombol jawab dan menjawab panggilan GrandFa nya dengan menghidupkan pengeras suara.
"Hallo GrandFa... ! " jawab Dave.
"Katakan jika semua yang di katakan Giselle itu bohong Son? " tanya GrandFa dari seberang sana.
"Semuanya benar GrandFa! Sekarang aku, Henry dan Arkan lagi berkumpul untuk pergi ke lokasi tempat Abeth di sekap, hanya saja saat ini yang menjadi petunjuk kami hilang karena Tata pergi seorang diri membawanya! " jawab Dave jujur.
"What... ??? Kau membiarkan istrimu pergi seorang diri? You crazy? " pekik Papi Dayton yang terlihat marah.
Dave menjauhkan ponsel dari telinga nya karena suara Papi nya terdengar benar-benar emosi. Ternyata panggilan tersebut juga di dengarkan semua orang yang ada di rumahnya karena terbukti Papi nya ikutan bicara.
"Dave... ! Apa itu benar Son? " tanya GrandFa kembali bertanya.
"Benar GrandFa! Aku di sini juga masih bersama orang nya Tata! Dia kabur di saat aku lengah dan sekarang aku sedang mencari cara agar bisa menyusul ke sana! " jawab Dave lagi dengan menghela napas panjang.
"Dave... ! Papi tidak mau tahu! Bawa kembali kakak mu dan menantu Papi pulang dengan keadaan selamat tidka kurang satu apa pun! " ucap Papi Dayton penuh penekanan dari nada bicaranya yang terdengar dingin.
"Baik Papi! " jawab Dave patuh dan panggilan pun terputus dari pihak sana.
"Arkan! Sudah waktunya beraksi! Aku tidak mau terlambat menyelamat nya keduanya! " ucap Dave dengan menatap Arkan dengan wajah serius.
Arkan mengangguk paham, ia lalu menghubungi seseorang melalui ponselnya dan semua yang dilakukan Dave di amati oleh Lion yang dari tadi hanya diam saja tidak bergerak sedikitpun dari tempat ia berdiri tadi.
Dave mendekati Lion dan menatap tajam Lion dengan aura intimidasi yang kuat.
"Aku tidak mau tahu! Cepat beritahu di mana titik lokasi tempat kakak ku di sekap! Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka berdua dan jika kau masih diam membisu maka aku akan menghancurkan tempat ini dan kau yang tertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada istri dan kakak ku! " ucap Dave dengan nada dingin dan muka datar tanpa ekspresi.
Lion menelan ludahnya karena tenggorokan nya terasa seperti tercekat dan tercekik dengan ancaman Dave. Ia juga sebenarnya khawatir karena geng pembunuh bayaran Cobra adalah geng yang tidak bisa di anggap remeh karena sepak terjang nya membunuh orang sudah tidak main-main di kalangan dunia bawah alias dunia hitam dan ilegal bagi pengusaha-pengusaha yang mempunyai usaha haram seperti narkoba, perjudian, perdagangan manusia, senjata ilegal, prostitusi dan penyeludupan hewan yang dilarang untuk diperjualbelikan. Mereka selalu menggunakan geng pembunuh bayaran untuk menghabisi lawan dan orang-orang yang mengusik usaha mereka.
"Kita bisa pergi bersama-sama! Tapi aku tidak tahu letak detailnya karena tadi Angel hanya memperlihatkan nya secara garis besarnya saja! Aku benar-benar tidak tahu titik lokasi yang tepat! " jawab Lion dengan jujur
"Baik... ! Kita pergi Sama-sama! Arkan, persiapkan semuanya! " jawab Dave dengan memberikan perintah kepada Arkan.
Bersambung...
Duh, part ini hati terasa seperti dagdigdurser gimana gitu.... π±π±π±
__ADS_1
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers ku semuanya...
Semoga hari kalian menyenangkan ππ