
"Ya ampun...! Kecil banget anak ku! Baik-baik di sana sayang Papi, InsyaAllah kita akan berkumpul bersama Mami secepatnya! " ucap Dave dengan sendu di depan kaca ruang bayi.
Karena menemani Tata melahirkan, ia sampai telat sholat subuh. Untuk itu saat Tata masuk ke ruang perawatan nya, Dave menghilang pergi ke mushola terdekat untuk sholat subuh meskipun sudah jam 6 pagi.
Selesai sholat ia sengaja mendatangi ruangan bayi untuk melihat anak-anak nya dari jauh. Matanya menatap sendu anak-anak nya yang begitu kecil dan terlihat rapuh. Tanpa terasa lelehan air bening mengalir di sudut matanya hingga pandangan nya sedikit kabur. Dave mengusap air matanya cepat-cepat agar tidak ada yang menyadari ia menangis haru dan bahagia.
"Permisi, dengan Mr Davindra Ryder ?? " tegur seorang perawat yang tiba-tiba saja sudah berdiri di samping kiri Dave.
"Eh.. Iya Sus saya sendiri.. Apa terjadi sesuatu pada anak-anak saya?? " jawab Dave agak tersentak karena terkejut.
"Maaf jika saya mengejutkan anda! Karena anda sudah di sini silahkan masuk untuk mengadzani anak-anak anda Mr. Tadi kita belum sempat mempersilahkan anda mengadzani mereka semua! Pakai pakaian khusus ini Mr dan cuci tangan anda terlebih dahulu! " sahut perawat tersebut dengan sopan dengan memberikan sebuah pakaian khusus yang masih terlipat dengan rapi.
"Terimakasih banyak Sus.. ! Saya akan cuci tangan dahulu! " jawab Dave patuh.
Ia berbalik hendak ke toilet umum, tapi baru mau melangkah ia di cegat oleh perawat tersebut.
"Terlalu jauh kalau ke lantai 1 Mr. Lebih baik pakai toilet yang ada di ruangan sebelah saja! " ucap perawat itu lagi memberi saran.
"Alhamdulillah tidak jadi ke lantai 1! Terimakasih suster.. ! " sahut Dave dengan wajah lega.
"Sama-sama Mr.. Mari silahkan! " jawab Suster tersebut mempersilahkan Dave menggunakan toilet khusus perawat yang bersebelahan dengan ruang bayi.
Dave segera masuk ke toilet dan mencuci tangan nya dengan sabun dan mengeringkan nya. Setelah itu ia memakai pakaian khusus dan siap masuk ke ruangan bayi.
Ternyata suster tersebut sudah menunggu di dalam bersama rekannya yang lain.
"Mari Mr, kita mulai satu-satu! " ajak perawat tersebut sambil berjalan menuju boks inkubator yang pertama.
Karena masih kecil dan terlihat rapuh di mata Dave , ia tidak berani menggendong bayinya meskipun dipersilahkan perawat walau hanya sebentar. Dave mengadzani anaknya dalam pegangan perawat dan langsung di taruh kembali di inkubator setelah selesai. Begitulah seterusnya hingga bayi terakhir, yaitu princess satu-satu nya.
__ADS_1
Berbeda dengan saudaranya yang lain, princess kecil Dave langsung menangis kencang saat setelah di adzan kan di taruh kembali ke dalam boks inkubator. Ia seakan-akan menolak di kembalikan dalam kotak tersebut.
"Sepertinya Putri Mr tidak rela berpisah dari Papa nya! Buktinya ia menangis kencang sewaktu di taruh kembali. " ucap salah satu perawat sedikit terkekeh.
Dave tidak dapat menahan sedih nya mendengar jerit tangis sang putri. Ia menyentuh tangan mungil sang putri dari lobang yang hanya muat untuk satu tangan saja.
"Cup... Cup... Cup sayangnya Papi.. ! Papi masih di sini kok Nak! Do'akan Mami biar Asi nya banyak dan kalian bisa minum dengan lahap agar berat badan kalian naik dan bisa di bawa pulang! Mami dan Papi sangat menunggu kepulangan kalian semua! " ucap Dave dengan lembut dan suara yang bergetar.
Seakan-akan mengerti apa yang dikatakan Papi nya, tangisannya pun mereda dan hal itu membuat Dave tersenyum lebar.
Tiba-tiba Dave terpikir dengan sumber makanan anak-anak nya. Dari lahir hingga sekarang anak-anak belum di berikan susu, padahal seingat nya ia pernah melihat di televisi jika akan yang baru lahir akan di lakukan proses IMD.
"Suster, Boleh saya bertanya?? " tanya Dave yang berjalan mendekati para perawat yang sedang berjaga di ruang bayi.
"Boleh Mr silakan! " jawab salah satu dari mereka dengan ramah.
"Kenapa tadi setelah melahirkan anak-anak saya tidak dilakukan IMD seperti yang pernah saya lihat di televisi?? Dan apa tidak apa-apa sampai saat ini anak-anak saya tidak di berikan susu?? " tanya Dave sangat penasaran.
"Ooo... Begitu.. ! Terimakasih banyak suster atas penjelasan nya! " ucap Dave mengangguk paham.
"Iya Mr sama-sama! " jawab mereka dengan ramah.
Dave pun pamit keluar karena ia tidak ingin mengganggu ketenangan anak-anak nya dan bayi-bayi lainnya yang ada di ruangan tersebut.
"Nah, ini dia! Di cariin dari tadi rupanya di sini! " seru Arkan saat Dave keluar dari ruang bayi.
"Ada apa?? Kenapa kau mencari ku?? Aku tadi lagi mengadzani anak-anak ku.. ! Apa Tata sudah bangun?? " tanya Dave beruntun sembari memicingkan matanya.
"Bukan soal Tata! Kita bicara di luar saja! " jawab Arkan santai sembari berjalan masuk ke dalam lift.
__ADS_1
Dave mengikuti langkah Aspri nya itu masuk ke dalam lift. Mereka tidak bicara selama di dalam lift dan lift berhenti di lantai dasar. Mereka keluar dan berpapasan dengan para suster dan pengunjung rumah sakit yang akan masuk ke dalam lift.
"Kita bicara di taman aja biar lebih enak dan tidak akan ada yang mendengar apa yang kita bicarakan! " ucap Arkan dengan nada serius.
Dave hanya diam saja dan mengikuti langkah Arkan menuju taman kecil di halaman luas rumah sakit tersebut.
"Ada apa?? Apa ada masalah besar?? " tanya Dave begitu mereka berdua sudah duduk di bangku yang cukup di duduki oleh dua orang.
"Ada kabar baik dan kabar buruk untuk mu! Mau dengar yang mana dulu?? " jawab Arkan sembari memberi Dave pilihan.
"Kabar naik kabar buruk??? " ucap Dave membeo.
"Iya.. ! Mau dengar yang mana dulu ini?? " tanya Arkan lagi pada Dave.
"Kabar buruk aja dulu! Setidaknya setelah tau kabar buruk mood ku agak membaik dengan kabar yang baik itu! " jawab Dave sekenanya.
"Tiger telepon, pemeriksaan keponakan Tata sudah keluar dan hasilnya sangat memprihatinkan kan. Struktur tulang nya remuk akibat kecelakaan itu, jika saja waktu itu cepat di tangani dengan di operasi, maka tidak butuh waktu lama untuk bisa sembuh. Tapi karena di biarkan saja bertahun-tahun, tulang tersebut sulit untuk di satukan kembali meskipun lewat jalan operasi. Satu-satunya jalan adalah meregenerasi kan kembali tulang tersebut agar membuat jaringan baru dan itu membutuhkan waktu yang begitu lama. Dan itu tidak bisa dilakukan di Indonesia karena tidak punya tenaga ahli yang berkompeten di bidang tersebut. Keponakan Tata harus di bawa ke Amerika dan ditangani oleh ahlinya di sana sampai ia sembuh dan berjalan kembali! " ucap Arkan dengan wajah prihatin.
"Astaghfirullah... " sahut Dave dengan mengusap kasar wajah nya.
"Sepertinya setelah Tata bangun nanti kau harus mengatakan sejujurnya tentang kondisi keponakan nya itu Bos.. ! Tata harus tau bagaimana kondisi keponakan nya itu! Lagi pula Tata juga sudah melahirkan, jadi kau tidak perlu takut lagi mengabarkan kabar ini padanya! " ucap Arkan memberikan Dave saran.
Dave masih tidak bergeming, ia termenung sembari berpikir merangkai kata untuk mengatakan semua kebenaran ini.
"Kabar baiknya apa??? " tanya Dave mencoba mengalihkan pikiran nya dengan hal lain.
"Kakak ipar mu sudah tertangkap! Ia mencoba kabur saat kepergok mengais tempat sampah! Bahkan sampai sempat melarikan diri, tapi gagal karena berhasil di tangkap anak buah Tiger! " jawab Arkan lagi.
"Baguslah kalau begitu! Setidaknya ia bisa mempertanggung jawabkan semua perbuatan nya pada Ibu mertua ku! " sahut Dave santai.
__ADS_1
"Ah... Setidaknya aku sedikit lega karena kita yang menemukannya bukan orang lain! " tambah nya lagi sembari mendongak kan kepala nya menatap awan-awan yang cerah di pagi hari.
Bersambung..