Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Berita Viral


__ADS_3

Dave dan Arkan masih betah duduk di bangku taman rumah sakit. Tidak lama terdengar suara berisik orang yang sedikit mengganggu ketenangan mereka berdua.


"Kenapa jadi berisik begini?? Inikan rumah sakit bukan pasar?? " ucap Dave heran sembari menoleh ke belakang.


Terlihat banyak orang-orang berkerumun hendak masuk ke rumah sakit. Tidak hanya itu, banyak kamera layaknya sebuah pertunjukan dan beberapa wartawan yang seperti mengabarkan sesuatu yang penting.


"Ada apa?? Kenapa jadi ramai begini?? Apa terjadi sesuatu?? " tanya Arkan juga membalikkan badan nya melihat ke belakang.


"Kau bertanya pada ku, lalu aku tadi bertanya pada siapa??? Angin lalu?? " sahut Dave mendengus kesal.


"Hehehe.. Sorry Bos.. ! " jawab Arkan cengengesan.


Tak lama ponsel Arkan berdering, ia melotot kaget saat mendengar apa yang di bicara seseorang dari seberang sana padanya.


Ia melihat ke arah Dave dengan pandangan yang sulit di artikan. Ia menganggukkan kepala nya sebelum menutup ponselnya dan mengutak-atik ponselnya sekilas sebelum memberikan nya pada Dave.


"Lihat ini Bos.. ! Sepertinya hal ini yang membuat rumah sakit ini menjadi ramai seperti pasar! " ucap Arkan seraya menyodorkan ponselnya kehadapan Dave.


Dave meraih kasar ponsel Arkan, ia terbelalak kaget saat melihat artikel yang tertulis di sebuah akun berita.

__ADS_1


Kelahiran bayi kembar enam yang di sinyalir sebagai pertanda keajaiban Tuhan. Apakah ini suatu berkah atau pertanda sebuah bencana???


"Brengsek... !! Sialan.. !! Berani-berani nya mereka membicarakan anak-anak ku seperti itu! " umpat Dave dengan wajah geram dan merah padam.


Brak


"Aduh ponsel ku.. !! " ucap Arkan dengan wajah pilu melihat ponselnya hancur tidak berbentuk di lempar Dave ke konblok yang mereka pijak.


"Aku tidak mau tau! Hapus semua pemberitaan tentang anak-anak ku, kalau perlu beli perusahaan yang menerbitkan berita tersebut! Aku tidak akan membiarkan siapapun mengusik keluarga ku terlebih lagi anak-anak ku! " perintah Dave dengan nada dingin dan wajah yang menggelap seperti hendak memakan orang.


Setelah berkata seperti itu, ia langsung pergi menerobos kerumunan orang-orang tersebut dan masuk ke dalam rumah sakit.


Sedangkan Arkan langsung lesu dan hendak menangis melihat ponsel mahal nya jadi tidak berbentuk hancur berkeping-keping.


Dengan langkah gontai ia berjalan menuju parkiran masuk kedalam mobil nya dengan menghela napas kasar.


"Nasib... Nasib.. Jadi orang kere! Berat banget mau beli HP lagi yang kayak gini! Harga nya seharga satu buah motor N-Max keluaran Yamaha! Kalau aja gak dapat dari bonus gak bakalan gue bisa punya HP seharga motor itu! " ucap nya dengan nada lesu sambil menghidupkan mesin mobil.


Sementara itu, Dave langsung naik ke lantai 5 tempat anak-anak nya berada. Ia agak bernapas lega karena ruang bayi tidak ada orang yang berkepentingan lalu lalang di depan nya. Tapi saat melihat ke dalam nya, Dave terkejut dan jantung nya serasa mau lepas dari badannya saat melihat tidak ada boks inkubator anak-anak nya di dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


Dengan wajah panik dan tidak berpikir jernih, Dave menerobos masuk ke dalam ruang tersebut dengan berseru kencang.


"Suster.. !! Dimana anak-anak ku?? Kenapa boks nya tidak ada di sini?? Kemana kalian bawa anak-anak ku?? " teriak Dave dengan kencang.


Teriakan Dave membuat beberapa bayi yang ada dalam ruangan tersebut menjerit menangis bersahut-sahutan.


"Maaf Mr.. Suara anda membuat bayi-bayi ini menjadi terganggu dan silahkan keluar karena anda mengganggu ketenangan dan kenyamanan bayi-bayi di ruangan ini! " ucap salah satu perawat yang tampak nya bukan perawat yang sewaktu Dave mengadzani anak-anak nya.


Dengan wajah panik, marah, kesal bercampur menjadi satu, Dave keluar dari ruang bayi dengan tangan terkepal erat. Rasanya ia seperti ingin menghajar seseorang karena kepanikan dan kemarahannya itu.


Saat ia hendak berbalik menuju ruang direktur rumah sakit karena ia akan meminta pertanggungjawaban direktur tersebut, ia di kejutkan dengan perawat yang tadi membantu memegang anaknya saat di adzan kan.


"Loh Mr... Kenapa anda masih di sini?? Beberapa saat yang lalu saya dan teman saya baru saja memindahkan anak-anak Mr ke ruang khusus! Kenapa Mr tidak ke sana?? " ucap perawat tersebut sambil bertanya.


"Apa??? Siapa yang memberikan izin memindahkan anak-anak ku suster?? " tanya Dave balik dengan nada dingin dan wajah datar.


Perawat tersebut kaget dengan nada dingin Dave dan wajah datar nya, padahal beberapa jam yang lalu Dave terlihat ramah seperti orang tua bayi lainnya.


"I-itu saya ti-tidak tau Mr.. ! Ka-kata direktur tadi pe-pemilik rumah sakit ini yang memberikan pe-perintah! Di-dia tidak mau cu-cucunya menjadi tontonan orang! " jawab perawat tersebut dengan suara bergetar serta tubuh gemetaran.

__ADS_1


"Papi.... ! " ucap Dave dengan nada lirih.


Bersambung...


__ADS_2