Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Ending yang sesungguhnya..


__ADS_3

Semua orang mencari keberadaan Tata dan Dave termasuk para asisten rumah tangga di rumah itu. Orang yang mereka cari sedang asyik berolahraga yang menyenangkan untuk ronde yang kedua kalinya.


Dave berpacu dengan cepat di atas tubuh istrinya agar mencapai pelepasan untuk yang kedua kalinya dengan ronde kedua mereka. Sedangkan Tata sudah berkali-kali mencapai puncaknya karena ulah sang suami.


"Lebih cepat Mas... Aaahhh... " teriak Tata dengan tangan bertumpu di atas tempat tidur.


Saat ini posisi mereka yaitu ***** *****, posisi yang paling di sukai oleh pasutri ini meskipun semua posisi mereka juga suka. Dave terus memompa pinggulnya keluar masuk dengan kedua tangan nya memegang pinggang sang istri. Tetesan keringat tidak membuat semangat pasutri itu kendor, malahan mereka semakin jadi menambah keringat tanpa memperdulikan semua orang yang heboh mencari keberadaan mereka berdua.


"Tahan sebentar sayang... Mas sebentar lagi sampai... " sahut Dave dengan suara berat sembari mencium punggung istrinya.


Tata memejamkan matanya dengan suara desa han yang bergema di kamar rahasia itu. Suara pacuan Dave dari belakang membuat suara tersebut bertambah ramai hingga akhir nya mereka berdua sama-sama berteriak.


"Aaahhhh... "


"Uuuhhhhh.. "


Tata ambruk di atas tempat tidur, begitu juga dengan Dave yang sama-sama ambruk dengan tubuh masih di atas tubuh istrinya. Dengan sekali tarikan, sebuah selimut sudah menutupi tubuh polos mereka berdua dan Dave mengeluarkan ular piton nya dari sarang nya sambil kembali memeluk tubuh istrinya yang penuh dengan berbagai tanda cinta.


"Aku pengen tidur Mas.. ! Tubuhku rasanya remuk kayak habis kelindas truk tronton! " ucap Tata dengan suara lemah karena Dave menciumi bahu nya.


"Iya sayang ku.. ! Tidur lah yang nyenyak! I Love you.. " bisik Dave dengan membalik tubuh Tata dan membawanya ke dalam pelukannya.


🌿🌿🌿


Satu minggu sudah berlalu sejak kepulangan Nada dan Aqila dari Amerika. Tata dan Dave di sidang habis-habisan oleh Mami Sita saat kejadian menghilang nya mereka berdua selama hampir seharian.


Tidak seorang pun yang tahu kemana mereka berdua waktu itu karena Dave membangun kamar rahasia itu pada saat semua orang pergi ke rumah sakit membawa si kembar melakukan imunisasi tiga bulan lalu.


Hari ini mereka semua sedang berada di pesawat pribadi milik Ryder yang akan membawa mereka ke Bali untuk liburan.


"Yeay.. Yeay.. Kita liburan.. ! Kita liburan... ! " pekik Aqila, Amirah, Kayla dan Kana dengan loncat-loncatan dalam pesawat.


Semua orang pergi ke Bali tidak terkecuali dengan Ayah Jamal yang baru datang dari Bandung tiga hari lalu bersama Tegar. Tidak hanya keluarga besar Ryder dan teman-teman Tata, para asisten rumah tangga dan sopir keluarga itu ikut berlibur ke Bali membawa keluarga mereka bagi yang sudah berkeluarga.


Kai putra Kadir dan Sandra nemplok dalam gendongan Papa nya karena sedari semalam rewel habis imunisasi sorenya. Ia sedang tidak mau di gendong Akong nya hingga membuat Akong nya merenggut sedih.


Seperti biasa, Elea di pangku Grandpa Buyut nya bersama Grandma, Tira berada di stroller nya sendiri karena bayi itu sudah tidur dengan nyamannya sehabis minum Asi, Bima di pangkuan Omi dan Opi nya, Arjuna di pangkuan Mertuanya Abeth, Nakula di pangkuan Eyang Uti dan Eyang kakung, dan terakhir Sadewa di pangkuan Bude Wati karena Ibuk duduk di dekat stroller nya Yudistira.


Semua sepupu Dave ikut juga ke Bali kecuali Bisma yang lagi ujian seminar di kampus nya. Anika duduk di samping Riko karena Revan berada di pangkuan kakek nenek nya orang tua Riko, Susan dan Arkan juga ikut sekalian berbulan madu, Nana duduk dengan kumpulan gadis-gadis sepupu Dave dan Abeth.


Kania, Bi Sum, Mak Ijah dan semua si Mbok bercanda di barisan bangku mereka bersenda gurau bersama para istri sopir yang juga ikut membawa anak-anak mereka.


Hanya Keluarga Aunty Ela yang tidak bisa ikut karena terbentur dengan sekolah nya Marcell dan pekerjaan nya Uncle Brad di rumah sakit.


"Ya Allah... Berasa kayak mimpi ya Mbok bisa naik pesawat mewah seperti ini! Mana gratis lagi naiknya! " ucap Kania dengan penuh kekaguman pada Mbok Nah.


"Iya Kan.. Si Mbok juga masih gak percaya bisa naik pesawat kayak gini! Jangan kan pesawat pribadi kayak gini, naik pesawat yang di tivi-tivi itu aja Mbok gak pernah bermimpi! " jawab Mbok Nah sama-sama kagum.


"Alhamdulillah kita beruntung di sekian banyak orang bisa merasakan naik pesawat pribadi yang mewah kayak gini! " ucap Bi Sum ikut bicara.


"Iya Sum.. Alhamdulillah banget ya.. ! Mudah-mudahan rezeki keluarga ini tidak pernah putus dan selalu mengalir seperti air! " sahut Mak Ijah mendoakan dengan tulus.


"Aamiin.... " jawab mereka semua mengaminkan doa Mak Ijah.


Sementara itu Tata sedang melihat pemandangan ke bawah dari jendela dengan pandangan yang fokus hingga membuat Dave dengan iseng memasukkan tangan nya ke dalam blouse sang istri hingga membuat Tata reflek memukul tangan suaminya itu.

__ADS_1


Dave terkekeh kecil melihat tatapan tajam dari mata istri nya yang tak lama kemudian melihat kanan kiri takut ada yang memergoki kejahilan suaminya.


"Cup.. ! Gemes banget sih kalau cemberut kayak gini! " bisik Dave sembari memberikan kecupan kilat pada bibir sang istri.


"Ini nih mesum nya kumat lagi! Mentang-mentang seneng di kasih lampu hijau terus tingkahnya semakin menjadi-jadi! Emangnya kurang ya Mas jatah tiap malam dari aku?? " ucap Tata pelan dengan tangan mencubit perut keras suaminya.


"Masih kurang lah sayang! Rasanya aku pengen melakukan nya setiap saat kapanpun aku mau! " jawab Dave tidak kalah mesum.


"Astaghfirullah Mas... ! Kalau itu mau nya Mas, bisa-bisa belum umur 30an akunya udah kena encok akut tau gak!! " sahut Tata gemes dengan memukul lengan bisep suaminya.


"Hahahaha.... " Dave tertawa geli mendengar kata yang keluar dari mulut istrinya itu.


Tawa Dave kedengaran oleh Abeth yang duduk di belakang mereka berdua. Ia langsung berdiri dan melihat adiknya tertawa bahagia sedangkan adik iparnya merenggut manyun.


"Kalian berdua kenapa sih berisik banget! Ganggu orang tidur aja! Apa gak bisa sehari aja kamu gak ganggu Tata Dave?? " omel Abeth dengan mata melotot pada adiknya itu.


"Gak bisa Kak! Ini sudah menjadi pekerjaan ku selain ngurus perusahaan! " jawab Dave santai.


"Udah deh Beib.. ! Gak usah peduliin Dave! Mendingan kita tidur aja, kan nanti kita mau jalan-jalan di pantai sambil lihat Sunset! " lerai Henry sambil menarik tangan istrinya supaya duduk kembali.


"Nah itu kakak ipar benar! " ucap Dave mendukung perkataan Henry.


"Kamu juga Mas! Lebih baik kamu juga tidur! Bukan nya semalam kamu gak tidur karena lembur! " semprot Tata juga pada suaminya.


"Iya yank.. Iya.. " jawab Dave patuh dengan wajah mengkerut.


Dave pun membenarkan duduknya dan mulai memejamkan mata nya karena sejujurnya ia sedikit lelah akibat lembur agar bisa ikut liburan bersama keluarga besarnya.


Sore harinya selepas sholat ashar para orang tua baru dan anak-anak muda yang masih lajang pergi ke pantai yang tidak jauh dari hotel tempat mereka semua menginap dengan mengendarai sepeda dengan saling berboncengan bersama pasangan nya.


Semua asisten rumah tangga dan sopir ikut bersama majikan mereka pergi ke pantai dengan membawa keluarga mereka masing-masing.


Sesampainya mereka di pantai, mereka duduk di bangku tempat orang berjualan kelapa muda dan aneka jajanan khas daerah tersebut sambil bersenda gurau.


Amirah, Kayla, Aqila dan Kana bermain membuat istana pasir di pinggir pantai dengan di awasi Riko yang membawa Revan ikut bermain pasir.


"Wuih... Seru banget ya liburan kita kali ini! Kapan-kapan kita liburan lagi ya Kak pas anak-anak udah pada gede! Rasanya menyenangkan menghabiskan waktu bersama semua keluarga dengan hati yang penuh bahagia! " ucap Tata pada Abeth karena mereka duduk berdekatan.


"Iya Ta.. Sayang nya aja anak-anak sekarang belum bisa di bawa main ke sini! Nanti pas mereka udah pada lari-lari kita atur lagi jadwal liburan kita! " jawab Abeth juga setuju.


"Kalian berdua tenang aja! Aku pasti akan mengatur jadwal khusus lagi agar kita bisa liburan sama-sama seperti ini! " ucap Dave sambil merangkul tubuh Tata.


"Lihat lah mereka! Mereka senang sekali bisa bermain pasir seperti itu meskipun apa yang mereka buat di sapu air laut! " tunjuk Tata pada anak-anak yang membuat istana pasir.


"Iya Tet.. ! Senang sekali rasanya melihat senyum yang terukir di wajah mereka! Aku sama Mas Kadir mengucapkan terimakasih banyak sudah mengajak kami sekeluarga ikut liburan bersama kalian! Lihat lah Kana tidak henti-hentinya tertawa meskipun bangunan yang ia bikin hancur karena air! " sahut Sandra dengan tersenyum bahagia.


"Iya.. Anika juga senang banget bisa ke sini bawa Revan! Makasih ya Kak udah ngajak kami semua ikut liburan! Padahal sejujurnya Anika gak pernah membayangkan bisa mendapat kehidupan yang sangat bahagia seperti saat ini! Bagi Anika ini serasa seperti mimpi yang tidak pernah Anika impikan! " tambah Anika dengan mata berkaca-kaca.


Susan mengusap punggung Anika dengan lembut hingga membuat Anika tersenyum sambil mengusap ujung matanya yang mengeluarkan sedikit air.


"Itulah yang namanya hidup Nika!Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian! Setiap manusia yang hidup pasti aja ujian hidupnya, dan kita semua disini sudah melalui semua itu dengan hujan air mata. Sekarang kita menikmati buah ketegaran dan kesabaran kita dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang kita cintai! Bagi kakak kalian semua adalah keluarga kakak! Kamu, Nana, Sandra, Susan adalah keluarga kakak selain Kak Aya dan Kak Abeth! " ucap Tata dengan tersenyum tulus.


"Huaaaaaa... Mau peluk.... " sahut Sandra dengan muka mau menangis.


Ia pun berdiri dan memeluk tubuh Tata hingga Dave mau tidak mau menyingkir sejenak. Tidak hanya Sandra, Susan, Nana dan Anika ikutan memeluk Tata seperti Teletubbies yang berpelukan sambil menangis bahagia.

__ADS_1


Tata yang tadinya tidak menangis ikutan menangis bersama mereka. Abeth dan Nada hanya tersenyum melihat mereka berempat berpelukan bersama. Para suami juga hanya melihat saja tingkah istri mereka tanpa mau ikut campur.


"Woi para emak-emak keceh! Pada ngapain tuh pelukan kayak teletubbies?? " teriak Bagas dari kejauhan dengan bertelanjang dada.


Teriakan Bagas membuat pelukan para emak-emak itu terlepas.


"Gue bukan emak-emak kampret! " balas Nana membalas teriakan Bagas.


Ia langsung memisahkan diri dari rombongan Tata dan berjalan menuju Bagas yang tidak hanya sendiri tapi bersama beberapa pria selain dua saudara yaitu Tara dan Akta.


"Mbak Nana mending ikutan kita aja dari pada kumpul sama emak-emak yang asyik pacaran di sono! " ajak Akta pada Nana saat Nana hampir mendekati mereka.


"Ogah gue kumpul ama jones kayak kalian! Gue mau gabung ama mereka aja! Lumayan cuci mata lihat Bule yang bening, siapa tau aja ada Bule jomblo yang kecantol! " jawab Nana acuh berjalan melewati rombongan Bagas dkk.


"Iya Mbak.. ! Mendingan gabung sini sama kita-kita! Gak usah mau di ajak sama kompor meleduk! " teriak Wiwid dengan melambaikan tangannya.


Tempat berkumpul nya para gadis juga tidak jauh dari rombongan nya Tata tadi, hanya saja di selingi beberapa kursi santai buat para turis untuk berjemur.


"Huh.. ! Dasar sok jual mahal! Sama-sama jomblo gak usah menghina Mbak! " gerutu Bagas kesal.


"Ayo guys kita lanjutkan rencana kita! " ajak Bagas sembari berjalan ke arah kanannya.


Nada yang duduk sendirian memutuskan untuk bergabung bersama anak-anak nya bermain pasir. Riko sudah kembali di sisi Anika karena Revan sudah kelelahan karena berlarian terus.


"Kita jalan ke sana yuk Mas! Mumpung anak-anak lagi main di pasir! " ajak Sandra pada suaminya.


"Kami juga ikut! Udah lama banget gak jalan-jalan tanpa pakai sendal di pasir pantai! " sahut Abeth ikut juga dengan menarik tangan Henry.


"Kalian ikut juga gak?? " tanya Sandra dengan melihat kepada Tata, Susan dan Anika.


"Gak! Aku mau duduk aja di sini sambil minum air kelapa muda! " tolak Tata dengan tegas.


"Kami juga nggak! " jawab Susan ikutan menolak.


"Nika juga nggak Kak! Kasihan Revan udah kecapean! " sahut Anika juga menolak.


"Oke lah kalau kalian gak mau! Kami mau jalan dulu... " ucap Sandra dengan memeluk lengan suaminya.


Sekarang tinggal tiga pasangan pasutri yang duduk santai sambil merangkul pasangan masing-masing.


"Kak.. ! Gimana dengan kabar Abang nya kakak?? " tanya Anika tiba-tiba setelah kelapa muda pesanan mereka datang.


"Alhamdulillah baik.. ! Sebenarnya kakak udah membiarkan Bang Sandi pergi kemanapun yang ia mau, tapi ia menolak dan memutuskan untuk tinggal di markas selama ini! Tapi sebulan yang lalu, ia meminta izin untuk tinggal di Pondok Pesantren yang ada di Jombang karena ingin bertaubat sambil menenangkan hati nya! Jadi, sekarang Bang Sandi tinggal di Pondok Pesantren itu sampai ia mau kembali bersama kami di sini! " jawab Tata dengan nada sendu.


"Jangan sedih sayang.. ! Itu sudah keputusan Abang mu! Bukan mudah memutuskan semua itu apalagi saat ini sidang perceraian Abang mu sedang berlangsung! Doakan saja Abang mu mendapatkan kebahagiaan yang lain meskipun tidak bersama Kak Aya lagi! " hibur Dave dengan mengusap lembut punggung istrinya.


"Bukan nya gitu Mas! Rasanya aku sedih aja lihat rumah tangga Bang Sandi hancur juga seperti rumah tangga aku dulu! Nasib Ibuk apes banget pernikahan pertama kedua anaknya gak ada yang awet! " jawab Tata lagi.


"Gak usah mengingat masa terburuk itu sayang! Doakan saja Bang Sandi bisa memulai kehidupan yang kedua dengan orang yang tepat dan tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama saat bersama Kak Aya dulu! " tambah Dave lagi.


"Aamiin ya Allah... Semoga aja ya Mas! Baik Bang Sandi maupun Kak Aya bisa mendapatkan pasangan yang baru, yang menerima masa lalu mereka dengan tulus! " ucap Tata sambil menyandarkan tubuhnya pada dada bidang sang suami.


"Aamiin... " jawab Susan dan Anika mengamini ucapan Tata.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2