Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Ke rumah sakit


__ADS_3

Dave memberikan sorot mata tajam pada Bagas Seakan-akan berkata awas kalau bikin yang aneh-aneh dengan gerakan memotong lehernya.


Bagas yang tadinya tertawa kencang langsung kicep melihat sorot mata kakak sepupu nya, apalagi dengan ancaman nya barusan.


Mereka semua nya berkemas untuk pulang ke Jakarta sore itu juga. Abeth yang baru bangun tidur kaget saat di minta Mami nya untuk cepat-cepat berkemas.


Disaat Sandra sedang adu kekuatan dengan suaminya di waktu sore, Tata dan semua keluarga besarnya langsung terbang ke Jakarta dengan pesawat pribadi mereka.


"Aduh Jeng, saya jadi gak sabar pengen tahu Tata beneran hamil apa tidak! " ucap Mami Sita pada ibuk karena mereka duduk berdekatan.


"Iya Jeng! Rasanya saya senang sekali jika Tata benar-benar hamil! Tapi ya itu, sifat nya jadi berubah 180° menjadi pribadi yang berbeda! Itu yang bikin saya spot jantung! " jawab Ibuk jujur.


"Hehehehe... Iya sih Jeng! Hanya saja saya maklum saja karena itu bawaan cucu kita! Saya aja masih cemburu sama suami saya yang di sayang sama calon cucu kita! Tuh lihat, kentara sekali jika calon cucu kita itu pilih kasih! " sahut Mami Sita dengan wajah mengerucut sebel menunjuk ke bangku depan Tata yang ber sandaran manja di bahu Papi Dayton.


"Hehehehe... Justru saya kasihan sama Nak Dave! Di momen spesial ini ia malah di benci anaknya sendiri, terlihat sekali di wajah nya jika ia sedih sekali! " ucap Ibuk agak sedikit terkekeh.


"Iya juga ya Jeng! Kayak nya ini sudah jadi nasib nya Dave di benci anak sendiri saat masih orok! " jawab Mami Sita ikut sedih.


Dave hanya menatap kesal dengan istrinya yang bermanja-manja pada Papi nya. Seakan-akan ia tidak di harapkan lagi oleh sang istri.


"Sabar ! Ini baru sehari, masih ada delapan bulan lagi! " ucap Bude Ditha menepuk pelan bahu Dave.


"Rasanya Dave kayak suami yang gak ada guna nya Bude! Dave kan juga pengen istri Dave manja-manja saat ia hamil begini! Bukan di benci kayak gini! " curhat Dave dengan wajah di buat sesedih mungkin.


"Ya mau gimana lagi! Setiap perempuan itu bawaan hamil nya beda-beda! Sepertinya bawaan yang di alami istrimu ini lebih anti mainstream alias begitu luar biasa! " sahut Bude Wati ikut berkomentar.


"Sabar Dave... ! Itu semua bukan kemauan Tata! Makanya nanti kamu harus banyak-banyak bertanya sama Dokter kandungan dan perbanyak stok sabar! " nasihat Bude Rini juga.


"Iya Bude... Terimakasih banyak atas nasihat-nasihat nya! " ucap Dave dengan wajah sedikit lega setelah curhat pada Bude-Bude nya.


45 menit mengudara, akhirnya pesawat mereka landing juga di bandara internasional Soekarno-Hatta.


Mereka semua langsung pergi ke rumah sakit malam itu juga, namun singgah sebentar di masjid untuk melakukan sholat maghrib terlebih dahulu.


Begitu selesai sholat, mereka semuanya di atas sopir keluarga Ryder pergi ke rumah sakit swasta milik Ryder Corporation yang saham kepemilikan 65%.


"Pi, kenapa kakak kemaren gak di bawa ke rumah sakit ini aja waktu itu?? " tanya Tata saat mereka sampai di halaman rumah sakit.


"Entahlah, Papi gak tau ! Soalnya yang mengurus waktu itukan suami kamu! Apalagi ia juga punya saham sendiri di ruang sakit itu! " jawab Papi Dayton juga tidak tau.


"Wah keren, kalau disini semua sahamnya punya Papi ya? " tanya Tata dengan wajah kagum.


"Gak semuanya, Papi hanya 20 %, Mami kamu 20% dan sisanya suami kamu 15%dan kakak kamu 10%." jawab Papi Dayton lagi.


"Wah, daebak.. ! Keren banget! Aku mau juga punya saham kayak gitu! " ucap Tata dengan mata yang langsung berubah menjadi duit🤑.


Begitu mereka turun dari mobil, Semua dokter serta petugas rumah sakit seperti perawat, Bidan serta petinggi rumah sakit tersebut sudah berjejer menyambut kedatangan pemilik rumah sakit beserta keluarga nya.


"Selamat datang Mr. Ryder! Suatu kehormatan pemilik rumah sakit ini datang mampir kesini! Maaf jika saya yang datang menyambut anda! Pak Direktur sedang melakukan operasi penting beberapa jam yang lalu! " ucap wakil direktur rumah sakit dengan menunduk hormat.


"Santai saja Tuan Sasongko! Saya hanya mau periksa sebentar saja di sini, jadi tidak perlu penyambutan yang begitu wah seperti ini! " jawab Papi Dayton dengan santai tapi sangat berwibawa.

__ADS_1


"Apa anda sakit Mr. Ryder?? " tanya Wakil direktur agak kaget.


"Hahahaha.. Tidak sama sekali Tuan Sasongko! Saya hanya ingin memeriksa keadaan menantu kesayangan saya! " jawab Papi Dayton dengan tertawa kecil seraya merangkul bahu Tata.


"Wah, sepertinya akan ada kabar bahagia ini! Selamat ya Mr. Ryder! " ucap Wakit direktur itu dengan tersenyum lebar.


"Nanti saja ucapan selamat nya Tuan Sasongko! Saya harus memastikannya dulu! " jawab Papi Dayton santai.


"Kalau begitu silakan Mr. Ryder! Saya tidak akan menghalangi! Suster Ana, sampai pada Dokter James agar segera memeriksa menantu Mr. Ryder! " ucap Tuan Sasongko sembari memanggil salah satu perawat nya.


"No..No.. No! Aku tidak mengizinkan Dokter laki-laki yang memeriksa istriku! Panggil kan Dokter wanita terbaik untuk memeriksa istriku! " tolak Dave dengan wajah datar dan tanpa ekspresi.


Tata langsung cemberut mendengar ucapan suaminya dan wajah nya langsung manyun dan layu seketika. Padahal ia sudah mengkhayal akan di periksa oleh Dokter muda dan ganteng yang bisa memanjakan matanya.


Dave tidak jadi memakai topeng seperti yang di katakan Tata saat masih di kota Pematangsiantar. Hal itu di karena kan Bagas kehabisan bahan untuk melukis seperti yang di inginkan Tata. Alhasil Dave langsung bersorak-sorai gembira tidak menjadi lelucon orang saat datang ke rumah sakit dengan memakai topeng.


"Maaf Mr. Ryder jika saya lancang! Hanya ada satu dokter wanita yang tidak di ragukan lagi kualitas nya dalam menangani pasien, hanya saja Dokter itu sudah berusia 45 tahun dan akan pensiun di rumah sakit ini 3 tahun lagi! Apa anda tidak masalah? " ucap Wakil direktur tersebut dengan menundukkan kepala nya.


"Justru itu yang aku suka! Panggil Dokter itu untuk memeriksa istriku! Dan juga persiapkan ruangan yang luas agar semua keluargaku bisa melihat nya juga! " sahut Dave dengan gaya angkuh nya.


"Ba-baik Mr. Ryder! " jawab Wakil direktur dan langsung memberikan perintah pada perawat nya.


Terdengar bisik-bisik para dokter dan perawat yang masih berdiri di belakang mereka semua, namun Dave hanya acuh dengan semua itu.


"Pantas aja Tata berubah sombong dan angkuh, tuh biang bibit nya juga kayak gitu! " tuding Bude Wati pelan menunjuk Dave.


Ibuk dan yang lainnya hanya geleng-geleng kepala karena akhir nya paham dari mana pembawaan Tata yang tiba-tiba angkuh dan sombong kayak gitu.


Tata yang awalnya benci melihat suaminya tiba-tiba menjadi terpana melihat wajah datar, arogan, angkuh dan sombong sang suami.


"Wah... Mas Dave hebat! Tata suka lihat Mas Dave dengan ekspresi arogan, angkuh, sombong dan datar kayak tadi! Jadi makin cinta deh.. ! " puji Tata dengan nada manja sembari merentangkan tangannya minta di peluk.


Dave bagaikan mendapat doorprize saat sikap istrinya berubah jadi manis seperti itu. Ia langsung memeluk istrinya dan tidak mensia-siakan kesempatan yang datang. Ingat lah kata pepatah jika kesempatan itu tidak datang dua kali, jika kesempatan itu sudah datang maka langsung sikat aja, jangan di tunda-tunda.Seperti yang di lakukan Dave pada saat ini.


"Sepertinya anakmu suka jika kau jadi orang yang angkuh, arogan, sombong seperti itu Bro! " bisik Henry di telinga Dave.


Dave tersenyum menyeringai, sekarang ia bahagia bisa dekat-dekat kembali dengan sang istri.


Tidak lama kemudian, perawat yang di perintahkan Wakil direktur tadi datang memberitahu jika ruangannya sudah siap dan Dokter yang memeriksa Tata juga sudah di sana.


Mereka semua berbondong-bondong mendatangi ruangan yang di sebutkan tadi dengan perasaan deg degan. Sungguh pemeriksaan luar biasa untuk orang kaya dan banyak uang seperti mereka, memeriksa kandungan beramai-ramai kayak mau nonton konser aja.


"Tok.. Tok... Tok.. ! Assalamualaikum.. ! " ucap Dave dengan sopan karena Dokternya seusia sang Mami.


"Waalaikumsalam... ! Silahkan masuk Tuan! Saya suster Mila dan ini Suster Sari. Kami akan membantu Dokter Aisyah Rahman untuk memeriksa Nyonya Ryder! " jawab satu di antara dua suster yang menyambut kedatangan mereka semua.


"Mari Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya silahkan masuk! " ucap Suster Sari dengan ramah.


Ternyata sudah ada banyak kursi untuk mereka duduk di belakang bed tempat Tata di periksa. Seorang Dokter wanita yang sudah berumur tersenyum ramah dengan memakai hijab Syar'i berdiri dari duduk nya, menyambut kedatangan rombongan keluarga pemilik rumah sakit tempat ia bekerja.


"Suatu kehormatan bagi Dokter tua seperti saya memeriksa Nyonya Ryder! Perkenalkan, saya Dokter Aisyah Rahman, salah satu Dokter Kandungan yang InsyaAllah selalu melakukan yang terbaik untuk semua pasien nya! " ucap nya dengan suara yang begitu lembut di telinga.

__ADS_1


"Tante Dokter, panggil Tata aja ya? Kan nama Tata itu Thalita, tapi di panggil Tata biar gak kepanjangan! Suara Tante Dokter lembut banget, kayak suara Eyang Uti! Tuh Eyang Uti di sana! Eh ngomong-ngomong, tadi Tante Dokter bilang kalau Tante Dokter itu Dokter kandungan. Kok Tata di bawa ke sini? Kan Tata cuma mau di periksa biasa aja, dan juga mau periksa apakah Tata ini busung lapar apa nggak! Bukan yang lain nya?? Kayak nya kita salah tempat deh Mas! " sahut Tata mengoceh panjang lebar.


"Kenapa panggil nya Tante Dokter? Gak sopan sayang? " tegur Dave lembut dengan mengusap punggung istrinya.


"Kan Dokter nya seusia Mami sama Ibuk Mas! Masa iya aku panggil Kakak! Gak sopan itu namanya panggil orang tua seusia orang tua kita kakak! Kecuali jika Dokternya seusia Kak Abeth, baru aku panggil Kakak atau Mbak! " jawab Tata dengan wajah cemberut.


"Tidak apa-apa Mr. Ryder! Saya suka di panggil begitu, itu artinya istri anda begitu menghormati orang yang lebih tua! Oke Tata, mari kita periksa dulu sama Suster Mila dan Suster Sari dulu ya? " ucap Dokter Aisyah Rahman dengan tersenyum ramah.


"Ayo Nyonya! " ajak kedua Suster tersenyum dengan memegang tangan nya.


Tata yang sebenarnya bingung karena pertanyaan tadi tidak di jawab hanya diam dan menurut saja saat ia di bawa oleh dua Suster ke sebuah kursi di depan meja Dokter Aisyah Rahman.


Suster Sari memeriksa tekanan darah Tata, kemudian mencatat nya. Suster Mila mengajak Tata untuk menaiki timbangan berat badan dan memberitahu kan hasilnya pada Suster Sari. Setelah itu mereka berdua menuntun Tata untuk naik ke atas bed dengan beberapa layar monitor yang terpasang menghadap semua keluarganya.


Tata bukan orang bodoh yang tidak tahu jika itu adalah alat USG untuk memeriksa kandungan seseorang. Ia tiba-tiba tersadar dan menatap semua keluarga nya serta sang suami dengan mata berkaca-kaca, sambil menyentuh perutnya yang ia duga busung lapar.


"Mas, Mami, Papi, Ibuk! " ucap nya pelan dengan suara serak hendak menangis.


"Ayo sayang, jangan takut! Mami dan semuanya tidak akan kecewa jika hasil nya negatif! " ucap Mami Sita memberikan semangat pada menantunya dengan tersenyum lebar.


Semua orang mengangguk seakan menyemangati nya lewat anggukan mereka termasuk sang Ibuk yang menggenggam erat tangan Mak Ijah.


Tata menyentuh tangan suaminya dan Dave mengangguk pelan dan menggenggam tangan istrinya yang sudah dingin karena ia masih shock.


"Ayo Tata! Berbaring di sini dulu! Jangan takut, rileks saja! Tarik napas dalam-dalam kemudian keluarkan ! Ayo Sus di bantu ! " ucap Dokter Aisyah dengan lemah lembut.


Tata naik ke atas bed dan Suster Sari menutup kaki nya hingga sebatas perut nya. Suster Mila menutup sebagian layar hingga hanya memperlihatkan bagian kepala Tata saja, karena Suster Sari sedang menaikkan blouse Tata hingga memperlihatkan perut nya yang sedikit menonjol dan membuka kancing celana nya, menurunkan nya sedikit, kemudian menyelimuti nya kembali sebelum layar nya di buka separuh.


Suster Mila mengoleskan gel bening yang terasa dingin di perut Tata.


"Sudah siap Dokter! " ucapnya memberitahu Dokter Aisyah.


Suster Mila dan Suster Sari segera menyingkir dan membiarkan Dokter Aisyah yang bekerja dengan meletakkan stik USG di permukaan perut Tata.


"Bismillahirrahmanirrahim... Kita mulai nya! Semua nya harap melihat ke layar komputer yang ada di atas! " ucap Dokter Aisyah dengan menekan pelan stik USG di perut Tata bagian bawah.


"Subhanallah ya Allah... ! Sungguh besar kuasa Mu! Terimakasih sudah membiarkan aku mendapatkan anugrah ini dan MasyaAllah... " ucap Dokter Aisyah dengan suara bergetar karena menahan gejolak perasaan nya saat melihat apa yang terpampang di layar monitor USG.


Semua orang bingung dan heran dengan kata-kata yang keluar dari mulut Dokter tersebut. Mereka saling bertanya-tanya satu sama lain apa maksud perkataan Dokter tersebut.


"Tante Dokter! A-apa yang terjadi?? Apa terjadi sesuatu pada tubuh ku?? " tanya Tata dengan perasaan cemas sembari menggenggam tangan suaminya.


**Bersambung...


Selamat membaca dan selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta😊😊😊


Thor, kenapa gantung lagi sih😫😫😫


Maaf ye soalnya othor suka yang gantung-menggantung kayak jemuran🤭🤭🤭


Othor mau healing dulu sejenak mumpung esok libur 😌😌😌Bye... Bye... Semua nya🤗🤗🤗**

__ADS_1


__ADS_2