Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Berangkat ke Amerika


__ADS_3

Dua hari setelah acara aqiqah nya si kembar, semua penghuni di kediaman Ryder sedang mempersiapkan keberangkatan Ibuk, Nada dan Aqila ke Amerika bersama Martin yang ditugaskan Tata langsung untuk mendampingi Aqila selama menjalani pengobatan di sana.


Aqila tampak berat hati berpisah dengan adik-adiknya, dan itu sudah berulang kali di tenangkan oleh Tata namun karena masih kecil ia masih terlihat sedih akan pergi jauh dari adik-adiknya.


"Aunty... Nanti video call terus ya sama Qila di sana?? Qila pasti kangen sama si kembar terutama sama Elea! Terus nanti Qila pasti kangen sama Ubi kukus bikinan Nek Ijah! " ucap Aqila dengan lirih saat Tata membantu mengemas barang-barang nya.


"Oh Aqila sayang! Aunty nanti akan setiap hari video call dengan Aqila, asalkan Aqila rajin minum obat dan menuruti semua perintah Dokter di sana! " jawab Tata dengan gemes sambil mencubit pipi Aqila.


"Aunty janji ya?? Gak boleh bohong! " pintanya dengan muka serius.


"Iya sayang, Aunty janji! " jawab Tata sungguh-sungguh.


"Cah Ayu.. ! Nek Ijah bakalan janji akan selalu buatkan Aqila Ubi kukus saat Aqila pulang nanti! Anak manis gak boleh ngeluh, harus kuat, dan harus semangat untuk cepat sembuh! " tambah Mak Ijah yang datang membawa beberapa toples berisi sambal ikan teri.


"Waduh, banyak bener sambal ikan terinya sampai tiga toples gitu! " ucap Tata mata melotot.


"Ini sambal ikan teri aja, ini sambal kacang ama ikan teri kesukaan nya Ibuk, dan ini sambal ikan teri manis kesukaan nya Aqila! Di sana pasti gak ada ikan teri ataupun cabe, pasti susah lah kalau mau masaknya! " jawab Ibuk santai dengan memasukan semuanya ke dalam koper milik nya.


"Adalah Buk yang jual di sana, tapi harganya 10 kali lipat dari harga di sini! Hehehehe... " sahut Abeth terkekeh geli.

__ADS_1


"Apa??? Astaga, astaga! Jah, bawain juga cabe Jah biar nanti saya gak susah kalau mau masak sambal! Bisa bangkrut kalau beli cabe sama ikan teri ke ons harga nya kayak gitu! " pekik Ibuk dengan wajah terkejut.


"Ya ampun Ibuk.. ! Tata dan Mas Dave gak bakalan bangkrut kalau Ibuk cuma mau beli cabe dan ikan teri di sana! Lagian ngapain repot-repot bawa semuanya ke sana, bikin penuh koper aja! Kalau Ibuk dan Kak Aya kepengen sesuatu tinggal telpon aja Tata, biar Tata kirim saja dari sini ke sana! Gitu aja kok repot sih Buk! " seru Tata geleng-geleng kepala.


"Iya kah??? Kenapa kau baru cakap sama Ibuk Dek! Ngomong kek dari tadi, jadi Ibuk gak repot-repot kayak gini! " tanya Ibuk dengan menyalahkan Tata.


"Lah, Ibuk aja gak nanya! " jawab Tata membela diri.


Ibuk merenggut sebel pada anaknya yang membuat Abeth terkekeh geli. Nada hanya tersenyum kecil melihat Ibuk mertuanya tampak merajuk pada anak perempuan nya itu.


"Dih, si nenek bisa merajuk juga rupanya! " ucap Tata dengan gemes mencolek lengan Ibuk nya.


Ia malah memasukkan beberapa kopi luwak sachet, biskuit hatari, aneka jajanan Aqila ke dalam kopernya hingga penuh. Ulah Ibuk semakin membuat Tata geleng-geleng kepala, sedang kan Abeth dan Nada menutup mulut menahan tawa mereka.


"Nek, semua jajanan nya di masukkan koper ya?? Nanti di pesawat kalau Aqila mau makan jajan gimana nek?? " tanya Aqila dengan muka polos nya.


"Iya, ini untuk Aqila nanti di sana! Kalau untuk di pesawat kita beli aja lagi di Alifmart saat ke bandara nanti! " jawab Ibuk cuek.


"Oh gitu! Ya udah deh Nek! Bawa aja semuanya ke dalam koper Qila juga! Nanti pas di Alifmart Aqila mau beli banyak-banyak jajanan nya biar gak susah mau beli lagi! " sahut Aqila bersemangat dengan jawaban nenek nya.

__ADS_1


"Ya salam... " ucap Tata tepuk jidat dengan kepolosan Aqila.


"Hahahaha... " Abeth tertawa ngakak karena tidak bisa menahan tawanya sejak tadi.


Sementara itu di markas besar Tata, Sandi meminta sampaikan pesan kepada Tata untuk melihat anak dan istrinya yang akan pergi ke Amerika untuk berobat melalui Tiger.


Tiga hari sebelum acara Aqiqah anaknya Tata, ia tidak sengaja mencuri dengar pembicaraan anak buah Tiger yang bercerita tentang keponakan Bos besar mereka yang akan berobat ke Amerika karen kecelakaan dua tahun lalu.


Karena penasaran ia meminta bertemu Tiger dan menanyakan semua yang ia dengar hingga jawaban Tiger membuatnya seperti di sambar petir di siang bolong.


Semenjak saat itu hari-hari nya dihabiskan dengan menangisi diri sendiri, menyesali semuanya yang sudah sangat terlambat untuk berkumpul bersama lagi.


"Aku mohon padamu! Tolong sampaikan pesan ku pada adikku kalau aku ingin bertemu istri dan anakku sebelum mereka pergi! Aku mohon dengan segenap hatiku! Izin kan aku bertemu mereka untuk terakhir kalinya meskipun dari jauh, aku rela asalkan bisa melihat mereka! " ucap Sandi dengan menangis pilu pada Tiger.


Tiger menghela napas kasar mendengar permintaan Sandi yang benar-benar telah menyesali semua kebodohannya selama ini.


"Akan aku sampaikan kepada kakak! Tapi aku tidak janji karena ini bukan wewenang ku! " jawab Tiger dengan wajah datar nya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2