
"Eneng manggil Bibi? Ada apa neng? " tanya Bi Sum begitu datang.
"Ayo kita makan sama-sama, Bi! Saya sengaja bawa banyak biar kita bisa makan sama-sama! Ayo Bi, jangan diam aja! " ajak Sandra dengan ramah dan sambil memberikan kotak berisi nasi dan lauk pauknya.
"Tapi neng.... " Bi sum terlihat ragu-ragu mengambil nasi kotak tersebut dari tangan Sandra.
"Ambil aja Bi, kita makan sama-sama! Ayo, gak usah ragu-ragu dan gak enakan gitu! " ucap Kadir lagi dengan santai menerima nasi kotak yang sudah di siapkan Sandra untuk nya.
"I-iya Mas, terimakasih banyak! " jawab Bi Sum penuh haru.
Ia pun duduk di sebelah Sandra yang sedang menyuapi Kayla dengan makanan nya. Mereka pun makan siang bersama dengan hening tanpa ada suara.
Setelah makan, Sandra memberikan Kayla obat penurun demam yang tadi di beli Kadir dan menidurkan Kayla di kamar. Begitu Kayla tertidur, Kana kemudian terbangun dari tidurnya dan langsung memanggil Mama begitu ia melihat Sandra.
"Uluh-uluh.... Anak endut Mama udah bangun! Kana lapar ya, Nak? " ucap Sandra gemes ketika Kana sudah di gendongan nya.
"lapel.... " jawabnya dengan cadel.
"Kalau gitu, ayo kita makan! " ucap Sandra sambil berlari memperagakan sebuah mobil lengkap dengan tiruan suaranya yang mana langsung membuat Kana tertawa kegirangan.
Bi Sum tersenyum melihat interaksi mereka, begitu juga dengan Kadir yang semakin yakin jika ia benar-benar jatuh hati dengan janda keturunan Batak Cina itu.
"Assalamu'alaikum Bang! Buka pintunya! " teriak seseorang dari luar dengan mengucapkan salam.
"Walaikumsalam.... "Jawab Kadir dan Bi Sum berbarengan.
Bi Sum pun pergi membukakan pintu dan ketika pintu terbuka, ternyata yang datang adalah Nana.
"Eh si eneng! Ayo neng masuk! " ajak Bi Sum tersenyum ramah.
"Makasih Bi, Oh ya Bang! Aku udah dengar dari Kak Tata ketika di Restoran tadi. Jadi aku ke sini sebentar buat liat keadaan Kayla! Kayla gimana Bang, Kak? " ucap Nana dengan cepat.
"Cepat kali kau cakap kayak kereta api aja, wussshhh.... " celutuk Sandra dengan tangannya yang kosong memperagakan kereta api meluncur.
"He... He... Soalnya Nana cuma punya waktu sebentar! Jadi harus benar-benar di maksimalkan! " jawab Nana cengengesan.
"Bah, gak gitu jugak lah! Dah makan kau! Ayo kita makan! Kakak sengaja bawa banyak tadi! " ucap Sandra sambil memberikan nasi kotak kepada Nana.
"Belum sempat makan, baru juga istirahat langsung ke sini begitu dengan bisik-bisik karyawan yang dapat berita Kak Tata di hadang laki-laki tua, mana di videoin lagi waktu laki-laki itu meneriaki Kak Tata. Makanya aku langsung telpon Kak Tata untuk tanya benar tidaknya berita itu! " jawab Nana dengan mulut penuh nasi.
"Kau makan dulu itu nasi mu itu! Nanti kau cerita lagi kalau nasi mu sudah habis! Gak bisa nelen aku, tengok kau kayak gitu ! " ucap Sandra dengan gemes lihat mulut Nana penuh dengan makanan.
Kadir dan Bi Sum terkekeh melihat Sandra yang gemes lihat Nana ngomong dengan mulut yang penuh nasi.
Nana hanya mengancungkan dua jarinya dan kembali melanjutkan makan hingga makanannya habis tidak tersisa.
__ADS_1
"Bah, licin kali kotak nasik kau Na, kelaparan kali kau rupanya! Sampek gak ada nasi sisa sebutir pun! " celutuk Sandra dengan heran.
"Memang lapar lah aku Kak, kan belum sempat makan siang! Dosa Kak kalau nasinya bersisa, buang-buang makanan itu namanya! " jawab Nana tanpa dosa.
"Dah lah, sukak hati kau lah Na! Oh ya, kau bilangin nanti pulang ke rumah dengan Tata kalau malam ini aku di sini nginap di suruh Kayla, kasihan aku lihat nya kayak gitu, lagian kan di temani sama Bi Sum jugak nya! " ucap Sandra kepada Nana.
"Oke Kak! Aku mau lihat Kayla dulu, abis itu mau pulang lagi ke restoran! " sahut Nana dengan berjalan memasuki kamar depan.
Kana makan dengan lahap di pangkuan Sandra, ia bahkan juga meminum susu yang di buat Bi Sum sampai habis.
"Alhamdulillah... Pintar kali lah anak Mama ini makan! " ucap Sandra dengan menghujani pipi gembul Kana dengan kecupan yang membuat Kana tertawa kegelian.
"Bang, Kak, Bi! Nana pulang ke restoran dulu ya? Kalau ada apa-apa langsung kabari ya? " pamit Nana sambil menyalami tangan mereka satu persatu.
"Assalamualaikum/Waalaikumsalam.." ucap mereka saling membalas salam.
Waktu pun berlalu begitu cepat, siang berganti menjadi sore, dan sore berganti menjadi malam. Kayla sudah ceria lagi seperti biasanya walaupun suhu badannya masih sedikit hangat. Ia sudah bisa tertawa dan bermain bersama Kana walaupun hanya di dalam kamar.
Ia juga senang karena Sandra mengabulkan keinginannya untuk menginap di rumah ini.
"Dek, Abang pergi dulu ya? Kunci pintunya benar-benar! Jangan buka kan pintu jika bukan suara Abang yang kau dengar! " pamit Kadir yang sudah berpakaian rapi dan membawa kantong tas ukuran kecil.
Sandra bersemu malu dan wajahnya memerah mendengar Kadir memanggilnya dengan panggilan "Dek" yang begitu lembut.
"Emangnya Abang mau kemana malam-malam gini? " tanya Sandra heran.
"Oh gitu, ya udah ! Aku akan kunci pintunya sesuai yang Abang katakan! " jawab Sandra dengan mengangguk mengerti.
"Kalau gitu, Abang pamit ya. Bi, hati-hati ya di rumah dengan anak-anak! Dan jangan lupa dengan pesan Abang ya, sayang! " pamit Kadir sambil berjalan menuju pintu.
Baru saja melangkah kan kaki ke arah pintu, terdengar beberapa panggilan dan teriakan beberapa orang dari luar rumah. Kadir, Sandra dan Bi Sum saling bertatapan dengan raut wajah bingung.
Mereka tidak hanya memanggil dengan teriakan tapi juga menggedor pintu dengan keras membuat Kayla kembali trauma dan ketakutan.
Wajahnya pucat pasi dan Sandra langsung membawa Kayla ke dalam dekapannya sambil membisikkan kata-kata yang menenangkan Kayla yang takut. Sedangkan Kana berada dalam gendongan Bi Sum dan tidak rewel karena ia di gendong sambil meminum susunya.
Kadir langsung membuka kan pintu rumah karena tidak ingin anaknya semakin ketakutan.
"Pak RT, Pak Burhan, ada apa ini ramai-ramai datang ke kontrakan saya malam-malam? " tanya Kadir dengan heran.
"Maaf Pak Kadir, kami mengganggu anda! Berdasarkan laporan warga apa benar Pak Kadir kumpul kebo dengan membawa perempuan masuk ke kontrakan ini? " tanya Pak RT dengan sopan.
"Astaghfirullah hal adziim.. Siapa yang bilang saya kumpul kebo? Memang benar ada perempuan di rumah saya yaitu Bibi pengasuh anak saya dan calon istri saya yang sedang merawat Kayla yang sedang sakit. Mereka memang akan menginap di rumah ini tetapi tanpa saya, karena saya akan pergi malam ini juga ada kerjaan. " jawab Kadir membantah tuduhan tersebut dengan tegas.
"Alah... Alasan itu Pak RT? Mana ada maling yang kepergok mau ngaku! " celutuk salah seorang warga yang ikut memanas-manasi suasana.
__ADS_1
"Iya, benar itu Pak RT! Orang saya lihat sendiri perempuan itu datang dari siang dan tidak keluar rumah sampai sekarang dan lihat mobilnya saja masih parkir di sini! " sahut Ibu-ibu yang bertubuh gemuk ikut menimpali.
"Iya benar Pak RT! Udah Pak usir saja mereka dari sini! Bikin kampung kita tercemar aja! " ucap salah seorang warga yang ikut mengompori suasana.
"Tenang semuanya... Tenang! Jangan main hakim sendiri dan juga jangan membuat fitnah yang akan membuat kita melakukan dosa. Kita dengar kan jawaban Pak Kadir dulu! Harap semuanya tenang! " ucap Pak RT dengan lantang sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.
Sandra yang sedang menggendong Kayla langsung menghubungi Tata dan meminta nya untuk datang dengan segera karena ia takut Kadir jadi bulan-bulanan warga yang emosi dengan fitnah yang salah.
"Apa bukti kalian jika saya kumpul kebo di rumah ini? Apa kalian melihat dengan mata kalian sendiri kalau saya berbuat yang mencoreng kan diri saya sendiri? Apakah kalian melihat saya berduaan dan berzina dengan perempuan tersebut? Ayo jawab! Jangan diam saja! Apa yang kalian tuduh kan itu tidak berdasar! Dan Bu Harun, kenapa anda ikut-ikutan juga menuduh saya yang bukan-bukan? Bukankah anda sendiri lihat jika sehabis dzuhur saya pergi mengojek dan kembali lagi tadi sore ketika Anda sedang menyapu halaman rumah anda? " teriak Kadir dengan tegas dan menatap tajam Ibu yang bertubuh gemuk yang tadi ikut berkomentar.
Ibu-ibu itu langsung terdiam membisu dengan wajah salah tingkah dan tampak menunduk ketakutan. Ia membuang pandangannya dan pelan-pelan beringsut mundur ketika Kadir menjawab keras tuduhan tersebut dan bersitegang dengan beberapa warga.
Mendengar suasana yang semakin tidak terkendali, Sandra dan Bi Sum keluar dari dalam dengan menggendong Kana dan Kayla. Kayla masih sedikit ketakutan dan tidak mau melihat ke depan. Ia menyembunyikan wajahnya di dada Sandra.
"Siapa yang membuat tuduhan itu terhadap saya dan Bang Kadir akan berurusan dengan polisi! Dan saya tidak akan melepaskan orang yang sudah membuat kekacauan ini dan membuat Kayla menjadi trauma dan ketakutan! " ucap Sandra dengan tegas tanpa takut sedikit pun.
"Alah.... Jangan takut kita! Itu semua hanya gertakan saja! Bisa apa perempuan seperti kamu itu? Sok-sokan mau panggil polisi segala! Emang nya situ orang penting?Pejabat? Atau orang kaya? " ucap seorang perempuan muda yang berpakaian ketat mengejek ke arah Sandra.
"Iya benar itu! Pak RT jangan lembek dong jadi orang? Masa gak bisa mengusir pelaku yang membuat kampung kita ini tercemar? " sahut Ibu-ibu yang lain memojokkan Pak RT.
"Iya, bisa sial kampung kita kalau mereka masih di sini! " jawab yang lain ikut menimpali.
"Kalau gak, nikahin aja Pak RT biar mereka gak berbuat zina lagi! " celutuk salah seorang warga yang tadinya diam ikutan angkat bicara.
"Apa maksud anda berkata saya berbuat zina? Saya tidak pernah melakukan perbuatan itu! Seenaknya saja anda menuduh saya seperti itu! Saya sangat tersinggung sekali dan saya harap apa yang anda ucapkan tidak berbalik menghampiri anak-anak anda! " ucap Kadir dengan geram menahan amarahnya.
"Halah.... Maling mana mau ngaku! " jawab warga tersebut tidak perduli.
"Maaf Pak RT, saya pribadi tidak akan melupakan penghinaan yang kalian semua lakukan kepada saya malam ini! Dan saya tidak akan pernah membalas perbuatan kalian semua karena Allah pasti akan membalas nya lebih dari yang saya inginkan! Kalian semua yang ada di sini tunggu saja semua itu terjadi! Sekarang kalian boleh tersenyum, berbahagia karena berhasil memfitnah saya tapi kalian jangan lupa jika pengadilan dari Allah itu nyata. Jika pun kalian tidak mendapatkan nya di dunia ini, maka pengadilan tersebut menanti kalian di akhirat nanti! Ingat itu! " sahut Kadir dengan tegas dan tajam lalu ia membawa Sandra dan anak-anak masuk ke dalam rumah.
"Alah.... Sok suci banget jadi orang! Bawa-bawa nama Tuhan segala! Kalau sudah salah selalu berdalih bawa nama Tuhan! Ayo Pak RT, mau tunggu apa lagi! Nikah kan saja mereka, kalau gak mau usir saja mereka dari sini! Yang punya rumah ini pasti tidak keberatan pelaku biadab seperti mereka di usir dari sini! " jawab warga yang pertama tadi memprovokasi kan warga yang lain.
"Iya Pak RT, benar itu! " teriak mereka bersahut-sahutan meneriaki Kadir agar di nikah kan dan ada juga yang meneriaki Kadir agar di usir malam ini juga.
Pak RT dan Pak Burhan selaku salah satu tetua kampung tersebut sampai sakit kepala mendengar suara teriakan warga mereka yang selalu menyudutkan pihak Kadir. Mereka berusaha menenangkan agar tidak bertindak seenaknya namun perkataan mereka hanya dianggap angin lalu.
"Ada apa ini ramai-ramai mendatangi rumah orang seperti ini! " hardik seseorang dengan suara yang menggelegar keras sehingga membuat mereka langsung menoleh kearah suara tersebut.
"Pa-Pak Po-Polisi !!!! " pekik para Ibu-ibu dengan suara tertahan di kerongkongan.
Bersambung....
Selamat membaca dan selamat beraktivitas di rumah readers semuanya....
Selamat berakhir pekan dengan keluarga tercinta...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍..