
"Jeng besan... Tata nya saya bawa dulu ya? Hati-hati pergi ke Medan dan begitu sampai di sana langsung kabari saya! Kan kita sudah tukeran nomor HP... Kalau ada kendala di sana, jangan sungkan kabari kami di sini biar kita sama-sama mengatasinya! " ucap Mami Sita sambil cipika-cipiki dengan Ibuk.
"Iya Jeng... Terimakasih atas kepeduliannya! Saya titip Tata ya? Kalau dia melakukan kesalahan, tolong di tegur! Maklum lah Jeng, semenjak ayahnya tiada saya sibuk bekerja sehingga waktu saya bersama Tata banyak berkurang dan saya selaku orang tuanya banyak sekali hutang dalam mendidik Tata selama ini! Tolong anggap Tata seperti anak perempuan Jeng besan sendiri! " jawab Ibuk dengan mata berkaca-kaca.
Perkataan Ibuk nya sontak membuat Tata langsung menangis dan memeluk Ibuk nya dengan sangat erat. Sandra dan Susan ikutan menangis karena mereka berdua tau bagaimana dulu Tata sering mengeluh jika Ibuk nya sibuk bekerja dan jarang mau menemani nya jika ada lomba. Bahkan saat menerima raport pun Ibuk nya sangat jarang bisa ke sekolah mengambilnya. Ketika malam tiba Ibuk juga tidak pernah lagi menemani nya membuat PR atau pun berbicara santai seperti saat ayahnya masih ada. Karena ketika malam datang, Ibuk nya langsung tidur karena kecapean bekerja seharian.
Untung saja Tata anak yang pintar sehingga ia tidak menyusahkan siapa pun. Jika saat penerimaan raport tiba, maka Mami nya Sandra lah yang mengambilkan nya untuk Tata. Mami Sandra juga lah yang sering menjadi tempat Tata mengeluh kalau Ibuk jarang lagi menghabiskan waktu bersama nya.
Dengan nasihat Mami nya Sandra lah Tata tidak lagi protes jika Ibuk nya tidak bisa menemani nya seperti dulu karena Ibuk nya bekerja. Sebab Ibuk nya ingin menghidupi nya dengan layak tanpa merasa kekurangan. Dan karena itulah Tata semakin giat belajar agar bisa mendapatkan beasiswa pada saat mau kuliah karena ia tidak ingin Ibuk nya kecapean bekerja hanya untuk dirinya.
"Ya Allah Jeng.... Saya sangat menyayangi Tata waktu kita baru pertama kali bertemu! Saya sudah menyayangi nya sebelum ia menjadi menantu saya! InsyaAllah saya akan selalu mendidiknya jika ia salah jalan atau semacamnya! Tapi saya yakin sekali jika Tata bukan anak yang seperti itu! Dan InsyaAllah Tata akan kembali mendapatkan kasih sayang dari semua orang di keluarga kami... Jeng besan bisa buktikan itu semua! " ucap Mami Sita dengan menggenggam erat tangan Ibuk Tata.
"Terimakasih Jeng... Terimakasih banyak! " jawab Ibuk dengan membalas genggaman tangan Mami Sita.
"Ayo sayang, kita berangkat sekarang! " ajak Mami pada Tata.
Tata mengangguk pelan dan memeluk kembali Ibuk nya sekali lagi sebelum pergi ke Jakarta bersama mertuanya.
"Adek pamit dulu ya Buk... Ibuk baik-baik ya... Jaga kesehatan! Kalau udah sampai di Medan, langsung kabari Tata! " ucap Tata dengan suara serak dan mencium pipi kiri kanan Ibuk nya.
"Iya Dek... Hati-hati ya Nak... Baik-baik di sana! " balas Ibuk dengan mengecup lembut kening Tata.
Setelah berpamitan pada Ibuk nya, Tata menyalami Mak Ijah yang sedang menangis dan memeluknya sebentar. Lalu ia menyalami Ayah Jamal dan langsung menggandeng manja lengan Mami Sita yang membawanya ke mobil yang pintunya sudah terbuka.
Dave juga Berpamitan pada Ibuk mertuanya dan menyalami Mak Ijah dan ayah Jamal sebelum masuk ke mobil yang sama dengan Tata.
Ternyata di dalam mobil tersebut hanya ada Tata dan Dave saja. Mami Sita masuk ke mobil yang lain, dan mobil yang mereka tumpangi pun pergi keluar dari halaman villa milik Tata secara perlahan satu persatu hingga semuanya keluar tak tersisa.
Tata duduk di belakang tanpa banyak bicara dan hanya memandang ke arah luar. Dave membiarkan saja istrinya tenang untuk sesaat karena ia mengerti jika agak sulit untuk seorang wanita meninggalkan keluarga nya dan datang ke keluarga yang baru, meskipun keluarga baru tersebut adalah keluarga suami nya sendiri.
Hingga tidak terasa sudah satu jam Dave membiarkan dan mendiami Tata.
"Sayang... Kamu gak capek lihat keluar mulu? Ada loh pemandangan yang lebih bagus dari pada pemandangan rumah dan pepohonan itu! " ucap Dave memecah keheningan di antara mereka.
"Capek lah Mas.... Tata kira Mas marah sama Tata sampai Mas gak negur Tata dan mendiami Tata sampai selama ini! " jawab Tata dengan lirih.
"Astaghfirullah hal adzim sayang... Mas gak marah! Kenapa Mas marahin kamu? kan kamu gak salah apa-apa! Mas kira tadi kamu masih sedih pisah sama Ibuk sayang, makanya Mas biarin kamu tenang aja dulu... Ya Allah... kok jadi salah paham begini! Sini.. " ucap Dave dengan menyentak kan lengan Tata dan masuk ke dalam pelukannya.
Ia menciumi kening Tata bertubi-tubi sebagai tanda ia memang tidak marah. Tata membalas memeluk suaminya dan menghirup dalam-dalam aroma musk pada diri suaminya yang mana membuatnya candu untuk lama-lama dalam pelukan Dave.
__ADS_1
"Duh, manjanya istriku ini..... Jadi pengen pelukan terus kayak gini nih ! Gak ada alasan Mas marah padamu sayang... Mas harap jika ada yang mengganjal atau mengganggu pikiranmu, jangan kau pendam sendiri sayang... Mas bukan dukun yang tau isi pikiran orang dan cobalah untuk berbagi dengan Mas. Agar tidak ada salah paham di antara kita. " ucap Dave dengan lembut sambil mengusap pelan punggung istrinya.
Masih dalam posisi berpelukan sambil duduk, Tata mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya dengan tersenyum manis. Ia mengusap lembut wajah tampan Dave dengan jemarinya dari kening, hidung, rahang kokoh Dave dan membelai pipinya sambil berkata lembut di telinga Dave.
"I love you Mas.... I love you forever.... " bisik Tata lembut di telinga Dave.
Hati Dave berbunga-bunga mendengar kata keramat yang keluar dari bibir manis istrinya, pasalnya ini pertama kalinya Tata mengatakan kata cinta padanya karena selama ini ia lah yang selalu berkoar-koar mengatakan ia mencintai nya.
"Ya Allah... Gemes banget sih... Jadi pengen cium... " ucap Dave dengan raut muka gregetan.
"Cup....Cup..... Cup.... " Tata langsung memberikan tiga kecupan di bibir Dave.
Dave langsung mengangkat dagu Tata menatapnya dengan penuh cinta, Tata yang paham langsung memejamkan matanya. Melihat reaksi istrinya tersebut membuat Dave semakin tersenyum merekah dan dengan lembut ia menautkan bibirnya ke bibir pink milik istrinya yang dari tadi menggoda dirinya. Awalnya hanya ciuman lembut biasa yang lama kelamaan menjadi semakin dalam dan saling membalas antara mereka berdua.
Dave menekan tombol yang ada di sebelah kanannya yang membuat sekat antara bangku belakang dengan sopir langsung tertutup rapat. Enak benar kalau punya mobil canggih kayak gini jadi gak keliatan kalau lagi perang mulut sama pasangan di bangku belakang.
Tata sudah mulai lihai membalas ciuman suaminya. ******* demi ******* mereka lakukan yang mana membuat Dave menekan tengkuk Tata dengan tangan kirinya untuk memperdalam ******* nya. Suasana agak terasa memanas karena posisi mereka yang berdempetan.
Dave melepaskan ******* nya dan menempelkan keningnya ke kening Tata dengan napas yang masih berantakan. Ia menangkup kan kedua telapak tangannya di kedua pipi Tata menatap dalam mata Tata.
"I love you so much... Love you and together with you forever... " balas Dave dengan lembut yang membuat Tata menjadi terhipnotis dengan tatapan penuh cinta di mata suaminya.
Dengan sekali angkat, Tata duduk di pangkuan Dave yang membuat Tata terpekik kecil karena kaget.
Mereka terdiam sejenak, mata saling menatap dengan penuh cinta. Dave menyentuh bibir Tata yang basah dengan jempolnya. Ia memandang bibir yang selalu membuatnya candu ini, lalu menatap mata Tata kembali. Dengan perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Tata, mendekatkan bibirnya pada bibir Tata dan menyapu bibir Tata dengan begitu lembut penuh perasaan seakan-akan ia menuangkan semua perasaan nya melalui ciuman tersebut.
Dengan lembut Dave menyapu bibir atas Tata lalu lanjut ke bibir bawah dengan memiringkan sedikit kepalanya ke kanan sambil berbisik..
"Buka mulut mu sayang.... " dengan nada mendayu tersebut membuat Tata memejamkan matanya menerima dengan pasrah apa yang di lakukan suaminya.
Dave mengeksplor semua mulut Tata dengan penuh gairah, begitu juga dengan Tata yang membuka kembali matanya dan mulai agresif membalas kembali ******* suaminya dengan mengalungkan kedua tangannya di leher Dave.
Dengan posisi mereka yang seperti ini membuat gairah mereka langsung naik bergejolak, apalagi mereka saling membalas, saling mengimbangi permainan bibir nya membuat Dave mendekap erat tubuh Tata dan dengan nalurinya sebagai pria normal, Dave menyapu leher mulus Tata yang membuat Tata mengeluarkan suara ******* kecil yang terdengar mengalun indah di telinga Dave.
Mendengar suara laknat yang keluar dari mulutnya membuat Tata menutup mulutnya seketika dengan wajah memerah karena malu. Seumur hidupnya, ini pertama kalinya ia mengeluarkan suara yang seperti itu di hadapan seorang laki-laki.
"Jangan kau tahan sayang... Mas suka suara mu! Sangat indah... " bisik Dave di telinga Tata dengan memberikan sedikit gigitan kecil di telinga nya.
Darah Tata berdesir hebat ketika napas Dave menggelitik telinganya, apalagi saat Dave mengigit lembut telinganya membuat tubuh Tata seperti kesentrum aliran listrik ribuan volt.
__ADS_1
Dave menyingkirkan anak rambut Tata kebelakang telinganya dengan menatap mata Tata dengan penuh damba. Ia lalu mendekatkan kembali bibirnya memulai kembali ciuman nya untuk yang kesekian kalinya dengan tangan kiri yang membelai lembut punggung istrinya.
Ciuman kali ini lebih panas dari yang kedua karena kali ini Dave melakukan French kiss dengan mengeksplor penuh mulut Tata, memainkan lidahnya di dalam mulut Tata dan menghisap nya dengan begitu lembut. Merasa agak berbeda ciuman yang di berikan suaminya, Tata ikutan memainkan lidahnya dan menghisap lidah suaminya yang membuat Dave semakin bertambah bergairah karena mereka saling membalas dan ia sangat senang karena Tata cepat sekali belajar membalas French kiss nya. Meski awalnya agak kaku, tapi lama kelamaan semakin intim dan menuntut.
Dave kembali menyapu leher mulus Tata yang putih dan membuat tubuh Tata seketika menegang dan kembali suara keramat keluar dari mulut Tata tapi di tutupnya dengan sebelah tangan agar tidak terlalu kencang dan terdengar oleh sopir mereka. Dave semakin intens membuat Tata melayang dengan menciumi leher Tata bahkan tangan kanan tidak sungkan masuk kedalam kaos Tata dan menyentuh punggung Tata dengan membelainya secara lembut dan perlahan.
Suara keramat semakin terdengar bersahut-sahutan di telinga Dave meski di tutup Tata dengan tangannya yang membuat adik kecil Dave di bawah sana terasa sesak dan sempit.
Tata merasa ada yang menonjol di bawah pahanya tempat ia duduk dan ia mendelik kaget dengan sesuatu yang menonjol tersebut. Ia berusaha untuk lepas dari pangkuan Dave tapi Dave semakin mendekap nya dengan sangat erat.
"Tetap di sini sayang.... Kau membuat Dave junior bangun... Rasanya Mas sudah tidak tahan lagi! Mas menginginkan dirimu mu! " bisik Dave dengan suara serak berkabut gairah menatap mata Tata yang juga sama-sama menginginkan hal yang sama.
Tata yang mengerti maksud suaminya hanya tersenyum kecil. Meskipun ini pertama kalinya ia alami tapi ia bukan perempuan bodoh yang tidak tau maksud dari perkataan suaminya itu.
"Ini masih di dalam mobil Mas, masa iya buka segelnya di dalam mobil? " bisik Tata dengan suara di buat mendesah pelan.
"Kau yang membuat Mas jadi candu seperti ini, sayang! What.... " jawab Dave parau dan ia tiba-tiba terpekik kaget saat menyadari apa yang dikatakan istrinya barusan.
"Are you seriously, honey.... You're still a virgin?? " ulang Dave lagi bertanya agar ia tidak salah dengar.
"Heeem.... " jawab Tata dengan menganggukkan kepalanya agar suaminya semakin yakin.
"Oh my god.... You're amazing, sayang.... I love you... I love you.... I love you.... " pekik Dave lagi dengan wajah benar-benar terkejut dan menghujani wajah Tata dengan kecupan bertubi-tubi karena ia begitu bahagia mendapatkan doorprize yang melebihi sebuah harta karun.
Tata ikutan terpekik karena Dave tidak henti-hentinya menciumi seluruh wajahnya dengan tertawa bahagia.
Apa yang mereka berdua lakukan membuat sopir mereka menjadi heran dan melepaskan headset yang ia pakai karena mendengar suara teriakan dan tawa dari bangku belakang nya.
"Kau selalu memberikan Mas kejutan sayang... " ucap Dave lagi dengan menatap mata indah Tata dengan penuh cinta dan kasih sayang.
**Bersambung...
Aduhh... bikin kata-kata kissing aja susahnya minta ampun π₯΄π₯΄π₯΄π₯΅π₯΅π₯΅berkali-kali salah kata... Gimana readers part kali ini? Udah terasa panas belum? atau baru separo panasnya π₯΅π₯΅π₯΅.. Ayo kita bikin cuaca dingin bertambah panas π₯π₯πππ..
Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers tercinta akuh...
Jangan lupa jaga kesehatan ya...
Jangan suka mainin yang panas-panas atau duduk dekat kompor...
__ADS_1
Othor mau ngadem dulu.. Eeaa.. πππββοΈπββοΈ**...