Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Resepsi pernikahan last part 1


__ADS_3

Makin menjelang sore para tamu undangan yang datang malah semakin ramai membuat Tata dan Abeth menahan nyeri pada kakinya yang capek berdiri menyalami tamu yang naik ke atas panggung untuk memberikan selamat kepada sang pengantin.


"Ya Allah... Sampai kapan aku berdiri seperti ini? Mau duduk aja gak bisa lima menit lamanya! Kakiku berasa mau copot saking pegel dan letih nya! " batin Tata meringis dalam hati nya.


Tata sebentar-sebentar mengangkat kakinya dengan di tekuk ke belakang secara bergantian. Dave melihat gelagat istrinya itu langsung mengerti dan paham. Di tambah lagi dengan wajah capek dan lelah istrinya membuatnya menjadi peka jika sang istri sangat kelelahan.


"Duduk sayang, sini Mas pijat dulu kakinya! " ucap Dave dengan menyentuh tangan istrinya.


"Gak Mas, gak papa kok! Gak enak di lihatin orang, masa salamin tamunya sambil duduk! " tolak Tata dengan wajah tidak enakan.


"Udah biarin aja! " sahut Dave dengan berdiri dan mendudukkan Tata di kursi pelaminan.


Ia pun ikutan duduk dan tangannya langsung menyusup di belakang betis Tata dan memijat nya dengan begitu lembut membuat Tata memejamkan matanya.


"Mas, aku capek banget! Sampai kapan kita berdiri kayak gini? Kepala aku pusing, capek juga bawa Bulang ini lama-lama di kepala! " rengek Tata akhirnya dengan begitu pelan.


"Kita balik aja ke kamar ya? Ntar Mas bilang sama Mami, biar kamu bisa istirahat sayang! Lagian udah jam setengah lima juga, mana kita belom sholat Asar juga! Di tambah lagi nanti malam masih ada acara yang akan kita lalui. " ucap Dave dengan lembut sambil tangannya terus memijat betis Tata dari belakang.


"Emang gak papa ya Mas, soalnya tamu nya masih banyak banget itu? " tanya Tata agak bimbang.


"Gak papa lah, biar Mami aja nanti yang urus! Sekarang kita ke kamar aja biar kamu bisa istirahat! " jawab Dave santai.


Dave kemudian berdiri dan mendekati Mami Sita yang masih berdiri menyambut tamu yang naik ke atas panggung pelaminan. Ia berbisik di telinga sang Mami hingga Mami melihat kearah Tata.


Mami Sita menganggukkan kepalanya dan Dave kembali ke kursinya untuk memberitahu Tata jika mereka bisa ke kamar sekarang.


"Ayo sayang kita ke kamar! Kita bisa bersih-bersih dan istirahat sebentar hingga selesai Magrib nanti! " ajak Dave dengan meraih tangan Tata dan menuntunnya pelan-pelan untuk turun dari panggung.


"Adek kenapa Nak? " tanya Ibuk yang baru naik ke atas pelaminan.


"Capek Buk, kakinya sakit kelamaan berdiri! " Dave yang menjawab.


"Ya ampun. ... Ya udah, istirahat aja kalian di kamar. Urusan di sini biar Ibuk yang handle, lagian kalian harus mempersiapkan tenaga lagi yang kuat untuk prosesi acara puncak nanti malam! " jawab Ibuk dengan mengusap lembut pipi Tata.


Dave dan Tata pun menganggukkan kepalanya dan kembali berjalan menuju tangga untuk turun.


"Aku ikut.. ! Ayo sayang kita balik ke kamar juga untuk istirahat! " ! teriak Abeth dengan menarik tangan suaminya.


"Eh pelan-pelan jalannya Nak! Nanti Bulangnya jatuh! " ucap Ibuk mengingatkan Abeth.


"Iya Buk.. ! " jawabnya dengan agak berteriak.


Ibuk geleng-geleng kepala melihat Abeth yang pecicilan turun dari panggung tanpa menyadari jika di kepala nya masih terpasang Bulang atau mahkota tinggi Mandailing yang lumayan berat.


"Persis kali kayak si adek yang pecicilan! " gumam Ibuk tersenyum kecil.


Dua pasang pengantin itu pun kembali ke kamar dan meninggalkan panggung pelaminan yang masih banyak tamu yang datang memberikan selamat pada para orang tua.


Begitu sampai di kamar, Dave membantu Tata melepaskan atribut pakaian adat di tubuh Tata dan meletakkannya dengan hati-hati di atas sofa lengkap dengan Bulang dan aksesoris nya.

__ADS_1


Setelah Tata selesai, giliran Dave yang melepaskan Ampu, topi di kepala untuk pengantin laki-laki dan atribut lainnya yang ada melekat di tubuhnya hingga hanya menyisakan celana boxer pendek dan kaos kutang.


"Ah, nyamannya! " ucap Dave seraya membaringkan dirinya di atas tempat tidur.


Tata yang sedang membersihkan wajahnya hanya tersenyum kecil melihat suaminya berbaring sambil memejamkan matanya. Ia langsung ke kamar mandi begitu selesai membersihkan wajahnya untuk mandi.


"Alhamdulillah segar.. ! " ucap Tata begitu keluar dari kamar mandi.


Ia langsung menggelar sajadah dan menunaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim. Ia masih menggunakan mukena saat selesai sholat untuk membangun kan suaminya yang ketiduran dengan napas mendengkur.


"Astaga... Kirain aku saja yang capek, rupanya suamiku juga capek! Sampai mendengkur seperti ini tidurnya! " gumam Tata pelan dengan geleng-geleng kepala.


"Mas... ! Bangun Mas! Sholat Asar dulu! Nanti waktunya keburu habis Mas! " ucap Tata dengan mengguncang kaki suaminya.


Dave langsung terduduk mendengar ucapan istrinya. Ia menguap seraya merentangkan kedua tangannya dengan menggerakkan kepalanya kiri kanan.


"Capek banget sayang! Badan Mas pegel-pegel kaki nya! Kata orang-orang jadi Raja Ratu sehari jika menggelar pesta pernikahan tapi ini Raja Ratu apaan yang berdiri terus menerima ucapan dari orang-orang. Perasaan waktu Mas kecil dulu yang namanya Raja duduk di singgasana dan tamu yang datang memberi hormat. Lah ini kita yang berdiri menyambut mereka hingga kaki pegel kayak mau copot! " keluh Dave dengan wajah lesu.


"Mas mandi aja dulu biar seger! Abis itu sholat Asar! Nanti keburu habis waktunya! " ucap Tata dengan mendorong tubuh suaminya masuk ke kamar mandi.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Sementara itu di kamar sebelah sepasang pengantin lama rasa baru sedang bermandi keringat di dalam kamar mandi.


"Yes honey... Yah begitu... I like it.. ! " ucap Henry dengan mata terpejam dengan kedua tangan nya mengusap rambut Abeth.


Tidak tahan lagi dengan ulah istrinya, Henry langsung menarik Abeth agar berdiri dan membelakangi nya.


"Kau membuatku gila, sayang! Rasakan ini! " ucap Henry dengan suara serak berbalut gairah.


"Aaaaahhhh... ! " pekik Abeth nyaring saat rudal suaminya menerobos masuk memporak porandakan goa surgawi dari belakang.


Abeth berpegangan di dinding kamar mandi agar tidak terjatuh akibat gerakan maju mundur Henry yang membabi buta memompa nya meskipun pinggang nya di pegang Henry dengan erat.


Mereka bermandi keringat dengan suara desah an dan erang an yang membuat suasana di kamar mandi menjadi semakin panas.


Abeth semakin gila dengan permainan suaminya, dan untung saja bekas operasi yang ia jalani kemarin sudah tidak terasa sakit lagi. Hanya terkadang sedikit nyeri jika ia agak membungkuk seperti mengambil barang yang jatuh. Untuk itulah Henry menghajarnya sambil berdiri dari arah belakang tanpa membungkuk sedikitpun.


Puas dari belakang, Henry membalikkan tubuh istrinya dan menyandarkannya ke dinding kamar mandi dengan mengangkat sebelah kakinya.


"Oh honey... Kau memang yang terbaik... ! " ucap Henry dengan rudalnya kembali menerobos goa kesukaan nya dengan penuh semangat.


"Honey... A-aku capek... ! Apakah masih lama! " sahut Abeth dengan napas ngos-ngosan.


"No.. ! Ini hukuman mu karena sudah membuat aku cemburu tadi! " jawab Henry dengan ******* bibir tipis istrinya begitu bringas.


Abeth kembali terpancing dengan ulah suaminya yang tidak hanya bermain di mulutnya tetapi tangan Henry juga bermain di dua bukit kembar miliknya sehingga ia kembali bergairah dan kembali men desah dengan begitu nyaring.


Henry semakin gila dengan suara indah yang keluar dari mulut istrinya, ia semakin mempercepat laju gerakan nya maju mundur keluar masuk hingga akhirnya tubuh Abeth bergetar dengan hebat dan ia juga sudah sampai akhir ******* dengan menumpahkan muntahan lahar putih di rahim istri nya.

__ADS_1


"I love you honey.. ! " bisik Henry sambil mengangkat tubuh lemas istrinya ke dalam bath up dan mengisinya dengan air.


(Dah lah, yang manten baru siapa dan yang main gulat siapa) ๐Ÿคฆโ€โ™€๏ธ๐Ÿคฆโ€โ™€๏ธ


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Malam harinya Tata dan Abeth sudah siap di dandan dan memakai baju yang mereka beli di butik pada waktu itu. Baju yang nantinya akan di jual Tata lagi karena terlalu mahal harganya.


"Kenapa kamu senyum-senyum begitu? Mencurigakan sekali! Seperti sedang mendapat jack pot aja! " ucap Dave memicingkan matanya pada sang ipar.


"Ini lebih dari Jack pot Bro.. ! Bla... Bla.. Bla.... !" jawab Henry santai sambil berbisik di telinga Dave.


"Sue lu.... ! Yang nikah siapa, dan yang indehoy siapa! " sahut Dave kesal sembari meninju pelan bahu iparnya itu.


"Hahahaha.... ! " Henry tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal Dave.


"Dasar ipar laknat... ! Aku yang nikah, ia yang mereguk nikmat mencetak gol! " gerutu Dave dengan wajah gedek pada iparnya itu.


Ia pun segera mendekati Tata dan menggandeng nya mendahului Abeth yang masih berdiri menunggu suaminya mendekat.


Dave menatap lekat penampilan Tata yang tampak berkali-kali lipat cantik, Anggun dan seksi.


"Damn it... ! " umpat Dave pelan ketika ia melihat istrinya tampak sangat menggoda hasratnya.


Rasanya ia ingin mengurung istrinya itu di dalam kamar saja dan tidak di biarkan bertemu siapapun dalam mode secantik ini.


"Kalau saja ini bukan pesta resepsi pernikahan kita, kau akan Mas kurung di dalam kamar saja sayang! Mas gak rela jika semua mata laki-laki melihat wajah cantik rupawan mu dengan tatapan yang menginginkan! " ucap Dave dengan penuh penekanan.


"Mas ih, namanya juga pesta, ya harus cantik lah! Masa iya yang punya acara penampilan nya kucel dan dekil! Perasaan tadi gak kayak gini deh mood nya Mas, kenapa sekarang malah jadi seperti ini? " jawab Tata dengan mencubit pelan lengan suaminya karena geram.


"Gimana gak kesel dan dongkol! Kita yang pengantin baru eh malah si ipar laknat yang asyik-asyiknya mencetak gol untuk yang kesekian kalinya! Seharusnya kan Mas yang harus cetak gol sebanyak-banyaknya agar Dave versi kecil dan Tata versi kecil cepat nongol! " omel Dave dengan perasaan dongkol setengah mati.


Tata yang paham maksud perkataan suaminya hanya tersenyum kecil dan menggandeng erat lengan suaminya berjalan menuju ballroom tempat pesta mereka.


"Mas ku sayang... ! Senyum dong! Pintu nya udah di buka tuh! Ayo kita masuk! Masa pengantin mukanya di tekuk begitu! Senyum dong! " ucap Tata dengan memegang dagu suaminya agar mau tersenyum.


Melihat suaminya masih cemberut, Tata pun berbisik mesra si telinga sang suami.


"Jangan cemberut gitu sayang! Habis pesta ini aku akan memanjakan si junior sepuasnya! Mas bisa mencetak gol juga sepuas hati Mas! " bisik Tata dengan suara men desah dan meniup pelan telinga suaminya.


Bersambung...


Nah Tata pakai mancing-mancing segala๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ..


Othor gak tanggung kalau nanti gak bisa jalan selama sebulan๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚..


Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan ๐Ÿ’•๐Ÿ˜...

__ADS_1


__ADS_2