
Semua orang shock mendengar ucapan enteng Ajeng yang ingin menjadi istri kedua Dave alias madu nya Tata. Eyang Putri bahkan langsung berdiri dan kemudian terduduk lemas dengan berpegangan pada lengan Eyang kakung.
"Kenapa wajah kalian semua seperti itu? Hal yang biasa kalau laki-laki punya istri lebih dari satu! Bahkan Nabi aja istrinya lebih dari satu! Aku rasa kalian pasti tahu kalau laki-laki boleh mempunyai istri dua, tiga bahkan empat! Kang Mas Davin pasti bisa menghidupi kami istri-istri nya dengan baik! " ucap Ajeng lagi dengan tersenyum berkhayal menikah dengan Dave.
Mami Sita mengipas wajahnya dengan kedua tangan seakan-akan gerah dengan perkataan Ajeng.
"Sabar Sita, sabar... ! Ambil napas dalam-dalam lalu hembuskan! Lama-lama aku bisa gila beneran jika mendengar ucapan dari orang gila! Ya Tuhan.... Mimpi apa aku semalam bertemu orang yang gilanya setingkat dewa! " ucap Mami Sita pada dirinya sendiri sambil mengipas-ngipasi wajahnya.
Seperti nya Ajeng agak tersinggung dengan ucapan Mami Sita pada dirinya sendiri.
"Apa maksud Bude berkata aku gila! Kalian semua lah yang gila! Membiarkan Kang Mas Davin menikahi perempuan kampungan seperti ini! Lihatlah penampilan nya, sungguh membuat mata sakit saat melihatnya! " tuding Ajeng menunjuk-nunjuk Tata dengan jarinya.
"Plak..... ! Plak..... ! "
Eyang Putri menampar pipi Ajeng dua kali kiri kanan yang membuat semua orang terkejut karena Eyang Putri melakukannya saat mereka lengah dengan ucapan Ajeng yang ingin jadi istri kedua.
"Mulut mu itu memang sama culas nya dengan nenekmu ! Apa harus aku robek mulut kotor mu itu dengan tangan ku agar kau bisa diam dan tidak membuat ulah! " hardik Eyang Putri dengan memberikan tatapan tajam yang menembus jantung.
Tata tersenyum tipis saat melihat mata Ajeng yang nampak berkaca-kaca hendak menangis sambil memegang kedua pipinya. Selama ia hidup dari kecil hingga saat ia menjadi seperti sekarang ini, inilah pertama kalinya ia di tampar Eyang Putri yang dulu sangat menyayangi nya.
"E-Eyang menampar ku hanya karena perempuan kampung ini?? " ucap Ajeng dengan mata berkabut hendak menangis sambil tangannya menunjuk ke arah Tata.
"Perempuan kampung yang kau tunjuk itu adalah cucu menantu ku ! Kalau kau bisa menjaga sikap dan tingkah laku mu aku tentu tidak akan menamparmu! Sepertinya tata krama mu kepada orang lain tidak sesuai dengan sikap seorang keturunan Ningrat yang sesungguhnya. Aku bersyukur cucu ku tidak jatuh cinta pada perempuan seperti mu! " jawab Eyang Putri dengan tegas.
Ajeng menangis tersedu-sedu sambil memegang pipinya. Hatinya sangat terluka dengan kata-kata tajam Eyang Putri yang di tujukan pada dirinya. Tidak ada yang bersimpati dengan suara tangisan Ajeng yang terdengar sangat memilukan.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki seperti orang yang sedang berlarian memasuki rumah tanpa mengucapkan salam kepada pemilik rumah.
"Ya Tuhan Ajeng... ! Kamu kenapa Nak? Ya Tuhan... Kenapa pipimu seperti ini?? " seru Sekar mendekati Ajeng dengan menggoyang tubuh Ajeng kanan kiri.
"Apa yang kalian lakukan pada anakku sampai ia menangis seperti ini? " teriak Sekar menatap tajam semua orang terutama sekali Tata.
"Pantas saja anaknya tidak punya otak kayak gitu, ternyata orang tuanya juga seperti itu! Masuk ke rumah orang seperti masuk kandang kambing saja, tidak mengucapkan salam! " celutuk Tata pedas pada Sekar.
"Kau..... ! " tunjuk Sekar dengan suara tertahan pada Tata.
"Bawa pulang anakmu itu dari rumah ini Sekar! Aku muak melihat wajahnya dan tingkahnya yang menjijikan itu! " ucap Eyang Putri dengan menatap tajam Sekar.
"Bude, kenapa Bude bersikap kasar kepada keluarga Bude sendiri? Walau bagaimana pun juga, aku masih keponakan nya Pakde yang artinya keponakan Bude juga! Hanya karena membela perempuan itu, Bude sampai berkata kasar kepada kami ! " sahut Sekar dengan nada sedih dan menatap sendu Eyang Putri.
"Sudah lah Sekar ! Hentikan mulut manis mu itu! Ibuk ku tidak akan luluh dengan kata-kata mu ! Lebih baik kau bawa saja anakmu dari rumahku! Jangan bikin masalah lagi yang akan merugikan dirimu sendiri! Lihatlah perbuatan anakmu itu, menantu ku jadi sampai seperti ini! Apa kau mau Dave sampai turun tangan langsung pada Ajeng yang menyakiti istrinya hingga seperti ini? " ucap Mami Sita dengan jengah melihat wajah sedih yang di tunjukkan Sekar.
"Sialan si Ayu... ! Capek-capek aku membuat muka sedih seperti ini dia malah tidak peduli! Bude Ratna juga menyebalkan, tidak merasa bersalah dan peduli sedikit pada ku yang masih keponakan suaminya! Sialan benar mereka! " batin Sekar geram melihat Mami Sita dan Eyang Putri acuh dan cuek.
__ADS_1
Karena tidak ada yang memperdulikan dirinya, Sekar kembali memasang wajah aslinya yang selalu memandang rendah semua orang persis anaknya Ajeng.
"Ayo Ajeng kita pergi dari sini! Percuma aja kita baik-baik sama keluarga yang buta kayak gini! Mereka sudah termakan hasutan perempuan kampung itu sehingga memusuhi kerabat sendiri! " ajak Sekar dengan merengkuh bahu Ajeng agar berdiri.
"Ya sudah... Pergi saja! Toh, kami tidak pernah menginginkan kehadiran kamu dan anakmu itu! " jawab Mami Sita santai.
"Tapi Ajeng belum bertemu Kang Mas Davin, Ma? Ajeng mau bicara sama Kang Mas Davin! Kang Mas Davin harus nikahin Ajeng, Ajeng gak perduli kalau Kang Mas Davin sudah menikahi perempuan kampung itu! Ajeng rela kok Ma jadi istri kedua Kang Mas Davin, asalkan Kang Mas Davin mau menerima Ajeng! " rengek Ajeng seperti anak kecil pada Mama nya.
"Apaaa??? Jangan gila kamu, Ajeng! Apa kata Eyang kamu kalau kamu mau jadi istri kedua? Kamu mau Papa kamu mencoret mu dari kartu keluarga? " pekik Sekar dengan wajah shock.
"Nah, emaknya aja shock di buat anaknya sendiri! Apalagi kita? Enak bener mau jadi istri kedua! Mau sekaya apa pun kamu, mau secantik apa pun paras mu, aku sangat yakin kalau putra ku gak bakalan mau menjadikan mu istri kedua! " ucap Mami Sita dengan sinis di hadapan Sekar.
"Ajeng gak peduli Ma! Pokoknya Ajeng mau nikah sama Kang Mas Davin, walaupun jadi istri kedua Ajeng terima! Ajeng gak peduli dengan anggapan Eyang ataupun Papa! " teriak Ajeng tetap bersikeras dengan keinginannya.
"Tapi saya gak terima! Sampai kamu menangis darah pun saya gak akan pernah membiarkan suami saya menikahi perempuan mana pun termasuk kamu! Mau kamu bunuh diri di sini pun saya gak peduli! Yang jelas suami saya tidak akan menikah lagi dan hanya saya yang menjadi istri nya sampai kapanpun! " teriak Tata juga dengan lantang dan menatap tajam pada Ajeng.
"Saya juga tidak terima! Dari dulu hingga sampai saat ini, tidak ada laki-laki di keluarga Kusuma mempunyai istri lebih dari satu! Saya akan lakukan apapun sebagai tetua keluarga ini agar cucu laki-laki saya tetap memegang teguh kesetiaan keluarga Kusuma! " ucap Eyang kakung yang akhirnya bicara juga dengan suara yang tegas.
"Saya sebagai Papi nya juga tidak terima anak laki-laki saya punya istri dua! " sahut Papi Dayton juga ikut bicara.
"Emangnya siapa yang mau punya istri dua??? " tanya seseorang yang berdiri di depan pintu.
"Dave..... ! "
"Mas.... ! "
Mereka semua kaget dengan kedatangan Dave yang tiba-tiba bersama dengan Abeth, Henry, Giselle dan Marcell.
"Abeth, Giselle... ! Kalian berdua kemana saja! Kenapa kalian tinggal Tata sendiri di rumah! Lihat apa yang di lakukan perempuan itu pada Tata! " ucap Mami Sita menatap tajam Abeth dan Giselle bergantian.
Abeth, Giselle dan Dave kaget melihat keadaan Tata yang masih memegang alat kompres di pipinya, Baju yang sebagian kancing nya sudah lepas, rambut acak-acakan seperti singa jantan baru bangun tidur.
"Ya Allah sayang.... ! Kamu kena badai di mana? Perasaan cuaca hari ini bagus? Gak ada badai atau pun hujan! " ucap Dave langsung berlari mendekati istrinya.
"Bugh..... ! Kamu kira istri mu jalan-jalan di pantai pakai kena badai segala! Itu semua karena penggemar gila kamu ini yang menganiaya menantu kesayangan Mama! " ucap Mami Sita sewot dengan meninju bahu anaknya.
"Apaaaa??? Udah gila ya kamu bikin adik ipar saya babak belur kayak gini! " pekik Abeth yang emosi dan langsung mendekati Ajeng mendorong bahu Ajeng dengan tangannya.
"Auwww.... Apaan sih, kasar banget! Main dorong-dorong aja! " ucap Ajeng tidak terima di dorong Abeth seperti itu.
"Kenapa? Gak suka? Mau lawan? Ayo lawan! Aku ladenin! " tantang Abeth dengan tegak pinggang di hadapan Ajeng.
Dave tidak memperdulikan keributan kakaknya dan Ajeng, ia merapikan rambut Tata yang awut-awutan.
__ADS_1
"Kamu gak Papa sayang? Apa ini sakit? " tanya Dave lembut dengan mengusap pelan pipi Tata yang masih tampak sedikit merah.
"Udah gak lagi Mas... Tadi aja panas dan perih! Udah di kasih kompres sama Aunty! " jawab Tata dengan menatap lembut suaminya.
"Kasihan nya istriku ini... Cup... ! " ucap Dave dengan mengecup lembut pipi Tata yang memerah itu.
"Dave... ! Bawa sekarang istrimu ke atas! Eyang gak mau melihat ada yang menyakiti istri mu lagi! Ayo Pak, masuk ke dalam! Ibuk capek! " perintah Eyang Putri pada Dave.
"Iya Eyang! Ayo sayang! " jawab Dave sambil membungkuk hendak menggendong Tata dengan bridal style.
Apa yang di lakukan Dave tertangkap oleh mata Ajeng, ia lalu mendorong Abeth dengan keras agar tidak menghalangi jalannya hingga Abeth hampir saja jatuh terduduk. Untung saja Henry dengan sigap berlari merengkuh pinggang istrinya dan berhasil menyangga tubuh Abeth hingga ia tidak sampai terjatuh di lantai.
"Oh my god.... ! You crazy??? " pekik Aunty Ela dengan wajah terkejut.
"Apa yang kau lakukan pada anakku? " teriak Mami Sita berang.
"Salah sendiri! Kenapa dia menghalangi jalan ku! " jawab Ajeng masa bodo dan tidak peduli.
Ia berlari mendekati Dave yang sedang menggendong Tata hendak berjalan menuju ruang tengah dan dengan lancang ia menyentuh lengan Dave dari belakang.
"Tunggu sebentar Kang Mas.... ! " panggil nya dengan nada di buat-buat mendayu-dayu.
Langkah Dave terhenti dan ia berusaha melepaskan pegangan tangan Ajeng di lengannya, tapi karena posisi nya sedang menggendong Tata membuatnya kesulitan melakukan semua itu. Tata hanya diam saja tidak bereaksi, ia ingin melihat apa yang akan di lakukan suaminya.
"Lepaskan tangan mu dari tubuh ku! " ucap Dave dengan suara pelan.
"Aku tidak mau melepaskan nya sebelum Kang Mas mau bicara dengan ku! " jawab Ajeng menolak.
"Aku bilang lepaskan! Jangan sampai aku melakukan kekerasan pada mu! " ucap Dave lagi dengan suara tertahan karena mencoba bersabar.
"Tidak ya tidak! Kang Mas yang lepaskan perempuan itu dan bicara pada ku sebentar saja! " jawab Ajeng juga bersikeras menolak.
"Kau yang memintanya sendiri! " sahut Dave lagi dengan geram.
Dengan sekali hentakan lengannya, pegangan tangan Ajeng terlepas dari lengannya sehingga membuat Ajeng terhubung kebelakang.
"Ajeng..... ! " pekik Sekar dengan wajah terkejut dan berlari mendekati Ajeng.
Bersambung..
Baru bisa Up lagi karena si bocil rewel minta di temani main, mana kakaknya juga gak enak badan, demam dan pilek.
Selamat membaca dan selamat beristirahat reader's tercinta ku...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...
Jangan lupa jaga kesehatan di cuaca yang masih belum kondusif ini.... kadang hujan kadang panas...