Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Demam..


__ADS_3

Tata termenung sesaat saat mendengar apa yang di katakan suaminya, ia sungguh tidak menyangka jika permasalahan ini bukan hal kecil.


"Ambilkan ponsel ku yang ada di rumah Mas! Sudah saat nya aku turun tangan langsung mumpung aku belum mengurus anak-anak kita! Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi! " ucap Tata dengan wajah datar.


"Iya sayang! Mas akan pulang sebentar, kamu gak papa sendiri di sini?? " tanya Dave dengan menyelipkan anak rambut yang menjuntai ke telinga Tata.


"Aku gak sendirian Mas! Mas lupa 15menit lagi waktunya aku menyusui anak-anak kita?? Saat Mas kembali aku juga sudah selesai bersama mereka! " jawab Tata menatap wajah suami nya dengan lekat.


"Hehehehe.... Lupa sayang!! Ya udah, kalau gitu Mas akan antar kamu ke sana dulu sambil sekalian pulang ke rumah! " sahut Dave terkekeh.


Tata mengangguk pelan, ia kembali kepikiran apa yang menyebabkan kakak iparnya bisa trauma.


"Apa yang sebenarnya terjadi Bang, Kak! Kehidupan seperti apa yang kalian jalani dulu di negeri orang! Jujur saja aku belum bisa memaafkan perbuatan Abang pada almarhum ayah! Tapi aku tidak bisa menyimpan dendam karena ini tidak hanya membuat aku sakit, tapi Ibuk bakalan kena imbasnya. Apa reaksi Ibuk saat tau anak laki-laki nya diam saja saat suaminya meminta pertolongan dan akhirnya meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit. Jika saja saat itu Abang segera menolong ayah mungkin saat ini ayah masih bersama aku! Tapi aku tidak bisa menyalahkan takdir, karena itu semua sudah menjadi ketentuan Allah. Sudah ajalnya ayah meninggal dengan jalan seperti itu, tapi aku hanya manusia biasa yang punya rasa sakit hati dan kecewa! Semuanya sungguh rumit dan aku juga tidak bisa mengabaikan masalah ini! Bagaimanapun juga kami lahir dari rahim yang sama meskipun bibit yang berbeda! " ucap Tata dalam hatinya yang mulai berkecamuk.


"Mas juga penasaran sayang! Hal apa yang di rahasia kan Angel waktu itu dan ia hanya bisa mengatakan nya padamu! Permasalahan apa yang membuat nya enggan mengatakan langsung pada Mas! Mudah-mudahan permasalahan ini tidak membuat mu sedih dan terpuruk sayang*!! " batin Dave dengan menatap prihatin wajah diam sang istri.


"Sayang! Udah saat nya kita ke ruangan si kembar! " ucap Dave dengan menyentuh pelan bahu Tata.


"Hah.. ! Iya Mas! Ayo kita ke sana! " sahut Tata sedikit kaget karena melamun.


Ia pun turun dari bed nya dan menggandeng lengan Dave berjalan keluar dari ruangan nya. Dave mengunci pintu kamar rawat Tata dan berpesan pada perawat jaga jika ada yang berkunjung ke kamar rawat istrinya agar menyusul di ruangan khusus untuk bayi-bayinya.

__ADS_1


Selesai berbicara dengan perawat jaga, Dave berjalan santai dengan memeluk tubuh mungil istrinya menuju ruangan anak-anak mereka.


"Udah Mas! Sampai sini aja ngantarnya! Aku masuk dulu, dan hati-hati bawa mobil nya ya Mas! " ucap Tata saat sudah berada di depan pintu si kembar.


"Iya sayang! Mas pulang dulu ya?? Cup.. " sahut Dave dengan mengecup sekilas bibir Tata.


Ia langsung pergi setelah mendapatkan sekilas bibir istrinya yang membuat Tata geleng-geleng kepala.


Tata langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dan langsung di sambut Suster Sari yang sedang mengganti popok si kembar.


"Kenapa anak saya Sus?? "tanya Tata khawatir.


"Syukurlah.. ! Aku kira kenapa-napa soalnya gak ada tangisan nya! Oh ya, yang mana duluan aku susui! " sahut Tata sembari bertanya.


"Yang di sana saja Nyonya, yang nomor 4! Soalnya sudah mulai gelisah dan sepertinya mau menangis! " tunjuk Suster Sari pada kotak nomor 4.


"Oek... Oek... Oek.. "


Ternyata memang benar dugaan Suster Sari, Suster Lina segera mengambil kembar no 4 dan memberikan nya pada Tata yang sudah siap duduk di kursi khusus nya.


🌿🌿🌿

__ADS_1


Sementara itu di apartemen, Aqila terserang demam yang membuat Nada cemas dan sedih.


"Ya Allah Nak! Kenapa kamu tiba-tiba demam gini?? Apa yang harus Mamah lakukan Nak! Ya Allah, tolong anak ku! " ucap Nada dengan wajah cemas dan panik.


Ia bolak balik mengompres kening Aqila dengan air hangat dan ia juga bingung untuk minta tolong pada siapa.


"Ya Allah... Aku harus minta bantuan siapa?? Aku gak kenal penghuni apartemen lain! Tolong aku ya Allah! Hu.. Hu... Hu... " gumam Nada dengan menggigiti kukunya karena panik.


Ia sampai mondar-mandir di dalam kamar mereka hingga membuat Amirah kesal.


"Mah! Jangan panik gitu napa?? Kita sudah berusaha mengompres kening Aqila agar panas nya turun! Mamah jangan bikin Mirah pusing napa sih! Mamah harus yakin kalau Aqila gak papa, Aqila hanya demam biasa! " pinta Amirah dengan suara agak jengkel.


"Ya Allah Kak! Gimana Mamah gak panik! Adik kamu sambil ngigau-ngigau gitu loh! Tuh lihat! Mamah takut Aqila kenapa-napa dan Mamah bingung mau minta tolong siapa! Kita kan gak kenal dengan penghuni apartemen yang lain! " jawab Nada masih dengan raut cemas.


Amirah hanya diam saja mendengar jawaban sang Mamah. Ia sibuk mengelap keringat di leher Aqila karena suhu tubuh Aqila seperti api saat ia menyentuh nya.


Ting nong.... Ting nong... Ting nong..


"Siapa sih yang berkunjung malam-malam gini?? " omel Nada dengan nada kesal.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2