Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
39. Biarkan mereka menang


__ADS_3

Pagi-pagi Dika sudah bersiap-siap untuk pergi ke restoran. Begitu juga dengan Nyonya Retno yang sudah berdandan dengan dandanan yang cetar membahana melebihi seorang artis.


"Gak kecepetan kita ke restoran Ka? Kan bukanya jam 9? Ini kan baru jam 8, masih 1 jam lagi ini. " tanya Nyonya Retno kepada Dika.


"Kan berangkat nya bukan sekarang Ma? Dika siap-siap agar nanti gak keteteran saja pas mau pergi! " jawab Dika sambil membersihkan sepatunya.


"Kirain mau berangkat sekarang! "ucap Nyonya Retno ikut duduk di sebelah Dika.


Kemudian terdengar suara deru mobil yang parkir di halaman. Nyonya Retno bangkit dan melihat keluar rumah. Ia melihat Dian pulang di antar seorang pria paruh baya menggunakan mobil mewah. Dian mengecup pipi pria paruh baya tersebut sebelum keluar dari mobil. Ia melambaikan tangannya ketika mobil tersebut perlahan pergi meninggalkan halaman rumahnya.


"Siapa pria itu?Kok kamu keliatan akrab banget sama pria itu? " tanya Nyonya Retno kepo ketika Dian masuk ke dalam rumah.


"Itu bos Dian di tempat kerja Tan! Tadi aku pulang diantar supir kantor, baru separo jalan mobilnya mogok. Pak bos nawarin antar pulang karena liat aku di pinggir jalan nungguin taksi lewat. " jawab Dian dengan santai.


Nyonya Retno setengah tidak percaya dengan jawaban Dian, namun ia tidak mengutarakan nya karena tidak ingin Dian marah karena terlalu ikut campur.


"Ngomong-ngomong kok Tante sama Mas Dika udah rapi aja jam segini? " tanya Dian dengan heran.


"Oh ini, kami mau pergi ke restoran! Hari ini Dika akan mengambil alih kembali restoran, karena sudah menjadi milik Dika kembali. " jawab Nyonya Retno dengan wajah sumringah bahagia.


"Wah, berita bagus itu! Selamat ya Mas sudah memiliki restoran itu kembali. " ucap Dian tersenyum senang sambil cipika-cipiki dengan Dika.


Dika merasa di atas awan karena ucapan selamat dari Dian, dia bangga karena sudah tidak bekerja sebagai kacung lagi.


Setelah berbasa-basi, Dian pamit untuk membersihkan diri dan istirahat. Ia akan menyusul nanti ke restoran jika ia sempat ke sana. Dika hanya mengiyakan saja ucapan Dian, karena ia tidak mempermasalahkan akan kedatangan Dian nanti ke restoran.


Dika dan Mama nya berangkat ke restoran jam 9 lewat 15 menit menggunakan mobil Dika.


Tata sudah mengatur semuanya dengan Sandra tadi malam, mereka sudah membuat rencana agar Sandra tetap datang ke restoran seperti biasanya. Tata menunggu di restoran nya yang lain bersama Tegar dan Susan.


"Mama gak sabar Ka, mengusir perempuan kasar itu dari restoran ini! " ucap Nyonya Retno ketika baru keluar dari mobil.


"Sabar lah Ma, jangan lupa bawa berkas pengalihan nama restoran ini Ma! Biar semuanya percaya kalau restoran ini sepenuhnya milik Dika! " ucap Dika dengan sombongnya.

__ADS_1


"Beres itu! Ayo masuk! Tunggu apa lagi! " ajak Nyonya Retno dengan penuh semangat.


Mereka berdua masuk ke dalam restoran dengan gaya sombong dan sok berkuasa. Nyonya Retno berjalan membusungkan dadanya seolah-olah mengatakan ia Bos besar dan memandang remeh para karyawan yang datang.


"Dika! Kenapa kamu datang terlambat? Ayo kerjakan tugas mu di sebelah sana! " panggil salah satu karyawan yang mempunyai profesi yang sama dengan Dika sebagai office boy.


"Maaf ya Adi! Mulai sekarang aku bukan OB lagi! Gak level aku kerja kasar kayak gitu! Mulai saat ini akulah pemilik restoran ini! Jadi kau harus menghormati ku karena aku Bos mu! " ucap Dika dengan angkuh nya.


"Ha... Ha... Ha... Gak usah mimpi Dika! Buruan bangun! Sudah siang nih! Kalau mau mimpi ntar malam aja! " jawab Adi tertawa tidak percaya.


Dika langsung marah dengan perkataan Adi yang tidak mempercayai omongannya. Ia langsung mengambil ember yang berisi air untuk mengepel dan mengguyur nya ke tubuh Adi hingga Adi basah kuyup.


"Hei ! Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila Hah! " teriak Adi dengan wajah penuh emosi.


"Kau yang gila! Berani sekali kau berteriak di hadapan pemilik sah restoran ini! Mulai sekarang kau di pecat! " teriak Dika juga dengan marah.


"Ada apa ini ribut-ribut? " tanya Sandra yang datang dari arah belakang.


"Hei sialan! Apa yang di katakan anakku itu memang benar! Dika adalah pemilik restoran ini sekarang. Bukan si Tata batu bata itu yang punya, tetapi Dika anak saya yang punya! Dan kamu kacung Tata, pergi kamu dari restoran ini! " teriak Nyonya Retno dengan berkacak pinggang.


Sandra pura-pura terkejut mendengar ucapan Mama nya Dika, sedangkan Dika dan Mama tersenyum senang melihat wajah kaget Sandra.


"Jangan ngaku-ngaku kamu! Tidak mungkin Tata menyerahkan restoran ini ke tangan benalu seperti mu itu! " sahut Sandra pura-pura tidak percaya.


"Baca itu! Itu bukti kalau restoran ini milik anak ku Dika mulai hari ini! " ucap Nyonya Retno sambil melempar map ke arah Sandra.


"I-ini tidak mungkin! " ucap Sandra pura-pura syok.


Nyonya Retno dan Dika tersenyum remeh melihat reaksi Sandra yang syok ketika melihat isi map tersebut. Para karyawan berebutan melihat isi map dan menutup mulut mereka karena tidak percaya kalau pemilik restoran ini sudah bukan Bu Tata lagi.


"Kalau restoran ini bukan punya Bu Tata lagi, saya berhenti bekerja di sini mulai hari ini! " ucap OB bernama Adi tadi dengan tegas.


"Saya juga! "teriak beberapa orang karyawan lainnya.

__ADS_1


"Silahkan kalian pergi dari sini! Saya tidak akan memberikan pesangon untuk kalian yang mengundurkan diri hari ini! " jawab Dika dengan pongah nya.


"Saya juga akan pergi dari sini, karena bukan Tata lagi pemiliknya! " ucap Sandra ikutan pergi.


"Ya sudah, pergi kalian semua! Saya tidak butuh orang seperti kalian! " teriak Dika dengan sombongnya.


Beberapa orang yang mengundurkan diri segera pergi dari sana, termasuk Sandra yang pergi dengan seringai tipis di sudut bibirnya.


Dika masuk ke dalam ruangan yang di tempati Tata dan Sandra dulu dengan tersenyum bangga. Begitu juga dengan Nyonya Retno yang tampak bahagia karena restoran sudah menjadi milik anaknya, yang otomatis ia bisa berbelanja apa saja karena punya uang yang banyak.


"Bagi duit dong Ka, Mama mau shopping dulu di Mall! Udah lama banget Mama gak belanja di sana! " ucap Mama Dika menadahkan tangannya meminta uang.


Dika membuka laci meja dan matanya berbinar melihat uang yang sangat banyak di dalamnya.


Ia mengambil sepuluh lembar dan memberikan nya kepada sang Mama.


"Kok cuma segini doang sih Ka, kan Mama mau belanja sama ke salon? " ucap Nyonya Retno dengan wajah merengut.


"Segitu dulu lah Ma, kan Dika belum menghitung uangnya. Dika mau beli rumah dulu! Memang nya Mama mau tinggal di rumah Dian lama-lama? " jawab Dika dengan santai duduk di kursi kebesarannya.


"Ya gak mau lah! Mama kan pengen punya rumah yang besar dan mewah. Gak sempit kayak rumah Dian. " ucap Nyonya Retno dengan nada menghina.


"Kalau gitu mau nya Mama, ya sudah lah. Terima aja uang itu belanja Mama cuci mata ke Mall. "jawab Dika menunjuk uang yang ada di tangan Nyonya Retno.


Nyonya Retno pun pergi dengan wajah cemberut dan memasukkan uang itu ke dalam tas nya. Ia pergi dari restoran dengan menggunakan taksi menuju Mall terdekat.


Di tempat lain, Tata melakukan pertemuan dengan Sandra, Susan dan Tegar. Ia baru saja pulang dari kantor polisi bersama Tegar memberikan bukti dan membuat laporan atas pencurian berkas-berkas penting restoran.


"Udah gak sabar aku lihat wajah sombong bagudung itu dengan induknya ketika polisi menangkap mereka! Pasti seru kali lihat wajahnya tiba-tiba menjadi pucat seperti mayat. Ha... Ha... Ha... " ucap Sandra diikuti Susan yang ikutan tertawa terbahak-bahak.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...

__ADS_1


__ADS_2