Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Penolakan Nada dan anak-anak nya


__ADS_3

Keesokan harinya Tiger mendatangi rumah sakit untuk menemui Tata. Karena Tata sedang menyusui bayi-bayi nya, ia pun menunggu Tata di kursi tunggu depan kamar rawat Tata.


Dave sudah pulang setelah membelikan Tata sarapan karena pagi ini ia ada meeting penting dengan klien penting. Ia juga sudah memberikan nama dokter rekomendasi teman Papinya kepada Martin untuk mengurus segala ***** bengek pengobatan Aqila di Amerika.


Ditambah lagi ada pengikut baru yang akan ke Amerika juga bersama nya yaitu ibuk nya Tata. Perempuan paruh baya tersebut ngotot ingin mendampingi cucunya menjalani pengobatan di Amerika tadi malam.


Ia terus membujuk Tata melalui Dave yang semalam pulang untuk mengambil pakaian istrinya. Tata hanya bisa pasrah tidak bisa mencegah keinginan Ibuk nya yang ingin dekat dengan cucunya yang baru ia temui.


Tata yang baru keluar dari ruangan bayinya menautkan alisnya melihat orang yang duduk menunggu di depan kamar rawat nya dengan wajah datar.


"Apa yang mendatangi mu ke sini pagi-pagi gini? " tanya Tata tanpa basa-basi pada bawahannya itu.


"Pria itu memohon minta bertemu dengan kakak! Para bawahan ku sudah gerah dan kesal karena suara berisik yang ia ciptakan untuk menarik perhatian mereka! " jawab Tiger pelan.


Tata berdecak mendengar laporan Tiger, ia tidak menyangka kalau Abang nya masih punya nyali untuk bertemu dengan nya.


"Baiklah, aku akan kesana setelah mendapat izin dari suami ku! Katakan itu semua pada anggota mu untuk bersabar sampai aku datang! " ucap Tata menghela napas nya.


"Baik Kak! Aku permisi dulu! " sahut Tiger menundukkan kepalanya.


"Hmmm... " sahut Tata dengan berdehem saja.


Setelah menyampaikan laporan nya, ia keluar dari kamar rawat sang Nyonya Bos.


🌿🌿🌿


Sementara itu di negeri seberang, seorang pria paruh baya yang menggunakan tongkat duduk di sebuah ruangan dengan ajudannya berdiri setia di samping kirinya. Pria paruh baya itu tidak sendiri, ia bersama seorang laki-laki yang di bawah usianya duduk fokus sambil kedua jemarinya menari di sebuah laptop dan juga laki-laki muda yang duduk di seberang nya.


"Apa yang terjadi sebenarnya ini? Kenapa lama sangat kau bekerja? " ucap pria tua pakai tongkat itu yang mulai bosan.


Tidak nya pria tua itu, laki-laki muda yang duduk di seberang nya juga tampak kesal karena sudah tiga jam mereka di ruangan ini tapi belum ada yang bisa memulihkan laptopnya.


"Maaf beribu maaf Tuanku Datok! Saya sudah berulangkali memasukkan kata kunci guna memulihkan video yang hilang, tapi semuanya tak ada hasil nya. Bahkan saya pun menggunakan kode khusus cyber tapi tetap juga tak ada hasilnya! Sepertinya video ini sudah hilang tak berbekas dan tak bisa di pulihkan lagi! " ucap pria itu dengan menyeka keringat di keningnya.


"Apa awak cakap?? Bagaimana bisa awak tak bisa memulihkan video saya tu?? Saya tak nak kehilangan video saya! Saya tak nak! Ayah, cam mana ini?? " teriak pria yang tadi agak kesal sekarang bertambah kesal mendengar kata ahli Cyber yang di panggil ayah nya.


"Betulkah yang awak cakap tu?? " tanya pria tua itu dengan agak kencang.


"Benar Tuanku! Saya tak berani nak bohong! Sepertinya orang yang meretas komputer riba Tuanku Sahid bukan orang sembarangan, dia pasti hacker hebat yang punya kode khusus yang bisa menghapus file hingga tak berbekas! Hanya hacker jenius lah yang bisa melakukan itu semua Tuanku! " jawab pria itu dengan sungguh-sungguh.


"Siapa lah hacker hebat yang sudah mengacaukan barang pribadi anakku?? " ucap pria tua itu sembari menghela napas nya.


"Maaf Tuanku kalau saya menyela! Apakah mungkin Tuanku Sahid telah menyinggung kelompok mafia karena setahu saya di dunia Cyber, hanya kelompok mafia tertentu yang mempunyai ahli Cyber yang kemampuan hacker nya diatas rata-rata! Bahkan pemerintah pun sedang mencari hacker seperti itu untuk di jadikan sekutu! " sahut pria tadi dengan wajah agak takut.


"Saya tak ada menyinggung orang lain Ayah! Ayah tau sendiri bagaimana pergaulan ku selama ini! " ucap pria yang emosi tadi dengan cepat sebelum ayahnya bicara.


"Betul kata Tuanku Sahid, Datok! Selama ini Tuanku Sahid hanya di Johor saja dan tak pernah pergi jauh hingga ke luar negeri, apalagi sampai menyinggung kelompok mafia! " sahut ajudan pria tua itu ikut bicara.


"Maaf saya Tuanku karena sudah bercakap begitu, hanya saja itu sangat tidak mungkin seseorang meretas file di komputer orang lain jika orang tersebut tidak mengganggu nya! Kalau orang iseng, untuk apa ia menghapus video itu karena itu tidak menguntungkan nya sama sekali kecuali orang itu menyebarkan video tersebut untuk memperoleh uang! Tapi tetap saja ia pasti hanya menyalinnya tanpa repot-repot menghapus nya secara permanen tanpa bisa di pulihkan sama sekali! " ucap pria itu lagi yang membuat pria tua bertambah pusing.


Pembicaraan mereka terhenti dengan bunyi bip pada komputer yang tadi tidak di peduli kan lagi.


"Astaga.. !! Tu-tuanku!! Li-lihat lah ini! " pekik pria itu dengan melonjak ketakutan.


BERHENTI MENCARI VIDEO ITU! SAYA TIDAK SUKA KALIAN MENYIMPAN VIDEO BIADAB ITU! SAYA TIDAK SEGAN-SEGAN MENGHANCURKAN KALIAN DENGAN PASAL PENGANIAYAAN TERHADAP PEREMPUAN JIKA KALIAN TETAP BERUSAHA MEMULIHKAN VIDEO ITU!


Pria tua itu hampir saja ambruk melihat pesan tersebut kalau tidak saja di tahan ajudan setianya. Sama halnya dengan pria muda yang marah-marah tadi, ia tampak ketakutan setelah membaca pesan singkat pada laptop nya.


Pria yang mengutak-atik laptop tadi dengan cepat menghapus kata-kata tersebut tapi tidak membuahkan hasil, kata-kata tersebut tidak bisa di hilangkan sama sekali. Bahkan layar laptop pun tidak mau kembali ke pengaturan semula dan hanya menampilkan kata-kata tersebut.

__ADS_1


"Tu-tuanku.. Laptop nya tidak mau di tutup! Saya sudah berusaha tapi kata-kata ini tidak mau hilang dan layar laptop juga tidak mau kembali ke menu awal! Maaf Tuanku, saya menyerah! Saya tak bisa membantu Tuanku! " ucap pria itu dengan suara menyesal dan pasrah.


Tanpa menunggu jawaban pria tua di ruangan itu, ia langsung pergi undur diri dan keluar dari ruangan tersebut dengan berkeringat dingin dan berjalan tergesa-gesa hingga hampir terjatuh.


Sementara itu di sebuah ruangan penuh dengan perangkat lunak komputer canggih seorang wanita tertawa terbahak-bahak setelah mengirim pesan pada komputer lawan nya.


"Rasain kalian! Kalau udah di kasih peringatan kayak gini masih mau nekad juga, akan aku sebarkan kekerasan yang kalian lakukan pada pelayan di rumah kalian selama ini! Biar sekalian di tangkap polisi kalian sekeluarga! Hahahaha... " ucap nya dengan sinis.


Tidak jauh dari perempuan itu, seorang laki-laki menatap perempuan yang tertawa kencang itu dengan pandangan mata yang memuja penuh damba.


"Ayang beb cantik banget kalau ketawa kencang kayak gitu! " ucap Stevan dengan mata berbinar.


"Sarap lo! Orang kayak kunti kayak gitu ketawa nya di bilang cantik banget! " omel Lion dengan nada jengah pada Stevan.


"Katarak tuh mata lo Hyung! Orang cantik kebangetan gitu di bilang kunti! " jawabnya tidak terima gebetan nya di katakan kunti.


"Elo yang katarak mode akut! " cibir Lion ketus.


Tidak ingin menghiraukan ucapan Lion yang membuatnya kepengen gelud, Stevan kembali fokus menatap pujaan hatinya dengan hati berbunga-bunga.


🌿🌿🌿


Tata menunggu kedatangan suaminya ke rumah sakit karena Dave berjanji akan makan siang bareng di rumah sakit.


"Assalamualaikum sayang!! " ucap Dave sembari membuka pintu ruangan istrinya.


"Waalaikumsalam Mas! Mas bawa apa?? " jawab Tata dengan melihat apa yang di tangan Dave.


"Nasi padang favorit istriku.. " ucap Dave dengan mengangkat kotak yang di tangan nya.


"Alhamdulillah... Kesampaian juga makan nasi padang! " sahut Tata dengan air liur yang mau menetes.


Tata mengangguk patuh, ia berjalan ke kamar mandi untuk mencuci tangan di wastafel. Setelah selesai ia pun duduk di samping suaminya dan mereka makan siang bersama dengan begitu khusyuk tanpa ada suara.


"Alhamdulillah.. Enak banget nasi nya! Biarpun gak pedas tapi tetap enak! " ucap Tata mengucapkan hamdalah setelah makan siang.


"Ayo sayang duduk sini ! " panggil Dave dengan menepuk sofa di sebelah ia duduk.


Tata berjalan menuju sofa dan duduk di samping suaminya dengan melingkari kedua tangannya memeluk tubuh besar sang suami.


"Tadi kamu bilang ada hal penting yang ingin di katakan sama Mas! Apa itu?? " tanya Dave sambil membelai rambut panjang istrinya.


Tata menghela napas nya sebelum membuka mulut menceritakan apa yang di laporkan Tiger padanya tadi pagi.


"Begitulah Mas ceritanya! Jujur saja aku malas untuk ketemu Bang Sandi lagi, tapi aku juga penasaran kenapa ia ingin bertemu dengan ku! " ucap Tata dengan nada malas.


"Jangan begitu sayangku! Tidak baik menjadi pendendam begitu, apalagi kalian berdua kan bersaudara! Jujur saja, Mas juga marah dan kecewa dengan perlakuan Abang mu pada istrinya! Tapi karena semuanya sudah terjadi, mau tidak mau kita harus menerima kenyataan ini dengan hati yang lapang. Tidak baik menyimpan dendam karena dendam akan menggerogoti hati kita hingga menjadi jahat. Itu hanya pendapat Mas sebagai suamimu karena Mas wajib mengingatkan mu agar tidak bertindak di luar batas! Temui saja dia agar kita tau apa mau nya! " sahut Dave mengemukakan pendapatnya.


"Ah, Mas suami gak yes lagi! Semenjak punya anak ia sudah cosplay jadi ustadz abdul Somad yang selalu memberikan nasihat dan tausiah nya kalau ada hal yang salah! " batin Tata menggerutu dalam hati.


"Gak boleh mengumpat suami dalam hati sayang, dosa! " ucap Dave lagi dengan mencubit gemes pipi istrinya.


"Dih kegeeran! Siapa juga yang mengumpat Mas dalam hati! " elak Tata mencibir suaminya.


Dave terkekeh kecil melihat istrinya pintar ngeles sembari memeluk tubuh mungil itu lebih lama dalam pelukannya.


Sesuai perkataan suaminya, mereka keluar dari rumah sakit diam-diam sore hari setelah azan Asar. Dave menyetir sendiri mobilnya karena ia memang tidak membawa sopir dari kantor tadi.


Tata sudah menghubungi Tiger untuk menunggu kedatangan nya di markas besar mereka.

__ADS_1


Setelah berkendara selama 30 menit karena macet, mereka sampai di markas tepat jam 4 sore.


"Dimana dia? " tanya Tata langsung begitu turun dari mobil.


"Masih di kamar nya Kak! " jawab Tiger singkat.


"Bawa kesini sekarang juga! Aku tidak bisa berlama-lama di luar karena harus segera kembali ke rumah sakit! " perintah Tata lagi dengan datar.


Melalui kode nya pada anggota bawahannya yang juga berada di sana, Tiger memerintahkan anggotanya untuk membawa Sandi ke depan pimpinan mereka.


Tata duduk di sofa dengan tangan berlipat di dada, tak lupa pula Dave duduk di samping istrinya dengan wajah datar.


Tak lama kemudian datang seorang laki-laki dengan tampilan berantakan, lingkaran hitam di bawah matanya terlihat jelas, muka kurus dan cekung, padahal baru empat hari semenjak kejadian hari itu penampilan Sandi sudah sangat berbeda.


Matanya berbinar bahagia melihat Tata dan langsung bersimpuh di depan kaki Tata.


"Duduk di sofa saja karena aku bukan Tuhan yang pantas di sembah seperti itu! " ucap Tata dengan ketus.


"Gak, biarkan Abang kayak gini Dek! Abang pantas duduk di bawah! Maafkan semua kesalahan Abang Dek! Abang khilaf! " jawab Sandi tetap bertahan bersimpuh di lantai.


"Cih, udah ketahuan baru bilang maaf dan khilaf! Kalau gak ketangkap aku mungkin Abang gak akan mengeluarkan kata-kata keramat itu dari mulut Abang! " sahut Tata dengan sinis.


"Abang tau Abang salah! Apapun yang Abang katakan itu semua tidak bisa mengubah keadaan! Abang benar-benar menyesal Dek! " ucap Sandi lagi dengan suara bergetar.


"Minta maaf lah pada Ibuk yang sudah Abang kecewakan! Tapi yang lebih utama minta maaf sama Kak Aya istri Abang yang sudah Abang hancurkan kehormatan nya sebagai seorang istri dan Ibu! Penderitaan yang di alami Kak Aya tidak sebanding dengan kata maaf Abang! Jika Kak Aya dan Ibuk memaafkan Abang, maka aku juga akan memaafkan Abang! " ucap Tata dengan wajah datar.


"Pertemukan Abang dengan Aya dan anak-anak Abang Dek! Abang ingin ketemu mereka semua! Abang ingin meminta maaf kepada mereka secara langsung! Abang mohon Dek! " sahut Sandi dengan wajah memelas diiringi hujan air mata penyesalan.


"Aku tidak bisa janji Bang, tapi akan aku usahakan ! Jangan terlalu berharap karena aku tidak yakin Kak Aya mau bertemu dengan Abang! Tapi aku akan mencoba membujuk Kak Aya menemui Abang secepatnya! " jawab Tata lagi.


"Terimakasih Dek, Terimakasih! Abang akan menunggu nya ! " ucap Sandi dengan raut wajah penuh semangat.


"Aku akan kembali ke rumah sakit, Abang kembalilah ke kamar Abang! Jangan membuat onar di sini kalau tidak mau menjadi sasaran amukan orang-orang di sini! " ujar Tata penuh peringatan.


"Terimakasih Dek! Abang tunggu kabar dari mu! " jawab Sandi mengangguk patuh.


"Ayo Mas kita pulang! " ajak Tata sembari berdiri menarik tangan suaminya.


Dave menepuk pelan bahu Sandi sebelum ia pergi mengikuti langkah istrinya keluar dari markas besar tersebut.


Tata menghembuskan napasnya begitu keluar dari markas tersebut dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Ayo masuk jangan bengong! Nanti kita ketahuan keluar dari rumah sakit! Meskipun itu rumah sakit kita tapi kita tidak boleh seenaknya juga pergi keluar masuk! Cukup sekali kita meminta izin waktu itu! " ucap Dave dengan membuka pintu mobil.


Tata mengangguk paham, mereka pun kembali ke rumah sakit sebelum ketahuan para perawat jika Tata kabur keluar.


Malam harinya saat Dave pulang ke kediaman Ryder, Nada menolak dengan tegas bertemu dengan pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu. Penolakan keras juga dilakukan oleh Amirah yang tidak mau bertemu dengan Papahnya meskipun sudah di bujuk oleh Abeth.


Tata melakukan sambungan telepon dengan mereka semua melalui ponsel sang suami.


"Maaf Dek! Kakak tidak bisa bertemu dengan Abang mu! Hati kakak masih sakit karena jika mengingat Abang mu membuat kakak teringat kejadian terkutuk itu! Hu... Hu... Hu... Kakak sangat kecewa Dek, Kakak sakit hati dengan kelakuan Abang mu yang menjadikan Kakak sebagai jaminan hutang pada keluarga bajingan itu! Kakak tidak sanggup untuk bertemu dengan Abang mu! Biarlah kakak menyembuhkan luka ini seiring berjalan nya waktu, tapi kalau sekarang kakak tetap tidak mau bertemu dengan nya! " ucap Nada sambil menangis di seberang sana.


"Maaf ya Kak! Aku udah bikin kakak ingat akan kejadian buruk itu lagi! Aku tidak akan memaksa kakak untuk menemui bang Sandi karena itu semua hak kakak! Aku hanya menyampaikan saja permintaan bang Sandi! Kakak jangan sedih lagi ya?? Jangan terlalu di pikirkan karena saat ini kakak harus kuat untuk anak-anak dan untuk diri kakak sendiri! Sembuhkan lah dulu hati kakak karena bagi Tata kebahagiaan kakak dan anak-anak lah yang utama sekarang ini! " sahut Tata dengan nada lembut.


"Terimakasih ya Dek atas pengertian nya! Sampai kan semua perkataan kakak pada bang Sandi! " ucap Nada dengan suara serak.


"Iya Kak sama-sama! " jawab Tata.


Klik.... percakapan mereka di rekam Tata untuk diperdengarkan kepada Sandi agar menjadi bukti jika ia tidak berbohong.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2