Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Ke Bandung...


__ADS_3

Malam harinya ketika mereka sedang makan malam bersama, Nana bertanya tentang Anika yang akan kembali ke Bandung.


"Kak, Anika sama Riko beneran ya mau di antar lagi ke Bandung? " tanya Nana di sela-sela mereka makan.


"Iya, tapi bukan hanya Anika dan Riko saja! Tapi semua yang ada di rumah ini juga akan ke Bandung, kecuali para penjaga. Bahkan semua pelayan juga ikut ke Bandung besok lusa! " jawab Tata santai.


"Apa??? " ucap mereka semua dengan wajah kaget, bahkan Sandra sampai tersedak karena jawaban Tata.


"Minum dulu sayang! " ucap Kadir dengan menyodorkan gelas berisi air putih.


Mereka sudah tidak malu-malu lagi mengekspresikan perasaan mereka kepada semua orang. Hanya saja mereka berdua tidak mesra-mesraan kayak anak muda pacaran zaman sekarang. Hanya saling memberikan perhatian satu sama lainnya, seperti saat ini.


"Apa maksud kau cakap kayak gitu Tet? Kenapa semua nya kau bawak ke Bandung? Jangan bilang kau mau pindah jugak ke sana? " tanya Sandra dengan wajah heran.


"Ih, siapa yang mau pindah ke sana? Semuanya ikut ke Bandung karena akan ada acara lamaran resmi dari keluarga nya Mas Dave yang dari Yogyakarta itu Bontot.... Makanya aku bawak sekian pelayan ke sana! " jawab Tata dengan santai.


"Apa??? Jadi kakak udah terima lamaran babang Bule? " tanya Anika dengan wajah sumringah.


"Heemm... " sahut Tata berdehem.


"Serius kau Tet? Wah, gak nyangka aku! Sudah soldout rupanya bestie ku ini! Selamat ya Tet, semoga ini menjadi pernikahan terakhir kau ! " ucap Sandra juga dengan tersenyum lebar.


"Baru lamaran aku Tot, bukan mau nikah! " jawab Tata meluruskan ucapan Sandra.


"Lah, sama aja itu! Nantikan ujung-ujungnya juga nikah kau sama si Bule! " ucap Sandra lagi.


Semuanya memberikan ucapan selamat kepada Tata dan mulai bersiap-siap untuk pergi ke Bandung. Anak-anak kegirangan karena mereka akan pergi menggunakan kereta api dan begitu antusias karena ingin bertemu dengan kakek mereka yang selalu di ceritakan Anika kepada mereka berdua.


Tata juga meminta Susan untuk bersiap-siap pergi ke Bandung ikut mereka semua dan ia memilih ikut Sandra dan Anika naik kereta api.


"Kapok aku kalau pigi naek mobil sama kau Tet! Aku ikut si Bontot aja lah naik kereta api! " ucap Susan dari seberang sana.


"Terserah klen lah, yang penting kau pergi ke Bandung! Di larang kau absen! " jawab Tata memberikan ultimatum.


"Iya iya! Kayak sekolah aja Bah pakai absen segala! " sungut Susan lagi sebelum ia menutup telepon nya.


Para pelayan sibuk mempersiapkan diri dan barang-barang pribadi mereka untuk di bawa ke Bandung, tidak terkecuali Kania dan Bi Sum. Mereka bersemangat sekali karena Bi Sum meminta ingin ikut bersama Anika dan Riko. Tata mengabulkan permintaan Bi Sum dan tetap menyuruh Kania bersama Anika kemanapun Anika pergi bersama Bi Sum.


"Bi, alhamdulillah banget ya... Non Tata orangnya baik banget! Saya senang di suruh kerja menjaga Non Anika adiknya! Saya beruntung bisa kenal sama Non Tata dan bekerja dengan nya selama ini! " ucap Kania di sela-sela mereka membereskan pakaian mereka.


"Iya Nak! Apa bagi Bibi, Bibi kenal nya juga baru ini karena Non Anika, kalau gak karena Non Anika Bibi gak bakalan ada di rumah gedong ini! Gak cuma cantik orangnya tapi juga baik banget! Mudah-mudahan acaranya lancar sampai Non Tata nikahan... " sahut Bi Sum.


"Aamiin.... " jawab Kania mengamini doa Bi Sum.


Bi Sum tidak memanggil Anika dengan Nyonya lagi karena Anika yang memintanya ketika mereka bertemu kembali di rumah ini. Ia memanggil Nona seperti Tata dan yang lainnya sesuai permintaan mereka.

__ADS_1


🌿🌿🌿


Kediaman Ryder.


Semua orang sedang sibuk mempersiapkan sesuatu nya untuk acara lamaran Dave yang akan berlangsung tiga hari lagi. Semua keluarga Mami Sita sudah berkumpul di Jakarta termasuk kedua mertuanya yang baru saja sampai dari Inggris bersama dengan adik ipar dan suami beserta anak-anak nya.


Kakak-kakak Mami Sita juga sudah berkumpul di rumah tersebut dan mereka lagi membicarakan tentang apa saja yang akan di bawa karena lamaran ini juga sebagai jalan pemberian tanda mata kepada sang calon pengantin wanita.


"Piye Yu, apakah perhiasan saja yang akan kita berikan untuk calon menantu mu iku? " tanya Bude Ditha meminta pendapat Mami Sita.


"Yo bagus juga Mbak! Sekalian sebagai pengikat kalau Tata udah di lamar juga! " jawab Mami Sita setuju.


Diam-diam Dave sudah memesan satu set perhiasan mewah kepada designer perhiasan luar negeri beberapa bulan yang lalu sebelum ia melamar Tata, atau lebih tepatnya sewaktu Tata masih dalam masa iddah. Dan sekarang perhiasan yang ia pesan sudah selesai dan sudah sampai ke tangannya beberapa saat yang lalu.


Mami Sita dan Kakak-kakak nya bersiap-siap akan pergi ke toko perhiasan yang terkenal di Jakarta untuk membeli perhiasan untuk Tata.


Papi Dayton duduk santai berbincang dengan ipar-iparnya di taman belakang bersama adik ipar nya juga yang berkewarganegaraan Jerman.


Sedangkan Grandma Dave sedang bersama Abeth di ruang keluarga bermanja-manja sambil tiduran di karpet lantai. Abeth dan Dave memang sangat manja dengan kedua Grandma dan Grandpa mereka dari mereka kecil dulu. Walaupun Grandpa mereka agak tegas dan dingin, tapi jika bersama mereka berdua ia berubah menjadi grandpa yang penyayang dan lembut.


Seperti saat ini, grandpa Luis suarez Ryder sedang bersama Dave di kantornya. Ia memutuskan untuk datang ke kantor cucunya begitu ia menginjakkan kakinya di Jakarta.


"Son, bagaimana kriteria calon istrimu itu? " tanya grandpa Luis dengan aksen Inggris-nya.


"Seperti idaman ku selama ini grandpa! Persis seperti yang grandpa harapkan selama ini! " jawab Dave dengan aksen Inggris-nya juga.


"Bagus! Grandpa harap kalian hidup bahagia bersama selama nya dan melahirkan cicit yang banyak untuk grandpa! " ucap grandpa Luis dengan menepuk pelan bahu cucunya.


Mereka kembali berbincang-bincang sambil Dave sesekali memeriksa berkas yang di bawakan Arkan ke ruangannya.


🌿🌿🌿


"Akhhh.... Brengsek.... Sialan kau Davin.... " pekik Ajeng dengan histeris seraya menjambak rambutnya sendiri ketika ia mendengar kabar dari eyangnya jika eyang Davin menolak menjodohkan ia dengan Dave.


Bahkan ia mendengar jika perempuan yang di sukai Dave sudah menerima lamaran Dave dan beberapa hari lagi mereka akan mengadakan acara lamaran resmi di Bandung.


Ajeng mengamuk dengan brutal, melemparkan semua barang-barang yang ada di dalam kamarnya hingga kamar nya berantakan seperti terkena badai tornado. Para pelayan di rumah itu tidak berani melarang dan mencegahnya berbuat demikian. Mereka hanya berdiam diri di luar kamar Ajeng dengan menulikan telinga mereka mendengar suara yang menggelegar di dalam kamar itu.


"Aku tidak akan membiarkan kau menikah dengan perempuan itu Davindra!! Tidak akan aku biarkan! Selamanya kau hanya akan menjadi milikku! Milikku! " teriaknya lagi sambil melempar barang hingga terdengar bunyi pecahan.


Tidak lama setelah itu terdengar suara tangisan yang kencang dari dalam kamar.


"Hu... Hu.... Hu... Kau jahat Davin! Kau jahat... Bagaimana bisa kau mencintai perempuan lain yang belum tentu juga mencintai mu! Hanya aku Davin, hanya aku yang benar-benar mencintaimu setulus hatiku! Aku sangat mencintaimu Davin! Kenapa kau tidak melihat cinta ini dari ku? Kenapa? Hu... Hu.... Hu... Kau jahat Davin! " ucap nya dengan kencang sambil menangis histeris.


"Aaaarrrggghhh.... Sialan kau brengsek! Aku bersumpah tidak akan membiarkan kau bisa memiliki Davin ku perempuan sialan! " pekik Ajeng kembali marah-marah.

__ADS_1


Para pelayan yang di luar kamar pun saling berpandangan dengan raut wajah yang saling bertanya-tanya melalui kode mata.


"Sepertinya sudah gila Non Ajeng karena cinta nya bertepuk sebelah tangan! " bisik salah satu pelayan ke pelayan yang di sebelah nya.


"Iya, kau benar! Sebentar menangis, kemudian marah lagi, lalu menangis lagi! Bisa gila aku lama-lama kerja di rumah ini karena semua penghuninya pada gila! " jawab yang di bisiki tadi dengan berbisik juga.


Mereka berdua tertawa cekikikan sambil mulut di tutup dengan kedua tangan. Para pelayan yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat temannya membicarakan Ajeng karena pada kenyataannya memang seperti itu semua majikan mereka.


Saat ini Mama nya Ajeng Sekar sedang bersenang-senang dengan teman sosialita nya di sebuah rumah yang di jadikan markas pesta mereka dengan menyewa beberapa gigolo untuk menemani mereka berpesta.


Sedang kan suaminya Gilang berada di sebuah dermaga tersembunyi mengadakan pertemuan tertutup dengan para pembeli trenggiling ilegal yang akan di bawa ke Tiongkok. Mereka tidak tahu jika apa yang mereka lakukan saat ini sudah di rekam anak buah Tiger yang sudah berbaur bersama mereka dalam kelompok itu.


Sepasang suami-istri itu tidak tahu dengan apa yang terjadi pada putri mereka yang mengamuk membabi buta menghancurkan apa yang ada di dalam kamarnya.


Terlebih lagi Sekar, ia tidak tahu jika salah satu gigolo yang ia sewa itu adalah orang suruhan Tata yang sudah di berikan tugas untuk merekam semua apa yang mereka lakukan di rumah itu bahkan sampai merekam pada saat mereka saling bertukar peluh dan bertukar pasangan untuk memuaskan hasrat mereka kepada laki-laki muda yang perkasa.


🌿🌿🌿


Hari yang di tunggu Anika dan anak-anak akhirnya tiba juga. Pagi-pagi sekali Kayla sudah bersiap-siap bersama Kana dengan pakaian yang rapi dan wangi. Begitu juga para pelayan yang akan ikut juga sedang memasukkan barang-barang mereka ke dalam mobil. Sebagian ada yang pergi naik mobil dan ada yang ikut naik kereta api mengikuti Anika dan anak-anak termasuk Kania dan Bi Sum.


Meskipun di Medan ada juga kereta api, tapi Kania seumur hidupnya hanya sekali naik kereta api. Itu pun waktu berumur 6 tahun saat Bunda nya masih hidup dulu. Makanya ketika Anika dan sebagian naik kereta api ia mengajukan diri untuk ikut juga.


"Hore.... Hore... Kita naik kereta api! Kita mau ketemu kakek! Hore... " teriak Kayla dengan wajah kegirangan dan lompat-lompat di atas sofa.


"Hore... Atu cuka naik teteta api! " Kana ikut bersorak dengan suara cadel nya.


"Sayang, jangan lompat-lompat! Nanti jatuh! " teriak Sandra dari lantai atas sembari berjalan turun membawa tas di punggungnya.


"Iya Mama! " jawab Kayla dengan patuh.


Mereka sarapan dulu semuanya sebelum berangkat ke stasiun kereta api. Tata memberikan beberapa instruksi kepada para penjaga yang tinggal untuk menjaga rumah selama mereka semua pergi ke Bandung.


"Bagaimana semuanya! Sudah siap belum? Ada barang kalian yang ketinggalan gak? " tanya Tata kepada semua pelayan yang ikut dan sudah di dalam mobil.


Mereka semua kompak menjawab sudah siap dan barang mereka juga sudah di masukkan ke dalam bagasi.


Setelah semua orang masuk ke dalam mobil, mobil pun perlahan berjalan meninggalkan halaman rumah menuju stasiun kereta api mengantarkan mereka yang naik kereta api ke Bandung termasuk Susan yang sudah duluan sampai di depan stasiun menunggu mereka datang.


Sesampainya di stasiun, Tata langsung mendatangi Susan dan bersama memesankan tiket untuk semua yang pergi naik kereta api. Setelah semuanya beres, Tata memberikan tiket tersebut kepada semua orang satu persatu kecuali anak-anak karena tiketnya di pegang Kadir.


"Jangan lupa telepon Tegar jika kalian sudah sampai nanti! " ucap Tata sebelum ia pergi meninggalkan stasiun dan pergi bersama yang lainnya naik mobil.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader's semua nya...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜..


__ADS_2