Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Setiap yang bernyawa pasti akan mati..


__ADS_3

Ibuk juga sama kagetnya seperti Tata. Ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi pada mantan menantunya itu, terlebih selama menjadi menantunya mereka hanya sekali bertemu, itupun pada saat Tata dan Dika menikah.


"Sayang... Sandra meminta izin mu untuk membawa jenazah Dika ke rumah ini karena ia kasihan melihat Kadir dan Anita ingin membawa jenazah Dika ke rumah singgah saja sebelum di makam kan! " ucap Dave lagi menyampaikan perkataan Sandra yang belum sempat ia dengar tadi.


"A-aku terserah Mas saja! Mas yang menentukan semuanya karena semua yang bersangkutan dengan aku adalah seizin Mas! " jawab Tata agak terbata karena masih tidak percaya dengan kabar tersebut.


"Tapi ini rumah mu sayang... ! Kau berhak menentukannya untuk memberi izin atau tidak! Mas tidak keberatan jika jenazah nya di bawa ke rumah ini. Hitung-hitung kita beramal untuk keluarga yang berduka dengan kepergian sang mayat. " ucap Dave dengan pendapatnya.


"Aku terserah Mas saja, karena Mas kan sudah menjadi suami aku, jadi apapun itu harus mendapatkan izin dari Mas. Jika aku masih sendiri tentu nya aku tidak akan berpikir lagi dan langsung setuju, tapi sekarang situasi nya berbeda. Aku sudah menikah dan sudah menjadi kewajiban ku untuk meminta izin apa yang akan aku lakukan termasuk mengizinkan mereka membawa jenazah Bang Dika ke rumah ini! " jawab Tata dengan tegas.


Dave tersenyum bahagia karena Tata begitu menghormati dan menghargainya sebagai seorang suami, begitu pun Ibuk juga tersenyum melihat anaknya yang sangat menghargai suaminya.


"Ibuk setuju dengan pendapat Tata, Dave! Walaupun ini rumah Tata, kamu berhak mengizinkan atau menolak karena walau bagaimana pun juga posisi Tata saat ini sudah menjadi istrimu dan kamu bertanggungjawab penuh atas istri kamu termasuk dalam hal ini! " ucap Ibuk lagi menambah kan.


"Baiklah, kalau begitu aku mengizinkan mereka membawa jenazah Dika ke sini! Aku akan menghubungi Sandra lagi dan kamu beritahukan semua pelayanmu di rumah ini untuk menyiapkan segala nya, sayang! " Ucap Dave dengan mengutak-atik ponsel Tata yang masih di tangannya.


"Ayo dek ibuk bantu! " ajak Ibuk dengan berdiri menuju arah belakang.


"Panggil dari sini aja Buk! " ucap Tata dengan berjalan menuju layar interkom di dinding.


Ia memanggil kepala pelayannya Bu Vira untuk segera datang menemuinya. Tidak menunggu waktu lama, Bu Vira datang menghadap Tata.


Dengan tegas Tata meminta Bu Vira dan bawahan nya untuk menyiapkan apa-apa yang di perlu kan untuk menyambut kedatangan jenazah nya Dika termasuk mempersiapkan kain kafan serta ***** bengek nya.


"Butet... ! Kapan kamu datang, Nak! Duh, Mami kangen banget sama kamu! Apa kabar sayang! Mana suami kamu! " panggil seorang ibu-ibu yang baru datang dari belakang dengan wajah sumringah dan langsung memeluk Tata serta menciumi wajah Tata berulang kali.


"Mami ih.. Gak berubah banget! Selalu cium aku kayak anak kecil! " ucap Tata dengan wajah cemberut.


"Kamu juga, sama aja kayak si Bontot ! Selalu aja protes tiap kali Mami cium! Kamu emang masih kecil bagi Mami! " jawab Mami Bertha tidak mau kalah dengan Tata.

__ADS_1


Belum juga ia membalas perkataan Mami nya Sandra, Dave datang memberitahu nya jika yang di rumah sakit sedang bersiap-siap.


"Sayang, Kadir sama Sandra sudah mengurus semuanya dan pihak kepolisian mengizinkan jenazah di bawa ke rumah ini dan di makam kan oleh pihak keluarga! " ucap Dave memberitahu Tata.


Ia tadi menelpon Sandra memutuskan untuk keluar sejenak dan tidak tahu jika ada ibu-ibu yang mengobrol dengan Tata.


"Jadi ini suami mu, sayang! Duh, ganteng kali.. ! Paten pulak kau cari suami! Mami sukak yang dapat modelan Bule gini! Dulu pacar Mami juga Bule, tapi opung mu gak sukak Mami punya suami Bule, jadi nya ya dapat suami China depok blasteran yang kesasar di Tebingtinggi! " komen Mami Bertha sambil curhat.


"Eh ngomong-ngomong, siapa pulak yang meninggal dan di bawa ke sini? " tanya Mami Bertha akhirnya menyadari perkataan Dave tadi.


"Itu Mi, mantan suami aku yang meninggal! Adiknya Bang Kadir! " jawab Tata jujur.


"Bah, kenapa pulak klen bawak ke sini? Gak ada rumah rupanya dia? " ucap Mami Bertha dengan heran.


Tata menggelengkan kepalanya dan ia pun menceritakan apa yang terjadi pada mantan suaminya jika mantan suaminya itu seorang narapidana. Tapi Tata hanya menceritakan cerita yang wajarnya saja, yang masih baik-baik dan tidak menceritakan keburukan dan aib mantan suaminya itu.


"Ya Allah, kasihan pulak lah ya? Ya udah, setuju jugak nya Mami dengan cara suami kau itu! Biarkan saja di bawa ke sini jenazah nya, hitung-hitung kita beramal pada orang yang sudah meninggal! " ucap Mami Bertha dengan wajah kasihan.


"Papi Koh.... ! " seru Tata ketika menoleh ke belakang.


Ia langsung berdiri dan memeluk erat laki-laki yang sudah ia anggap sebagai pengganti ayahnya itu.


"Anak nakal.. ! Papi Koh gak di beritahu kalau udah nikah lagi! Sekarang bujuk Cassie untuk menikah juga! Papi Koh jadi sedih lihat anak Papi Koh jadi janda semua! Tapi Papi Koh juga seneng lihat owe sudah menikah juga akhirnya! " ucap Papi Koh dengan menyentil pelan kening Tata.


"Tata aja gak kepikiran kalau langsung nikah Pi.. ! Kirain cuma lamaran, eh tau-taunya udah sah aja! " jawab Tata dengan wajah cemberut.


"Nak Bule, itu lah suami Mami! Papi nya Sandra! Pi, ini suaminya Tata! Ganteng kali kan Pi! " ucap Mami Bertha mengenalkan Dave pada suaminya.


"Semua laki-laki ya ganteng lah Mami, masa iya cantik! " jawab Papi Koh santai.

__ADS_1


"Mami serius ini Pi, bukan mau ngelawak! " ucap Mami Bertha dengan wajah garang dan suara ketus.


"Iya Mi, iya.. ! Jangan di ambil serius! Papi kan cuma bercanda! " jawab Papi Koh mengalah dan menundukkan wajahnya.


Dave terkekeh geli melihat Papi nya Sandra menunduk dengan wajah di tekuk persis seperti Papi nya yang lebih baik mengalah dari Mami nya.


"Dah lah terserah Papi! Mami mau ke dapur dulu, mau siap-siap bantu mereka dan bantu Eda di belakang! " jawab Mami Bertha sambil berlalu pergi.


Papi Koh pun mengobrol santai bersama Dave di ruang tamu sambil menunggu rombongan Sandra dan Kadir datang membawa jenazah Dika. Ayah Jamal yang baru turun dari atas ikutan bergabung bersama mereka berdua. Anak-anak Kadir sedang bermain bersama Kania di ruang bermain.


Semua persiapan sudah siap, bahkan pengurus RT di tempat tinggal Tata juga ikut datang karena orang nya Tata juga memberitahu kan tentang semua ini para pengurus lingkungan tempat tinggal mereka. Terlebih lagi Tata adalah salah satu warganya yang paling loyal walaupun jarang bertemu dan berinteraksi seperti warga lainnya. Meskipun begitu, baik Tata maupun mereka selalu bertegur sapa saat bertemu di lingkungan mereka atau datang setiap ada undangan tetangga nya baik itu nikahan, khitanan atau acara lainnya.


Tiga puluh menit kemudian, ambulance meraung-raung terdengar dan memasuki gerbang besar rumah Tata. Semua pekerja di rumah Tata dan warga sekitar yang datang ikut menyambut kedatangan jenazah Dika.


Terlihat Kadir turun dengan wajah berduka bersama Sandra di sisi nya. Anika juga turun dari ambulance bersama Riko yang menuntunnya karena ia tampak begitu terpukul sekali akan kematian Abang nya itu. Muka nya merah dan sembab karena kebanyakan menangis, di tambah lagi dengan keadaan nya yang sedang hamil tua membuat nya tampak begitu capek dan lesu.


"Riko, bawa Anika istirahat aja di kamar! Kasihan, nanti bisa-bisa jatuh sakit lagi! " perintah Tata pada Riko saat mereka mendekat.


"Anika gak mau Kak! Anika masih mau dekat Bang Dika! " jawab Anika menolak sambil menangis.


"Jangan membantah Anika! Kasihan bayi kamu jika kamu memaksakan diri! Lihat kamu sudah lelah seperti itu! Istirahat lah dulu, nanti ketika sudah akan di bawa ke pemakaman, kakak akan panggil kamu! " ucap Tata dengan nada tegas.


"Bik Sum... ! Beri Anika makan bagaimana pun caranya! Dia harus tetap kuat untuk melanjutkan hidup! " perintah Tata juga pada Bik Sum yang juga ada di sana.


"Baik Nona... ! " jawab Bik Sum patuh.


Anika menuruti perintah Tata dan di bawa Riko menuju kamar mereka di lantai atas. Sedangkan Bik Sum langsung ke belakang untuk menyiapkan makanan untuk Anika.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beraktivitas semuanya...


__ADS_2