
"Apakah yang keluarnya beneran darah atau hanya berupa flek?? " tanya Dokter Aisyah pada Tata.
Tata terdiam dan berpikir sejenak mengingat nya selama dua bulan belakangan ini.
"Eum, kalau gak salah bulan lalu seperti bercak darah siang nya, terus malam hingga keesokan harinya udah gak ada lagi Tan, tapi dua bulan sebelum nya hanya berupa flek aja Tata rasa! " jawab Tata dengan menatap Dokter Aisyah semakin bingung.
Mendengar jawaban Tata Dokter Aisyah tersenyum lebar. Ia pun mengambil tisu dan mengelap gel yang ia oles kan tadi di perut Tata.
"Sebenarnya itu bukan lah darah haid, tapi perdarahan implantasi. Kondisi ini biasanya terjadi pada 6-12 minggu setelah pembuahan yang menandakan bahwa embrio telah di tanam ke dinding rahim. Ciri-ciri perdarahan implantasi itu adalah keluar sedikit darah atau bercak darah dengan warna yang merah terang atau coklat tua. Kondisi ini juga biasanya terjadi hanya beberapa jam saja atau paling lama tiga hari.
Nah, seperti jawaban Tata tadi ia selama dua bulan ini mengira datang bulan tapi itu bukanlah datang bulan karena hanya terjadi beberapa jam saja atau lebih lama hanya satu hari! " jawab Dokter Aisyah dengan panjang lebar.
"Oh... Begitu Tante! Tapi kok Tata gak merasa muak-mual kayak si kembar dulu Tan?? " ucap Tata lagi sambil bertanya.
"Setiap kehamilan itu berbeda-beda Tata, tidak semua perempuan mengalami hal yang sama setiap ia hamil. Beda anak beda lagi yang di alaminya. Tapi kamu merasa ada yang beda gak dengan dirimu akhir-akhir ini?? " jawab Dokter Aisyah sambil bertanya balik.
Tata tampak berpikir lagi dengan mengetuk dagunya dengan jari telunjuk.
"Eh ada Tan, beberapa hari terakhir ini aku gak bisa berhenti makan kalau sudah ketemu makanan! Mau dimana pun kalau udah makan susah untuk berhenti mengunyah, apa pun itu makanannya. Apa itu termasuk pengaruh hormon juga Tan? Secara kan dulu agak susah untuk makan karena selalu muntah-muntah! " jawab Tata dengan penuh rasa ingin tau.
"Tentu saja! Peningkatan nafsu makan juga termasuk efek hormon kehamilan. Tidak nya mood swing saja yang di alami Ibu hamil tapi juga nafsu yang lain juga dalam artian tanda kutip! " sahut Dokter Aisyah lagi dengan mendapat senyuman lebar para calon ayah.
Abeth yang serius mendengar semuanya menjadi malu dan memalingkan wajah nya di belakang punggung Arjuna.
Sedangkan Tata mendengus kesal melihat Dave menaikturunkan alisnya menggoda Tata.
"Daddy, Mami sama nenek Dokter lagi ngomongin apa sih?? Elea gak ngerti! " tanya Elea tiba-tiba pada Henry.
"Anak kecil kayak kamu gak bakalan ngerti apa yang di omongin orang dewasa! " jawab Arjuna pedas.
"Kakak nyebelin! Emangnya kakak tau apa yang di omongin Mami sama Nenek Dokter tadi? " cibir Elea dengan muka masam.
"Ya gak tau lah! Orang bukan percakapan yang harus kakak tau juga! Ngapain juga kakak mau tau! " jawab Arjuna santai.
Plak...
"Kalau kau gak tau juga gak udah bicara! Tutup mulutmu itu! " ucap Tira dengan nada dingin setelah memukul bahu Arjuna.
"Boys... ! Shut up! Lebih baik kita keluar saja jika kalian membuat keributan lagi di sini! " ucap Dave dengan suara berat pada anak-anak nya.
Mendengar suara berat dan muka serius Papi mereka, anak-anak langsung terdiam karena wajah menggelap Papi mereka membuat nyali mereka menciut meskipun Dave tidak membentak mereka sekalipun.
"Anak-anak.. ! Lebih baik kita keluar saja dari sini dan bermain di luar bersama Grandson Buyut! Apa kalian semua mau?? " ucap Grandpa Luis pada anak-anak kembar tersebut.
"Mau Grandson, mau! " Teriak Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa kegirangan.
"Aku tidak mau dan mau di sini saja! " sahut Tira menolak dengan tegas.
"Ya sudah! Kita saja yang bermain di luar dan biarkan orang dewasa di sini! " ucap Grandpa Luis sambil berdiri dari kursi nya.
Grandpa membawa empat orang anak kembar itu keluar dari ruang periksa secara berurutan.
__ADS_1
"Elea gak mau main sama Grandson Buyut?? " Tanya Mami Sita pada cucu perempuan nya.
"Gak, Elea mau di sini saja! Mau lihat adik bayinya! " tolak Elea dengan geleng-geleng kepala.
"Aku juga mau lihat adik bayi! " sahut Tira singkat.
"Oke girl, Boys! Tolong diam karena nenek Dokter akan bicara lagi! You understand??? " ucap Abeth pada dua anak kembar itu.
"I'am Understand Mom... " jawab mereka serempak.
Mereka kembali fokus dengan penjelasan Dokter Aisyah tentang kehamilan Tata yang tidak di ketahui nya selama ini.
"Pantesan aja Tan aku selama beberapa bulan ini liburnya cuma sehari! Gak tujuh atau lima hari kayak sebelum nya! " celutuk Dave tiba-tiba yang membuat Mami Sita keselek biji kedondong.
"Wah, sama dong bro! Aku malahan gak pernah libur selama dua bulan ini! " tambah Henry yang memperparah keadaan.
Ucapan dua laki-laki itu membuat wajah kedua istri mereka menjadi memerah karena malu. Tata merasa ingin kabur saja dengan perkataan absurd yang keluar dari mulut suaminya itu, apalagi Abeth yang langsung membuang mukanya ke arah sembarangan seolah-olah tidak mendengar omongan suaminya.
"Hahahaha... " Dokter Aisyah tertawa kecil mendengar celutukan Dave dan Henry yang membuat Mami Sita geram dan malu.
"Kalian berdua ini benar-benar ya... ! " desis Mami Sita melotot tajam pada Dave.
Dave dan Henry hanya cengengesan mendapat pelototan tajam dari kanjeng Ibu suri.
"Biarkan saja Nyonya Ryder! Namanya juga pasangan muda yang masih punya tenaga yang ekstra dan gairah yang tinggi! Itu hal biasa yang mempermanis hubungan suami istri dalam mengarungi rumah tangga! " ucap Dokter Aisyah yang membuat Dave dan Henry menjadi besar kepala.
"Tuh Mi dengerin apa kata Tante Dokter! " sahut Dave lagi menuding Mami nya.
Mami Sita memutar bola matanya dengan malas mendengar tudingan putranya yang memojokkan dirinya.
"Oh ya Tan, berarti kandungan ku umurnya gak jauh dong dari umur kandungan Kak Abeth? " tanya Tata agar pembicaraan mereka teralihkan.
"Gak jauh kok, hanya beda tiga minggu saja! Kandungan Nyonya McAdams 9 minggu atau dua bulan 1 minggu, dan kandungan mu 12 minggu atau tiga bulan. Apa selama ini kau gak merasakan jika perut mu besar ini karena sedang hamil Ta?? " jawab Dokter Aisyah sambil bertanya lagi pada Tata.
"Gak Tan! Soalnya selama hampir 4 bulan lepas KB napsu makan ku selalu meningkat dan membuat berat badanku sedikit naik dari biasanya. Aku tidak pernah berpikir karena aku hamil perut ku menjadi berisi begini! " jawab Tata jujur.
"Saat kau berbaring tadi sudah terlihat tonjolan perut mu! Perut perempuan hamil itu terasa keras meskipun belum terlalu besar seperti Nyonya McAdams tadi! Sekarang rasakan jika perutmu keras dan rasakan perbedaannya karena di usia ini sudah terasa pelan gerakan janinnya! " ucap Dokter Aisyah lagi pada Tata.
Tata kembali berbaring dan meraba perut nya yang berisi, perut nya terasa kencang dan keras hingga membuat ia tersenyum lebar.
"Dokter! Apakah nanti aku juga merasakan gerakan anakku di usia kehamilan seperti Tata? " tanya Abeth ingin tahu.
"Tergantung setiap perempuan Nyonya! Tapi biasanya di usia 12 minggu jarang ibu hamil merasakan gerakan janinnya karena gerakan janin tersebut masih lemah, tapi ibu hamil sudah mulai merasakan sedikit getaran karena gerakan janin pada usia kehamilan 20 minggu pada kehamilan tunggal atau yang baru pertama hamil.
Sekali lagi saya ingatkan pada kalian berdua untuk selalu memakan makanan yang bergizi yang kaya akan asam folat untuk pembentukan otak janin, minum selalu susu hamil yang di jual bebas sesuai selera, dan hindari makan makanan yang belum di masak matang atau setengah matang. Tidak ada pantangan makanan pada Ibu hamil namun jangan berlebihan karena sesuatu yang berlebihan itu sangat tidak baik.
Kalau ada pertanyaan atau keluhan selama kehamilan silahkan datang ke tempat praktek saya atau panggil saja saya ke sini! " jawab Dokter Aisyah panjang lebar.
"Iya Tante! Terimakasih banyak atas semua nasihat dan penjelasan nya kepada kami! Sekali lagi mohon bantuannya ya Tan untuk kehamilan kedua Tata dan kehamilan Kak Abeth! " ucap Tata dengan tulus.
"Iya Dokter! Terimakasih banyak! Seperti yang di katakan adik saya, saya mohon bantuan nya untuk membantu kami berdua pada kehamilan ini terutama yang baru pertama kali seperti saya! " tambah Abeth dari hatinya.
__ADS_1
"Sama-sama Tata, Nyonya McAdams! Itu sudah menjadi tanggungjawab saya sebagai Dokter kandungan kalian berdua! Pemeriksaan sore ini sudah selesai dan jangan lupa untuk periksa lagi bulan depan di tempat praktek saya karena akan saya beri buku Ibu dan anak nya nanti di sana. Tadi mau saya bawa tapi gak jadi karena saya kira hanya pemeriksaan biasa saja karena Nyonya Ryder tidak mengatakan periksa kehamilan! " jawab Dokter Aisyah sambil tersenyum kecil.
"Hehehehe... Gak papa Tan! " sahut Tata terkekeh kecil.
Saat Dokter Aisyah berdiri dari kursinya, Elea menahan jilbab panjang Dokter paruh baya itu dengan tangan mungilnya.
"Elea sayang... ! Apa yang Elea lakukan Nak?? " tegur Tata dengan lembut.
"Elea mau tanya sesuatu sama Nenek Dokter Mami! Boleh kan Nek?? " jawab Elea dengan menatap Dokter Aisyah dengan wajah imutnya.
Dokter Aisyah membungkukkan tubuhnya hingga sejajar dengan tinggi Elea sambil mengusap surai pirang kecoklatan milik Elea.
"Cantik mau tanya apa sama Nenek?? " tanya Dokter Aisyah dengan lembut.
"Kata nya di perut Mommy ada adik bayi nya dan tadi Daddy bisikin kalau di perut Mami juga ada adik bayinya dua, tapi kenapa dari tadi Elea gak lihat kalau di perut Mami dan Mommy ada adik bayinya Nek?? Masa adik bayinya di makan sama Mommy dan Mami?? Kasihan dong adik nya Elea! Elea sayang adik bayi dan mau jadi kakak yang baik untuk adik bayi! " tanya gadis kecil itu dengan begitu polos.
"Iya Nek! Tira tadi juga lihat di layar itu ada titik-titik hitam yang nenek bilang itu adiknya Tira, tapi kok bentuknya gak kayak bayi yang selalu Tira lihat selama ini? Masa adik bayinya Tira kayak Choco chips gitu sih! Mana bayinya?? " tambah si sulung lagi dengan begitu jeli melihat layar USG tadi.
Melihat betapa banyaknya pertanyaan anak-anak nya, Tata pun membujuk anak-anak nya untuk keluar dulu dari ruang periksa tersebut.
"Sayang-sayangnya Mami.. ! Gimana kalau nanya nya di luar aja, kita ajak Nenek Dokter duduk santai di ruang keluarga sambil nyemil! Kasihan dong lihat Neneknya jongkok kayak gitu, nanti sakit lagi kaki Nenek Dokter seperti Nenek Bandung! " ucap Tata dengan lembut pada kedua anaknya.
"Iya sayangku... ! Omi setuju dengan perkataan Mami kalian! Nanti kalian boleh deh bertanya sampai puas dengan Nenek Dokter! " sahut Mami Sita ikut membujuk sambil menatap Dokter Aisyah dengan pandangan memohon.
Dokter Aisyah yang mendapat kode dari Mami Sita tersenyum sambil mengangguk mengiyakan permintaan Nyonya di kediaman ini.
"Oke deh Mi, ayo Nek kita ke ruang keluarga! " jawab Elea dengan tersenyum senang dan langsung menggandeng tangan Dokter Aisyah.
Elea keluar duluan bersama Dokter Aisyah lalu di susul Tira bersama Henry kemudian Eyang Uti dan Grandma lalu Mami Sita dan Abeth hingga terakhir Tata dan Dave.
Begitu mereka sudah keluar semuanya, dengan gerakan secepat kilat Dave menyambar bibir Tata dan melu mat nya sekilas meskipun tidak terlalu lama dan terasa di bibirnya, seketika membuat Tata melotot kaget dengan ulah suaminya yang membuat nya jadi waspada akan keadaan sekitar.
"Astaghfirullah Mas.. ! Bisa-bisa nya di keadaan genting begini berbuat mesum! " Bisikan Tata dengan memukul pelan lengan kekar suaminya itu.
"Hehehehe... ! Mas bahagia sayang! Terimakasih sudah mengandung anak kita lagi! I love you my Ruby... " jawab Dave terkekeh dengan nada pelan.
Tata seketika meleyot seperti di sirami lelehan coklat yang manis pada hatinya dengan kelakuan suaminya yang terkadang di luar nalar. Mukanya tersipu malu dengan ucapan cinta yang keluar dari mulut manis seorang Davindra Ryder. Ia berjalan cepat-cepat menyusul anggota yang lain yang sudah sampai di ruang keluarga.
Melihat muka merah dan malu istrinya membuat Dave terkekeh geli.
"Dasar istriku, cintaku, belahan jiwa ku yang paling aku cintai! Sudah mau punya anak delapan aja masih juga malu-malu! Jadi bikin tambah gemes sih! Kalau ini di rumah sudah aku makan dari tadi! " gumam Dave agak gemes dengan tingkah istri nya.
Tiba-tiba ia teringat akan kamar rahasia di ruang kerjanya yang tidak pernah di pakai lagi semenjak mereka pindah dua tahun lagi.
"Aha... Seperti nya malam ini kesempatan ku untuk mengeksekusi dirimu sayang! Mumpung anak-anak banyak yang momong! Ahay... Mantap banget rencana ku! " gumamnya lagi dengan seringai miring dari sudut bibirnya.
Bersambung...
Selamat hari raya idul adha 1444 H.
Mohon maaf lahir batin untuk umat muslim yang merayakannya..
__ADS_1
Tinggal 2 part lagi maka kisah Dave dan Tata akan selesai🥺🥺🥺..
Othor jadi syedih mau ninggalin lapak iniðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜..