
Mereka bercanda dengan penuh bahagia walaupun masih berada di atas tempat tidur. Saking asyik nya tertawa membuat selimut yang menutupi dada Tata melorot dari pegangannya.
"Jangan di tutup! " Dave mencekal cepat tangan Tata yang hendak menutup buah favorit nya itu.
Wajah Tata yang bersemu merah dan malu menatap wajah suami nya yang kembali bergairah melihat semua itu.
"Mati aku! Pauk kalilah kau Ta! Udah tau gak pakai baju, kau pancing pulak singa lapar yang ada di hadapan kau! Mampus lah kau Ta! Mana masih capek dan sakit banget lagi! Aduhh... ! Benar-benar habis aku kali ini! " batin Tata merutuki kelalaian nya.
"Bolehkah Mas memintanya lagi sayang?? " tanya Dave dengan tangannya mengusap punggung polos Tata.
"Ta-tapi itunya masih sakit Mas! " jawab Tata tersendat-sendat seraya menggigit bibir bawahnya yang membuat Dave semakin gila.
"Mas janji kok, nanti gak sakit lagi! " bujuk Dave dengan mendekatkan tubuhnya pada tubuh Tata.
Melihat suaminya sudah tidak bisa menahan gejolak gairah di dalam dirinya dan ia pun juga menginginkan hal yang sama juga, akhirnya Tata menganggukkan kepalanya memberikan izin kepada sang suami untuk menggauli nya kembali.
Kamar itu pun kembali mengeluarkan suara pekikan, jeritan, dan nada-nada sumbang yang hanya di perdengarkan oleh sepasang suami istri yang sedang berlomba-lomba memberikan kenikmatan pada pasangan mereka masing-masing.
πΏπΏπΏ
"Honey..... Kenapa kau mondar-mandir seperti setrika begitu? " tanya Papi Dayton pada istrinya.
"Mami lagi nungguin Dave lah Pi? Emangnya nungguin siapa lagi? " jawab istrinya dengan gusar.
"Gak usah di tunggu Honey! Seperti kau bukan pengantin baru saja! Mereka gak bakalan keluar kamar kalau sudah merasakan nikmatnya pengantin baru! " ucap Papi Dayton dengan geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya.
"Iya Mami ah... ! Biarin aja si Dave mengeluarkan bibit nya yang selama ini terpendam puluhan tahun! " sahut Abeth ikut menimpali ucapan Papi nya.
"Mami itu bukan khawatir kan Dave! Tapi mantu Mami! Ini kan pengalaman pertama buat Tata, pasti masih sangat awam masalah beginian! Mami mau ngasih ramuan rendaman bikinan Eyang dan salep yang tadi Mami beli! " ucap Mami kembali mondar-mandir di hadapan suami dan anaknya.
"Apa???? " teriak Papi Dayton dan Abeth bersamaan dengan wajah terkejut.
"Ja-jadi Tata.... " ucap Papi Dayton terbata-bata.
"Iya... Papi benar! Tata itu masih virgin meski ia janda! Makanya Mami agak khawatir karena belum memberikan semua ini padanya agar rasa sakit nya yang pertama ini agak berkurang! Dave pasti bringas kayak Papi nya, Mami yakin itu! " sahut Mami Sita sambil mencibir suaminya.
"Ha... Ha.... Ha... Tentu saja! Dave kan keturunan Papi, pasti kuat kayak Papi nya juga lah! " Papi Dayton tergelak kencang.
"Wah.... Enak benar si Bule! Dapat juga dia yang bersegel, Abeth jadi penasaran jadi nya! Berapa ronde ya mereka adu gulat nya? " ujar Abeth seraya berpikir π€.
__ADS_1
"Bugh..... ! Dasar bocah gemblung! Mau tau aja urusan mereka! " Mami Sita melempar bantal sofa pada Abeth.
"Tapi benar juga ya? Kira-kira siapa yang bertahan di antara mereka dan siapa yang K.O duluan! " tambah Mami Sita dengan ikutan berpikir π€.
"Ha.... Ha.... Ha..... " Abeth yang tergelak melihat tingkah Mami nya.
Papi Dayton tepuk jidat melihat ulah istrinya tersebut, sedangkan Henry yang melihat dan mendengar kan hanya tersenyum kecil.
"Beginilah Henry dengan keluarga kami ! Jangan kaget jika tingkah anak-anak Papi dan istri Papi tidak sebagus kulit luarnya! Luarnya anggun, cantik, cerdas, santun dan sopan dengan orang lain, Tapi jika sudah kumpul dengan keluarga keluar semua bobrok nya, ucapan seenaknya dan di luar nalar! " ucap Papi Dayton seraya menepuk pelan bahu menantunya.
"Santai aja Papi! Itulah yang membuat aku jatuh cinta pada Abeth! Dia berbeda dengan perempuan yang aku kenal, dia tidak pernah jaim jika bersama ku dan selalu semaunya sendiri karena ia menjadi dirinya sendiri dan tidak peduli dengan tanggapan orang lain terhadap dirinya! " jawab Henry santai seraya menatap istrinya dengan penuh cinta.
Sedangkan pasangan yang mereka bicarakan sedang melanjutkan ronde ketiga karena Dave masih menginginkan mereguk indahnya pengantin baru bersama istrinya dan Tata pasrah kali ini di bawah kungkungan tubuh kekar suaminya.
πΏπΏπΏ
Di Medan.
Ibuk Tata sudah sampai di Medan kemarin bersama Mak Ijah dan Tegar. Hari ini ia memutuskan untuk berziarah ke makam suaminya di Kota Kisaran.
Ia mengusap lembut batu nisan berukiran nama suaminya Martinus Ramli Sinaga dengan mata berkaca-kaca.
Ia mengusap lelehan air mata yang jatuh di pipinya. Sungguh ia sangat merindukan suaminya itu di setiap waktu. Hanya saja ia melimpahkan rasa rindunya dengan mengirimkan doa dan bacaan yasin untuk suaminya.
"Aku pamit dulu Bang! InsyaAllah Tata akan datang menemui mu di sini bersama menantu kita! " ucap Ibuk sebelum pergi meninggalkan area pemakaman.
Ia pun bangkit dan berjalan menuju kendaraan yang sudah terparkir dengan Tegar dan Mak Ijah menunggu di dekat mobil. Mereka sengaja memberikan Ibuk Tata privasi untuk mengeluarkan perasaannya di hadapan sang suami.
"Mau kemana lagi kita Buk? " tanya Tegar begitu ia menghidupkan mesin mobil.
"Balik ke Medan aja lah Gar! Kita ke rumah nya Sandra dulu! " jawab Ibuk seraya menatap kearah luar.
Tegar menganggukkan kepalanya dan membawa mobil keluar dari area pemakaman dengan pelan. Seseorang keluar dari tempat persembunyian nya begitu mobil yang di tumpangi Ibuk Tata keluar dari lokasi pemakaman. Ia menatap mobil tersebut dengan mata sembab dan wajah sedih.
"Maaf Buk... ! Sandi tidak punya keberanian untuk bertemu Ibuk! Sandi malu Buk.. ! Dulu sandi begitu angkuh tidak ingin lagi berurusan dengan Ibuk maupun dengan Tata! Maafkan Sandi Buk! Maaf! " ucap seorang laki-laki yang berpakaian kumal dengan suara lirih dan pelan.
Ibuk tiba-tiba menolehkan kepalanya kebelakang untuk melihat siapa yang memanggilnya. Ia seperti merasa ada seseorang yang memanggil dirinya. Melihat Ibuk gelisah seraya menoleh kebelakang, Tegar langsung menghentikan mobilnya.
"Ada apa Buk? Apa ada yang ketinggalan? " tanya Tegar lembut.
__ADS_1
"Gak ada yang ketinggalan Gar! Hanya saja Ibuk merasa seperti ada yang memanggil Ibuk tadi! " jawab Ibuk dengan mengusap pelan dadanya.
"Mungkin hanya perasaan Nyonya saja! " sahut Mak Ijah ikut bicara.
"Kamu benar Jah! Mungkin hanya perasaan saya saja! Ini kali pertama saya mengunjungi Bang Ramli semenjak kami tinggal di Medan dan Tata kuliah di Jakarta! " ucap Ibuk kembali membenarkan kata Mak Ijah.
"Kalau gitu kita jalan lagi ya Buk.... " Tegar meminta persetujuan Ibuk.
"Iya Gar, lanjut saja! " jawab Ibuk memberi izin seraya melihat sekali lagi ke belakang.
Tegar kembali menjalankan mobil meninggalkan tempat tersebut untuk kembali ke Medan yang harus mereka tempuh selama hampir 5jam.
Di tempat yang berbeda, Dika mantan suami Tata dilarikan ke rumah sakit karena di temukan pingsan di kamar mandi. Petugas lapas menghubungi Kadir yang sedang di pengadilan agama menjalani sidang perceraian nya dengan Yuli seorang diri.
"Maaf, apa aku bisa pergi sekarang juga? " tanya Kadir tidak enak hati dengan Susan.
"Kalau memang penting, silakan Bang! Biar nanti aku yang mengambil alih di sini! " jawab Susan sembari merapikan berkas-berkas nya.
"Aku tidak tahu ini berita penting apa tidak, tapi perasaan ku mengatakan jika terjadi sesuatu! Kalau begitu aku permisi dulu, jika ada apa-apa dengan akhir sidang kabari aku saja langsung! " ucap Kadir lagi seraya bangkit dari kursinya dan pergi dari ruang sidang.
Ia menghampiri Sandra yang menunggu di luar ruangan bersama Kana.
"Loh Mas... ? Kenapa kamu keluar? Apa sidang nya sudah selesai? " tanya Sandra dengan heran melihat Kadir mendekatinya dengan wajah bingung dan cemas.
"Sidang nya belum selesai sayang! Baru saja ada tiga panggilan tak terjawab dari petugas lapas tempat Dika di tahan, dan Abang gak sempat angkat. Terus ada pesan masuk yang mengatakan kalau Dika di temukan pingsan di kamar mandi dan sekarang di larikan ke rumah sakit Bhayangkara daerah xx. Mas agak cemas dan khawatir terjadi sesuatu sama Dika, Sayang! Biar bagaimana pun juga Dika tetap adik kandung Mas! " jawab Kadir dengan perasaan campur aduk.
"Ya udah, kalau gitu kita ke sana aja lah Mas! Jadi kita bisa tahu kenapa Dika sampai pingsan! " ucap Sandra memberikan saran.
"Kamu gak papa sayang Mas ajak ke sana? Biar bagaimana pun juga kan Dika mantan suaminya Tata sahabat baik kamu! Mas gak enak sampai merepotkan kamu dalam masalah ini! " sahut Kadir tidak enakan.
"Mas.... Kalau Tata tahu dia pasti akan datang! Apa lagi aku, yang belum kenal dengan adik kamu itu! Lagi pula bagi Tata semua nya sudah menjadi masa lalu yang hanya di jadikan pelajaran untuk kita agar tetap semangat dalam melanjutkan hidup. Masa lalu bukan untuk di kenang Tapi jadikan pelajaran untuk di ambil hikmahnya. " jawab Sandra dengan bijak.
"Terimakasih sayang... ! Mas beruntung mendapatkan perempuan seperti kamu! I love you... ! " ucap Kadir penuh haru dengan tersenyum bahagia.
"Udah ah... Ayo kita ke sana! Jangan bikin aku jadi besar kepala kayak gini! " sahut Sandra tersipu malu.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beristirahat readers tercinta ku...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan ππ...