
"Ya Allah Butet?? Dalam keadaan begini bisa-bisanya kau tumbuk-tumbukan dengan nenek tua itu! Seharusnya kau suruh Tegar memberi nenek tua itu pelajaran yang tidak bisa ia lupakan sampai mati! " omel Sandra dengan wajah panik.
"Tegar! Ayo bawa Butet ke rumah sakit! " panggil Sandra dengan keras kepada Tegar yang sedang menghubungi seseorang.
"Iya Kak! Ayo Nona kita ke rumah sakit sekarang! " jawab Tegar sambil berjalan di belakang Sandra.
"Gak perlu ke rumah sakit! Ini cuma luka kecil! " jawab Tata santai sambil mengelap darah yang mulai mengering dengan tisu basah.
"Bodo amat! Mau luka kecil atau besar kita tetap ke rumah sakit! " sahut Sandra tanpa bisa di bantah.
Ia lalu menyeret Tata dengan cepat agar tidak kabur kemana-mana. Tegar segera berlari mengambil mobil di parkiran, dan langsung mendekati Sandra dan Tata yang sudah menunggu di halaman restoran.
Selama perjalanan, Tata hanya diam saja dengan mata terpejam. Ia sedikit mengernyit alisnya karena kepalanya tiba-tiba pusing. Ia masih memejamkan matanya agar sedikit rileks dan tenang sehingga pusingnya lumayan berkurang.
"Ayo cepat turun! " ajak Sandra dengan menggandeng tangan Tata.
"Iya, sabar napa? Masa di suruh lari sih? " jawab Tata dengan malas.
"Kalok gak di giniin kau gak bakalan mau! " sahut Sandra dengan ketus.
Ia langsung membawa Tata ke ruang IGD untuk di tangani langsung. Setelah menunggu beberapa saat, Tata keluar bersama seorang Dokter perempuan dari ruangan tersebut.
"Gimana keadaan sahabat saya Dok? Apa lukanya dalam dan serius? " tanya Sandra dengan raut wajah khawatir.
"Sahabat anda tidak apa-apa! Dan lukanya juga sudah saya obati tadi. Tidak ada luka yang serius, jadi tidak perlu di jahit. Hanya saja jangan bikin lukanya basah, jadi untuk sementara jangan keramas dulu sebelum lukanya kering. " jawab sang Dokter dengan ramah.
"Terimakasih banyak Dokter! " ucap Sandra dan Tata berengan.
__ADS_1
Setelah itu, mereka pergi ke bagian apotik untuk mengambil obat yang sudah di resep kan dokter tadi.
"Apa jugak ku bilang kan? Luka kecil gini heboh nya mintak ampun! " omel Tata sambil duduk di kursi tunggu.
"Walaupun kecil kan tetap aja itu luka, emangnya kalok Ibuk nanya kau mau jawab apa? " jawab Sandra tidak mau kalah.
"Ya.... Bilang aja di timpuk orang gilak! " jawab Tata enteng.
"Serah dah serah! Susah kali lah kalok di bilangin! " ucap Sandra pasrah.
🎍🎍🎍
"Sssakkkiiittt.. " ucap Nyonya Retno dengan lirih dan mulut yang bengkak.
"Maaf Tante, Dian gak sengaja! Dian gak nyangka si Tata itu berani melawan Tante.. " ucap Dian pura-pura bersimpati.
"Bla... Bla... Bla... Bla... " Nyonya Retno mencoba bicara tapi entah apa yang keluar dari mulutnya itu.
"Kalau bukan karena cinta sama anaknya, ogah banget gue merawat nenek tua ini! Udah numpang, bikin susah lagi! Gue harus minta ganti rugi sama si Tata itu, gara-gara dia gue sampe repot kayak gini! " rutuk Dian dalam hati ketika menyuapi Mama Dika makan.
"Perempuan sialan, brengsek! Beraninya dia membuat ku babak belur seperti ini! Awas saja jika aku sehat nanti, aku akan bikin perhitungan dengannya! Aku akan menghancurkan hidup perempuan sialan itu! Kalau perlu aku akan menyakiti orang yang ia sayang! Sepertinya ide yang bagus jika aku menyakiti ibunya, bukankah sialan itu begitu menyayangi ibunya? Yah, itu rencana yang sangat bagus! Tunggu aku kau sialan! Aku akan menghancurkan mu melalui ibumu! Ha... Ha... Ha... " Batin Nyonya Retno dengan tertawa jahat.
"Tante, Tante mikirin apa sampai termenung begitu? Tante harus cepat sehat, agar bisa ngeluarin Mas Dika dari penjara! Dian sedih memikirkan Mas Dika tidur di ruangan sempit kayak gitu, mana dingin lagi di sana! " ucap Dian dengan mimik wajah sedih.
"Ya ampun... Aku sampai lupa kalau anakku Dika masih dalam penjara! Pasti dia tidak bisa makan enak, tidur dengan nyenyak, dan ketika malam pasti anakku kedinginan. Kasihan sekali! " Batin Nyonya Retno dengan wajah sedih.
"Tante pasti sedih ya, mikirin Mas Dika? Sama Tante, Dian juga sedih? " ucap Dian ketika melihat wajah sedih Mama nya Dika.
__ADS_1
"Tapi Tante tenang aja, besok Dian rencananya mau jenguk Mas Dika di penjara. Dian akan bawain makanan kesukaan Mas Dika, dan juga pakaian untuk Mas Dika. Sekarang Tante istirahat saja dulu, gak usah terlalu banyak mikir, yang penting sekarang Tante harus cepat sehat. " sahut Dian lagi dengan membetulkan letak selimut Nyonya Retno.
🎍🎍🎍
"Kak, Kak Tata! Kakak dimana? Kak, Kak Tata! " teriak Nana dari arah luar kamar.
"Sssssssttttttttt... !! " Sandra menempelkan jari telunjuk nya di bibir pertanda agar Nana jangan bicara.
"Kak Tata mana Kak? Aku pengen ngomong dengan Kak Tata? " ucap Nana dengan pelan.
"Tata tidur setelah minum obat. Ayo kita bicara di luar saja! Jangan ganggu Tata yang sedang tidur! " ajak Sandra dengan keluar dari kamar Tata.
Nana pun mengikuti Sandra berjalan menuju ke lantai bawah tanpa bicara sedikit pun. Mereka rupanya sedang berjalan menuju ruang kerja Tata ketika berada di rumah.
"Ayo Na duduk di situ! Lebih baik kamu lihat rekaman ini dulu sebelum bertanya tentang Tata! " ucap Sandra dengan membuka laptop dan menaruhnya di hadapan Nana.
"Apa ini kak? Kok Nana di suruh nonton ini? " tanya Nana dengan raut wajah bingung.
"Kamu tonton aja dulu? Habis itu baru komentar! " perintah Sandra dengan tegas.
Nana pun menganggukkan kepalanya, dan ia pun mulai menekan tombol play pada rekaman video yang ada di laptop sesuai perintah Sandra.
Nana menonton rekaman video tersebut dengan mata terbelalak dan wajah kaget. Tapi kemudian ia menangis dengan tangan menutup mulutnya, tapi isakan tangisan itu tidak mampu ia tutupi. Ia pun langsung mematikan rekaman tersebut dan kembali menangis dengan menutup mulutnya dengan bajunya.
"Menangis lah Na jika itu bisa menenangkan hati mu! Jangan kau pendam, nanti menjadi bumerang! " ucap Sandra dengan wajah prihatin.
"Hu... Hu... Hu... Kenapa Mama bisa melakukan hal jahat seperti itu kepada Kak Tata? Apa salah Kak Tata sama Mama sampai Mama kalap begitu? Hu... Hu.. Hu.. Hati Nana sakit Kak? Bagaimana bisa Nana punya Mama berhati jahat seperti itu? Hu... Hu... Hu.. Nana benci Mama Kak! Nana benci! Kenapa Nana bisa lahir dari perempuan jahat seperti Mama? Hu... Hu... Hu... " Nana menangis di pelukan Sandra.
__ADS_1
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...